ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Utama Penelitian
6. Analisa Data
Pengaruh pelatihan membaca cepat terhadap pemahaman bacaan dianalisa
dengan Uji-T menggunakan fasilitas program SPSS 11.5 for Windows. Pengujian
bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai t dan t tabel (2,228), dan
ini menggunakan α = 0.05. Apabila nilai t > t tabel, dapat disimpulkan bahwa ada
perbedaan. Sebaliknya, apabila nilai t < t tabel, dapat disimpulkan bahwa tidak
ada perbedaan. Sedangkan, apabila nilai p < α, dapat disimpulkan bahwa ada
perbedaan yang signifikan. Sebaliknya, apabila nilai p > α, dapat disimpulkan
bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan.
Berikut adalah hasil pengukuran pretest dan posttest kelompok kontrol
menggunakan Paired-Samples T Test:
Tabel 10. Hasil Uji Paired-Samples T Test Kelompok Kontrol
T Sig. (2-tailed) (p)
Pretest dan Posttest 2,049 0,08
Berdasarkan data tabel 10, diketahui bahwa nilai t adalah 2,049 atau t < t
tabel, dan nilai p adalah 0,08 atau p > α, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak
ada perbedaan antara hasil pretest dan posttest kelompok kontrol.
Berikut adalah hasil pengukuran pretest dan posttest kelompok eksperimen
menggunakan Paired-Samples T Test:
Tabel 11. Hasil Uji Paired-Samples T Test Kelompok Eksperimen
T Sig. (2-tailed) (p)
Pretest dan Posttest -4,150 0,004
Berdasarkan data tabel 11, diketahui bahwa nilai t adalah -4,150 atau t > t
tabel, dan nilai p adalah 0,004 atau p < α, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada
perbedaan hasil pretest dan posttest yang menunjukkan adanya pengaruh pelatihan
Berikut adalah hasil pengukuran nilai posttest kelompok kontrol dan
kelompok eksperimen menggunakan Independent-Samples T Test:
Tabel 12. Hasil Uji Independent-Samples T Test
T Sig. (2-tailed) (p)
Posttest Tes Pemahaman Bacaan (Kemampuan
Membaca) 2,814 0,014
Berdasarkan data tabel 12, diketahui bahwa nilai t adalah 2,814 atau t > t
tabel, dan nilai p adalah 0,014 atau p < α, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0
ditolak, ada pengaruh signifikan pelatihan membaca cepat terhadap pemahaman
bacaan.
Berikut adalah nilai pretest dan posttest kelompok kontrol dan kelompok
eksperimen:
Tabel 13. Nilai Pretest dan Posttest Tes Pemahaman Bacaan (Kemampuan Membaca)
Kelompok Kontrol
Nilai Kelompok
Eksperimen
Nilai
Pretest Posttest Pretest Posttest
NL 10 7 DPPS 10 11 IYD 10 8 SM 8 11 PRRM 12 10 PIS 6 12 DA 12 12 MSH 8 10 MN 9 8 RM 12 13 NRR 10 12 NN 10 11 TAH 10 5 AA 9 14 IBG 11 10 MNI 8 12
Adapun distribusi nilai tes pemahaman bacaan (kemampuan membaca) pada
kelompok kontrol dan eksperimen adalah sebagai berikut:
Tabel 14. Distribusi Nilai Tes Pemahaman Bacaan (Kemampuan Membaca) Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen
Kelompok N Mean Std. Deviasi Std. Error Mean
Eksperimen 8 11,75 1,282 0,453
Kontrol 8 9,00 2,449 0,866
Jumlah seluruh soal yang dijawab dengan benar disebut juga dengan skor
mentah. Namun agar skor tes lebih mempunyai arti dan dapat dibandingkan satu
sama lain diperlukan skor standar, yaitu skor mentah yang telah diubah atau
ditransformasikan secara linear berdasarkan rata-rata dan standar deviasi
distribusinya (Azwar, 2004). Berikut adalah formula norma
pengkategorisasiannya:
Tabel 15. Norma Skor Standar
Nilai Tes Pemahaman Bacaan (Kemampuan Membaca) Kategori
X < (M – 1SD) Rendah
(M – 1SD) ≤ X < (M + 1SD) Sedang
X ≥ (M + 1SD) Tinggi
Adapun kategorisasi berdasarkan normanya adalah sebagai berikut:
Tabel 16. Kategorisasi Nilai
Tes Pemahaman Bacaan (Kemampuan Membaca) Berdasarkan Norma
Nilai Tes Pemahaman Bacaan (Kemampuan Membaca) Kategori
X < 9 Rendah
9 ≤ X < 12 Sedang
Adapun gambaran kategorisasi nilai pretest dan posttest tes pemahaman
bacaan (kemampuan membaca) dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen
adalah sebagai berikut:
Tabel 17. Gambaran Kategorisasi Nilai Pretest dan Posttest Tes Pemahaman Bacaan (Kemampuan Membaca)
Kelompok Inisial Nilai
Pretest Kategorisasi
Nilai
Posttest Kategorisasi
Kontrol
NL 10 Sedang 7 Rendah
IYD 10 Sedang 8 Rendah
PRRM 12 Tinggi 10 Sedang
DA 12 Tinggi 12 Tinggi
MN 9 Sedang 8 Rendah
NRR 10 Sedang 12 Tinggi
TAH 10 Sedang 5 Rendah
IBG 11 Sedang 10 Sedang
Eksperimen
DPPS 10 Sedang 11 Sedang
SM 8 Rendah 11 Sedang
PIS 6 Rendah 12 Tinggi
MSH 8 Rendah 10 Sedang
RM 12 Tinggi 13 Tinggi
NN 10 Sedang 11 Sedang
AA 9 Sedang 14 Tinggi
MNI 8 Rendah 12 Tinggi
Berikut adalah gambaran persentase sebaran subjek penelitian berdasarkan
kategorisasi nilai tes pemahaman bacaan (kemampuan membaca):
Tabel 18. Distribusi Persentase Subjek Penelitian Berdasarkan Kategorisasi Nilai Pretest Tes Pemahaman Bacaan (Kemampuan Membaca)
Kelompok Kategorisasi
Rendah Sedang Tinggi
Kontrol Jumlah 0 6 2
% 0 75 25
Eksperimen Jumlah 4 3 1
Tabel 19. Distribusi Persentase Subjek Penelitian Berdasarkan Kategorisasi Nilai Posttest Tes Pemahaman Bacaan (Kemampuan Membaca)
Kelompok Kategorisasi
Rendah Sedang Tinggi
Kontrol Jumlah 4 2 2
% 50 25 25
Eksperimen Jumlah 0 4 4
% 0 50 50
C.Pembahasan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan membaca
cepat terhadap pemahaman bacaan. Pemahaman bacaan diukur melalui tes
pemahaman bacaan (kemampuan membaca), kemudian dianalisis menggunakan
Uji-t melalui fasilitas program SPSS 11.5 for Windows. Adapun hasil penelitian
ini adalah ada pengaruh pelatihan membaca cepat terhadap pemahaman bacaan.
Berdasarkan analisa hasil pengukuran pretest dan posttest kelompok kontrol
menggunakan Paired-Samples T Test diketahui bahwa nilai t adalah 2,049 atau t <
t tabel, dan nilai p adalah 0,08 atau p > α, sehingga dapat disimpulkan bahwa
tidak ada perbedaan antara hasil pretest dan posttest kelompok kontrol. Hal ini
wajar atau sesuai dengan prediksi peneliti, karena kelompok kontrol tidak
mendapatkan perlakuan, dalam hal ini pelatihan membaca cepat, untuk
meningkatkan pemahaman bacaan, dalam hal ini skor tes pemahaman bacaan
(kemampuan membaca). Bahkan terjadi penurunan performansi pada kelompok
kontrol. Rata-rata skor pretest kelompok kontrol adalah 10,5 dengan pemahaman
rata 50%. Adapun rata skor posttest adalah 9 dengan pemahaman
Selanjutnya, berdasarkan analisa hasil pengukuran pretest dan posttest
kelompok eksperimen menggunakan Paired-Samples T Test diketahui bahwa nilai
t adalah -4,150 atau t > t tabel, dan nilai p adalah 0,004 atau p < α, sehingga dapat
disimpulkan bahwa ada perbedaan antara hasil pretest dan posttest kelompok
eksperimen yang menunjukkan adanya pengaruh pelatihan membaca cepat
terhadap pemahaman bacaan. Hal ini wajar atau sesuai dengan prediksi peneliti,
karena kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan, dalam hal ini pelatihan
membaca cepat, untuk meningkatkan pemahaman bacaan, dalam hal ini skor tes
pemahaman bacaan (kemampuan membaca). Rata-rata skor pretest kelompok
eksperimen adalah 8,875 dengan pemahaman rata-rata 42,2%. Adapun rata-rata
skor posttest adalah 11,75 dengan pemahaman rata-rata 55,95%.
Adapun berdasarkan analisa hasil pengukuran posttest kelompok kontrol
dan kelompok eksperimen menggunakan Independent-Samples T Test diketahui
bahwa nilai t adalah 2,814 atau t > t tabel, dan nilai p adalah 0,014 atau p < α,
sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara hasil posttest kelompok
kontrol dan kelompok eksperimen. Hal ini wajar atau sesuai dengan prediksi
peneliti, karena kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan, dalam hal ini
pelatihan membaca cepat, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapatkan
perlakuan untuk meningkatkan pemahaman bacaan, dalam hal ini skor tes
pemahaman bacaan (kemampuan membaca). Rata-rata skor posttest kelompok
kontrol adalah 9 dengan pemahaman rata-rata 42,8%. Adapun rata-rata skor
Hasil penelitian ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu sebagai berikut:
1. Ada beberapa variabel non-eksperimental dalam penelitian ini yang telah
diidentifikasi dan dieliminasi, tetapi ada beberapa yang tidak dikontrol oleh
peneliti, yaitu variabel tujuan membaca, perasaan saat membaca dan
keterampilan dasar membaca.
2. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen murni model
pretest-posttest control group design dengan satu macam perlakuan. Ciri khas yang
menjadi kriteria esensi desain eksperimen murni ialah pengelompokan subjek
dilakukan dengan teknik random (random assignment), sehingga apabila
jumlah subjek memenuhi syarat, secara metodologis semua variabel luar
terdistribusi secara merata pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
(Latipun, 2008).
Berdasarkan formula empiris yang dianjurkan oleh Isaac (dalam Sukardi,
2008), jumlah subjek penelitian ini adalah 41 orang, tetapi jumlah subjek
dalam penelitian ini adalah 16 orang dengan rincian 8 orang subjek kelompok
eksperimen dan 8 orang subjek kelompok kontrol. Peneliti menilai jumlah ini
sangat sedikit, hanya 39% dari jumlah subjek penelitian seharusnya. Hal ini
dikarenakan pada hari yang sama dengan hari pengambilan data juga ada
pelaksanaan kegiatan organisasi intra kampus.
3. Uji coba alat ukur tidak dilakukan kepada responden yang setara dalam hal
4. Pengukuran tes pemahaman bacaan (kemampuan membaca) terdiri dari dua
tahap, yaitu membaca teks bacaan yang telah ditentukan dan menjawab
pertanyaan. Teks bacaan dalam penelitian ini adalah artikel Demam
Chikungunya oleh dr. Eppy yang dimuat dalam Jurnal Kedokteran Medicinus.
Artikel asli terdiri dari 7 halaman, namun setelah diedit mengikuti format teks
bacaan jumlah halamannya menjadi 19 halaman. Peneliti menilai jumlah
halaman tersebut cukup banyak sehingga memungkinkan subjek penelitian
mengalami kejenuhan dan kelelahan.
Adapun aitem tes pemahaman bacaan (kemampuan membaca) berjumlah 21
soal. Ada dua aitem yang memiliki harga 0,275 ≤ r < 0,3. Aitem yang memiliki harga r < 0.30 dapat diinterpretasikan sebagai aitem yang memiliki daya
diskriminasi yang rendah (Azwar, 2004). Walaupun 21 aitem tersebut
mewakili semua tingkatan kognitif yang hendak diukur, namun peneliti menilai
jumlah aitem tes kurang mewakili teks bacaan.
5. Aitem tes yang memenuhi kriteria validitas r butir, indeks kesukaran aitem dan
indeks daya diskriminasi aitem tidak diuji efektifitas distraktornya, sehingga
memungkinkan skor tes subjek penelitian dipengaruhi oleh penyusunan pilihan
jawaban dan distraktor yang tidak teruji efektifitasnya.
6. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pelatihan membaca cepat dengan
menggunakan teknik Baca Kilat® yang dikembangkan oleh Agus Setiawan.
Teknik ini telah teruji efektif meningkatkan kecepatan membaca dan
pemahaman bacaan. Agus Setiawan telah melakukan seminar dan workshop
Pelatih dalam pelatihan membaca cepat penelitian ini adalah peneliti sendiri.
Peneliti adalah peserta Workshop Baca Kilat® angkatan 38 yang dilaksanakan
pada tanggal 28-29 Mei 2011 di Grand Angkasa Hotel Medan. Walaupun
peneliti telah mengikuti workshop dan mendapatkan sertifikat peserta, peneliti
menilai ada pengaruh pelatih terhadap keberhasilan pemberian perlakuan
karena peneliti bukanlah pelatih teknik Baca Kilat® yang telah tersertifikasi.
Selain itu, durasi perlakuan adalah enam jam, sedangkan durasi workshop Baca
Kilat® adalah 2 x 10 jam. Peneliti menilai ada pengaruh durasi perlakuan
terhadap penguasaan keterampilan membaca cepat kelompok eksperimen.
Adapun alasan peneliti mempersingkat durasi pelatihan adalah alasan efisiensi
waktu dan dana. Tidak memungkinkan bagi peneliti untuk melakukan pelatihan
selama dua hari karena terkendala jadwal perkuliahan subjek penelitian,
khususnya kelompok eksperimen.