• Tidak ada hasil yang ditemukan

Public relations officers (PRO)

Dalam dokumen TESIS. Oleh: NURSALAM HARIANJA (Halaman 54-59)

TINJAUAN PUSTAKA

2. Kewajiban sosial

2.3.4. Public relations officers (PRO)

Petugas Humas atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan Public Relationship Officer (PRO) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah akronimidari hubungan masyarakat. Petugas Humas mempunyai peranan yang cukup penting. Seorang petugas humas harus mampu menjalin dan membina hubungan baik dengan masyarakat baik internal organisasi maupun eksternal supaya mempermudah pencapaian tujuan organisasi. PRO bertindak untuk membangun citra positif instansi, memberikan informasi dan pemahaman yang

jelas dan berkelanjutan dengan melakukan pembicaraan publik atau merilis berita, serta memelihara atmosfir adaptasi yang saling menguntungkan antara instansi dengan masyarakatnya.

Sujanto (2019: 93) mengemukakan bahwa ciri lain dari public relation (PR) yakni upaya-upaya yang dilakukan PR adalah untuk mewujudkan tercapainya tujuan organisasi. Hubungan baik yang kemudian muncul sebagai akibat dari aktivitas-aktivitas positif PRO selanjutnya bisa dianggap sebagai aset yang sangat penting bagi organisasi. Contohnya adalah peluang dan kerja sama dapat muncul akibat reputasi organisasi yang baik di mata masyarakat. Jika suatu organisasi memiliki reputasi yang baik maka organisasi eksternal juga akan merasa senang dan yakin untuk mengadakan kerja sama. Selain itu setiap pegawai yang berada di dalam internal organisasi juga akan merasa bangga dan senang telah menjadi bagian dari organisasi tersebut.

Bila dilihat dari sudut pandang di atas, maka PRO bisa diibaratkan salah satu dari sekian banyak tiang penopang keberhasilan organisasi dalam merealisasikan visi dan misi organisasi, baik itu secarallangsung maupun tidak langsung. PRO harus ideal dan profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Sebagai petugas humas, seorang PRO harus mampu menjalin hubungan baik dengan wartawan sebagai pihak dari media massa yang juga mewakili masyarakat.

Peranan humas dalam sebuah organisasi pemerintah sangat penting dan peranan tersebut merupakan posisi yang sangat strategis. Akan tetapi hal tersebut sering terabaikan dan dilupakan, bahkan banyak yang beranggapan bahwa selalu

humas yang mesti berperan, padahal masih banyak yang lain. Ada anggapan bahwa humas hanya sebagai fotografer dalam suatu kegiatan atau event ada juga yang mengatakan humas itu adalah Master of Ceremony (MC) suatu acara.

Pekerjaan tersebut sebenarnya justru hanya sebagian kecil dari kemampuan yang harus dimiliki oleh PRO atau humas. Seorang PRO wajib mengamalkan ilmu yang diperolehnya seperti kemampuan fotografi dan ilmu jurnalistik, serta kemampuan menjadi MC sebuah acara. Namun peranan seorang PRO tidak terbatas hanya di situ saja, mereka harus memiliki kemampuan lebih untuk dapat membantu pencapaian tujuan organisasinya.

Humas dapat menjadi penentu baik buruknya image sebuah organisasi pemerintah di hadapan masyarakat. Hal tersebut dapat tergantung dari sejauh mana peranan humas dalam organisasi tersebut. Seorang PRO berkewajiban membangkitkan ketertarikan masyarakat, memberikaniinformasi,nmendidik, meyakinkan serta meraihssimpati masyarakkat disekitarnya. PRO juga berkewajiban membuat masyarakatnmengerti dan menerima sebuahssituasi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang tidak diinginkan. Humas biasanya terlibat dalam merumuskan kebijakan sebuah organisasi atau instansi pemerintah.

Kebijakan yang dibuat merupakan kebijakan yang menguntungkan publik internal dan masyarakat atau publik eksternal. Oleh sebab itu PRO harus mampu menganalisa permasalahan yang terjadi di dalam internal organisasi dan di masyarakat sehingga mereka mampu mengusulkan suatu kebijakan yang yang akan diputuskan sebagai kebijakan organisasi. PRO harus benar-benar menganalisa dengan teliti dan hati-hati. Karena apabila terjadi kesalahan dalam

analisis, maka hal tersebut dapat menimbulkan konflik atau permasalahan yang berpengaruh negatif bagi organisasi.

Nurjaman dkk (Sujanto, 2019: 93) menyebutkan bahwa terdapat empat tugas public relation sebagai berikut:

1. Bertugas untuk membentuk citra yang baik di hadapan masyarakat, memiliki itikad baik, serta memperoleh kepercayaan dan saling pengertian dari masyarakat;

2. Public relation bertugas membentuk opinippublik yang bisadditerima masyarakat dan mampu menguntungkanssemua pemilik kepentingan;

3. Unsurrpenting dalam manajemen untuk mencapaittujuan spesifik sesuai harapan masyarakat

4. Pubic relation harus mampu membentuk/menciptakannhubungan yang harmonis antara instansiidengan masyarakat yang menerima pelayanan, dan menciptakan opini publik yang dapat digunakan sebagai masukan bagi kebaikan organisasi.

Baik atau buruknya suatu kebijakan sebuah organisasi dapat dipengaruhi oleh peranan. Menurut Cutlip dan Center (Sujanto, 2019: 94) Peranan humas dapat digolongkan menjadi lima, diantanya adalah:

1. Menunjang tugas utamaamanajemen dalam mencapaiitujuan organisasi 2. Membinaahubungan organisasi yang harmonisadengan masyarakat

3. Mengidentifikasissegala sesuatu yang berkaitanddengan opini, persepsi, aspirasi, keluhan, tanggapannmasyarakat terhadapoorganisasi dan sebaliknya

4. Melayani kebutuhannpublik yang bertujuan untuk kemaslahatan dan kebaikan bersama

5. Membentukkkomunikasi dua arah serta mengaturrarus informasi,ppublikasi, dan pesan untuk mencapai citra positif kedua belah pihak.

Peranan yang paling sering dilakukan PRO sangat tergantung pada beberapa hal, seperti sistem budaya organisasi, struktur organisasi dan kebijakan humas serta ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas. Sementara dalam peranan ideal, humas diharapkan untuk dapat terlibat dalam pengambilan kebijakan pada tingkat managerial.

Perkembangan peran humas pada instansi pemerintah sudah cukup dirasakan pada beberapa tahun belakangan ini. Namun demikian masih banyak lembaga yang belum memposisikan humas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Hal inilah yang mengakibatkan tujuan-tujuan kehumasan tidak terealisasi.

Walapun manfaat humas dirasakan besar dalam organisasi, namun masih sering dianggap kecil bahkan diposisikan pada lapisan karyawan kedua dari bawah.

Namun pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, pimpinannya sudah ditempatkan di level atas dalam suatu struktur organisasi yakni eselon dua pada kantor pusat dan eselon iv pada stiap kantor perwakilan. Peranan Humas sangat besar dan erat kaitannya dengan perkembangan suatu instansi. Organisasi yang berkembang salah satunya adalah karena dukungan dari PRO yang berkualitas.

Dalam dokumen TESIS. Oleh: NURSALAM HARIANJA (Halaman 54-59)