• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Analisis Kebutuhan

Penelitian dan pengembangan diawali dalam pengembangan perangkat pembelajaran terpadu ini adalah melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan peneliti sesuai dengan langkah-langkah pengembangan perangkat pembelajaran yang telah dijabarkan pada bab III, peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan wawancara. Hasil wawancara dilakukan dengan guru kelas IV Sekolah Dasar. Peneliti menggunakan 2 Sekolah Dasar di Kecamatan Depok, Sleman yaitu SDN Babarsari dan SDN Condongcatur dengan guru kelas IV. Wawancara di SDN Babarsari pada tanggal 15 April 2017 sedangkan di SDN Condongcatur pada tanggal 22 April 2017. Wawancara tersebut bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi di lapangan sesuai dengan fakta yang terjadi. Secara umum permasalahan yang terjadi di kedua Sekolah Dasar tersebut adalah berkaitan dengan pemahaman mengenai kurikulum 2013 dan pembelajran terpadu yang mengacu kurikulum 2013.

Selain itu, permasalahan yang terjadi berkaitan dengan pengetahuan akan tipe-tipe yang ada pada pembelajaran terpadu dan ketersediaannya perangkat pembelajaran terpadu yang digunakan untuk mencapai proses pembelajaran. Dari hasil wawancara tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan perangkat pembelajaran terpadu tipe immersed yang mengacu kurikulum 2013 untuk siswa Sekolah Dasar.

1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Wawancara yang dilakukan berpedoman pada 8 butir pertanyaan untuk melakukan analisis kebutuhan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013. Berikut adalah data hasil wawancara dengan seorang guru SD N Babarsari dan SD N Condongcatur yang terdapat di kecamatan Depok, Sleman yang akan dijelaskan pada setiap butirnya.

Butir pertama, yaitu terkait penerapan kurikulum 2013 dimulai. Guru memberikan jawaban bahwa penerapan Kurikulum 2013 dimulai sejak tahun 2013.Butir kedua, yaitu terkait dengan Kurikulum 2013 menggunakan pembelajaran terpadu. Guru menjawab bahwa sudah tau bahwa pada penerapan kurikulum 2013 semua mata pelajaran berbasis tema. Yang mana setiap tema menggabungkan beberapa mata pelajaran yang saling terkait. Pembelajaran terpadu biasa disebut guru dengan pembelajaran tematik.

Butir ketiga, yaitu terkait pelatihan guru tentang kurikulum 2013. Guru menjawab bahwa pernah mengikuti pelatihan tentang sebanyak satu kali. Pelatihan tersebut dilakukan pada awal penerapan dari Kurikulum 2013.Butir keempat, yaitu terkait dengan 10 tipe yang ada pada pembelajaran terpadu. Selain itu, terkait dengan kenal atau tidaknya dan penguasaan guru terhadap 10 tipe pembelajaran terpadu. Guru menjawab bahwa sudah mengenal, akan tetapi belum bisa menguasai apalagi untuk menerapkannya dari 10 tipe pembelajaran terpadu tersebut. Pemahamannya hanya pada karakteristik pembelajaran kurikulum 2013 yang menggunakan tema dan berbasis tematik.

Butir kelima, yaitu terkait dalam perencanaan dan merencanakan pembelajaran terpadu. Guru menjawab bahwa sedikit mengalami kesulitan dalam merencanakan pembelajaran terpadu. Keterbatasan perangkat pembelajaran RPP menjadi penyebab dari masih kesulitannya guru dalam merencanakan pembelajaran tersebut karena guru hanya mempunyai 1 contoh perangkat pembelajaran RPP. Untuk itu, guru sangat membutuhkan contoh perangkat pembelajaran RPP yang lebih kreatif yang bisa dijadikan contoh dalam pembuatan perangkat pembelajaran tersebut kedepannya.

Butir keenam, yaitu terkait akan pelaksanaan pembelajaran terpadu yang mengacu kurikulum 2013. Guru menjawab, bahwa masih mengalami kesulitan. Kesulitan tersebut terdapat pada cara

menumbuhkan keaktifan siswa, terlebih pada penemuan konsep dimana siswa harus bisa menemukan konsepnya tersebut sendiri. Guru menginginkan siswa mampu aktif dalam memecahkan masalah, bertanya, dan menemukan solusinya sendiri dari permasalahan tersebut. Selain itu, kesulitan tersebut terdapat pada penilaian hasil siswa.

Penilaian pada kurikulum 2013 bersifat autentik (kontekstual) yang meliputi sikap spiritual, sikap sosial, pengetauan dan keterampilan. Pada penilaian harus mempunyai teknik penilaian, bentuk penilaian, dan instrumen penilaian yang disesuaikan dengan indikator yang akan dicapai. Hal yang sama juga pada rubrik penilaian terssebut harus disesuaikan dengan pedoman penskoran yang dibuat. Pedoman penskoran tersebut nantinya digunakan untuk pedoman menghitung rata-rata dari nilai yang sudah diberikan.

Butir ketujuh, yaitu terkait dengan kebutuhan contoh perangkat pembelajaran terpadu. Guru menjawab bahwa sangat membutuhkan contoh dari perangkat pembelajaran terpadu tersbut. Kebutuhan itu dijadikan wawasan dari generasi yang lebih baru sehingga dapat menumbuhkan kreatifitas baru untuk guru kedepannya agar lebih baik lagi. Hal yang sama dalam kebutuhan contoh perangkat pembelajaran terpadu itu, yaitu untuk mengenal, mengetahui, menguasai, bahkan di implementasikan dengan baik sehingga siswa dalam proses pembelajaran tidak merasa jenuh dan monoton.

Butir kedepalan, yaitu terkait dengan pemahaman pembelajaran terpadu tipe immersed serta berkaitan dengan tipe immersed yaitu akan minat siswa. Guru menjawab bahwa membutuhkan pemahaman lebih akan pembelajaran terpadu terrlebih pada 10 tipe yang ada, namun lebih khususnya adalah tipe immersed. Guru hanya mengetahui pembelajaran yang mengacu kurikulum 2013 adalah pembelajaran tematik tanpa tahu bahwa dipembelajaran terpadu memiliki tipe-tipe.

Guru berharap dengan adanya contoh perangkat pembelajaran terpadu dengan tipe immersed tersebut, kedepannya bisa lebih baik lagi dan kreatif lagi terutama dalam mengikat ketertarikan siswa dalam proses pembelajaran. Sedangkan mengenai kegiatan pembelajaran yang paling disukai atau diminati oleh siswa saat proses pembelajaran. Kedua guru dari SDN Babarsari mengatakan bahwa kegiatan yang paling diminati oleh siswa yaitu: menulis, budaya, dan seni. Sedangkan kedua guru dari SDN Condongcatur mengatakan bahwa kegiatan yang paling diminati oleh siswa yaitu: menggambar, bermain music, bernyanyi, eksperimen, dan pembelajaran di alam terbuka.

Penyebaran koesioner dilakukan unruk menggali minat siswa. Pada tabel koesioner terdapat 10 butir peryataan. Kesepuluh butir peryataan tersebut digunakan untuk melakukan analisis kebutuhan menggali minat siswa guna untuk menyusun tema dalam perangkat pembelajaran terpadu tipe immersed mengacu kurikulum 2013.

Berikut ini data hasil koesioner yang akan dijabarkan pada setiap butirnya.

Pada butir pertama, peryataan yang ditulis pada koesioner yaitu “Saya suka melihat video/musik dalam belajar” dari hasil perhitungan koesioner yang sudah disebarkan ke 58 siswa semua memilih suka melihat video/musik dalam belajar. Pada butir kedua, dan ketiga pertanyaan yang ditulis pada koesioner yaitu “Saya suka menggambar dalam belajar” dan “Saya kurang suka menggambar dalam belajar dari hasil perhitungan koeisoner yang sudah disebarkan ke 58 siswa terdapat 47 siswa yang menyukai menggambar dalam belajar hal ini dapat terlihat dari hasil siswa yang menjawab “Ya” pada soal kedua dan 11 siswa tidak menyukai menggambar dalam belajar dengan menjawab “tidak” pada soal kedua dan ketiga.

Pada butir keempat, pertanyaan yang ditulis pada koesioner yaitu “Saya masih kurang dalam keahlian berhitung” dari hasil perhitungan koesioner yang sudah disebarkan ke 58 siswa terdapat 35 siswa yang menyukai kegiatan dengan lingkungan dan makhluk hidupnya hal ini dapat terlihat dari hasil siswa yang menjawab “Ya” pada soal kedua dan 23 siswa kurang dalam keahliannya berhitung dengan menjawab “tidak” pada soal keempat. Pada butir kelima, peryataan yang ditulis pada koesioner yaitu “Saya suka belajar di alam terbuka” dari hasil perhitungan koesioner yang sudah disebarkan ke 58 siswa terdapat 50 siswa yang menyukai kegiatan dengan belajar

dialam terbuka hal ini dapat terlihat dari hasil siswa yang menjawab “Ya” pada soal kelima dan 8 siswa tidak menyukai kegiatan belajar di alam terbuka dengan menjawab “tidak” pada soal kelima.

Pada butir enam, peryataan yang ditulis pada koesioner yaitu “saya suka belajar dengan benda-benda asli dan hal yang konkrit (nyata)” dari hasil perhitungan koesioner yang sudah disebarkan ke 58 siswa terdapat 54 siswa yang suka belajar dengan benda-benda asli dan hal yang konkrit (nyata) hal ini dapat terlihat dari hasil siswa yang menjawab “Ya” pada soal keenam dan 4 siswa tidak suka belajar dengan benda-benda asli dan hal yang konkrit (nyata) dengan menjawab “tidak” pada soal keenam. Pada butir ketujuh, peryataan yang ditulis pada koesioner yaitu “Saya suka membantu teman saat kesusahan” dari hasil perhitungan koesioner yang sudah disebarkan ke 58 siswa terdapat 58 siswa yang suka membantu teman saat kesusahan hal ini dapat terlihat dari hasil siswa yang menjawab “Ya” pada soal ketujuh dan tidak ada siswa tidak suka membantu teman saat kesusahan dengan menjawab “tidak” pada soal ketujuh.

Pada butir kedelapan, pertanyaan yang ditulis pada koesioner yaitu “Saya suka kegiatan gotong royong, seperti: kerja bakti kelas, merawat tumbuhan di sekeliling sekolah, dll” dari hasil perhitungan koesioner yang sudah disebarkan ke 58 siswa terdapat 51 siswa yang suka kegiatan gotong royong, seperti: kerja bakti kelas, merawat tumbuhan di sekeliling sekolah, dll hal ini dapat terlihat dari

hasil siswa yang menjawab “Ya” pada soal kedelapan dan 7 siswa tidak suka kegiatan gotong royong, seperti: kerja bakti kelas, merawat tumbuhan di sekeliling sekolah, dll dengan menjawab “tidak” pada soal kedelapan.

Pada butir sembilan, pertanyaan yang ditulis pada koesioner yaitu “Saya suka membaca bacaan seperti: koran, majalah, novel, eksiklopedia, buku pelajaran dan mading” dari hasil perhitungan koesioner yang sudah disebarkan ke 58 siswa terdapat 40 siswa yang suka membaca bacaan seperti: koran, majalah, novel, eksiklopedia, buku pelajaran dan mading hal ini dapat terlihat dari hasil siswa yang menjawab “Ya” pada soal kesembilan dan 18 siswa tidak suka membaca bacaan seperti: koran, majalah, novel, eksiklopedia, buku pelajaran dan mading dengan menjawab “tidak” pada soal kesembilan. Pada butir sepuluh, peryataan yang ditulis pada koesioner yaitu “Saya kurang suka membaca bacaan seperti: koran, majalah, novel, eksiklopedia, buku pelajaran, dan mading” dari hasil perhitungan koesioner yang sudah disebarkan ke 58 siswa terdapat 35 siswa yang suka membaca bacaan seperti: koran, majalah, novel, eksiklopedia, buku pelajaran dan mading hal ini dapat terlihat dari hasil siswa yang menjawab “Ya” pada soal kesepuluh dan 23 siswa kurang suka membaca bacaan seperti: koran, majalah, novel, eksiklopedia, buku pelajaran dan mading dengan menjawab “tidak” pada soal kesepuluh.

Dengan demikian, berdasarkan hasil angket yang sudag disebar dapat disimpulkan bahwa siswa lebih memilih akan minat seni, makhluk hidup, menggambar. Untuk itu, peneliti menentukan minat umumnya yaitu: seni, makhluk hidup, dan menggambar.

2. Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dipaparkan diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemahaman guru terhadap kurikulum 2013 belum cukup dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013 yang terkait akan pembelajaran terpadu tipe immersed. Kesulitan yang dihadapi berkaitan dengan penumbuhan keaktifan siswa, penilain hasil belajar siswa, belum pahamnya pembelajaran terpadu sesuai dengan 10 tipe yang ada, pembuatan perencanaan pembelajarn terpadu yang membutuhkan contoh, dan implementasi dari perencanaan pembelajaran terpadu sesuai 10 tipe.

Dalam melaksanakan pembelajaran yang menggunakan saitifik dan terpadu. Guru masih berpedoman pada pengetahuan dan buku dari pelatihan yang pernah diikutinya. Menurut guru, buku dan pengetahuan tersebut adalah pedoman yang selama ini mereka pakai dalam membuat perangkat pembelajaran terpadu tersebut. Guru sangat membutuhkan pengembangan perangkat pembelajaran yang seluas-luasnya sesuai dengan kondisi kemampuan dan kebutuhan siswa. Kebutuhan dari perangkat pembelajaran terpadu tersebut diperlukan guru untuk contoh dalam

pembuatan perencanaan pembelajaran bisa lebih kreatif dan menunjang kedepannya.

Maka dari itu, keterbatasan-keterbatasan tersebut menjadikan implementasi perangkat pembelajaran terpadu terutama pada 10 tipe yang salah satunya adalah tipe immersed yang mengacu kurikulum 2013 utuk kelas IV Sekolah Dasar belum maksimal.

Dokumen terkait