• Tidak ada hasil yang ditemukan

Distribusi jawaban responden terhadap variabel profesionalisme public relations officers public relations officers

Dalam dokumen TESIS. Oleh: NURSALAM HARIANJA (Halaman 114-130)

HASIL PENELITIAN

4.3. Analisis Data Silang

4.3.2. Distribusi jawaban responden terhadap variabel profesionalisme public relations officers public relations officers

Pengolahan data untuk variabel profesionalisme public relation officcers dengan perbantuan software SPSS versi 25. Hasil pengolahan data terhadap instrumen penelitian tersebut dituangkan peneliti dalam tabel 4.6 di bawah ini:

Tabelm4.6. Distribusi JawabannResponden Terhadap VariabelnProfesionalisme

Sumber: DatanPrimer Diolah Tahun 2020

Berdasarkanmtabel di atas dapat dilihat bahwa secaramumum, responden setuju bahwa public relations officers di BPKMPerwakilan Provinsi Sumatera Utara sudah profesional dalam menjalankan tugasnya. Hal tersebut terlihat dari frekuensi pendapat responden yang memilih setuju dengan profesionalisme PRO sebesar 91 % ke atas. Namun untuk setiap butir pertanyaan terdapat satu sampai dengan tiga orang responden yang merasa kurang setuju bahwa public relations officers di BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara sudah profesional.

Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti juga menyediakan satu pertanyaan terbuka mengenai penilaian responden terhadap public relations officers secara umum. Dari jawaban beberapa responden, peneliti menemukan bahwa ada faktor lain yang mempengaruhi kinerja public relations officers seperti

kecepatan pelayanan informasi. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, pemenuhan permintaan informasi kepada masyarakat memang terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama misalnya lima sampai sepuluh hari kerja.

Hal tersebut terjadi karena informasi yang diminta oleh masyarakat adalah informasi yang masih bersifat terbatas penyebarannya seperti temuan hasil pemeriksaan yang sudah diserahkan ke pemerintah daerah namun terdapat kasus di dalamnya yang masih ditangani oleh aparat penegak hukum.

Permintaan Informasi seperti di atas tidak dapat langsung dipenuhi oleh public relations officers di hari yang sama seperti halnya harapan masyarakat.

Pemenuhan informasi tersebut memerlukan pertimbangan dan persetujuan dari kepala perwakilan sehingga untuk proses disposisi suratnya sendiri menghabiskan waktu beberapa hari. Prosedur dalam birokrasi juga terkadang dapat memperlama proses pemenuhan informasi karena disposisi atau perintah kerja yang berjenjang mulai dari kepala perwakilan (eselon II) diteruskan kepada kepala sekretariat perwakilan (eselon III) dan selanjutnya diteruskan kepada kasubbagmhumas dan tata usahankepala perwakilan selaku eselon IV untuk ditindaklanjuti melalui public relations officers. Proses seperti ini kadang tidak dipahami masyarakat selaku pemohon informasi sehingga kadang timbul kekecewaan.

Peranan komunikasi sangat diperlukan untuk mengatasi kesalahpahaman seperti di atas. Public relations officers sebaiknya mampu mengkomunikasikan dengan baik kepada masyarakat mengenai prosedur yang berlaku di BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara. Misalnya untuk memenuhi permintaan informasi untuk hal-hal tertentu dibutuhkan waktu dan proses yang cukup

panjang. Dengan demikian masyarakat tidak merasa bahwa permintaan mereka seperti diabaikan oleh public relations officers sehingga terjalin hubungan yang baik antara instansi BPK RI dengan masyarakat.

Selanjutnya untuk jawaban responden pada setiap butir pertanyaan seperti yang sudah ditampilkan pada tabeln4.6 dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pertanyaan pertama (Tugas yang dilaksanakan oleh Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara telah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya) sebanyak 34 orangmatau 94,4% yang menyatakan setujumdan 2 orang atau 5,6% menyatakanmkurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa PRO BPKMPerwakilan Provinsi Sumatera Utara melakukannpekerjaannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Profesionalisme seorang petugas humas dapat terlihat ketika dia mampu menjalankan kewajibannya sesuai dengan tugas pook dan fungsinya. Humas yang profesional harus dapat bekerja dengan menggunakan kemampuan dan kecakapan yang dimilikinya. Hal ini merupakan salah satu indikator dari profesionalisme seorang PRO.

Pertanyaan kedua (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan kebijakan yang berlaku) sebanyak 34morang atau 94,4% yang menyatakannsetuju dan 2 orang atau 5,6% menyatakanmkurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa PRO BPKMPerwakilan Provinsi Sumatera Utara melakukan pekerjaannya sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Profesionalisme PRO dapat dilihat ketika mereka menjalankan tugasnyamsesuai dengan aturanmyang berlaku dan tidak melewati batasan-batasan yang sudah ditentukan.

Pertanyaan selanjutnya (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara memahami tugas dan pekerjaannya dengan baik)nsebanyak 34 orang atau 94,4% yang menyatakannsetuju dan 2 orang atau 5,6% menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa PRO BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara sudah memahami tugas dan pekerjaannya sehari-hari. Berdasarkan pengamatan peneliti, humas BPK mengikuti pendidikan dan pelatihan terkait pelaksanaan tugas-tugas kehumasan. Dengan demikian PRO yang tidak memilikinlatar belakang pendidikanikhusus di bidang kehumasan tetap dapat menjalankan tugasnya secara profesional.

Pertanyaan keempat (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara tidak ragu-ragu dalam menjalankan tugasnya) sebanyak 35 orang atau 97,2% menyatakanmsetuju, dan 1 orang atau 2,8% menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkanmbahwa tugas pelayanan informasi yang dilakukan oleh PRO BPK RI Perwakilan Provinsi dilakukan dengan penuh keyakinan atau tanpa ragu-ragu. Petugas humas yang sudah menguasai tugas pokok dan fungsinya dengan baik akan mampu menjalankan tugasnya dengan tidak ragu-ragu. Sikap yakin atau tidak ragu-ragu tersebut akan membuat masyarakat merasa nyaman ketika sedang berkomunikasi dengan PRO.

Berikutnya adalah pertanyaan kelima (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPKMIPerwakilan Provinsi Sumatera Utara melakukan pekerjaannya dengan percaya diri) sebanyak 34 orangi atau 94,4% yang menyatakanmsetuju dan 2 orang atau 5,6% menyatakanmkurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa PRO BPKMPerwakilan Provinsi Sumatera Utara sudah

melakukan tugas pelayanan informasi dengan penuh percaya diri. Humas merupakan jembatan antara masyarakat dengan institusi BPK sehingga mereka harus mampu menjalankan tugas pelayanannya dengan penuh percaya diri.

Dengan demikian, masyarakat juga akan merasa nyaman ketika berkomunikasi dengan BPK melalui humas, sehingga penyebaran informasi juga dapat terselenggara dengan baik.

Sementara untuk pertanyaan keenam (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPKMPerwakilan Provinsi Sumatera Utara melakukan pekerjaannya sesuai dengan keahliannya (profesional) sebanyak 33 orang atau 91,7%nmenyatakan setuju dal 3 orang atau 8,3% menyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkanmbahwa PRO BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara sudah profesional dalam memberikan pelayanan informasi. Berdasarkan pengamatan peneliti, pegawai di BPK RI memiliki spesialisasi tugas masing-masing dan setiap pegawai wajib menguasai tugas dan fungsinya dengan baik. Hal ini mungkin berpengaruh pada profesionalisme PRO sehingga masing-masing pegawai khususnya PRO dapat bekerja secara profesional.

Selanjutnya untuk pertanyaan ketujuh (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara bekerja sesuai dengan kode etik yang berlaku) sebanyak 34morang atau 94,4% yang menyatakan setuju dan 2 orang atau 5,6%mmenyatakan kurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa PRO BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara sudah bekerja sesuai dengan kode etik kehumasan. Bekerja sesuai dengan kode etik merupakan salah satu indikator bahwa petugas humas bekerja secara profesional.

Pertanyaan kedelapan (Kehadiran Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara sudah memberi manfaat bagi lingkungan masyarakat) sebanyak 33morang atau 91,7% menyatakanmsetuju dal 3 orang atau 8,3% menyatakanmkurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran humas BPKiPerwakilan Provinsi Sumatera Utara sudah dapat dirasakan oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan PRO BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Selanjutnya untuk pertanyaan kesembilan (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPKmPerwakilan Provinsi Sumatera Utara menampung aspirasi dan pengaduan masyarakat) sebanyak 33morang atau 91,7% menyatakan setuju dal 3 orang atau 8,3% menyatakanmkurang setuju. Hal ininmenunjukkan bahwa PRO BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara menampung aspirasi dan pengaduan masyarakat. Masyarakat yang merupakan rekan kerja BPK dalam mengawasi penyelenggaraan pemerintahan yang baik akan lebih nyaman dalam menyampaikan aspirasi dan pengaduannya jika humas BPK bekerja secara profesional.

Pertanyaan kesepuluh (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas di BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara memiliki hubungan kerja yang baik dengan rekan seprofesinya) sebanyak 34morang atau 94,4% yang menyatakan setuju dan 2 orang atau 5,6% menyatakanmkurang setuju. Hal ini menunjukkan bahwa PRO BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara sudah baik dalam memberikan tanggapan atas keluhan/laporan pemohon informasi. Hubungan yang baik dengan rekan kerja juga merupakan salah satu indikator bahwa petugas

humas bekerja secara profesional. Komunikasi yang efektif akan tercipta jika hubungan antara rekan kerja terjalin dengan baik. Hubungan baik juga akan membuat suasana bekerja lebi nyaman dan kondusif.

Secara keseluruhan, kesepuluh pertanyaan di atas ditanggapi responden dengan pilihan jawaban setuju. Namun demikian, public relations officers BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara juga tetap memiliki keterbatasan dan harus terus meningkatkan kemampuannya dalam melayani masyarakat. Hal tersebut dikarenakan tingkat kepuasan masyarakat juga semakin hari semakin tinggi. Hal tersebut seperti hasil pengamatan peneliti, bahwa dulu masyarakat memperoleh informasi yang mereka butuhkan dengan melalui surat dan datang langsung ke kantor BPK RI. Berbeda halnya dengan sekarang, masyarakat dapat melakukan permohonan informasi melalui berbagai media seperti fax, telepon, whatsapp dan bahkan melalui website. Ini mendorong public relations officers untuk mampu berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi. Public relations officers juga harus membuka diri untuk belajar tentang hal-hal yang baru terutama yang sedang trend di masyarakat sehingga mereka mampu memenuhi tugas dan tanggungjawabnya secara profesional. Public relations officers juga difasilitasi instansi untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan secara rutin mengenai terkait pengembangan diri pegawaindan hal-hal lain yangnberkenaan dengan pekerjaan.

4.3.3. Distribusi jawaban responden terhadap variabel kualitas layanan Pengolahan terhadapiinstrumen penelitianidilakukan denganimenggunakan software SPSS versi 25, hasil pengolahanndata diperolehmdistribusi jawaban

respondennterhadap variabel kompetensi komunikasiiseperti tertera pada tabell4.7 berikut:

Tabeli4.7. Distribusi JawabannResponden Terhadap VariabelnKualitas Layanan

Pertanyaan

FrekuensinPendapat Responden (%)

Total Skor 3 Skor 2 Skor 1

A B C

Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah %

1 35 97,2 0 0 1 2,8 36 100

2 32 88,9 3 8,3 1 2,8 36 100

3 35 97,2 1 2,8 0 0 36 100

4 34 94,4 2 5,6 0 0 36 100

5 33 91,7 3 8,3 0 0 36 100

6 35 97,2 0 0 1 2,8 36 100

7 35 97,2 1 2,8 0 0 36 100

8 32 88,9 3 8,3 1 2,8 36 100

9 35 97,2 1 2,8 0 0 36 100

10 33 91,7 3 8,3 0 0 36 100

11 33 91,7 2 5,6 1 2,8 36 100

Sumber: DatanPrimer Diolah Tahun 2020

Hasil pengolahanmdata di atas menunjukkanmbahwa frekuensi pendapat responden secara umum atau 88 % ke atas menyatakan setuju bahwa public relations officers sudah memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Ini memberikan pembuktian bahwa humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara telah memberikanmpelayanan prima kepadammasyarakat dan secara langsung membantu mewujudkan BPK RI yang good governance karena indikator pengukuran keberhasilan tersebut dapat terlihat dari indeks kepuasan masyarakat.

Namun demikian, terdapat dua sampai dengan delapan persen responden yang menyatakan kurang setuju dengan hal tersebut.

Berbeda dengan kedua variabel sebelumnya yang telah peneliti bahas di atas, pengolahan data terhadap variabel kualitas layanan menunjukkan bahwa terdapat responden yang tidak setuju dengan beberapa indikator kualitas layanan di BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara. Setelah peneliti kaji lebih jauh pada masing-masing lembar jawaban kuesioner yang diisi olehmresponden, terdapat beberapa pendapat yang diutarakan pada butir pertanyaan terbuka. Salah satu responden menyatakan bahwa public relations officers kurang sabar ketika masyarakat mengajukan banyak pertanyaan. Petugas terkesan terburu-buru dan tidak fokus. Hal seperti ini memang akan menimbulkan kekecewaan di hati masyarakat karena mereka merasa kurang diperhatikan. Terdapat juga responden yang merasa bahwa layanan informasi akan lebih optimal jika public relations officers diberikan reward atas kerja keras mereka dalam melayani masyarakat.

Berdasarkan pengamatan peneliti, hal seperti ini kadang terjadi ketika public relations officers memiliki deadline atas suatu pekerjaan. Terlebih ketika masyarakat yang datang untuk mengajukan permintaan informasi pada saat public relations officers sedang mengadakan acara yang menguras banyak waktu dan tenaga. Misalnya pada saat Humas BPKMPerwakilan Provinsi Sumatera Utara sedang mengadakan acara pemantauanmtindak lanjutmrekomendasi hasil pemeriksaan bersama dengan seluruh inspektorat se-Sumatera Utara. Tugas sebagai protokoler, penerima tamu dan juga master of ceremony (MC) dijalankan

oleh public relations officers sehingga tugas pelayanan infomasi pada saat kegiatan berlangsung menjadi terabaikan.

Peranan komunikasi di sini sangat diperlukan sehingga masyarakat tidak merasa kecewa dengan pelayanan public relations officers. Atau perlu adanya komunikasi lanjutan, misalnya public relations officers menghubungi pemohon informasi seusai acara melalui telepon. Dengan demikian kebutuhan informasi masyarakat tetap dapat terpenuhi tanpa ada pihak yang merasa dikecewakan.

Demikian juga halnya dengan tanggapan responden terkait pemberian reward kepada public relations officers yang berprestasi. Fungsi komunikasi dapat berfungsi tidak hanya untuk menyampaikan informasi dari internal ke masyarakat, tetapi juga untuk menyampaikan masukan maupun aspirasi dari masyarakat kepada internal organisasi. Karena masyarakat juga dapat membantu organisasi pemerintah dalam memperbaiki diri sehingga organisasi tersebut semakin berbenah diri dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Selanjutnya untuk jawaban responden pada tabel di atas dijelaskan sebagai berikut:

Pertanyaan pertama (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara terampil dalam melayani) sebanyak 35iorang atau 97,2% menyatakanmsetuju, dan 1 orang atau 2,8% menyatakan tidaknsetuju.

Hal ini menunjukkan bahwa PRO BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara terampil dalam melakukan pelayanan informasi, meskipun masih ada masyarakat atau pemohon informasi yang merasa bahwa PRO belum bekerja dengan terampil.

Masyarakat akan menilai bahwa kualitas layanan humas itu baik jika PRO dapat

bertugas dengan terampil. Keterampilan humas dalam memberikan layanan informasi kepada masyarakat merupakan hal yang sangat penting dalam mewujudkan pelayanan prima.

Berikutnya untuk pertanyaan kedua (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara mampu menjelaskan informasi yang Bapak/Ibu butuhkan dengan lengkap) sebanyak 32norang atau 88,9% yang menyatakanmsetuju, 3 orang atau 8,3% menyatakanmkurang setuju dan 1 orang atau 2,8% menyatakan tidak setuju. Hal ini menunjukkanibahwa PRO BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara mampu menjelaskan informasi dengan jelas kepada masyarakat meskipun masih ada masyarakat atau pemohon informasi yang merasa PRO belum mampu. Kemampuan menjelaskan informasi kepada masyarakat juga merupakan salah satu indikator dari pelayanan prima, dimana PRO harus mampu memberikan informasi yang lengkap dan jelas kepada masyarakat.

Sementara untuk pertanyaan ketiga (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara bersikap ramah/santun dalam memberikan pelayanan informasi) sebanyak 35morang atau 97,2%

menyatakanmsetuju, dan 1 orang atau 2,8% menyatakan kurangmsetuju. Hal ini menunjukkan bahwa PRO BPKMPerwakilan Provinsi Sumatera Utara bersikap ramah dan santun dalam memberikan pelayanan informasi. Sikap atau attitude seorang petugas humas sangat dibutuhkan dalam meberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Sikap yang ramah dan santun akan membuat masyarakat merasa nyaman terutama jika perlakuan tersebut tidak memandang seseorang dari

status sosialnya.

Selanjutnya untuk pertanyaan keempat (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara melayani kebutuhan informasi dengan sepenuh hati) sebanyak 34morang atau 94,4% yang menyatakannsetuju dan 2 orang atau 5,6% menyatakan kurangmsetuju. Hal ini menunjukkan bahwa tugas pelayanan informasi yang dilakukan oleh PRO BPK RI Perwakilan Provinsi dijalankan dengan sepenuh hati. Kepedulian penuh terhadap masyarakat yang dilayani merupakan salah satu indikator pelayanan prima. Jika PRO dapat memperhatikan dengan baik kebutuhan masyarakat yang dilayaninya maka kualitas layanan yang diberikan dinilai baik.

Pertanyaan berikutnya yang kelima (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara melayani kebutuhan informasi Bapak/Ibu dengan penuh percaya diri) sebanyak 33norang atau 91,7%

menyatakanmsetuju dal 3 orang atau 8,3% menyatakan kurangnsetuju. Hal ini menunjukkannbahwa tugas pelayanan informasi yang dilakukan oleh PRO BPK RI Perwakilan Provinsi dijalankan dengan penuh percaya diri. Rasa percaya diri yang diperlihatkan oleh petugas humas merupakan cerminan dari kemampuan atau kecakapannya dalam menjalankan tugas pelayanan informasi.

Pertanyaan keenam (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara memahami kebutuhan informasi) sebanyak 35morang atau 97,2% menyatakannsetuju, dan 1 orang atau 2,8%

menyatakan tidakmsetuju. Hal ini menunjukkan bahwa PRO BPK Perwakilan

informasi meskipun masih ada masyarakat yang merasa bahwa PRO belum memahami kebutuhan mereka. Kemampuan petugas humas dalam memahami kebutuan informasi masyarakat merupakan wujud dari kepedulian penuh PRO tersebut terhadap masyarakat yang dilayaninya. Hal ini merupakannsalah satu indikator kualitasnpelayanan prima.

Pertanyaan ketujuh (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara menerima masukan/saran atau kritik) sebanyak 35morang atau 97,2% menyatakanmsetuju, dan 1 orang atau 2,8%

menyatakan kurangmsetuju. Hal ini menunjukkan bahwa PRO BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara mau menerima masukan maupun kritik dari masyarakat, namun masih ada masyarakat yang merasa bahwa PRO tidak dapat menerima masukan/kritik.

Pertanyaan kedelapan (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara memberikaniinformasi yang dibutuhkan dengan cepatndan tepat) sebanyak 32norang atau 88,9% yang menyatakannsetuju, 3 orang atau 8,3% menyatakan kurangnsetuju dan 1 orang atau 2,8% menyatakan tidak setuju. Hal ini menunjukkanmbahwa PRO BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara mampu memberika pelayanan informasi dengan cepat dan tepat, meskipun masih ada masyarakat yang kurang setuju bahkan tidak setuju dengan hal tersebut.

Pertanyaan kesembilan (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara memberikan informasi yang sangat membantu dan mudah dimengerti) sebanyak 35norang atau 97,2% menyatakan

setuju, dan 1 orang atau 2,8% menyatakannkurang setuju. HalNini menunjukkan bahwa PRO BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara memberikan pelayanan informasi yang sangat membantu dan mudah dimengerti. Kemampuan PRO dalam memberikan bantuan berupa informasi yang jelas, lengkap dan mudah dimengerti merupakan salah satu indikator terwujudnya pelayanan prima. Masyarakat akan merasa senang untuk datang secara langsung maupun menghubungi humas BPK melalui berbagai media terkait laporan pengaduan maupun sekedar mengajukan permohonan informasi.

Pertanyaan kesepuluh (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab) sebanyak 33norang atau 91,7%

menyatakannsetuju dal 3 orang atau 8,3% menyatakan kurangnsetuju. Hal ini menunjukkanmbahwa PRO BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara sudah menjalankan tugasnya dengan sungguh-sunggu dan penuh tanggung jawab meskipun masih ada masyarakat yang merasa kurang setuju dengan hal tersebut.

Selanjutnya untuk pertanyaan kesebelas (Public Relation Officer (PRO) atau petugas humas BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara berusaha memberikan pelayanan informasi dengan sebaik-baiknya) sebanyak 33 orang atau 91,7% yang menyatakan setuju, 2 orang atau 5,6% menyatakan kurang setuju dan 1 orang atau 2,8% menyatakan tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa PRO BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara sudah berusaha memberikan pelayanan informasi dengan sebaik-baiknya. Salah satu wujud dari tanggung jawab PRO adalah menghindari ketidakpuasan masyarakat dengan memberikan pelayanan

informasi yang sebaik-baiknya. Tanggung jawab tersebut merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan pelayanan prima.

Dilihat dari keseluruhan jawaban responden pada variabel kualitas layanan (Y) menunjukkan bahwa public relations officers BPK RI Perwakilan Sumatera Utara sudah memberikan pelayananmprima kepada masyarakat. Pelayananmprima ini merupakannsalah satu upaya untuk meningkatkan indeks kepuasan masyarakat sehingga membantu mewujudkan pemerintahan yang good governance di BPK.

Masyarakat menjadi objek utama dalam pelayanan yang dilakukan oleh institusi BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Utara karena masyarakat memiliki peranan yang sangat penting dalam bekerjasama dengan BPK untuk mengawasi pengelolaan tanggungjawab keuangan daerah di seluruk daerah Sumatera Utara.

4.4. Analisis Statistik 4.4.1. Uji normalitass

Uji normalitasndilakukan peneliti untuk mengujimapakah data penelitian terdistribusi normalnatau tidak. Apabila data memiliki sebaran yang normal, maka data tersebut dinyatakan berdistribusi normal. Untuk mengetahui normalitas distribusi data, peneliti menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan hasil dalam tabel 4.8nsebagai berikut:

Tabeln4.8. Hasil UjinNormalitas Data a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Sumber : Hasil Pengolahan Datandengan SPSS versi 25 Tahun 2020

Berdasarkan hasil yang diperoleh pada tabel di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa nilaimSig data untuk variabel kompetensi komunikasi (X1), variabel profesionalisme (X2) dan variabel kualitas layanan (Y) masing-masing adalah 0,000 yang berarti bahwandata tersebut tidak berdistribusinnormal (0,000 < 0,05).

Oleh karenandata tidak berdistribusi normal, maka untuk uji statistik selanjutnya peneliti akan menggunakannstatistik nonparametrik karena metode tersebut tidak mengharuskan data bedistribusi normal dan cenderung digunakan dalam penelitian sosial.

Dalam dokumen TESIS. Oleh: NURSALAM HARIANJA (Halaman 114-130)