BAB III HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS GENDER
A. Hasil Penelitian
1. Profil Aktivitas
1.3. Aktivitas Sosial Kemasyarakatan
Aktivitas sosial kemasyarakatan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seorang individu dengan orang-orang di sekitarnya, baik itu di lingkungan tempat tinggal maupun lingkungan tempatnya bekerja. Kegiatan ini teramat penting mengingat manusia hidup tidak hanya sebagai makhluk individu namun juga sebagai makhluk sosial. Sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang untuk ikut berperan dalam kagiatan kemasyarakatan. Tujuannya selain untuk menjaga keharmonisan, juga agar masyarakat dapat terintegrasi dengan baik. 1.3.1. Guru
Beberapa aktivitas sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh guru di TK ini adalah menghadiri upacara kematian, peringatan hari besar, bantuan korban bencana alam, serta bergabung dengan Kelompok Kerja Guru (KKG)
commit to user
dan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI). Keempat aktivitas tersebut akan diuraikan seperti di bawah ini.
a. Menghadiri Upacara Kematian
Menghadiri upacara kematian merupakan
serangkaian acara untuk menghormati jenazah sebelum dimakamkan. Menghadiri acara semacam ini biasanya juga untuk mempererat silaturahmi dengan lingkungan sekitar. Sama halnya dengan lingkungan di sekitar sekolah ini. Apabila ada yang meninggal, biasanya dari pihak sekolah juga datang untuk melayat. Berikut yang diutarakan Ibu M bahwa :
“Kalau ada warga di sekitar sekolah yang meninggal biasanya guru-guru sama pegawai lainnya datang melayat. Karena warga sekitar kan ya kita banyak yang kenal dan banyak juga yang menyekolahkan anaknya di sini, jadi ya biar meningkatkan rasa kekeluargaan”. (Wawancara tanggal 7 Mei 2011)
b. Peringatan Hari Besar
TK yang berbasis agama Islam ini setiap tahunnya rutin mengadakan kegiatan dalam peringatan hari besar, yaitu penyembelihan hewan kurban. Aktivitas ini dilakukan pada saat peringatan Hari Raya Idul Adha, dimana pihak sekolah menyembelih hewan kurban dan selanjutnya dibagikan kepada warga yang kurang mampu
commit to user
di sekitar lingkungan sekolah. Seperti yang diutarakan Bapak KK bahwa :
“Kegiatan dalam rangka peringatan hari besar Islam di sini setiap tahun rutin mengadakan penyembelihan hewan kurban. Tapi itu gak hanya untuk internal sekolah, karena warga sekitar yang kurang mampu juga diberi daging kurban”. (Wawancara tanggal 26 Mei 2011)
c. Bantuan Korban Bencana Alam
Aktivitas memberikan bantuan untuk korban bencana alam dilakukan untuk membantu saudara-saudara yang sedang tertimpa bencana. Biasanya pihak sekolah mengumpulkan dana maupun barang-barang dari para pegawai dan siswa untuk selanjutnya disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Seperti yang diutarakan Ibu AS berikut ini :
“Bantuan untuk korban bencana alam tidak dibatasi siapa yang akan menyumbang. Kan tujuannya sosial, jadi ya semakin banyak yang menyumbang semakin bagus. Siswa pun juga dilibatkan agar mereka bisa belajar untuk membantu saudaranya yang sedang kesusahan”. (Wawancara tanggal 20 Mei 2011)
Salah satunya yang pernah dilakukan adalah pada saat terjadi bencana letusan Gunung Merapi pada tahun 2010 yang lalu. Pihak sekolah menyalurkan beberapa bantuan untuk pada korban. Berikut petikan hasil wawancaranya dengan Bapak KK :
commit to user
“Kalau mau memberikan bantuan apalagi korban bencana alam kan gak dibatasi ya. Jadi biasanya guru, staf TU, karyawan, dan siswa mengumpulkan sumbangan seikhlasnya untuk nanti disalurkan kepada saudara kita yang sedang mendapat musibah. Anak-anak dalam hal ini siswa juga dilibatkan agar mereka memiliki kepedulian tinggi kepada sesama. Seperti yang terakhir kemarin itu kita bersama-sama mengumpulkan dan menyalurkan bantuan untuk korban bencana letusan Gunung Merapi”. (Wawancara tanggal 26 Mei 2011)
d. Bergabung dengan KKG dan IGTKI
Bergabung dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) sangat penting dilakukan, karena para guru di TK ini bernaung pada dua lembaga yang saling berkaitan ini. KKG sendiri sebagai wadah kegiatan bagi para guru dalam rangka peningkatan mutu profesional guru. Sedangkan IGTKI mempunyai peranan yang sangat strategis, khususnya dalam membangun dan membina peningkatan pendidikan dalam format yang dikehendaki, sesuai dengan kurikulum pendidikan. IGTKI memiliki fungsi yang sangat strategis, yakni memanage organisasi kependidikan secara mantap dan dinamis dalam satu visi dan misi, serta tujuan inti pengabdian organisasi dan menciptakan akselerasi program pendidikan, untuk turut serta memelihara suasana pendidikan yang lebih maju, sehingga
commit to user
menjadi perekat kekuatan dan kebersamaan dunia pendidikan. Seperti yang diutarakan Bapak KK berikut :
“Ya hanya guru-guru saja, soalnya kan itu memang khusus untuk guru. Dan guru ekstrakurikuler seperti saya ini juga bergabung dengan kedua organisasi tersebut.”. (Wawancara tanggal 26 Mei 2011)
Hal senada juga diutarakan Bapak MZ bahwa :
“Itu sudah pasti hanya guru-guru, gak mungkin ada karyawan yang ikut organisasi itu”. (Wawancara tanggal 20 Mei 2011)
1.3.2. Staf Tata Usaha
Staf tata usaha juga berpartisipasi dalam aktivitas sosial kemasyarakatan, diantaranya adalah menghadiri upacara kematian, peringatan hari besar, dan bantuan korban bencana alam. Ketiga kegiatan tersebut akan diurakan seperti di bawah ini.
a. Menghadiri Upacara Kematian
Sebagai bagian dari masyarakat di sekitar lingkungan sekolah, staf tata usaha juga ikut hadir dalam upacara kematian apabila ada warga sekitar yang meninggal. Hal ini ditujukan untuk mempererat kerukunan dengan warga sekitar. Berikut yang diutarakan Ibu SA bahwa :
“Untuk keperluan melayat tidak ditentukan siapa yang harus datang. Tapi baik guru maupun pegawai lainnya sebisa mungkin untuk datang, karena sekolah ini juga
commit to user
sudah menjadi bagian dari warga di lingkungan sekitar”. (Wawancara tanggal 7 Mei 2011)
b. Peringatan Hari Besar
Aktivitas peringatan hari besar biasanya dilakukan pada saat peringatan Hari Raya Idul Adha, yaitu dengan menyembelih hewan kurban dan dibagikan kepada warga sekitar. Seperti yang diutarakan Bapak AS bahwa :
“Peringatan hari besar di sini yang utama ya peringatan Idul Adha. Biasanya di sekolah nyembelih hewa korban terus nanti dagingnya dibagi-bagi. Gak cuma buat para siswa, tapi sebagian juga buat warga yang gak mampu. Dan semua pegawai terlibat dalam kegiatan ini”. (Wawancara tanggal 26 Mei 2011)
Hal senada juga diutarakan Ibu SA bahwa :
“Kegiatan peringatan hari besar di sini biasanya nyembelih hewan kurban pas Idul Adha. Nanti dagingnya dibagikan ke siswa yang kurang mampu sama warga sekitar juga yang kurang mampu. Disini semua guru, staf TU, dan karyawan ikut terlibat karena kita saling berbagi”. (Wawancara tanggal 7 Mei 2011)
c. Bantuan Korban Bencana Alam
Sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah, staf tata usaha pun terlibat dalam aktivitas pemberian bantuan bagi korban bencana alam. Seperti yang diutarakan Ibu SA berikut ini :
“Bantuan untuk korban bencana alam sebisa mungkin melibatkan semua warga sekolah, ada guru, staf TU, karyawan, siswa, bahkan orangtua siswa juga berpartisipasi. Kalau untuk anak-anak kan tujuannya
commit to user
juga untuk melatih kepedulian mereka terhadap sesama”. (Wawancara tanggal 7 Mei 2011)
1.3.3. Karyawan
Karyawan juga memiliki peran dalam aktivitas sosial kemasyarakatan, yaitu pada aktivitas menghadiri upacara kematian, peringatan hari besar, dan pemberian bantuan korban bencana alam. Berikut ini uraiannya.
a. Menghadiri Upacara Kematian
Pada dasarnya tidak ada batasan bagi siapa saja untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial kemasyarakatan. Seperti pada aktivitas menghadiri upacara kematian, siapa saja bisa ikut untuk memberikan penghormatan terakhir kepada yang meninggal. Berikut yang diutarakan Bapak MZ bahwa :
“Kegiatan sosial di sekitar sekolah biasanya semua ikut, apalagi kalau layatan seperti itu. Kan kita juga banyak yang kenal sama warga sekitar”. (Wawancara tanggal 20 Mei 2011)
b. Peringatan Hari Besar
Aktivitas peringatan hari besar yang rutin dilaksanakan di TK ini penyembelihan hewan kurban di Hari Raya Idul Adha. Dalam aktivitas ini karyawan juga ikut terlibat. Seperti yang diutarakan Bapak MZ bahwa :
“Kalau itu semuanya dilibatkan. Guru, staf tata usaha, karyawan, dan murid ikut semua. Kalau di sini biasanya
commit to user
nyembelih hewan kurban. Terus dagingnya dibagi ke siswa sama warga sekitar yang kurang mampu”. (Wawancara tanggal 20 Mei 2011)
c. Bantuan Korban Bencana Alam
Aktivitas memberikan bantuan untuk korban bencana alam juga melibatkan partisipasi karyawan didalamnya. Bahkan seluruh warga sekolah juga ikut memberikan bentuan. Seperti yang diutarakan bapak MZ berikut ini :
“Bantuan biasanya kita ngumpulin dari siswa, guru, karyawan juga. Nanti kalau udah terkumpul kita salurkan ke korban yang membutuhkan. Yang terakhir kemarin itu pas gunung Merapi meletus”. (Wawancara tanggal 20 Mei 2011)