• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis koefisien degradasi dan depresiasi

3 METODOLOGI PENELITIAN

3.6 Analisis Data

3.6.8 Analisis koefisien degradasi dan depresiasi

... (39)

Pada kondisi pengelolaan optimal dinamik, faktor waktu diperhitungkan dalam analisis melalui nilai discount rate. Nilai discount rate yang digunakan dalam perhitungan ekonomi sumberdaya perikanan nilai, social discount rate.

Social discount rate yang dipakai untuk menilai sumberdaya pada negara-negara berkembang berdasarkan acuan dari bank dunia besarnya berkisar antara 10-18% (Gittenger 1986).

Tabel 1 Formula perhitungan pengelolaan ikan ekor kuning dengan pendekatan model bio-ekonomi statik

Variabel Kondisi

MEY MSY Open Access

Biomassa (x) 1 . . . Catch (h) . 1 . . 1 . . . .. 1 . . Effort (E) 1 . . 1 . . Rente Ekonomi (π) . . . 1 . . . . . .

Sumber: Fauzi diolah (2006)

3.6.8 Analisis koefisien degradasi dan depresiasi

Analisis degradasi merupakan penurunan kualitas atau kuantitas sumberdaya alam dapat diperbarukan (renewable resources). Degradasi

32

sumberdaya perikanan ini secara matematis dapat ditentukan laju dengan memanfaatkan hasil penelitian Anna (2003). Berdasarkan hasil penelitian tersebut itulah Anna (2003) mendesain suatu model penentuan koefisien atau laju degradasi ( ) untuk sumberdaya perikanan sebagai berikut:

1 1

dimana:

= koefisien atau laju degradasi = produksi lestari

h0 = produksi aktual

Adapun untuk menghitung koefisien laju depresiasi sumberdaya ikan, pada dasarnya sama dengan formula penghitungan laju degredasi, hanya saja parameter ekonomi menjadi variabel yang menentukan perhitungan laju depresiasi, yang dirumuskan sebagai berikut:

1 1

dimana:

= koefisien atau laju depresiasi = rente lestari

π0 = rente aktual 3.6.9 Analisis finansial

Analisis finansial digunakan untuk menentukan kelayakan usaha dilihat dari sudut pandang badan atau orang yang menanamkan modalnya atau yang berkepentingan langsung pada suatu kegiatan usaha. Analisis finansial dilakukan melalui analisis usaha dan analisis kriteria investasi (Kadariah et al. 1999). 3.6.9.1 Analisis usaha

Komponen yang dipakai dalam analisis usaha meliputi biaya produksi, penerimaan usaha dan pendapatan yang diperoleh dari usaha perikanan. Dalam analisis usaha dilakukan analisis pendapatan usaha, analisis imbang penerimaan dan biaya, analisis Payback Period serta analisis Return of Investement (ROI) (Hernanto 1989).

1) Analisis pendapatan usaha

Umumnya digunakan untuk mengukur apakah kegiatan usaha yang dilakukan pada saat ini berhasil atau tidak. Analisis pendapatan usaha bertujuan untuk mengetahui besarnya keuntungan yang diperoleh dari suatu kegiatan

usaha yang dilakukan (Djamin 1984). Penghitungan pendapatan usaha dilakukan dengan menggunakan persamaan:

π = TR – TC dimana: π = keuntungan TR = total penerimaan TC = total biaya Dengan kriteria:

ƒ Jika TR > TC, kegiatan usaha mendapat keuntungan ƒ Jika TR < TC, kegiatan usaha menderita

ƒ Jika TR = TC, kegiatan usaha berada pada titik impas atau usaha tidak mendapatkan untung atau rugi.

2) Analisis imbang penerimaan dan biaya (revenue-cost ratio)

Analisis revenue-cost dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh setiap nilai rupiah biaya yang digunakan dalam kegiatan usaha dapat memberikan sejumlah nilai penerimaan sebagai manfaatnya. Kegiatan usaha yang paling menguntungkan mempunyai R/C paling besar (Hernanto 1989). Penghitungannya menggunakan persamaan berikut:

Dengan kriteria:

ƒ Jika R/C > 1, kegiatan usaha mendapat keuntungan ƒ Jika R/C < 1, kegiatan usaha menderita kerugian

ƒ Jika R/C = 1, kegiatan usaha berada pada titik impas atau usaha tidak mendapatkan untung atau rugi.

3) Payback Period (PP)

Payback Period merupakan penilaian investasi suatu proyek yang didasarkan pada pelunasan biaya investasi oleh net benefit dari proyek (Djamin 1984). Payback Period dimaksudkan untuk mengetahui perkiraan waktu pengembalian modal atau investasi yang ditanamkan untuk kegiatan usaha. Persamaan yang digunakan adalah:

1

4) Analisis tingkat pengembalian investasi (Return of Investment Analysis)

Analisis Return of Investment Analysis (ROI) merupakan alat analisis usaha yang digunakan untuk mengetahui berapa persen kemungkinan pengambilan keuntungan dari investasi yang ditanamkan dengan asumsi bahwa

34

pendapatan setiap bulan atau tahun tetap (Hernanto 1989). Persamaan yang digunakan adalah:

1 % 3.6.9.2 Analisis kriteria investasi

Kadariah et al. (1999), dalam rangka mencari suatu gagasan menyeluruh tentang baik tidaknya suatu usaha telah dikembangkan berbagai indeks, yang disebut Investment Criteria. Analisis kriteria investasi yang dilakukan meliputi Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Internal Rate of Return (IRR).

1) Net Present Value (NPV)

Net Present Value merupakan selisih antara present value dari benefit

dan present value dari biaya. NPV dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keuntungan yang diperoleh selama umur ekonomis proyek (Kadariah et al. 1999). Persamaan yang digunakan adalah:

∑ dimana:

NPV = Net Present Value

Bt = Benefit dari suatu proyek pada tahun ke-t

Ct = Biaya dari suatu proyek pada tahun ke-t

i = tingkat suku bunga yang berlaku

n = umur teknis Dengan kriteria:

ƒ Jika NPV > 0, usaha layak dilaksanakan ƒ Jika NPV < 0, usaha tidak layak dilaksanakan

ƒ Jika NPV = 0, usaha mengembalikan sama besarnya dengan nilai uang yang ditanamkan.

2) Net Benefit Cost Ratio (Net B/C)

Net Benefit Cost Ratio ini merupakan perbandingan dimana sebagai pembilang terdiri atas nilai total dari manfaat bersih yang bersifat positif, sedang sebagai penyebut terdiri atas present value total yang bernilai negatif atau pada keadaan biaya lebih besar dari manfaat (Kadariah et al. 1999). Persamaan Net B/C tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:

/ 11

Dengan kriteria:

ƒ Jika Net B/C≥ 1, usaha layak dilaksanakan ƒ Jika Net B/C < 1, usaha tidak layak dilaksanakan 3) Internal Rate of Return (IRR)

IRR merupakan suku bunga maksimal untuk sampai kepada NPV bernilai sama dengan nol, jadi dalam keadaan batas untung rugi. Oleh karena itu juga dianggap sebagai tingkat keuntungan atas investasi bersih dalam suatu proyek. Asal setiap manfaat yang diwujudkan secara otomatis ditanam kembali pada tahun berikutnya dan mendapatkan tingkat keuntungan yang sama dan diberi bunga selama sisa umur proyek (Kadariah et al. 1999). Dengan demikian IRR

dapat dirumuskan sebagai berikut: " " dimana:

IRR = Internal Rate of Return

i’ = tingkat bungan yang menghasilkan NPV positif

i” = tingkat bunga yang menghasilkan NPV negatif

NPV’ = NPV pada tingkat suku bunga i’

NPV” = NPV pada tingkat suku bunga i” Dengan kriteria:

ƒ Jika IRR≥ tingkat suku bunga yang berlaku, usaha layak dilakukan ƒ Jika IRR < tingkat suku bunga yang berlaku, usaha tidak layak dilakukan 3.6.10 Analisis sensitivitas

Menurut Kadariah et al. (1999) analisis sensitivitas merupakan teknik dalam rangka menguji apa yang akan terjadi pada kapasitas penerimaan suatu usaha secara matematik jika terjadi kejadian berbeda dengan perkiraan semula dan mengkaji sejauh mana perubahanan-perubahan dalam dasar perhitungan biaya dan penerimaan. Perubahan-perubahan yang dimaksud dapat berupa perubahan harga input produksi atau harga output. Sensitivitas usaha penangkapan ikan dilakukan dengan menggunakan metode switching value. Metode switching value merupakan metode yang mencoba setiap kemungkinan dari faktor yang dianggap paling penting dalam usaha sampai didapatkan nilai yang menyatakan bahwa proyek usaha tidak layak dijalankan. Dalam penelitian ini analisis sensitivitas dilakukan terhadap penurunan harga ikan ekor kuning dan kenaikan harga BBM (solar dan minyak tanah).