• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Sejenis Terdahulu

Dalam dokumen TESIS. Oleh: NURSALAM HARIANJA (Halaman 31-40)

TINJAUAN PUSTAKA

2.2. Penelitian Sejenis Terdahulu

Penelitian sejenis terdahulu yang dijadikan peneliti sebagai perbandingan dalam penelitian ini adalah:

Penelitian Fanolo Telambanua (2015), dengan judul PengaruhnKompetensi KomunikasindannProfesionalismenTerhadapnKualitasnPelayanannAparatur di DinasnKependudukannDannPencatatannSipilnKabupatennNiasnUtara. Di mana penelitian ini bertujuannuntuk mengetahuiiapakahhkualitasppelayanan dipengaruhiioleh kompetensiikomunikasiidanpprofesionalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dipengaruhi oleh kompetensi komunikasi dan profesionalisme.

Selanjutnya penelitian Yanuar Luqman (2012), dengan judul KompetensiiPraktisiiPR diiKotasSemarang 2012 (padaaBUMN).pPenelitian ini bertujuannuntuk mencaritahunbagaimanaatingkatkkompetensi praktisiiPR di KotaaSemaranggdengan menggunakan SKKNI dalam bidang Kehumasan.

Sedangkan paradigmaayang digunakannadalahppositivistik. Penelitian ini menemukan bahwaahumasjjunior kompeten dan memiliki intensitas tinggiidalam melakukanntugasnya. Sementarahhumasmmadya dan HumassAhli dalam melakukan pekerjaannya memiliki nilai antara cukup dan tinggi. Sementara HumassManajerial memilikiikompetensi yang bervariasiidan intensitassyang bervariasi pula dalam melakukannpekerjaan.

Berikutnya Laras Tris Ambar Suksesi Edwardin (2006), dengan penelitian yang berjudul AnalisissPengaruhkKompetensikKomunikasi, Kecerdasan Emosionalldan BudayaaOrganisasi TerhadapkKinerja Karyawan (Studi padaaPT PosiIndonesia (Persero) Se KotasSemarang). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan dannmenganalisis apakah kinerjaakaryawan mendapat pengaruh dari kompetensiikomunikasi, kecerdasannemosional, danibudaya organisasi. Penelitian ini menemukan bahwa kinerja karyawan dapat dipengaruhi oleh kompetensi komunikasi dan kecerdasan emosional serta budaya organisasi.

Namun variabellbudaya organisasiimempunyai pengaruh yang palingbbesar terhadap kinerjaakaryawan dibandingkanndengan variabel lainnya. Selanjutnya untuk implikasiipenelitian ini bahw dalam meningkatkannkinerja karyawan dibutuhkan peranan kompetensiikomunikasi dan kecerdasannemosional serta budayaaorganisasi.

Penelitian lainnya adalah yang dilakukan oleh Arief, N. Nurlaela dan Saputra, M. Arkan Ariel (2019), dengan judul Kompetensi BaruuPublic Relations (PR) pada EraaArtificial Intelligence (AI): CaseeStudy PraktisiiPR di Indonesia.

Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana AI merevolusi pekerjaan PR, dan kecepatannperubahan yang terjadi.hHasil penelitian ini menunjukkannbahwa pekerjaan klipping berita yang dilakukan manusia tidak dapat digantikan oleh teknologi. Demikian juga halnya dengan kegiatan menganalisis berita di media. Pekerjaan lainnya yang tidak dapat digantikan oleh teknologi adalah hubungan kerjasama antara media dengan masyarakat atau pemilik kepentingan. Demikian juga halnya dengan pekerjaan manajemen konten media sosial, kegiatan foto dan video serta kegiatan distribusi rilis. Sedangkan pekerjaan presentasi atau face to face communication kemungkinan kecil untuk digantikan oleh mesin. Sementara untuk tingkat strategis dalam aktivitas PR manusia masih diperlukan. Aktivitas ini misalnya analisis hasil media monitoring, yang bersifat prediktif dan sebagainya. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat kompetensi baru PR seperti kemampuan analisis data, managemen sosial media dan pembuat konten atau conten creator.

Berikutnya penelitian Nur Dwi Jayanti (2016), dengan judul Kualitas Pelayanan di Legend Premium Coffee Yogyakarta. Tujuan dariipenelitian ini adalah untukkmengetahui kualitasspelayanan dilihat dari dimensi “RATER”

(responsiveness,aassurance, tangible, empathy dan reliability) di Legend Premium Coffee. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan hasil sebagai berikut: kualitasspelayanan di LegenddPremium Coffee pada kategori

baik 66% dan cukup 34%, pada indikatorrkualitas pelayanannkehandalan memiliki kategoriibaik 62,3% dan cukup pada presentase 37,7%, sementara itu ketanggapan dengan kategori baik pada 34% dan kategori cukup pada nilai 66%, selanjtnya jaminan dengan kategori baik pada nilai 43,5% dan kategori cukup pada nilai 56,%, dan yang selanjutnya adalah perhatian dinyatakan memiliki kategoriibaik dengan nilai 55,4% dan kategoriicukup dengan nilai 44,5%, sementara yang terakhir adalah buktiifisik memiliki kategori baik dengan nilai 70,5% dan kategoriicukup dengan nilai 29,5%.

Ada lagi penelitian yang dilakukan oleh StephanieeChintya AnggaaDewi dan SetionBudi Hendro Hutomo (2012), dengan judul TingkatnKompetensi dan KinerjaaPraktisi Public RelationssRumah Sakit. Penelitianiini bertujuan mengetahui tingkat kompetensi PR dan tingkat kinerja seorang praktisi public relationssrumah sakit Daerah IstimewaaYogyakarta. Penelitian ini menghasilkan bahwa dari seluruh responden penelitian diketahui 80% skornya adalah berada pada kompetensi public relations rumah sakit tinggi. Penelitian ini juga menemukan bahwa dari sepuluh aktivitas public relations, aktivitas yang terlaksana hanya 3 dimensi.

Berikutnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Toto Bondan (2005), dengan judul Pengaruh KepuasannMasyarakat terhadap KualitassPelayanan di Kantor-kantor Lurah se-Kotamadya JakartaaTimur dilihat dari dimensi tangibility, reliability,rresponsiveness,aassurance, dan emphaty. Penelitian ini dilakukan dengan tujuannuntuk mengetahui nilaiikepuasan masyarakat terhadapkkualitas pelayanan di kantor-kantorrlurah se-Kotamadya JakartatTimur dilihat dari lima

dimensi. Penelitian tersebut menghasilkan data bahwa tingkat kepuasan masyarakat berdasarkan kelima dimensi yang diteliti adalah negatif.

Hampir mirip dengan penelitian yang peneliti lakukan adalah penelitian Vidya Metayunika (2013), dengan judul Analisis PengaruhhKualitas Pelayanan (Tangible, Reliability, Responsiveness,sAssurance, daneEmphaty) Terhadap KepuasannKonsumen (Studi pada Dealer Mitsubishi PT BumennRedja Abadi Semarang). Penelitian ini dilakukan untuk tujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasannkonsumen pada dealer Mitsubishi PT Bumen Redja Abadi Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variable yang paling berpengaruh terhadap kepuasan konsumen adalah variable emphaty (0,312), diikuti oleh variabellkualitas responsiveness (0,238), kemudianvvariabel assurance (0,145), lalu variabel tangible (0,140) dan terakhir adalah variabel reliability (0,115). Hasil ujitt membuktikannbahwa tangible,rreliability, responsiveness,aassurance, dan emphaty mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. Koefisien determinasii(adjusted R2) yang diperolehhsebesar 0,451.

Sedangkan A. Rahman (2015), dengan penelitian yang berjudul Kompetensi Komunikasi Calon SDM Public Relation. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menjelaskan jenis-jenis pelatihan yang pernah diikuti dan dibutuhkan serta menjelaskan perbedaan kompetensi mahasiswa Public Relations sebelum dengan kurikulum KBK dengan mahasiswa Public Relations sesudah dengan kurikulum KBK. Hasil penelitian ini menunjukkan berdasarkan self evaluator bahwa mahasiswa Public Relations

sebelum dengan kurikulum KBK tidak cukup kompeten dalam menyimak, menyampaikan gagasan tertulis, pengendalian situasi komunikasi, mengakhiri percakapan, cara berkomunikasi dan lain sebagainya. Sedangkan sesudah dengan kurikulum KBK, mahasiswa PR memiliki kompeten komunikasi baik tentang pengetahuan, skill, motivasi dan kemampuan memanajemen interaksi.

Akhirnya peneliti menelaah penelitian FerilNanta Sebayang (2016), dengan judul PengaruhhKompetensi dan IklimnKomunikasi Terhadap Motivasi Kerja PenyuluhnPertanian Lapangan pada BadannPelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Karo. Tujuanndilakukannya penelitianiini adalahuuntuk mengetahui apakah motivasiikerja penyuluh pertanian dipengaruhi oleh kompetensiikomunikasi dan iklim komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode korelasional. Penelitian menemukan bahwa terdapat pengaruh kompetensi komunikasi terhadap motivasi kerja. Demikian juga halnya dengan iklim komunikasi. Temuan selanjutnya adalah bahwa kompetensi dan iklim komunikasi berpengaruh terhadap motivasi kerja.

Penelitian sejenis terdahulu di atas selanjutnya dituangkan dalam tabel 2.1 sebagai berikut:

Tabel 2.1. Penelitian Sejenis Terdahulu No Peneliti Masalah yang

Diteliti Alat Analisis Hasil 1 Fanolo dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nias

bervariasi pula dalam melakukannpekerjaan dipengaruhi oleh tiga variable. Variabel kliping dan analisis berita, hubungan media dan pemangku

Tabel 2.1. Lanjutan dilihat dari dimensi

“RATER”

(responsiveness, assurance, tangible,

empathy dan

reliability) di Legend Premium Coffee

Analisis Deskriptif

Kualitas pelayanan di Legend Premium Coffee pada indikator responsiveness,

assurance, tangible,

empathy dan

reliability berada pada kategori baik dan

Survei Tingkat kompetensin yang dimiliki

Tabel 2.1. Lanjutan

Variabel yang paling berpengaruhtterhadap

Berdasarkan hasil pengamatan peneliti dari semua penelitian yang sudah dilakukan, peneliti masih belum menemukannpenelitian di BPK RI terkait kompetensi komunikasi dan profesionalisme PRO sehingga peneliti merasa perlu untuk menggunakan teori yang sama dengan beberapa peneliti sebelumnya untuk menganalisis kompetensi dan profesionalisme PRO pada BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara.

Dalam dokumen TESIS. Oleh: NURSALAM HARIANJA (Halaman 31-40)