• Tidak ada hasil yang ditemukan

WISUDA XIX DAN DIES NATALIES XV

DI KOTA SEMARANG SEMARANG, 26 JUNI 2015

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Selamat sore dan salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati, Rekan-rekan birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang;

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah; Para Ketua Yayasan/Pimpinan Panti Asuhan, Pengasuh serta anak-anakku sekalian; Bapak H. Soepandi selaku Pembicara;

Hadirin yang saya hormati;

Puji syukur kehadirat Allah SWT,

Alhamdulillah

kita masih diberikan nikmat sehat dan nikmat iman, sehingga sampai dengan hari ke-9 pelaksanaan Puasa Ramadhan 1436 H ini, kita semua masih dapat menjalani ibadah

shaum

dengan baik dan khusuk.

Kegiatan silaturahmi ini sangat baik, sebagai wujud ibadah sosial di bulan suci Ramadhan, sekaligus merupakan wujud rasa empati, sikap peduli dan saling berbagi kebahagiaan kepada sesama. Apalagi kalau mengingat bahwa Bulan Ramadhan mengajarkan kita untuk menjadi pandai bersyukur. Ketika bersyukur kepada Allah, maka Allah akan tambahkan nikmat itu menjadi semakin banyak.

Hadirin yang saya hormati;

Kebersamaan adalah modal dalam melakukan pembangunan. Dalam Al-Quran sebanyak 23 kali disebut perkataan ‘yatim’ dan penggunaan kata-kata yatim itu merujuk kepada kemiskinan dan kepapaan. Artinya mereka yang berada dalam golongan yatim (anak yatim) memerlukan perhatian dan

pembelaan daripada masyarakat untuk membolehkan mereka hidup secara sempurna seperti orang lain yang mempunyai penjaga (ayah atau ibu).

Anak yatim adalah satu daripada komponen kehidupan yang harus kita rahmati. Dengan kata lain, kita harus menjadi rahmat bagi mereka, bukan menjadi musibah. Rahmat bagi mereka diimplementasikan dalam bentuk kepedulian yang nyata, antara lain mengasuh mereka dalam keluarga kita, membantu ekonomi dan pendidikan, menjadi orang tua asuh, serta aktif mengelola rumah asuhan.

Sesungguhnya Islam adalah agama yang sangat menitikberatkan pada kesejahteraan umatnya, terutama nasib golongan yang lemah seperti orang miskin, ibu tunggal dan anak yatim.

Barang siapa yang berlaku tidak baik atau bersikap zalim terhadap anak yatim pasti akan menerima balasan daripada Allah SWT dan golongan ini dianggap antara satu ciri orang yang mendustakan hari akhirat.

Firman Allah SWT yang artinya: “Tahukah kamu orang yang mendustakan hari akhir? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.”

Jelaslah bahwa pahalanya sangat besar bagi sesiapa yang berbuat baik atau memelihara anak yatim. Dalam sebuah hadis Ibnu Abbas meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Orang yang memelihara anak yatim dalam kalangan umat Muslimin, memberinya makan dan minum, pasti Allah SWT akan masukkan ke dalam syurga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak boleh diampun”.

Banyak hikmah dan kebaikan apabila anak yatim dalam keluarga dan anak yatim itu dijaga dengan baik. Allah SWT akan memberi rahmat dan kasih sayang-Nya dan keluarga kita akan berasakan ketenangan dan kebahagiaan, tetapi jika anak yatim yang ada di bawah peliharaan atau pun jagaan kita diperlakukan tidak baik, maka perbuatan itu akan menerima balasan daripada Allah.

Selain itu, sebaik-baik rumah di antara orang Islam adalah rumah yang didalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan sebaik-baiknya dan seburuk-buruk rumah adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim, namun diperlakukan dengan buruk.

Allah SWT juga berjanji akan memberi pahala dan ganjaran yang setimpal kepada kaum Muslimin yang membantu meringankan beban anak yatim dengan memberi sumbangan uang ringgit (derma atau sedekah). Banyak sedikit sumbangan yang diberikan itu bukan ukurannya, tetapi keikhlasan yang penting. Bahkan Allah melihat apa yang ada dalam hati.

Hadirin yang berbahagia;

Kendati tidak mempunyai orang tua lengkap, tetapi anak yatim piatu merupakan harapan bangsa. Mereka mempunyai hak yang sama dengan anak yang lain di Indonesia. Untuk itu, perkembangan mereka jangan sampai terpe-ngaruh globalisasi yang kurang baik.

Saya minta supaya anak yatim piatu untuk tidak berkecil hati meskipun tinggal di panti asuhan. Pasalnya kondisi di rumah sama saja dengan di panti. Karena di panti, kalian juga mendapatkan pelayanan yang tulus dari pengasuh, perhatian bahkan kasih sayang yang sama dengan orang tua. Untuk itu, wajib hukumnya bagi anak-anak panti yang hadir sore ini di Masjid At-Taqwa Kantor Gubernur Jawa Tengah ini taat dan menghormati para pengasuh, karena mereka adalah pengganti orang tua. Karena itu, melalui acara silaturahmi yang dirangkai dengan berbuka puasa yang sederhana ini,

insya

Allah kita akan mendapatkan banyak pahala dan menjadi hamba yang lebih pandai bersyukur. Amien ya Rabb.

Hadirin yang berbahagia;

Satu hal yang ingin saya sampaikan, bahwa pada kesempatan ini telah diserahkan tali asih secara simbolis kepada anak-anak Panti Asuhan. Sehubungan dengan hal tersebut, saya minta para pengasuh agar tidak pernah bosan menasehati anak-anak kita agar tidak berperilaku konsumtif, khususnya dalam Ramadhan dan menghadapi lebaran ini.

Beri pengertian mereka untuk membeli barang yang sesuai kebutuhan saja, dan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Jangan dipaksakan bahkan sampai melebihi kemampuan kita. Yang perlu ditekankan, justru menjelang lebaran atau 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini harus semakin diperbanyak ibadah kita, apakah itu iktikaf, sholat sunnah di malam hari serta berbagai amal kebaikan yang lain. Karena itu, untuk menyejukkan hati dan pikiran kita mari kita dengarkan dengan seksama mauidhal khasanah yang akan disampaikan oleh Bapak H. Soepandi dari Semarang dengan tema: “Ramadhan Bulan untuk Berbagi Kasih Sayang”.

Hadirin yang saya hormati;

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan meridhoi usaha luhur kita.

Wabillahi taufik wal hidayah Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PADA