• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Matriks SWOT

VI. ANALISIS LINGKUNGAN PERUSAHAAN

3. Pengendalian dan pengembangan karyawan

6.2 Analisis Lingkungan Ekternal

Analisis lingkungan eksternal usaha bertujuan untuk mengembangkan daftar peluang yang dapat memberi manfaat dan ancaman yang harus dihindari oleh usaha tersebut.untuk menganalisis lingkungan eksternal harus diketahui terlebih dahulu informasi tentang tren ekonomi, sosial, budaya dan demografi, kebijakan pemerintah, dan teknologi.

6.2.1 Ekonomi

Kondisi ekonomi berkaitan dengan sifat dan arah sistem ekonomi tempat suatu usaha beroperasi dan bersaing. Pada umumnya kondisi ekonomi memiliki pengaruh secara tidak langsung terhadap perkembangan suatu pelaku usaha yang terdapat pada suatu daerah tertentu. Jika kondisi ekonomi cenderung stabil bahkan menunjukkan pertumbuhan kearah positif maka kondisi tersebut dapat mendukung kelancaran usaha yang berkembang di suatu daerah tertentu dan dapat mendorong tumbuhnya kelompok-kelompok usaha yang baru. Akan tetapi, jika perekonomian cenderung menunjukkan kearah negatif maka dapat terjadi sebaliknya, dimana kondisi ini dapat menghambat kelancaran suatu usaha bahkan dapat melumpuhkan kelompok usaha tersebut.

Dalam stuktur pembentukan PDB, sektor perikanan merupakan sektor yang memiliki tingkat kenaikan rata-rata tertinggi diantara sektor lainnya. Pada tahun 2005 perikanan memberikan kontribusi sebesar Rp 59.639 miliar kemudian pada tahun 2006 terjadi peningkatan sebesar Rp 74.335,30 miliar (Badan Pusat Statistik, 2009). Pada tahun 2007 terjadi penurunan sebesar Rp 67.285,6 miliar kemudian terjadi peningkatan lagi pada tahun 2008 sebesar Rp 92.220,3 miliar dengan persentase kenaikan sebesar 37,06%. Dilihat dari sisi produksi, produksi perikanan terutama ikan konsumsi mengalami kenaikan setiap tahunnya hal ini dapat dilihat pada Tabel 10.

Tabel 10. Perkembangan Produksi Perikanan Indonesia

Keterangan Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Ikan konsumsi (ton) 6,994 7,355 22,906 23,141 23,703 25,087 28,742

Sumber : Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (2010)

Sektor perikanan di Indonesia menjadi salah satu penggerak lajunya perekonomian serta merupakan sarana untuk meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya pembudidaya. Kondisi perekonomian yang labil akan mempengaruhi kegiatan usaha suatu perusahaan. Untuk saat ini kondisi perekonomian di kabupaten Bogor dalam keadaan stabil oleh karena itu tidak mempengaruhi kegiatan budidaya pembenihan maupun pembesaran lele sangkuriang karena kondisi perekonomian. Oleh karena itu kegiatan budidaya yang akan dilakukan tidak memiliki ancaman dari segi ekonomi.

6.2.2. Demografi dan Ekologi

Demografi atau kependudukan adalah ilmu yang mempelajari kependudukan manusia, yang didalamnya meliputi ukuran, struktur, distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi serta penuaan. Bagi kegiatan budidaya pembenihan lele sangkuriang semakin bertambahnya penduduk yang menjadi pembudidaya lele merupakan peluang sekaligus menjadi ancaman karena diantara pembudidaya

tersebut ditemukan juga pesaing bagi perusahaan dan meningkatnya konsumen dari lele terutama petani pembesaran. Untuk saat ini ada 150 orang yang menjadi pelanggan benih lele sangkuriang yang dihasilkan oleh perusahaan.

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara lingkungan biotik dan abiotik yang terdiri dari manusia, serta makhluk lain beserta lingkungan, misalnya udara, tanah, dan air yang mendukung kehidupan mereka. Indonesia merupakan Negara beriklim tropis yang hanya memiliki 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim hujan terjadi pada bulan Desember sampai bulan Maret sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan Juni sampai bulan September. Suhu rata-rata di Indonesia pada siang hari mencaapi 260 C sampai 350 C dan pada malam hari berkisar antara 160 C sampai 320 C dengan kelembaban udara yang relatif tinggi antara 68% sampai 97,6% (Badan Pusat Statistik, 2010).

Untuk daerah Ciawi, Megamendung dan Cisarua kisaran suhu di ketiga kecamatan tersebut adalah 170 C sampai 280 C. Suhu tersebut ideal untuk melakukan kegiatan budidaya lele. Tiga kecamatan tersebut berada pada iklim tropis dengan tipe A (sangat basah). Iklim tropis ini bisa menjadi peluang maupun ancaman bagi pembenihan ikan lele sangkuriang. Dimana ancaman yang akan dihadapi oleh pembudidaya lele sangkuriang adalah kondisi diatas juga merupakan tempat yang ideal bagi tumbuhnya penyakit (jamur dan bakteri) yang dapat menghambat produktifitas kegiatan budidaya lele sangkuriang.

Ancaman terhadap ekologi pendukung terutama disebabkan kegiatan manusia yang dinamakan polusi. Polusi terhadap lingkungan ini dapat berupa polusi udara, polusi tanah, dan polusi air. Kegiatan budidaya yang dilakukan tidak menyebabkan polusi terhadap lingkungan sekitar dan tidak mengganggu lingkungan sekitar karena kegiatan budidaya yang dilakukan secara organik. Penggunaan bahan kimia yang berasal dari pupuk dan obat-obatan tidak akan ditemukan pada kegiatan budidaya lele ini karena seluruh kegiatan menggunakan bahan-bahan alami (herbal dan pupuk kandang) yang terdapat di alam. Peluang kondisi di atas bagi budidaya benih lele sangkuriang adalah kondisi di atas juga merupakan kondisi yang ideal untuk melakukan kegiatan budiadaya benih lele sangkuriang.

6.2.3 Kebijakan Pemerintah

Pemerintah sebagai lembaga formal memegang peranan penting dalam pengembangan berbagai macam usaha yang ada. Pemerintah merupakan pemberi subsidi, pembuat kebijakan dan pelanggan dari berbagai organisasi. Oleh karena itu, faktor politik, pemerintah dan hukum dapat menjadi peluang sekaligus ancaman bagi suatu usaha.

Sertifikasi diberikan untuk indukan lele sangkuriang. Tujuan pemberian sertifikasi ini adalah untuk meyakinkan konsumen bahwa benih yang dihasilkan adalah benih dari lele sangkuriang sendiri. Untuk memperoleh sertifikasi ini pembudidaya harus membeli indukan yang berasal dari balai. Sampai saat ini indukan lele sangkuriang yang bersertifikasi tidak dijual bebas. Tujuan balai melakukan hal ini adalah agar keunggulan lele sabgkuriang dapat terjaga dan tidak menurun seperti yang dialami oleh lele dumbo. Hal ini tentu saja menjadi peluang bagi perusahaan karena perusahaan dapat mempertahankan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dibeli. Pada saat ini sulit memperoleh benih lele sangkuriang yang merupakan hasil langsung dari indukan lele sangkuriang. Karena jika bukan berasal dari indukan lele sangkuriang maka benih yang akan dibudidayakan tidak memiliki keunggulan terutama dari segi petumbuhan yang cepat.

Komoditi pertanian bersifat khas dimana di satu sisi sangat dibutuhkan tetapi di sisi lain permintaannya bersifat tidak elastis (Puttong, 2002). Oleh karena itu dibutuhkan campur tangan pemerintah dalam pembentukan harga agar produsen dan konsumen tidak mengalami kerugian. Benih lele sangkuriang adalah salah satu komoditi pertanian dan merupakan komoditi input bagi petani pembesaran oleh karena itu pemerintah campur tangan dalam penentuan harga benih dengan tujuan agar produsen dan konsumen tidak mengalami kerugian.

6.2.4 Teknologi

Perkembangan teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik di bidang bisnis maupun di bidang yang mendukung kegiatan bisnis. Perubahan dalam bidang teknologi merupakan salah satu faktor utama pendorong persaingan. Kemajuan teknologi telah merubah produk, jasa, pasar, pemasok, distributor,

pesaing dan pelanggan. Dengan demikian adanya kemajuan teknologi dapat menciptakan pasar baru, dan perkembangan produk.

Perkembangan teknologi yang modern telah memasuki dunia usaha terutama dalam bidang teknologi komputer, bidang komunikasi dan informasi serta sarana transportasi. Teknologi komputer dapat mempermudah perusahaan memperoleh semua informasi tentang kegiatan usahanya dan mempermudah mengolah semua data yang ada dalam perusahaan. Pelaku bisnis dapat memanfaatkan jasa internet untuk melakukan negoisasi, transaksi dan memasarkan produknya. Perusahaan sudah memanfaatkan internet untuk melakukan aktifitas bisnisnya. Selain memanfaatkan internet perusahaan juga memanfaatkan alat komunikasi seperti telepon (Handphone). Dengan demikian jangkauan pasar Cahaya Kita sudah luas dan sudah dikenal oleh masyarakat luas (pembudidaya lele) sehingga dapat bersaing dengan perusahaan sejenis dan perusahaan tidak sejenis yang sudah memanfaatkan teknologi tersebut.

Dalam jangka panjang, teknologi pertanian semakin berkembang pesat (teknologi budidaya, pemupukan, dan pengawetan) sementara permintaan terhadap produk pertanian relatif lambat sehingga hasil pertanian relatif akan semakin banyak, dan ini menyebabkan harg komoditi pertanian. Akan tetapi persentase perubahan harga lebih besar dibandingkan persentase perubahan permintaan. Sebaliknya, persentase perubahan jumlah penawaran yang relatif kecil dari komoditi pertanian tersebut justru menyebabkan terjadinya penurunan yang lebih besar pada persentase perubahan harga. Untuk mencegah kerugian maka pemerintah campur tangan dalam pembentukan harga dimana pemerintah menetapkan batas atas dan batas bawah dari harga komoditi pertanian. Dengan begitu petani dan konsumen tidak mengalami kerugian.

6.2.5 Lingkungan Kompetitif

Mengumpulkan dan mengevaluasi informasi tentang pesaing merupakan hal yang penting untuk keberhasilan formulasi strategi. Identifikasi pesaing utama tidak selalu mudah karena banyak perusahaan memiliki divisi yang berkompetisi dalam industri yang berbeda. Model lima kekuatan Porter tentang analisis kompetitif adalah pendekatan yang digunakan secara luas untuk mengembangkan strategi dalam banyak industri. Menurut Porter, persaingan suatu industri dapat

dilihat sebagai kombinasi atas lima kekuatan yaitu : 1) kekuatan tawar menawar pemasok 2) potensi dan ancaman masuknya pendatang baru 3) kekuatan tawar-menawar pembeli 4) daya substitusi 5) persaingan dengan perusahaan sejenis.

1. Kekuatan Tawar Menawar Pemasok

Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu dan pada tingkat harga tertentu. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi produsen dalam menawarkan produknya pada suatu pasar diantaranya adalah harga barang itu sendiri, harga barang lain, ongkos dan biaya produksi, tujuan produksi dari perusahaan, dan teknologi yang diterapkan. Apabila beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat penawaran di atas dianggap tetap selain harga barang itu sendiri maka penawaran hanya ditentukan oleh harga. Menurut Alfred Marshall bahwa perbandingan lurus antara harga terhadap penawaran disebut hukum penawaran. Hukum penawaran adalah perbandingan lurus antara harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan, yaitu apabila harga naik, maka penawaran akan meningkat, sebaliknya apabila harga turun maka penawaran akan turun. Manakala pada suatu pasar terdapat penawaran suatu produk yang relatif sangat banyak maka barang yang tersedia di pasar dapat memenuhi semua permintaan, sehingga untuk mempercepat penjualan produsen akan menurunkan harga jual produk.

Jumlah pemasok pakan untuk daerah Bogor jumlahnya banyak oleh karena itu keberadaan pakan yang ditawarkan oleh pemasok ke pasar dapat memenuhi semua permintaan. Untuk saat ini pakan yang ditawarkan ke pasar jumlahnya banyak oleh karena itu untuk dapat bersaing para pemasok pakan menjual pakan sesuai dengan harga yang berlaku di pasar dimana harga 1 kg pakan benih adalah Rp 7500, pakan induk seharga Rp 11.000, pakan larva seharga Rp 13.000. Hampir seluruh pemasok menawarkan harga yang sama apabila pemasok yang sekarang menaikkan harga pakan yang dijual maka perusahaan dapat beralih ke pemasok yang lain dengan harga yang lebih murah dan kontinyuitas pakan yang dibutuhkan dapat terpenuhi. Agar perusahaan dapat beralih ke pemasok yang lain maka perusahaan tidak membuat perjanjian kerjasama terlebih dahulu sehingga memberikan kebebasan pada pihak perusahaan untuk memilih pemasoknya.

Saat ini perusahaan memiliki satu pemasok tetap yaitu CV Telaga Persada dan merek pakan yang biasa dibeli oleh perusahaan adalah PT Matahari Sakti dan PT Central Pangan Pertiwi akan tetapi perusahaan tidak terikat pada pemasok ini saja. Apabila pemasok tidak dapat memenuhi kebutuhan pakan yang diminta oleh perusahaan maka perusahaan akan membeli pakan kepada yang lain yaitu Dewi Tani. Selain itu pemasok pakan jumlahnya sangat banyak oleh karena itu perusahaan dapat beralih ke pemasok lain terutama bila pemasok lain menawarkan harga yang lebih murah dengan merk pakan yang sama. Dengan demikian banyaknya jumlah pemasok ini akan menjamin kontinyuitas produksi.