• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Bauran Pemasaran

119 B. Analisis Data

3. Analisis Bauran Pemasaran

Analisis bauran pemasaran dilakukan dengan membandingkan aspek bauran pemasaran antara karakteristik secara konseptual dan karakteristik aktual yang ada di Desa Melemba dengan pendekatan Market

128

Tabel 4.10

Tabel Analisis Bauran Pemasaran

No Aspek Bauran

Pemasaran Karakteristik Konseptual

Karakteristik

Aktual Kajian

1 Produk

Menurut Iwan nugroho, 2011. Ekowisata adalah sustainable

tourism yang secara spesifik

memuat upaya-upaya: a. Kontribusi aktif dalam

konservasi alam dan budaya b. Partisipasi penduduk lokal

dalam perencanaan, pembangunan dan

operasional kegiatan wisata serta menikmati

kesejahteraan

c. Transfer pengetahuan tentang warisan budaya dan alam kepada pengunjung d. Bentuk wisata independen

atau kelompok wisata berukuran kecil.

Menurut Payne, 2001 Produk

merupakan keseluruhan atas objek atau proses yang memberikan nilai

Masyarakat Desa hard

Ecotourism Melemba

berkontribusi aktif dalam konservasi alam, budaya, dan berpartisipasi dalam perencanaan,

pembangunan dan operasional wisata dan dapat menikmati kesejahteraan.

Wisatawan dapat mempelajari warisan budaya dari masyarakat setempat

Wisatawan yang datang dibatasi agar tidak merusak lingkungan. Pengelola Desa hard

Ecotourism Melemba

tidak menerima wisatawan

Desa hard Ecotourism Melemba memiliki daya tarik alam yang masih alami dan dikelola oleh masyarakat lokal, daya tarik yang di tawarkan desa hard

ecotourim melemba adalah pengamatan

satwa, memancing, tracking di hutan, dan mempelajari budaya Dayak Iban, dengan demikian produk Desa hard

Ecotourism Melemba sudah sesuai

dengan konsep desa ekowisata dan tidak perlu penambahan karena produk desa

hard Ecotourism Melemba dibiarkan

tumbuh secara alami tanpa merusak produk yang sudah ada.

129

bagi para pelanggan, pada

dasarnya konsumen tidak membeli barang atau jasa mereka

sebenarnya membeli manfaat spesifik dan nilai dari penawaran total. Dalam jasa Ekowisata , produk ini dapat dilihat sebagai berikut :

a. Core product (produk

inti/generik). Ini berupa jasa wisata dasar, misalnya keindahan, keasrian, keaslian alam.

b. Expected product ( produk yang diharapkan). Ini terdiri atas produk inti/generik dengan kondisi minimal yang perlu dipenuhi, misalnya layanan yang cepat, kamar kecil yang bersih, adanya tempat parkir yang cukup, adanya tempat ibadah. c. Augmented product

(produkyang diperluas). Ini merupakan bidang yang memungkinkan suatu produk jasa ekowisata dibedakan dari produk wisata lain. Misalnya

dalam jumlah tinggi karena Desa melemba masuk dalam golongan

hard Ecotourism.

Desa hard Ecotourism Melemba memiliki daya tarik berupa alam yang masih alami, asri dan indah.

Desa Hard Ecotourism Melemba menyediakan akomodasi, kamar kecil dan kamar besar yang bersih dan tempat parkir khusus perahu karena transportasi yang ada di Desa Hard Ecotourism Melemba hanya perahu atau sampan. Desa Hard

Ecotourism Melemba

hanya tersedia tempat ibadah berupa gereja.

Desa Hard Ecotourism melemba memiliki daya

130

melihat satwa di alam yang bebas, melihat budaya masyarakat lokal

d. Potential product (produk pontensial). Hampir sama dengan produk yang diperluas, bidang ini

memungkinkan suatu produk ekowisata dibedakan dari produk ekowisata lainnya. Misalnya satwa komodo di alam bebas di Taman Nasional Komodo, satwa gajah yang berkeliaran dalam kelompok di Taman Nasional Way Kambas, budaya

masyarakat Anak Dalam (Kubu) di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh.

tarik wisata berupa pengamatan satwa dan tracking di hutan, dan dapat melihat budaya dayak iban yang masih asli.

Desa Hard Ecotourism Melemba memiliki wisata potensial seperti

memancing arwana.

2 Price

Menurut Ali hasan, 2015. Dalam Green pricing, strategic greening yang dapat dilakukan adalah pengelola menyewakan produk (bukan menjualnya), konsumen membayar untuk menggunakan produk.

Menurut Ali hasan, 2015 : untuk

Desa Hard Ecotourism Melemba hanya

menyewakan produk dan konsumen hanya

membayar untuk menggunakan produk. Masyarakat Desa Hard

Ecotourism diuntungkan

dengan adanya wisatawan.

Dengan adanya Desa Hard Ecotourism Melemba dapat memberi keuntungan kepada masyarakat lokal, tetapi masyarakat lokal tidak ada kontribusi dengan konservasi taman nasional, maka Perlu diadakanya kontribusi antara pengelola Desa Hard Ecotourism

Melemba dengan pihak Taman Nasional untuk pelestarian atau konservasi

131

pengembangan pariwisata

berkelanjutan, harga yang dibayar oleh wisatawan harus memiliki karakteristik yang :

a. Memberi kepastian

pengalaman yang memuaskan bagi wisatawan

b. Menyediakan tingkat keuntungan bagi pengelola c. Menghasilkan tingkat

manfaat yang tepat bagi masyarakat lokal d. Biaya tambahan untuk

memperbaiki kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas pariwisata

Menurut Ali hasan, 2015

karakteristik penetapan harga salah satunya adalah price base

community development. Idealnya

wisatawan perlu diberi alternatif pilihan harga :

a. Harga tanpa kontribusi pada upaya konservasi Taman Nasional

b. Harga premium meliputi persentase tertentu yang

Dengan adanya wisatawan yang berkunjung ke Desa

Hard Ecotourism

Melemba masyarakat dapat diuntungkan.

Tidak ada kontribusi antara Desa Melemba dengan konservasi Taman Nasional.

132

disumbangkan untuk konservasi

3 Place

Menurut Ali hasan, 2015 menggunakan komunitas-komunitas wisatawan yang mempunyai preferensi terhadap

green tourism products untuk

mempromosikan produk seperti

website

komunitas(www.greenpeace.org, www.nationalgeographic.com dan www.wwf.or.id)

Dalam jurnal Herndarto, 2003 Place merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas saluran

distribusi, dalam hal ini adalah bagaimana cara penyampaian jasa kepada konsumen sasaran. Untuk ekowisata, place hanya terdiri atas saluran distribusi karena lokasi suatu daerah ekowisata telah tertentu.

Terdapat komunitas atau lembaga pendamping yang turut membantu mempromosikan Desa Melemba, seperti KOMPAKH (www.kompakh..or.id , WWF (www.wwf.or.id ) yang merupakan

komunitas lokal dan One

Bite One Fishe asal

Jepang.

Desa Hard Ecotourism Melemba memiliki lembaga pendamping seperti

KOMPAKH dan WWF sebagai alat promosi dari komunitas lokal dan juga terdapat komunitas Negara lain yang juga bias mempromosikan Desa Hard

Ecotourism Melemba.

Sehingga bauran pemasaran Desa Hard

Ecotourism sudah sesuai dengan apa

yang diterangkan dalam konsep.

4 Promotion

Menurut Ali hasan, 2015 Promotion adalah cara menginformasikan atau memberitahukan kepada calon pembeli tentang produk yang ditawarkan dengan

Tidak adanya promosi yang dilakukan oleh pengelola Desa Melemba, tetapi promosi dilakukan dengan lembaga pendamping

Sebagai Suatu Daya Tarik Desa Hard

Ecotourism Melemba harus melakukan

suatu promosi, untuk memberi informasi kepada wisatawan. Desa Hard

133

memberitahukan tempat-tempat dimana orang dapat melihat atau melakukan pembelian pada waktu dan tempat yang tepat

Mengembangkan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan untuk berpromosi, seperti materi promosi berupa media cetak (brosur,

leafleat, peta kawasan)

menggunakan bahan daur ulang atau meminalisir penggunaan plastik

Menurut Ali hasan, 2015 dalam implementasi marketing mix dengan menambahkan nilai

sustainability pada produk wisata

yang sudah ada yaitu:

a. Penyertaan materi kesadaran dan kepedulian pada

lingkungan dalam seluruh materi promosi produk wisata

b. Materi panduan wisata yang memberikan acuan bagi wisatawan untuk turut

terlibat dalam upaya menjaga lingkungan

seperti WWF dan KOMPAKH. Dengan menggunakan media promosi seperti internet, leafleat.

secara langsung melainkan promosi dilakukan oleh lembaga pendamping seperti KOMPAKH dan WWF yang mempunyai visi dan misi tentang kelestarian lingkungan. Karena

keterbatasan pengelola dalam promosi seperti keterbatasan akses internet untuk mengelola website dan media promosi lainnya.

134

c. Pemberian informasi

mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama di objek wisata

5 People

Menurut Yazid, 2001. People adalah semua pelaku yang memainkan sebagian penyajian jasa dan karenanya mempengaruhi persepsi pembeli. Yang termasuk dalam unsur ini adalah semua karyawan maupun konsumen.

Menurut Ali hasan, 2015 dalam prinsip sustainable green tourism bahwa :

a. Keterlibatan penuh masyarakat lokal dan adat dalam perencanaan, pengembangan dan pengoperasian, serta

memberikan kontribusi untuk kesejahteraan mereka.

b. Pariwisata yang mendukung berbagai kegiatan ekonomi lokal.

c. Dukungan biaya lingkungan, nilai sosial, dan budaya.

Masyarakat Desa Melemba sudah terlibat penuh dalam perencanaan dan pengelolaan untuk meningkatkan

kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya pariwisata di Desa Melemba dapat meningkatkan

perekonomian masyarakat. Masyarakat sudah

menjadikan kegiatan sehari-hari yang ada di alam dan juga budaya menjadi daya tarik dan juga pengelolaan dikelola penuh oleh masyarakat lokal.

Telah masuk nya KOMPAKH untuk mendampingi masyarakat Desa Hard

Ecotourism Keterlibatan masyarakat di

Desa Hard Ecoturism Melemba menjadi lebih aktif antara lain sebagai penyedia akomodasi, makanan, pemandu wisata

Pelatihan untuk pemandu wisata sudah dimaksimalkan sehingga dapat menyampaikan informasi secara jelas tentang keseluruhan yang menjadi warisan alam dan budaya yang ada di Desa hard Ecotourism Melemba kepada wisatawan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

135

d. Pelatihan staf yang mengintegrasikan green tourism ke dalam praktik kerja

e. Kemampuan menafsirkan warisan alam dan budaya kepada pengunjung

6 Process

Sedangkan Lupiyoadi,2001. mendifinisikan proses sebagai gabungan semua aktivitas yang umumnya terdiri atas prosedur, jadwal pekerjaan, mekanisme, aktivitas, dan hal-hal rutin dimana jasa dihasilkan dan disampaikan kepada konsumen.

Menurut Ali hasan, 2015. Aktivitas pariwisata meliputi :

a. Mengurangi konsumsi yang berlebihan

b. Menghindari limbah biaya, memulihkan kerusakan lingkungan jangka panjang c. Memberikan kontribusi untuk

kualitas pariwisata d. Mendorong wisatawan

independen.

Desa Melemba yang masuk kedalam kategori hard

Ecotourism mebuat proses

yang bisa diatur oleh wisatawan itu sendiri untuk tipe wisatawan yang masuk kedalam kategori

hard ecotourist.

Masyarakat Desa Melemba memelihara

keanekaragaman hayati, alam, sosial dan budaya yang ada di dalam Desa Melemba dan memberikan kontribusi untuk kualitas pariwisata

Secara umum wisatawan yang berkunjung ke Desa hard Ecotourism Melemba tidak datang dalam jumlah yang banyak sehingga process yang disampaikan atau diberikan dalam bentuk jasa kepada wisatawan dapat terlaksana dengan baik dan sudah sesuai dengan kategori hard

Ecotourism.

Sadar akan kepedulian terhadap lingkungan masyarakat Desa Hard Ecotourism Melemba lebih bijak dalam

memproduksi dan mengkonsumsi yang berasal dari hasil alam di Desa hard

Ecotourism Melemba sehingga limbah

sisa hasil produksi maupun konsumsi yang dapat merusak lingkungan dapat diminimalisir dan juga kedepannya kualitas pariwisata yang ada dapat berkontribusi lagi terhadap masyarakat

136

Memelihara kenaekaragaman hayati, alam, sosial dan budaya yang berkelanjutan

dan pada hasil akhirnya masyarakat akan mengerti dan memahami akan

pariwisata yang berkelanjutan.

7 Pysical

Dokumen terkait