BAB II Konsep Perencanaan Bidang Cipta Karya
“MEMPERKUAT SINERGI ANTARA PUSAT DAN DAERAH DAN ANTAR
4. Peran Masyarakat
2.4. Amanat Internasional 1 Agenda Habitat
Perumahan dan permukiman merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia dan merupakan faktor penting dalam peningkatan harkat dan martabat manusia. Selain itu, kebutuhan tersebut berfungsi strategis di dalam mendukung terselenggaranya pendidikan keluarga, persemaian budaya dan peningkatan kualitas generasi akan datang yang berjati diri. Dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28 H ayat (1), diamanatkan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Amanat tersebut menjelaskan bahwa rumah merupakan hak setiap orang untuk dapat meningkatkan mutu kehidupan dan penghidupannya. Sebagaimana juga diatur di dalam Undang- undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman, menyebutkan pemerintah perlu lebih berperan dalam menyediakan dan memberikan kemudahan dan bantuan perumahan dan kawasan permukiman bagi masyarakat melalui
Penyusunan RPIJM Bidang Cipta Karya Kota Mojokerto Tahun 2014-2018
penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman yang berbasis kawasan serta keswadayaan masyarakat sehingga merupakan satu kesatuan fungsional dalam wujud tata ruang fisik, kehidupan ekonomi, dan sosial budaya yang mampu menjamin kelestarian lingkungan hidup sejalan dengan semangat demokrasi, otonomi daerah, dan keterbukaan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Undang-undang No. 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa hunian yang layak merupakan hak dasar warga negara Indonesia.
Pemenuhan kebutuhan hunian yang layak bagi semua orang juga merupakan amanat dari berbagai Agenda Internasional, diantaranya Agenda Habitat (The Habitat Agenda,Istanbul Declaration on Human Settlements). Indonesia sebagai salah satu dari 171 negara yang ikut menandatangani deklarasi tersebut dan turut melaksanakan komitmen untuk menyediakan rumah layak huni yang sehat, aman, terjamin, dapat mudah diakses dan terjangkau yang mencakup sarana dan prasarana pendukungnya bagi masyarkat. Adapun tujuan utama Agenda Habitat adalah :
Hunian yang layak bagi semua ; Urbanisasi yang berkelanjutan.
Indonesia pernah dua kali menjadi pusat penyelenggaraan hari habitat, yaitu tahun 1989 dengan tema “Rumah, Kesehatan dan Keluarga” dan tahun 2005 dengan tema “Tujuan Pengembangan Milenium (MDG) dan Kota”. Meski tidak selalu menjadi pusat kegiatan tetapi peringatan Hari Habitat selalu diselenggarakan di Indonesia. Tahun 2008 diselenggarakan di Denpasar, Bali dan tahun 2009 ini diselenggarakan di Palembang.
Pada Tahun 2011 ini peringatan mengambil tema ‘Cities and Climate Change’ atau ‘Kota dan Perubahan Iklim’, yang dipilih karena perubahan iklim yang berlangsung sangat cepat menjadi tantangan pembangunan terbesar di abad 21. Laporan dari UN Habitat 2011 Global Report in Human Settlements yang memfokuskan pada kota dan perubahan iklim, menyebutkan bahwa emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh kota memberikan kontribusi 70% dari polusi dunia, sebagian besar berasal dari konsumsi bahan bakar fosil untuk listrik, transportasi, penggunaan energi pada gedung-gedung komersial dan perumahan, industri serta sampah.
Hal ini juga memperlihatkan meningkatnya resiko perubahan iklim di kawasan perkotaan dan peningkatan populasi yang berdampak pada ketersediaan air, infrastuktur fisik, transportasi, ekosistem barang dan pelayanan, penyediaan energi, serta produksi industri dan ekonomi.
Dampak dari perubahan iklim dan peningkatan populasi ini sangat dirasakan, salah satu contohnya berkaitan dengan ketersediaan air yang baru-baru ini menjadi
Penyusunan RPIJM Bidang Cipta Karya Kota Mojokerto Tahun 2014-2018
permasalahan yang dialami oleh beberapa kota di Indonesia. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam melakukan penghematan air yaitu :
a. Memeriksa tagihan air untuk memantau komsumsi air di rumah kita. Jika konsumsi kita lebih dari biasanya, lihat kembali kebiasaan pemakaian air keluarga rumah kita.
b. Mengusahakan penggunakan shower di bawah 5 menit. Matikan keran shower jika tidak digunakan (saat memakai sabun/sampo). Apabila menggunakan bak dan gayung hemat dengan menggurangi pengunaan air dalam gayung dengan cara 5- 8 gayungan untuk membilas dan 5-8 lagi untuk menghilangkan sabun.
c. Cucilah sayuran dan piring dalam bak berisi air daripada mencucinya di bawah aliran keran air.
d. Mengisi mesin cuci di rumah sampai penuh dengan pakaian saat mencuci.
e. Mengumpulkan air bilasan dari mesin cuci untuk menyiram toilet atau mengepel lantai.
f. Memeperbaiki kebocoran dan tetesan pada pipa dan keran secepatnya untuk mencegah pembuangan air dengan sia-sia.
2.4.2. Rio+20
Konferensi PBB tentang Pembangunan Berkelanjutan, dikenal juga sebagai Rio 2012 atau Rio+20 adalah sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh PBB sebagai bentuk dari tindak lanjut atas Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan atau KTT Bumi yang pernah diselenggarakan di kota yang sama pada tahun 1992. Konferensi ini secara khusus diadakan oleh Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB bersama tuan rumah Brasil di Rio de Janeiro pada tanggal 20-22 Juni 2012.
Rio+20 merupakan sebuah tonggak penting dalam rangkaian konferensi utama PBB, di mana KTT Bumi yang diselenggarakan pada tahun 1992 lalu menjadi sebuah titik awal diprioritaskannya pembangunan berkelanjutan dalam agenda PBB dan komunitas internasional. Dua puluh tahun setalah KTT Bumi tersebut, di mana berbagai negara telah mengadopsi Agenda 21, PBB sekali lagi menyatukan kembali para pemerintah, institusi internasional dan berbagai kelompok masyarakat lainnya. Adapun tujuan Konferensi ini, yaitu (1) memperbaharui komitmen politik atas pembangunan berkelanjutan, (2) mengidentifikasi kesenjangan antara progres kemajuan dan implementasi dalam mencapai komitmen-komitmen lama yang telah disetujui, serta (3) mengatasi berbagai tantangan baru yang terus berkembang.
Penyusunan RPIJM Bidang Cipta Karya Kota Mojokerto Tahun 2014-2018
2.4.3. Millenium Development Goals
Millennium Development Goals atau disingkat dalam bahasa Inggris MDGs) adalah Deklarasi Milenium hasil kesepakatan kepala negara dan perwakilan dari 189 negara Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mulai dijalankan pada September 2000, berupa delapan butir tujuan untuk dicapai pada tahun 2015. Targetnya adalah tercapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015. Target ini merupakan tantangan utama dalam pembangunan di seluruh dunia yang terurai dalam Deklarasi Milenium, dan diadopsi oleh 189 negara serta ditandatangani oleh 147 kepala pemerintahan dan kepala negara pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium di New York pada bulan September 2000 tersebut. Pemerintah Indonesia turut menghadiri Pertemuan Puncak Milenium di New York tersebut dan menandatangani Deklarasi Milenium itu. Deklarasi berisi komitmen negara masing- masing dan komunitas internasional untuk mencapai 8 buah tujuan pembangunan dalam Milenium ini (MDG), sebagai satu paket tujuan yang terukur untuk pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Penandatanganan deklarasi ini merupakan komitmen dari pemimpin-pemimpin dunia untuk mengurangi lebih dari separuh orang-orang yang menderita akibat kelaparan, menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasarnya, mengentaskan kesenjangan jender pada semua tingkat pendidikan, mengurangi kematian anak balita hingga 2/3, dan mengurangi hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih pada tahun 2015.
Deklarasi Millennium PBB yang ditandatangani pada September 2000 menyetujui agar semua negara :
a. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan • Pendapatan populasi dunia sehari $10000.
• Menurunkan angka kemiskinan.
b. Mencapai pendidikan dasar untuk semua
• Setiap penduduk dunia mendapatkan pendidikan dasar.
c. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
• Target 2005 dan 2015 : Mengurangi perbedaan dan diskriminasi gender dalam pendidikan dasar dan menengah terutama untuk tahun 2005 dan untuk semua tingkatan pada tahun 2015.
d. Menurunkan angka kematian anak
• Target untuk 2015 adalah mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak usia di bawah 5 tahun.
Penyusunan RPIJM Bidang Cipta Karya Kota Mojokerto Tahun 2014-2018
e. Meningkatkan kesehatan ibu
• Target untuk 2015 adalah Mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan.
f. Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya
• Target untuk 2015 adalah menghentikan dan memulai pencegahan penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit berat lainnya.
g. Memastikan kelestarian lingkungan hidup
• Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya lingkungan.
• Pada tahun 2015 mendatang diharapkan mengurangi setengah dari jumlah orang yang tidak memiliki akses air minum yang sehat.
• Pada tahun 2020 mendatang diharapkan dapat mencapai pengembangan yang signifikan dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta orang yang tinggal di daerah kumuh.
h. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
• Mengembangkan lebih jauh lagi perdagangan terbuka dan sistem keuangan yang berdasarkan aturan, dapat diterka dan tidak ada diskriminasi. Termasuk komitmen terhadap pemerintahan yang baik, pembangungan dan pengurangan tingkat kemiskinan secara nasional dan internasional.
• Membantu kebutuhan-kebutuhan khusus negara-negara kurang berkembang, dan kebutuhan khusus dari negara-negara terpencil dan kepulauan-kepulauan kecil. Ini termasuk pembebasan-tarif dan -kuota untuk ekspor mereka;
meningkatkan pembebasan hutang untuk negara miskin yang berhutang besar; pembatalan hutang bilateral resmi; dan menambah bantuan pembangunan resmi untuk negara yang berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan.
• Secara komprehensif mengusahakan persetujuan mengenai masalah utang negara-negara berkembang.
• Menghadapi secara komprehensif dengan negara berkembang dengan masalah hutang melalui pertimbangan nasional dan internasional untuk membuat hutang lebih dapat ditanggung dalam jangka panjang.
• Mengembangkan usaha produktif yang layak dijalankan untuk kaum muda.
• Dalam kerja sama dengan pihak "pharmaceutical", menyediakan akses obat penting yang terjangkau dalam negara berkembang
Penyusunan RPIJM Bidang Cipta Karya Kota Mojokerto Tahun 2014-2018
• Dalam kerjasama dengan pihak swasta, membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru, terutama teknologi informasi dan komunikasi.
2.4.4. Sustainable Development Goals
Dalam upaya untuk mencapai tujuan MDGs, pemerintah Indonesia telah mencanangkan berbagai strategi, misalnya melalui pelibatan perusahaan. Melalui program corporate social responsibility (CSR), perusahaan diminta untuk membantu pemerintah guna mencapai tujuan MDGs. Akhir MDGs yang ditetapkan pada tahun 2015 semakin dekat dan pasca MDGs akan direalisasi sustainable development goals (SDGs).
Adapun tiga pilar yang menjadi indikator dalam konsep pengembangan SDGs yaitu, pertama indikator yang melekat pembangunan manusia (Human Development), di antaranya pendidikan, kesehatan. Indikator kedua yang melekat pada lingkungan kecilnya (Social Economic Development), seperti ketersediaan sarana dan prasarana lingkungan, serta pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, indikator ketiga melekat pada lingkungan yang lebih besar (Environmental Development), berupa ketersediaan sumber daya alam dan kualitas lingkungan yang baik.