HASIL PENELITIAN
4.2. Analisis Data Tunggal
Analisissdata tunggal dalam penelitiani ini dilakukan pada data responden yang mengisi kuesioner. Kuesionerr yang disebarkan 36 ieksemplar, semua kuesionermmemenuhi kriteria. Karakteristik respondeni yang menjadi subjeki dalam penelitian ini terdirii dari usia, jenisi kelamin,ppendidikan, serta jabatan.
4.2.1. Data umum responden berdasarkan usia
Data umum responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel 4.1 di bawah ini:
Tabel 4.1. Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia (tahun) Jumlah (orang) Persentase (%)
Sumber : Data PrimerDDiolah Tahun 2020
Selanjutnya tabell di atas disajikan dalam diagram pie pada igambar 4.2 berikut:
Gambari 4.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
31 - 35
Dari hasil penelitianddapat diketahui bahwarresponden yang paling banyakmadalah mereka yang memiliki usiai antara 41 sampai dengan 45 tahun sebanyaki 12 orang denganmtingkat persentase 33%, dan yangmpaling sedikit adalah responden yang berusiai46-50 tahun yaituusebanyak 4 orang dengan tingkat persentasen11%. Namun perbedaan setiap usia responden tidak begitu signifikan, misalnya antara responden berusian41-45 tahun ada sebanyak 12 orang, respondenmberusia 31-35 tahunnsebanyak 8 orang dan respondenmberusia 36-40 tahun isebanyak 7 orang. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat kesenjangan usia yang begitu jauh diantara seluruh responden.
Karakteristik reponden apabila ditinjau dari istilah generasi era globalisasi saat ini, usia responden didominasi oleh generasi X atau generasi yang lahir pada rentang tahun 1961-1980. Berdasarkan data hasil penelitian, responden generasi X atau yang berusia antara 40 tahun hingga 59 tahun sejumlah 21 orang atau 58%.
Ini menandakan bahwa masyarakat yang menjadi responden penelitian adalah mereka yang butuh penyesuaian dengan perkembangan teknologi. Mengingat saat ini hampir seluruh kegiatan dalam organisasi pemerintah dikaitkan dengan teknologi sehingga generasi ini masih membutuhkan penyesuaian diri dalam pemanfaatan teknologi tersebut dibanding dengan generasi setelahnya. Demikian juga halnya dengan kegiatan layanan kehumasan di BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, mereka memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan layanannya seperti pemanfaatan website, media sosial, dan komunikasi dengan masyarakat melalui whatsapp group dan lain sebagainya. Namun karena
sampai saat ini penyebaran informasi tetap dilaksanakan secara manual lewat komunikasi tatap muka dan surat-menyurat yang dikirimkan melalui fax dan email sehingga generasi X yang belum melek teknologi dapat memperoleh informasi yang mereka butuhkan.
4.2.2. Data umum responden berdasarkan jenis kelamin
Adapun karakteristik jumlah responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut:
Tabel 4.2. Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentase (%)
1 Laki – laki 31 86
2 Perempuan 5 14
Jumlah 36 100
Sumber : DatapPrimer Diolah Tahun 2020
Selanjutnya tabell di atas disajikan dalam diagram pie padangambar 4.3 berikut:
Gambar 4.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan hasil pengolahan data ditemukan bahwa respondenidengan Perempuan
26%
Laki-laki 74%
jenis kelaminmlaki-laki lebih dominanmdari pada responden berjenis ikelamin perempuan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa respondennyang paling banyak adalah respondenmdengan jenis kelaminmlaki-laki sebanyak 31 orang dengan tingkat persentase 86%. Hal ini menunjukkanibahwa masyarakat dalam hal iini adalah pegawai inspektorat kabupaten/kota/provinsi yang paling aktif berkomunikasi dengan BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara adalah laki-laki. Sementara itu responden dengan jenis kelamin perempuan hanya sebanyak 5 orang atau sebesar 14%. Berdasarkan pengamatan peneliti, setiap kali humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara menyelenggarakan acara, undangan yang hadir didominasi oleh laki-laki. Dalam menentukan responden, peneliti mengupayakan supaya yang menjadi resonden adalah pegawai di inspektorat yang mana didominasi oleh laki-laki. Hal tersebut menjadi faktor penyebab dominannya responden berjenis kelamin laki-laki.
4.2.3. Data umum responden berdasarkan pendidikan
Adapun karakteristik responden berdasarkan pendidikan dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut:
Tabel 4.3. Jumlah Responden Berdasarkan Pendidikan
No TingkatnPendidikan Jumlahi(orang) Persentasee(%)
1 D3 1 3
2 Sarjana (S1) 24 67
3 Magister (S2) 11 30
Jumlah 36 100
Sumber : DatanPrimer Diolah Tahun 2020
Selanjutnya tabel di atas disajikan dalam diagram pie berikut:
Gambar 4.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa respondennyang paling dominan adalah respondenmdengan tingat pendidikannSarjana (S1) yaitu sebanyak 24 orang dengan persentase sebesar 67% selanjutnya diikuti oleh responden dengan tingkatmpendidikan Magister (S2) sebanyakk11 orang atau 30%, dan respondennyang paling sedikit adalah responden yang berpendidikan D3 yaituusebanyak 1 orangndengan tingkat persentasee3%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jabatan struktural maupun fungsional yang terdapat di inspektorat mayoritas diduduki oleh pejabat dengan tingkat pendidikan Sarjana (S1) meskipun terdapat beberapa pejabat yang memiliki tingkat pendidikan Magister (S2).
Pendidikan dewasa ini menjadimsalah satumfaktor yang sangat berpengaruh dalam mewujudkan tujuan organisasi. Kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat terlaksana dengan baik jika aparatur yang melayani memiliki kompetensi atau pengetahuan yang memadai. Hal terseput dapat tercapai salah satunya adalah melalui pendidikan yang dijalani oleh aparatur yang bertugas melayani masyarakat. Terutama untuk menjadi seorang pejabat atau pimpinan
Diploma 3%
Sarjana (S1) 67%
Magister (S2) 30%
dalam organisasi, selain pengalaman, pendidikan juga menjadi faktor yang saat ini dipertimbangkan oleh setiap organisasi pemerintahan.
4.2.4. Data umum responden berdasarkan jabatan
Adapun data karakteristik responden berdasarkan jabatan dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut:
Tabel 4.4. Jumlah Responden Berdasarkan Jabatan
No Pekerjaan Jumlahl(orang) Persentasee(%)
1 ASN/Pelaksana 7 19
2 Pejabat Fungsional 7 19
3 Pejabat Struktural 22 62
4 Jumlah 36 100
Sumber : Data PrimerrDiolah Tahun 2020
Selanjutnya tabel di atas disajikan dalammdiagram pie pada gambarr4.5 berikut:
Gambar 4.5. Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan
Pengelompokan responden berdasarkan jabatan menunjukkan hasil bahwa yang palingmbanyak adalah respondeni dengan jabatan sebagai pejabat strukturalmyaitu sebanyak 22 orang dengan tingkatmpersentase 62% dan respondenmyang paling sedikit adalah responden dengan jabatan sebagai ASN/pelaksana dan pejabat fungsional yaitu masing-masingmsebanyak 7 orang
ASN/Pelaksana 19%
Pejabat Fungsional
19%
Pejabat Struktural
62%
dengan tingkatmpersentase masing-masing sebesar 19%. Data tersebut menunjukkan bahwamresponden yang merupakan pejabat dalam penelitianmini sebesar 29 orang atau sebesar 81%. Sementara ASN dengan posisi sebagai staf humas dan protokoler hanya 7 orang atau 19%.
Kriteria responden yang ditetapkan peneliti dalam awal pelaksanaan penelitian ini adalah pejabat struktural maupun fungsional, namun dalam pelaksanaannya terdapat 7 orang responden yang berperan sebagai pelaksana di bidang kehumasan. Ketujuh responden ini merupakan pegawai inspektorat yang secara rutin melakukan komunikasi dengan humas BPKmPerwakilan Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan pengamatan peneliti, humas BPK PerwakilanmProvinsi Sumatera Utara melakukan komunikasi yang efektif dengan kantor inspektorat se-Provinsi Sumatera Utara. Berkaitan dengan hal tersebut, inspektorat menetapkan 1 orang pejabat untuk menjadi penanggungjawab (PIC) meskipun ada beberapa inspektorat yang menunjuk pegawai humas untuk tugas tersebut.
Berdasarkan karakteristikmresponden di atas dapat diketahui bahwa respondenmdalam penelitian ini cukupmbervariasi sehingga dapat mewakili populasimuntuk mengetahui pengaruhmkompetensi komunikasi dan profesionalisme PRO terhadap kualitas layanan kehumasan BPKMPerwakilan Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitianmmenunjukkan bahwa responden dalam penelitianmini adalah pejabat struktural/fungsional yaitu sebanyak 22 orang dengan tingkat persentase 62%. Sedangkan berdasarkan usianya, respondenmyang paling dominan adalah respondenmdengan usia antara 41
hingga 45 tahun sebanyak 12 orang dengan tingkatmpersentase 33%. Hal ini menunjukkan bahwamkebanyakan pejabat struktural maupun fungsional yang menjadi responden penelitian adalah pegawai dengan masa kerja yang sudah cukup lama. Selanjutnya berdasarkan karakteristik pendidikan, tingkat pendidikan responden yang dominan adalah Sarjana (S1) yaitu sebanyak 24 orangmdengan tingkatmpersentase 67%. Hal ini menandakan bahwa responden yang melanjutkan pendidikannya ke tingkat Magister (S2) tidak sebanyak responden dengan gelar pendidikan Sarjana (S1). Sementara itu jika ditinjau dari jenismkelamin, respondenmyang dominan dalam penelitianmini adalah responden laki-laki sebanyak 31 orang dengan tingkat persentasee86%.