• Tidak ada hasil yang ditemukan

Assalamu `alaikum Wr.Wb.

Yang saya hormati, Wakil Presiden RI, Bapak Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla beserta rombongan;

Pangdam IV/Diponegoro;

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Profesor Dr. H. M. Dien Syamsuddin; Bupati dan Muspida Kabupaten Tegal;

Pimpinan MUI Provinsi dan Komisi Fatwa MUI se Indonesia; Para akademisi dari Perguruan Tinggi Islam; Ormas Islam; Para Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren serta Para cendekiawan Muslim;

Para peserta Ijtima’ dan hadirin yang berbahagia;

Puji syukur kehadirat Allah SWT,

Alhamdulillah

kita masih diberikan nikmat sehat dan nikmat iman, sehingga dapat bersama-sama hadir menyertai kunjungan kerja Bapak Wakil Presiden RI, Bapak Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla dalam rangka Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa MUI se-Indonesia Ke-5 Tahun 2015, dalam suasana yang membahagiakan dan penuh kekeluargaan.

Merupakan kebahagiaan bagi kami mendapat kehormatan sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum ini, disertai harapan Jawa Tengah mendapat berkah dari doa-doa para ulama, sehingga Jawa Tengah tetap

tata, titi, tentrem, kerta

raharja

. Untuk itu, atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Jawa Tengah kami sampaikan

Sugeng Rawuh

kepada Bapak Wakil Presiden RI dan para peserta Ijtima’.

Kami berharap

kerawuhan

Bapak akan memberikan semangat kepada para ulama dalam menetapkan fatwa-fatwa yang berguna bagi pelaksanaan kehidupan keagamaan, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Hal ini kami sampaikan, karena peran ulama tidak dapat dipisahkan lagi dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dulu, ketika masa penjajahan dan merebut kemerdekaan, para ulama besar bangsa senantiasa berada di garis terdepan dalam perjuangannya. Para ulama menyeru kepada umat untuk bersatu melawan penjajah, dan sekaligus memfatwakan bahwa melindungi tanah air sebagian dari wujud keimanan seseorang,

Hubbul waton minal iman

. Begitu pula sekarang, ketika bangsa ini harus membangun dan mengisi kemerdekaan di segala bidang, para ulama tidak pernah berhenti berkontribusi bagi republik ini. Karena itu, kami berharap dalam Ijtima’ Ulama ini akan dibahas banyak hal, baik menyangkut masalah kebangsaan, masalah keagamaan, dan masalah hukum dan perundang-undangan, dan lain sebagainya, serta melahirkan fatwa-fatwa yang mampu meningkatkan pemahaman spiritual umat, memperkuat persatuan dan kesatuan, mengkokohkan kebhinnekaan dan mengembangkan kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, termasuk dalam menangkal dan menanggulangi segala isu meresahkan masyarakat seperti gerakan radikalisme dan terorisme. Untuk itu, kami berharap Bapak wakil Presiden berkenan memberikan pengarahan agar pelaksanaan Ijtima’ Ulama ini mampu menghasilkan sumbangan pemikiran yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan Negara.

Kami yakin, hasil sumbangan pemikiran ini akan sangat berarti bagi kemaslahatan umat dan kemajuan pembangunan bangsa ini menuju negeri adil dan makmur yang diberkati, dirahmati dan diampuni Allah, “

Baldatun toyibatun warobun

ghofur

” dan negeri yang “

Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto, titi, tentrem kerto rahardjo

. Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang amat

berbahagia ini.

Sekian dan terima kasih atas kebersamaan kita. Wabillahi taufik wal hidayah

Wassalamu`alaikum Wr.Wb.

WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PADA

IJTIMA’ ULAMA KOMISI FATWA SE INDONESIA KE-5 TEGAL, 8 JUNI 2015 Assalamu `alaikum Wr.Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semuanya. Yang saya hormati, Presiden RI, Bapak Joko Widodo;

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Profesor Dr. H. M. Dien Syamsuddin;

Pimpinan MUI Provinsi dan Komisi Fatwa MUI se Indonesia; Para akademisi dari Perguruan Tinggi Islam; Ormas Islam; Pimpinan Pondok Pesantren; Para cendekiawan Muslim; Para peserta Ijtima Ulama lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu;

Hadirin yang berbahagia;

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT,

Alhamdulillah

kita masih diberikan nikmat sehat dan nikmat iman sehingga dapat bersama-sama hadir pada Pembukaan Ijtima Ulama Komisi fatwa MUI se Indonesia, dalam suasana yang membahagiakan dan penuh kekeluargaan. Merupakan kebahagiaan bagi saya dapat bersilaturahmi dan berada di tengah-tengah para alim ulama dari seluruh Indonesia, figur-figur yang tidak pernah lelah untuk terus berdakwah dan senantiasa istiqomah menegakkan

amar makruf nahi munkar

. Jadi, dari dulu hingga sekarang ulama selalu konsisten pada peran dan tanggungjawab besarnya dalam syiar islam, menegakkan nilai-nilai spiritual, kultural dan kebangsaan.

Dulu, ketika masa penjajahan dan merebut kemerdekaan, para ulama besar bangsa senantiasa berada di garis terdepan dalam perjuangannya. Para ulama menyeru kepada umat untuk bersatu melawan penjajah, dan sekaligus menfatwakan bahwa melin-dungi tanah air sebagian dari wujud keimanan seseorang,

Hubbul waton

minal iman

. Begitu pula sekarang, ketika bangsa ini harus membangun dan mengisi kemerdekaan di segala bidang, para ulama tidak pernah berhenti berkontribusi bagi republik ini.

Seperti halnya yang ditunjukkan dalam ijtima’ Ulama ini. Sebagai sebuah tradisi pertemuan para ulama yang akan melakukan pembahasan atas banyak hal,

baik menyangkut masalah kebangsaan, masalah keagamaan, dan masalah hukum dan perundang-undangan, sangat positif. Bagi saya, ijtima ini bagian dari peran ulama dalam memberikan pencerahan kepada umat, baik terkait ajaran dan nilai-nilai Islam yang benar serta sekaligus tentang nilai-nilai kebangsaan terkini.

Kita semua berharap dari Ijtima’ Ulama ini akan lahir fatwa-fatwa ulama yang mampu meningkatkan pemahaman spiritual umat, memperkuat persatuan dan kesatuan, mengokohkan kebhinnekaan dan mengembangkan kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Termasuk melahirkan fatwa yang mampu menjadi solusi atas berbagai problem di berbagai bidang pembangunan, baik bidang ekonomi, social, budaya, pendidikan kesehatan dan lain-lain. Serta yang tidak kalah penting adalah fatwa ulama dalam menangkal dan menanggulangi segala isu meresahkan masyarakat seperti gerakan radikalisme dan terorisme.

Memalui fatwa ulama inilah telah menunjukkan kepada kita bahwa peran ulama sangat penting dalam kehidupan beragama dan sekaligus kehidupan bernegara. Bukan saja berperan menjaga moral bangsa dan etika keberagamaan, tapi juga berperan dalam pencerahan, pencerdasan dan membimbing umat dengan ajaran dan nilai-nilai Islam. Ada tanggungjawab moral yang tidak hanya mencakup masalah ibadah, tapi juga termasuk kemaslahatan dunia dalam hubungan sosial yang sangat luas. Termasuk perannya dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa ini. Karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini saya sampaikan “

Sugeng

Rawuh

dan

Matur Nuwun Sanget

” kepada para ulama dari seluruh pelosok Indonesia yang telah

keroyo-royo rawuh

ke Jawa Tengah untuk menyumbangkan pikiran, ide dan gagasan dalam mendukung kemajuan pembangunan spiritual, kultural, sosial, yang kontekstual dengan perkembangan jaman dan globalisasi. Saya yakin, hasil sumbangan pemikiran ini akan sangat berarti bagi kemaslahatan umat dan kemajuan pembangunan bangsa ini menuju seperti yang kita cita-citakan bersama, yaitu terwujudnya negeri adil dan makmur yang diberkati, dirahmati dan diampuni Allah,

Baldatun toyibatun warobun ghofur

” dan negeri yang “

Gemah Ripah Loh Jinawi,

Toto, titi, tentrem kerto rahardjo

.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang amat berbahagia ini.

Sekian dan terima kasih atas kebersamaan kita. Wabillahi taufik wal hidayah

Wassalamu `alaikum Wr.Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PADA

PEMBUKAAN

RAPAT KOORDINASI EKONOMI KEUANGAN DAN INDUSTRI DAERAH