• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis dan Konsep Struktur Ruang Kawasan

PENGEMBANGAN KAWASAN EKONOMI

6) Pengelolaan Sampah

4.5 Analisis dan Konsep Struktur Ruang Kawasan

Struktur ruang Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api Api akan dihubungkan oleh jaringan transportasi yang menghubungkan Kawasan Industri dengan wilayah lainnya yang ada di Provinsi Sumatera Selatan dan dihungkan secara Nasional dan Internasional. Jaringan tersebut kemudian akan mempengaruhi pembangunan jalan-jalan pendukung internal kawasan, yang menghubungkan jalan-jalan tersebut sebagai poros dengan komponen kegiatan yang dikembangkan didalamnya. Terkait dengan pengembangannya sebagai sebuah kawasan ekonomi khusus, maka pengembangan jaringan jalan juga perlu mempertimbangkan pembatasan pintu keluar masuk kawasan, sehingga jalan-jalan pendukung internal kawasan nantinya akan bermuara pada satu titik (single entry point).

Kondisi topografi yang relatif datar juga akan mempengaruhi pola pembangunan jalan dan sistem drainase. Dari sisi teknis dan pemasaran, sebuah kawasan industri sebaiknya merupakan kawasan yang permukaan tanahnya relatif datar. Hal ini dengan pertimbangan bahwa lahan yang datar akan memberikan kemudahan dapat dikembangkan, selain juga akan berdampak pada relatif lebih murahnya biaya pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana pendukung kawasan industri.

Komponen ruang kawasan dibagi menjadi tiga komponen utama, diantaranya yaitu:

• Komponen Ruang Primer

Komponen Ruang Primer, yang mendukung pengembangan kawasan sebagai kawasan industri adalah kavling-kavling industri. Kavling-kavling ini akan membentuk blok-blok peruntukan bagi kegiatan industri. Dengan mempertimbangkan kepentingan produksi hulu dan hilir, maka kavling-kavling industri dibagi atas kavling besar, menengah dan kecil. Penentuan kavling ini tidak mengklasifikasikan kegiatan industri, baik berdasarkan jenisnya, maupun besarannya.

Analisis Pengembangan KEK Tanjung Api Api IV-35

Untuk menghindari dampak lingkungan yang dihasilkan, maka kavling-kavling industri akan dilengkapi dengan teknologi yang ramah lingkungan, sistem pengolahan limbah industri yang mengikuti baku mutu lingkungan yang bertaku, stasiun pembangkit listrik, serta penyedia air bersih. Terkait dengan konsep pengembangannya sebagai sebuah kawasan industri, maka komponen ruang primer yang juga perlu disediakan adalah sistem jaringan jalan yang memadai bagi pengiriman bahan baku maupun dalam pemasaran hasil produksi.

• Komponen Ruang Sekunder

Komponen Ruang Sekunder, mencakup pelayanan kebutuhan fasilitas umum dan ekonomi para pengguna kawasan maupun pengaturan kawasan terbangun dengan ruang terbuka hijau yang proporsional.

Alokasi penempatan komponen-komponen ini mempertimbangkan pola interaksi antar komponen ruang yang didasarkan pada faktor kedekatan fungsional. Jika pola interaksinya tidak saling mengisi atau bahkan merugikan, maka secara otomatis, lokasi antar komponen ruang tersebut akan berjauhan. Pengaturan alokasi berdasarkan interaksi antar komponen ruang ini dimaksudkan untuk untuk mencapai keharmonisan antarkomponen ruang adapun komponen kegiatan pendukung (pelengkap) yaitu pergudangan, tempat ibadah, kantin, guess house, fasilitas olahraga, gardu induk, kantor pos, telepon, pengoalahan limbah, tempat pembakaran dari sampah padat serta penyediaan air bersih.

Seperti misalnya penempatan sarana penyediaan air bersih (Water Treatment

Plant) pada lokasi sekitar tepi sungai. Penentuan lokasi ini didasarkan pada

pertimbangan lokasi WTP dekat dengan sumber air bersih dan retatif mudah mendistribusikannya ke seluruh kawasan.

Begitu pula dengan penempatan Pengolah Limbah atau WWTP. WWTP dialokasikan pada daerah sekitar tepi sungai. Pertimbangan penempatan ini didasarkan kepada lokasinya dekat ke sungai sebagai tempat pembuangan

Analisis Pengembangan KEK Tanjung Api Api IV-36

limbah yang sudah diolah serta jalur pengumpul yang relatif merata untuk wilayah yang akan dijangkau.

• Komponen Ruang Tersier, terdiri dari unsur-unsur pelengkap prasarana

Komponen ruang tersier cenderung merupakan area untuk pelengkapan prasarana, berupa TPS, halte sebagai transit atau penghubung transportasi menuju kegiatan.

Dalam Konsep struktur kawasan KEK tanjung Api-Api Pembagian Blok berdasarkan pada pembagian blok yang sudah ditentukan dalam Feasibility Studi Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api Api, dimana pembagian blok dibagi menjadi 2 (dua) yaitu Blok 1 pada kawasan darat yang merupakan kawasan pendukung industri pada Blok 2 yaitu kawasan industri berat pada kawasan perairan/reklamasi.

Sedangkan pembagian zona, meliputi :

a. ZONA I

Zona yang diperuntukan untuk pemanfaatan ruang yang bersifat publik-privat, terdiri dari area publik yaitu zona multifungsi dengan unit-unit fasilitas (sarana dan prasarana) bagi karyawan kawasan industri Tanjung Api-api, area komersial dan ruang terbuka/taman.

b. ZONA II

Zona yang diperuntukan untuk pemanfaatan ruang kegiatan industri berdasarkan jenis industrinya, terdiri dari industri Kimia Dasar dan Aneka Industri.

c. ZONA III

Zona yang diperuntukan untuk kegiatan Pelabuhan, industri dan pergudangan. Zona ini merupakan zonai Reklamasi yang terdiri dari tiga zona besar yaitu zona Pelabuhan, zona Industri kimia dasar dan zona pergudangan (docking) .

Analisis Pengembangan KEK Tanjung Api Api IV-37

d. ZONA IV

Zona ini diperuntukan sebagai zona pembatas/penyangga kawasan dan berfungsi untuk menetralisir kegiatan industri yaitu Ruang Terbuka Hijau (RTH)/Green Belt.

e. ZONA V

Zonasi berdasarkan pelayanan umum bagi pemenuhan kebutuhan pemerintahan dan perekonomian kawasan industri berupa pusat bisnis, meliputi perkantoran, perdagangan dan jasa.

Di dalam zonasi-zonasi utama dibagi menjadi beberapa sub zonasi industri yang mencakup kelompok industri-industri sejenis. Konsep struktur dan pemanfaatan ruang kawasan ekonomi khusus Tanjung Api Api dapat dilihat pada Gambar 4.7 s.d

Analisis Pengembangan KEK Tanjung Api Api IV-38

Analisis Pengembangan KEK Tanjung Api Api IV-39

Analisis Pengembangan KEK Tanjung Api Api IV-40

Analisis Pengembangan KEK Tanjung Api Api IV-41

Analisis Pengembangan KEK Tanjung Api Api IV-42

Analisis Pengembangan KEK Tanjung Api Api IV-43

Analisis Pengembangan KEK Tanjung Api Api IV-44

Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal V-1

BAB V.

ANALISIS

LINGKUNGAN