WISUDA XIX DAN DIES NATALIES XV
PANERIMAAN KUNJUNGAN KERJA BADAN LEGISLASI DPR RI SEMARANG, 25 JUNI 2015
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Sugeng enjang lan karaharjan tumrap kita sedaya. Ingkang kinurmatan, Pangarso Tim Baleg DPR RI soho rombongan; Rencang-rencang Birokrasi Pamarintah Daerah;
Para rawuh ingkang minulya;
Syukur konjuk dumateng Gusti Allah SWT, siang puniko kita sedaya saged hangestreni adicara Panerimaan Kunjungan Kerja Badan Legislasi DPR RI ing Jawi Tengah.
Sepindhah, kulo ngaturaken sugeng nglampahi ibadah shaum lan amal ibadah sanesipun ing wulan suci Ramadhan dhumateng sederek muslim sedaya. Mugi-mugi Allah SWT tansah paring kesarasan, kekiatan lan rahmat dhumateng kita sami, sahenggo kita saged nglampahi ibadah Ramadhan puniko kanthi sae setunggal wulan natas.
Saklajengipun, kulo minangka wakil Pamarintah daerah lan masyarakat Jawi Tengah ngaturaken “Sugeng Rawuh” lan “Maturnuwun” bilih Jawi Tengah piniji dados lokus kunjungan kerja puniko. Kanthi pengajab, tim Baleg DPR RI puniko saestu saged pikantuk informasi lan gambaran ingkang utuh lan menyeluruh babagan pelaksanan UU Nomor 16 tahun 2011 tentang Bantuan Hukum, ing Jawi Tengah. Saking informasi lan gambaran puniko, kulo kinten saged dados bahan kangge nyempurnaaken UU Bantuan Hukum, sahenggo ing wekdal mbejang UU puniko saestu saged dados landasan ingkang sampurna kangge paring bantuan Hukum dumateng masyarakat Indonesia.
Hadirin yang saya hormati;
Sengaja di awal sambutan saya menggunakan Bahasa Jawa, karena sesuai Pergub Nomor 55 Tahun 2014, setiap Hari Kamis, kami di Jawa Tengah
mencoba membiasakan penggunaan Bahasa Jawa dalam berkomunikasi di lingkungan kerja. Memang tidak mudah, namun kita semua harus terus belajar agar Bahasa Jawa yang merupakan “Bahasa Ibu” masyarakat Jawa Tengah tetap lestari. Namun demikian, agar apa yang saya sampaikan dapat dipahami dengan baik, selanjutnya akan saya sampaikan dalam Bahasa Indonesia.
Perlu saya informasikan bahwa sebelum terbitnya UU Nomor 16 tahun 2011, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melaksanakan bantuan hukum pada masyarakat, yaitu sejak tahun 1995. Kami menjalin kerjasama dengan 25 LBH di Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, dengan bantuan Rp 1.000.000,- atas tiap perkara yang ditangani LBH.
Selanjutnya pasca terbitnya UU Nomor 16 tahun 2011, kami juga telah menerbitkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Bantuan Hukum Kepada Masyarakat Miskin. Sedangkan untuk peraturan pelaksanaannya, juga telah diterbitkan Pergub Nomor 40 Tahun 2014 tentang petunjuk pelaksanaan Perda Nomor 7 tahun 2014.
Dalam hal ini, kami telah menjalin kerjasama dengan LBH yang terakreditasi sebanyak 10 LBH, dimana setiap LBH mendapat bantuan Rp 2.000.000,- dari tiap perkara yang ditanganinya. LBH-LBH tersebut, antara lain Lembaga Penyuluhan Konsultasi dan bantuan Hukum Islam IAIN, Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Muhammadiyah Magelang, LBH Jawa Tengah Cabang Sragen, LBH Wahana Cilacap, Majelis hukum dan Hak Asasi Manusia PW ‘Aisyiyah Jawa Tengah, LBH Perisai Kebenaran Purwokerto, Yayasan Atma Surakarta, LKBH Universitas Sains Al Qur’an Wonosobo dan lain-lain.
Perlu saya informasikan pula bahwa setiap LBH yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah wajib melaporkan kegiatannya. Bentuknya laporan triwulan, yang terdiri atas triwulan I, II dan III. Kemudian dalam satu tahun anggaran juga membuat laporan pertanggungjawaban bantuan hukum litigasi, baik untuk perkara perdata maupun pidana.
Dalam hal ini, setiap laporan perkara perdata harus memenuhi persayaratan sebagai berikut :
Surat Kuasa yang telah dilegalisir oleh PN/PA
Fotocopy surat gugatan dan Nomor Register perkara dari pemohon/termohon
Fotocopy relas panggilan siding dari PN/PA Pemberitahuan perkembangan proses perkara
Bukti keterangan tidak mampu dengan melampirkan Surat Keterangan Tidak mampu (SKTM) dari Lurah atau Kades setempat, SKTM yang dibuat
dan ditandatanangi pemohon bantuan hukum dan diketahui pengadilan (PN/PA).
Sedang syarat laporan untuk perkara pidana yaitu :
Surat kuasa dan surat permohonan pendampingan dari klien (diajukan tertulis)
Fotocopy relas panggilan sidang untuk saksi korban Fotocopy surat panggilan dari penyidik (sesuai tahapan)
Fotocopy surat dakwaan dan surat-surat lain sesuai dengan tahapan. Pemberitahuan perkembangan proses perkara
Bukti tidak mampu dengan melampirkan Surat Keterangan Tidak mampu (SKTM) dari Lurah atau Kades setempat, SKTM yang dibuat dan ditandatanangi pemohon bantuan hukum dan diketahui pengadilan (PN/PA). Sedangkan untuk kasus tertentu Perkara Perlindungan Perempuan dan Anak, SKTM dibuat oleh Pemberi Bantuan, diketahui oleh penanggungjawab/ Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu (PPT)
Hadirin yang saya hormati;
Pada kesempatan yang baik ini juga dapat saya informasikan bahwa untuk memperoleh bantuan hukum, masyarakat haruslah mengikuti tata cara dan persyaratan, antara lain :
Mengajukan permohonan secara tertulis yang berisi sekurangkurangnya identitas permohon dan uraian singkat mengenai pokok persoalan yang dimohonkan Bantuan Hukum.
Menyerahkan dokumen yang berkenaan dengan perkara
Melampirkan surat keterangan miskin dari Lurah, Kades atau pejabat yang setingkat di tempat tinggal pemohon bantuan Hukum.
Dalam hal pemohon bantuan hukum tidak mampu menyusun permohonan secara tertulis, permohonan dapat diajukan secara lisan.
Intinya, kami berusaha memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum. Selain itu, kami juga terus berusaha menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan bantuan hukum gratis kepada warga miskin yang sedang terjerat masalah hukum. Tentunya dengan harapan, saudara kita yang miskin dan kebetulan sedang berurusan dengan hukum bisa mendapatkan perlindungan dan hak yang sama di muka hukum. Apalagi saat ini banyak warga miskin yang karena ketidaktahuan atau keter-paksaan melakukan pelanggaran hukum. Misalnya, nenek yang mencuri kayu agar bisa makan, dll. Masyarakat miskin inilah yang harus secara serius kita bantu hak-haknya di muka hukum.
Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Selanjutnya terkait hal-hal teknis dan kasuistis atas pelaksanaan UU Nomor 16 Tahun 2011 di Jawa Tengah bisa dikomunikasikan lebih lanjut dengan rekan-rekan dari Biro Hukum.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya. Wabillahitaufik wal hidayah
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
GUBERNUR JAWA TENGAH
ttd
SAMBUTAN
GUBERNUR JAWA TENGAH PADA
SILATURAHMI DENGAN PARA PENGASUH