• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEMARANG, 6 JUNI 2015 Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati, Menteri Kesehatan RI, Ibu Nila F Moeloek beserta para Pejabat Pusat yang hadir mendampingi;

Jajaran Birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah;

Direktur Utama dan Ketua Medik beserta Civitas Hospitalia RSUP Kariadi Semarang;

Hadirin yang saya hormati;

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Alhamdulillah siang ini kita masih dikaruniai nikmat kesehatan, sehingga dapat bersama-sama hadir menyertai acara Penyerahan Sertifikat Akreditasi

Joint Commision International (JCI)

oleh Menteri Kesehatan RI dan Penandatanganan Prasasti “RSUP Dr. Kariadi Berkomitmen Menjamin Mutu dan Keselamatan Pasien”.

Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, saya sampaikan ucapan “Selamat” atas prestasi yang dicapai RSUP Dr. Kariadi Semarang berupa Akreditasi International dari Joint Commision International – Acreditation (JCI-A). Hal ini tentu saja sangat membanggakan masyarakat Jawa Tengah dan juga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Hadirin yang berbahagia;

Kesehatan adalah modal pembangunan Sumberdaya Manusia (SDM) dan investasi jangka panjang. Keberadaan Rumah Sakit dibutuhkan sebagai sarana untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

RSUP Dr. Kariadi Semarang merupakan salah satu RS milik Kementerian Kesehatan RI yang berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI sebagai RS Rujukan Nasional.

Ini berarti, selain menjadi aset Jawa Tengah, RSUP Dr. Kariadi Semarang juga menjadi aset nasional, khususnya dalam memberi pelayanan kesehatan tingkat III (tersier).

Saat ini, perkembangan perumahsakitan di Indonesia dan di Jawa Tengah telah menuju pada suatu “industri jasa kesehatan” yang menyangkut permasalahan yang komplek.

Dengan makin cepatnya perubahan pada industri perumahsakitan, semakin tinggi tekanan bagi para pengelola rumah sakit di Indonesia, termasuk Jawa Tengah. Inti perubahan umumnya hanya berkisar pada area persaingan kualitas pelayanan. Namun demikian, perlu kita ketahui bersama bahwa persaingan global ini terletak pada

Quality

,

Service

, dan

Mindset

.

Hadirin yang saya hormati;

Seiring dengan diterapkannya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2014, semua stakeholders sudah mempersiapkan dengan segala daya dan upaya. Namun demikian, perubahan paradigma yang sangat mendasar pada pelaksanaan JKN khususnya tentang pola pembayaran.

Maka, apakah kita mau berubah, atau menjadi korban perubahan? Untuk itu dalam proses menyesuaikan diri para Direktur RS, dimungkinkan terjadi “konflik” di awal pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional. Konflik terkait anggaran yang disediakan oleh pemerintah untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) sangat terbatas.

Potensi permasalahan dimungkinkan muncul karena adanya perbedaan sudut pandang antara kepentingan pelayanan, pasien dan penjamin pembiayaan, dimana seringkali rumah sakit yang mendapat dampak dari ketidakpuasan pasien.

Permasalahan yang ada, apabila tidak mendapatkan penanganan yang memadai tentunya akan mengganggu pelaksanaan JKN, khususnya pelayanan di RS Rujukan Regional ataupun Nasional, termasuk RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Karena itu, pelayanan rumah sakit di era JKN tentu harus diikuti dengan perubahan

mindset

segenap civitas hospitalia. Tuntutan pelayanan yang bermutu sudah menjadi keharusan yang mesti diberikan rumah sakit kepada masyarakat, dan disisi lain, Direktur Rumah Sakit harus mampu mengendalikan biaya.

Hal ini merupakan konsekuensi logis dari pelaksanaan JKN yang sudah diamanatkan Undang-Undang SJSN. Untuk itu, semua RS harus berubah agar tetap

survive

.

Hadirin yang saya hormati;

Terkait dengan kendali mutu dalam pelayanan rumah sakit di era JKN, maka rumah sakit dituntut agar dapat melaksanakan pelayanan kesehatan yang lebih baik, dalam arti bermutu, mengutamakan keselamatan pasien (

patient

safety

) dan terjangkau untuk semua lapisan masyarakat.

Saya harapkan Direktur Utama beserta civitas hospitalia RSUP Dr. Kariadi Semarang jangan merasa puas dengan pencapaian akreditasi JCI. Tetapi yang paling penting adalah RSUP Dr. Kariadi Semarang harus selalu me-lakukan “

continous quality improvement

” dalam rangka menjaga mutu dan keselamatan pasien.

Dengan telah berhasilnya mencapai akreditasi JCI, ini berarti RSUP Dr. Kariadi Semarang telah mencapai tataran sebagai “Rumah Sakit Kelas Dunia”. Ini menjadi hal yang sangat membanggakan, sekaligus tantangan untuk bagi segenap civitas hospitalia, agar senantiasa mempertahankan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien.

RSUP Kariadi Semarang termasuk salah satu Rumah Sakit di Jawa Tengah yang mampu berkembang dan memberi andil besar pada pembangunan kesehatan di Jawa Tengah. Prestasi ini tentu harus dipertahankan dan bahkan lebih ditingkatkan dengan memberikan pelayanan yang lebih baik dan lebih manusiawi kepada masyarakat. Mengapa saya katakan lebih baik dan lebih manusiawi?

Untuk menjadi lebih baik itu mudah, yaitu dengan memberikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat. Tetapi lebih manusiawi itu, lebih ditujukan pada pelayanan kepada Saudara-Saudara kita yang kurang mampu. Jadi jangan sampai karena yang datang orang tidak mampu atau membawa kartu Jamkesmas, dilayani dengan ala kadarnya atau bahkan ditolak.

Hadirin yang berbahagia;

Sebagai salah satu Rumah Sakit berkualitas di Jawa Tengah, saya minta RSUP Dr. Kariadi Semarang dapat melaksanakan kewajibannya sesuai Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, yaitu :

1. Memberikan informasi yang benar tentang pelayanan Rumah Sakit kepada masyarakat.

2. Memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan.

3. Berperan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan pada bencana, sesuai dengan kemampuan pelayanannya.

4. Melaksanakan fungsi sosial antara lain: memberikan fasilitas pelayanan pasien tidak mampu/miskin, pelayanan gawat darurat tanpa uang muka, ambulans gratis, pelayanan korban bencana dan kejadian luar biasa dan bakti sosial bagi misi kemanusiaan.

5. Menghormati dan melindungi hak-hak pasien.

6. Melaksanakan program pemerintah di bidang kesehatan baik regional maupun nasional.

Khususnya terkait Penandatanganan “Prasasti RSUP Dr. Kariadi Berkomitmen Menjamin Mutu dan Keselamatan Pasien”, saya minta momentum ini dapa dijadikan wahana untuk mendukung tercapainya target MDG’s tahun 2015 Provinsi Jawa Tengah dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), pemberantasan Tuberkulosis paru serta penanggulangan HIV/ AIDS.

Untuk itu, optimalkan sarana dan fasilitas yang ada untuk melayani dan membantu sesama. Dan tingkatkan kualitas dan efektifkan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Perluas jangkauannya, agar dapat diakses secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat Jawa Tengah.

RSUP Dr. Kariadi Semarang sebagai institusi layanan kesehatan yang kompleks, saya minta padat pakar dan padat SDM yang profesional, baik di bidang teknis medis maupun administrasinya, sehingga pelayanannya efektif, efisien dan memberikan kepuasan kepada pasien, keluarga maupun masyarakat. Ini saya sampaikan, karena seiring meningkatnya pendidikan dan status sosial ekonomi masyarakat, maka meningkat pula tuntutan pelayanan yang lebih baik, lebih ramah, dan lebih bermutu.

Kembangkan sinergi kerjasama dengan sesama Rumah Sakit, lembaga pemerintahan, maupun

stakeholder

terkait untuk mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang semakin sejahtera, mandiri, berkemampuan, dan berdaya saing tinggi.

Hadirin yang saya hormati;

Inilah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Sekali lagi SELAMAT dan SUKSES kepada Direktur Utama beserta civitas hospitalia RSUP Dr. Kariadi Semarang, disertai harapan semoga ke depan semakin hebat dan berpihak kepada keselamatan pasien.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya. Wabillahitaufik wal hidayah.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

ttd

SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH PADA

PERESMIAN PABRIK BARU