• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pengelolaan Persampahan

Dalam dokumen Aspek Teknis Per Sektor (Halaman 117-130)

A. Isu Strategis Pengembangan Persampahan

4. Strategi Pengelolaan Persampahan

5.4.2.4 Analisis Pengelolaan Persampahan

Untuk menggambarkan kondisi eksisting pengembangan persampahan yang telah dilakukan pemerintah Kota/Kabupaten, perlu diuraikan hal-hal berikut ini: a. Aspek teknis

Sistem Pengangkutan sampah di Kota Pangkalpinang umumnya

menggunakan sistem

pengangkutan berantai dengan lokasi pembuangan akhir sampah berada diluar area perkotaan. Di area perkotaan umumnya terdapat kotak-kotak sampah yang diangkut secara teratur oleh Dinas Kebersihan dan Kebakaran. Sumber penghasil sampah yang dilayani oleh Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang terdiri dari sampah permukiman,

pasar, kawasan

perdagangan/pertokoan,

perkantoran, terminal, pelabuhan laut, jalan protokol, hotel, restoran, sampah domestik rumah sakit dan puskesmas, serta sampah industri.

Sumber timbulan sampah terbesar berasal dari permukiman yaitu (41,56 %) dan dari pasar sebesar (21,38%) dari total sampah kota, sedangkan timbulan sampah terkecil berasal dari perkantoran (2,38%) dan jalan protokol (3,56%). Sampah permukiman yang terangkut sampai ke TPA baru sekitar 51% sedangkan sampah kawasan industri baru terangkut 39%. Persentase terbesar sampah yang terangkut sampai ke TPA yaitu sampah yang berasal dari pasar dan jalan protokol sebesar 95%.

Timbulan sampah di Kota Pangkalpinang berkisar 547 m3/hari atau. Dengan jumlah penduduk Kota Pangkalpinang sebanyak 189.910 jiwa pada tahun 2012, maka timbulan sampah rata-rata sebesar 2,88 L/orang/hari. Sampah yang terangkut ke TPA sebesar 376, 30 m3/hari atau 68,8%. Sumber penghasil sampah yang dilayani oleh Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang terdiri dari sampah permukiman, pasar, kawasan perdagangan/pertokoan, perkantoran, terminal, pelabuhan laut, jalan protokol, hotel, restoran, sampah domestik rumah sakit dan puskesmas, serta sampah industri. Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah/volume sampah Kota yang di hasilkan di Kota Pangkapinang Tahun

2011 dapat dilihat pada tabel 5.24 dan tabel 5.25 di bawah ini.

Tabel 5.24

Sumber,Timbulan, dan Sampah Terangkut di Kota Pangkalpinang Tahun 2009

No Sumber Sampah Timbulan Sampah Sampah Terangkut

(m3/hari) ( % ) (m3/hari) ( % )

1 Permukiman 227.31 41,56 115.70 50,9

2 Pasar 116.94 21,38 519.59 95,0

3 Kawasan Perdagangan diluar Pasar 39.00 7,13 437.55 80,0

4 Perkantoran 13.02 2,38 437.55 80,0

5 Terminal/Pelabuhan Laut 39.00 7,13 492.25 90,0 6 Rumah Sakit/ Puskesmas 25.98 4,75 382.86 70,0 7 Kawasan Industri 40.25 7,36 211.67 38,7 8 Jalan Protokol 19.47 3,56 519.59 95,0 9 Hotel/Restoran 25.98 4,75 437.55 80,0

Jumlah 546.94 100,00 3554.32 68,8

Sumber : Dinas Kebersihan dan Kebakaran, 2012

TPA dan Pengelolaan Persampahan

JIka dilihat dari volume sampah yang dihasilkan sampai tahun 2011 dihasilkan sampah organic dan anorganik sebanyak 82035 m3 dimana volume yang terbesar dihasilkan pada bulan Oktober dengan jumlah sampah sebesar 6977 m3

Tabel 5.25

Jumlah/Volume Sampah Kota yang di hasilkan di Kota Pangkalpinang Tahun 2011

No Bulan/Tahun Volume Sampah M3 Sampah Organik Sampah Anorganik Jumlah Sampah 1 Januari 3588 2608 6196 2 Februari 3406 2475 5881 3 Maret 3540 2867 6407 4 April 4187 2634 6821 5 Mei 4127 2597 6724 6 Juni 4170 2624 6794 7 Juli 4247 2670 6917 8 Agustus 4283 2692 6975 9 September 4168 2617 6785 10 Oktober 4285 2692 6977 11 November 4754 3091 7845 12 Desember 4671 3042 7713 Jumlah 49426 32609 82035

Sumber : Kota Pangkalpinang Dalam Angka, Tahun 2012

Secara umum pengelolaan sampah di Kota Pangkalpinang adalah tanggung jawab Pemerintah Daerah yang secara teknik dilaksanakan oleh suatu Dinas Kebersihan dan kebakaran Kota Pangkalpinang. Pengelolaan sampah di Kota Pangkalpinang diarahkan

dengan melibatkan secara aktif peran serta masyarakat. Sampah yang diproduksi sebelum dibuang ke TPS dan TPA, sebelumnya telah dipilah oleh masyarakat/rumah tangga menjadi sampah organik (yang dapat didaur ulang) dan sampah non organik. Sampah organik yang diproduksi selanjutnya akan diolah bekerjasama dengan masyarakat, LSM, dan Perguruan Tinggi untuk menghasilkan kompos atau produk olahan organik lainnya yang bermanfaat. Sedangkan untuk sampah non organik akan dilakukan kerjasama dengan para pemulung dan pengusaha untuk pemanfaatannya. Dengan melibatkan pera n aktif masyarakat ini diharapkan permasalahan persampahan yang selalu menjadi masalah pelik di perkotaan, akan teratasi. Sistem pembuangan sampah di Kota Pangkalpinang diarahkan untuk dikelola bersama-sama masyarakat dengan cara penyediaan tempat sampah umum yang akan dibuang secara bersama ke tempat pembuangan sampah. Tempat pembuangan sampah akhir (TPA) perlu memenuhi persyaratan sebagai berikut :

1) Terletak di daerah yang relatif lebih rendah (lembah) dari pada aktivitas lain yang ada di sekitarnya. Hal ini untuk menghindari atau memperkecil polusi udara (bau) serta menghindari mengalirnya cairan

sampah ke daerah-daerah lain jika terjadi huajn atau banjir.

2) Tidak dekat dengan permuk iman dan sebaiknya jauh dari daerah keramaian kota untuk mencegah timbulnya masalah baru akibat timbunan sampah seperti menyebarkan hama penyakit, merusak estetika/keindahan lingkungan, menyebarkan bau yang tidak sedap dan sebagainya.

3) Tidak berada di dekat sumber air/saluran air bersih/sungai untuk mencegah terjadinya pencemaran air.

4) Tidak menghambat aliran air hujan, sehingga tidak terjadi penyumbatan yang dapat mengakibatkan banjir.

Lokasi TPA di Kota Pangkalpinang berlokasi di Parit 6 direncanakan terletak di Kelurahan Kelurahan Semabung Baru Kecamatan Girimaya dengan luas ± 2,5 hekta dan Volume sampah di Kota Pangkalpinang berkisar 1.500 hingga 2.000 ton kubik per hari, sementara daya tampung TPA hanya sekitar 600 ton, TPA Parit Enam merupakan tempat pengelolaan akhir berbagai jenis sampah. Dimana sampah-sampah yang ada dibeberapa titik yang ada, akan diproses dan diolah di kawasan tersebut Saat ini sarana persampahan yang terdapat di Kota Pangkalpinang masih jauh dari cukup untuk melayani produksi sampah Kota Pangkalpinang. Kondisi pelayanan sarana persampahan yang ada hampir sepenuhnya digunakan untuk melayani produksi sampah di kawasan pusat kota saja. Selain TPA Parit 6, Kota Pangklapinang memiliki sarana persampahan yang terdiri dari Dump truck, Arm Roll Truck, Container, Bouldozer, PC, Motor Sampah, Grobak sampah, TPS, Tempat sampah, Tempat sampah viber,

Pick Up Operasional, Pick Up Sweeping, Mesin Pengomposan, Peralatan Bengkel, dan Mobil Isap Debu/ Sapu Jalan, untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 5.26 di bawah ini.

Tabel 5.26

Sarana Persampahan dan Kebersihan Kota Pangkalpinang

Sarana Prasarana Persampahan dan Kebersihan Jumlah

Dump Truck 17 unit

Arm Roll Truck 5 unit

Container 22 buah

Bouldozer 1 unit

PC 1 unit

Motor Sampah 20 unit

Gerobak Sampah 20 Unit

TPS 125 Unit

Tempat Sampah 521 Unit

Tempat Sampah Viber 210 Unit Pick Up Operasional 1 Unit

Pick Up Sweeping 1 Unit

Mesin Pengomposan 1 Set

Peralatan Bengkel 1 Set

Mobil Isap Debu/ Sapu Jalan 1 Unit Sumber : Dinas Kebersihan dan Kebakaran, 2012

b. Pengelolaan Persampahan

Pengelolaan sampah di daerah masih buruk. Belum adanya keseriusan pemerintah kota dalam membangun kesadaran warganya untuk mengurangi sampah. Dukungan Pemerintah sangat diperlukan untuk memberikan perhatian ekstra dan bantuan dalampensosialisasian masalah pengelolaan sampah yang sehat. Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan (sustainable) yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Pemerintah pusat dan pemerintahan daerah bertugas menjamin terselenggaranya pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan sesuai dengan tujuan sebagaimana dimaksud dalam UU.No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah. Namun aplikasi di lapangan, pelibatan masyarakat dan pengusaha masih dirasakan kurang, malahan tidak sedikit masyarakat yang tidak/kurang tahu ada Undang-Undang yang mengatur persampahan ini. Diharapkan peran stackholder dalam mengapresiasi masalah ini, masyarakat/lembaga sosial masyarakat perlu memantau dan mengawasi pelaksanaan dari regulasi persampahan ini, demi meningkatkan kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat. Pengelolaan sampah seyogyanya dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya,yaitu produsen sampah itu sendiri. Produsen sampah bisa dipaparkan antara lain :

1) Rumah tangga / masyrakat umum..

2) Pusat perdagangan komersial : Pasar, hotel, restoran dan tempat hiburan

3) Fasilitas umum dan sosial : Rumah ibadah, rumah sakit, terminal, stasiun, sekolah.

4) Industri besar : pabrik, perkantoran

Dapat disimpulkan bahwa penanganan sampah adalah bukan semata-mata tugas pemerintah. Jadi pengelolaan sampah harus ditangani ke pendekatan sumber sampahtersebut diatas. Pendekatan secara umum bisa dilakukan dengan prinsip 4R yang bisaditerapkan dalam keseharian di lingkup terkecil, yakni reduce, reuse, recycle dan replace. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 5.9

Skema Hubungan Antar Komponen

Untuk memecahkan masalah sampah harus melihat pola penanganan yang ada saat ini. Dengan demikian pada titik mana dari mata rantai pembuangan sampah tersebut dapat dilakukan perbaikan dan penyempurnaan sehingga sampah yang masuk ke TPA pada akhirnya hanya berupa sampah yang benar-benar tidak dapat diolah kembali.

Di Kota Pangkalpinang pengelolaan persampahan diselenggarakan berdasarkan pengelolaan kebersihan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, objek pengelolaan kebersihan meliputi :

a. Pengelolaan kebersihan atas sampah yang timbul di jalan, tempat umum dan fasilitas umum;

b. Pengelolaan kebersihan atas sampah yang timbul oleh kegiatan rumah tangga di lingkungan pemukiman;

c.Pengelolaan kebersihan atas sampah yang ditimbulkan oleh kegiatan berdagang di dalam lingkungan dan atau di luar pasar;

d. Pengelolaan kebersihan atas sampah yang ditimbulkan oleh kegiatan usaha social maupun komersial;

e. Pengelolaan kebersihan atas sampah yang ditimbulkan oleh fasilitas taman di tempat-tempat rekreasi;

f. Bina peran serta dan kemitraan pengelolaan sampah;

g. Pengelolaan kebersihan atas sampah yang berada di dalam saluran terbuka (drainase jalan, anak sungai dan sungai).

Pemerintah Kota menyelenggarakan pengelolaan kebersihan berupa kegiatan :

a) Pemeliharaan kebersihan atas sampah di jalan umum, berupa pengumpulan,

b) pengangkutan dan pembuangan atas sampah dari tempat dan fasilitas umum ke TPA;

c) Pemeliharaan kebersihan atas sampah di pasar, berupa pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan ke TPA;

d) Pengaturan dan penetapan lokasi TPS dan TPA; e) Pengangkutan sampah dari TPS ke TPA;

f) Pembuangan atau pemusnahan dan pemanfaatan sampah

Organisasi masyarakat melalui koordinasi RT/RW dan aparat Pemerintah Kota dapat menyelenggarakan pengelolaan kebersihan dilingkungan pemukiman berupa kegiatan pemilahan, pewadahan, penyapuan, pengumpulan dan pemindahan sampah ke TPS;

Lembaga pengelola tempat dan fasilitas umum, pasar, saluran terbuka sungai, taman kota, usaha sosial dan komersial dapat menyelenggaraan pegelolaan kebersihan dilingkungannya berupa kegiatan pengumpulan dan pemindahan sampah sampai ke TPS/TPA;

Sistem pengelolaan persampahan di Kota Pangkalpinang meliputi pengelolaan oleh pemerintah dan swasta serta masyarakat yang meliputi : 1) Pemerintah kota dapat menyelenggarakan bagian pengelolaan

kebersihan berupa kegiatan bina peran serta dan kemitraan dalam pengelolaan sampah. Pemerintah Kota dalam menyelenggarakan pengelolaan kebersihan atas sampah melalui kebijakan pengurangan sampah sejak dari sumbernya, pemanfaatan atau penggunaan kembali, daur ulang dan pengomposan sampah secara maksimal. Pemerintah Kota dapat bekerjasama dengan pihak lain mengembangkan tehnologi modern sesuai dengan kelayakan teknis, ekonomis dan sosial budaya. 2) Setiap pemilik atau pemakai persil dengan tidak terbatas fungsi persil,

bertanggung jawab atas kebersihan bangunan, halaman, saluran, trotoar dan jalan dilingkungan persilnya dan tempat-tempat di sekitarnya.

Pemilik / pemakai persil wajib menyediakan wadah sampah dilingkungan persilnya dan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan; 3) Pengusaha industri atau pengelola kegiatan yang menimbulkan sampah

beracun dan berbahaya wajib mengelolanya terlebih dahulu untuk menghilangkan sifat berbahaya dan beracunnya sebelum membuangnya ke TPS/TPA;

4) Setiap pemilik kendaraan yang beroperasi di Kota baik sebagai kendaraan pribadi maupun angkutan umum wajib melengkapi dengan wadah sampah;

5) Setiap pedagang yang menjajakan barang dagangannya dengan cara dijunjung, dipikul atau di dorong serta pedagang tidak tetap wajib menyediakan wadah sampah untuk menampung sampah yang dihasilkannya;

6) Setiap pengelolaan kegiatan umum seperti parkir, terminal fasilitas olahraga, hiburan atau fasilitas sosial lainnya wajib memelihara kebersihan lokasi kegiatannya.

c. Pembiayaan

Anggaran untuk pengelolaan sampah di daerah cukup minim. Tidak sebanding dengan sampah yang dikeluarkan saat ini. Salah satu target pengelolaan sampah dalam UU18/2008 adalah pengelolaan sampah yang berbasis lingkungan yaitu sanitary landfill. Tetapi perancangan dan pemeliharaan teknologi ini sangat mahal dan tidak mungkinmengambil dari APBD. Dana yang dapat digunakan untuk teknologi ini mungkin dapatdigunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana persampahan terlebih dahulu. Dengan perbaikan di bidang tersebut, maka dapat dimungkinkan timbulan sampah yang terjadi dikota tidak akan menumpuk dan tidak menambah berat proses di pengolahan akhir yang ujungnya adalah pengeluaran dana. Pembangunan TPA Sampah yang berwawasan lingkungan dengan menganut system sanitary landfill membutuhkan biaya yang cukup besar. Untuk pembangunan dan instalasi diperkirakan membutuhkan dana Rp. 57 Milyar / 1.500 m

Biaya ini sangatlah besar jika harus disediakan oleh hanya satu pemerintah kota saja. Solusinya yang dapatdiambil adalah dengan merevitalisasi TPA yang sudah ada yang tentu biayanya jauh lebih murah dibandingkan dengan pembangunan TPA baru. Alternatif lain yang bisa diambil adalah dengan membangun TPA regional yang melayani beberapa wilayah sekaligus. Dengan TPA Regional ini keseluruhan biaya dapat dibagi kepada daerah yang bekerjasama dengan proporsi sesuai kesepakatan. Dalam menjamin keberhasilan dari kerjasama antar daerah ini diperlukan pula pengawasan dari tingkat yang lebih tinggi yaitu Pemerintah Provinsi yang dapat

mengupayakan kebijakan yang menyeluruh serta kerjasama dengan instansi yang lebih tinggi.

Penyelenggaraan pengelolaan kebersihan di biayai oleh pengguna jasa pelayanan atau untuk menikmati manfaat pengelolaan kebersihan dan diatur dan ditetapkan pengenaan tarif jasa pelayanan kebersihan. Dimana Pemerintah Kota membiayai penyelenggaraan pengelolaan kebersihan pelayanan umum, pembiayaan pengelolaan persampahan di Kota Pangkalpinang berasal dari APBD Kota Pangkalpinang dan berasal dari retribusi yang dikenakan kepada masing-masing pengguna persampahan. • Struktur Dan Besarnya Tarif

Struktur Tarif digolongkan berdasarkan pelayanan yang diberikan, jenis serta volume sampah yang dihasilkan dan kemampuan masyarakat. Struktur dan besarnya tarif ditetapkan sebagai berikut:

a. Pengambilan, pengangkutan, pengolahan dan pemusnahan sampah rumah non real estate berdasarkan luas bangunan :

1) Lebih kecil atau sama dengan 21 M3 Rp. 2.000/bln 2) 22 M3 sampai dengan 70 M3 Rp. 4.000/bln

3) 71 M3 sampai dengan 200 M3 Rp. 5.000/bln 4) 201 M3 sampai dengan 300 M3 Rp. 6.000/bln 5) Diatas 300 M3 Rp. 10.000/bln

b. Pengambilan, pengangkutan, pengolahan dan pemusnahan sampah rumah real estate berdasarkan luas bangunan:

1) 21 M3 sampai dengan 36 M3 Rp. 7.500/bln 2) 37 M3 sampai dengan 54 M3 Rp. 9.000/bln 3) 55 M3 sampai dengan 70 M3 Rp. 10.000/bln 4) 71 M3 sampai dengan 120 M3 Rp. 12.500/bln 5) Diatas 120 M3 Rp. 20.000/bln

c. Pengambilan, pengangkutan, pengolahan dan pemusnahan sampah dari katagori Perkantoran, Pendidikan, Apotik, Toko Obat, Klinik, Praktek Dokter, Rumah Sakit, Rumah Bersalin, Puskesmas, Laboratorium, Wartel ditetapkan berdasarkan volume sampah yang dihasilkan :

1. Perkantoran

- Lebih kecil atau sama dengan 0,50 M3/hari Rp.25.000/bln - 0,51M3 sampai dengan 1 M3/hari Rp.35.000/bln

- Lebih dari 1 M3/hari Rp.40.000/bln 2. Lembaga Pendidikan

- 0,51M3 sampai dengan 1 M3/hari Rp. 25.000/bln - Lebih dari 1 M3/hari Rp. 35.000/bln

3. Apotik dan Toko Obat

- Lebih kecil atau sama dengan 0,50 M3/hari Rp. 25.000/bln - 0,51M3 sampai dengan 1 M3/hari Rp. 35.000/bln

- Lebih dari 1 M3/hari Rp. 50.000/bln 4. Klinik dan Praktek Dokter

- Lebih kecil atau sama dengan 0,50 M3/hari Rp. 25.000/bln - 0,51M3 sampai dengan 1 M3/hari Rp. 35.000/bln

- Lebih dari 1 M3/hari Rp. 50.000/bln 5. Rumah Sakit

- Lebih kecil atau sama dengan 0,50 M3/hari Rp. 200.000/bln - 0,51 M3 sampai dengan 1M3 hari Rp. 300.000/bln

- lebih dari 1 M3/hari Rp. 500.000/bln 6. Puskesmas

- lebih kecil atau sama dengan 0,50 M3/hari Rp. 50.000/bln - 0,51 M3 sampai dengan 1 M3/hari Rp 100.000/bln

- lebih dari 1 M3/hari Rp. 150.000/bln 7. Rumah Bersalin

- lebih kecil atau sama dengan 0,50 M3/hari Rp. 50.000/bln - 0,51 M3 sampai dengan 1 M3/hari Rp. 100.000/bln - lebih dari 1 M3/hari Rp. 150.000/bln

8. Laboratorium

- lebih kecil atau sama dengan 0,50 M3/hari Rp. 25.000/bln - 0,51 M3 sampai dengan 1 M3/hari Rp. 35.000/bln

- lebih dari 1 M3/hari Rp. 50.000/bln 9. Wartel

- lebih kecil atau sama dengan 0,50 M3/hari Rp.15.000/bln - 0,51 M3 sampai dengan 1 M3/hari Rp.25.000/bln

- lebih dari 1 M3/hari RP.35.000/bln

d. Pengambilan, pengangkutan, pengolahan dan pemusnahan sampah dari kategori industri/ Pabrik, Perdagangan, Tempat pertunjukan/ hiburan/ tempat pertemuan/hotel, losmen/cottage/ Mess/ Apartemen, Restoran/ Rumah Makan/ Catering, Pergudangan, Perbengkelan, Pencucian Mobil/ Motor, Terminal, Pelabuhan, Supermarket/ Swalayan/ Mall dan sarana olah raga ditetapkan jenis kegiatan usaha :

 Kecil (volume sampah yang dihasilkan lebih kecil atau sama dengan 0,50 M3/hari) Rp.100.000/bln

 Sedang (volume sampah yang dihasilkan 0,51 M3 sampai dengan 1 M3/hari) Rp.300.000/bln

 Besar (volume sampah yang dihasilkan lebih dari 1 M3/hari) Rp.500.000/bln

2. Perdagangan

 Ruko satu lantai Rp. 30.000/bln

 Ruko dua lantai Rp. 40.000/bln

 Ruko tiga lantai Rp.100.000/bln

 Toko Rp. 30.000/bln

 Kios Rp. 25.000/bln

 Los Rp. 25.000/bln

 Awning Rp. 25.000/bln

 Pedagang Kakilima/pedagang tidak menetap Rp. 500/hari

 Sarang burung walet 3 (tiga) lantai Rp.100.000/bln 3. Tempat Pertunjukan/hiburan/pertemuan

 Bar/Discotik/Karaoke dan sejenisnya Rp.500.000/bln

 Gedung pertunjukan/pertemuan Rp.200.000/bln

 Pertunjukan/hiburan umum Rp.300.000/bln 4. Hotel/Penginapan/Losmen/Cottage/Mess/Apartemen

 Hotel Bintang Lima Rp.2.000.000/bln

 Hotel Bintang Empat Rp.1.500.000/bln

 Hotel Bintang Tiga Rp.1.000.000/bln

 Hotel Bintang Dua Rp. 500.000/bln

 Hotel Bintang Satu Rp. 400.000/bln

 Cottage Rp. 500.000/bln  Melati Rp. 100.000/bln  Losmen/penginapan Rp. 50.000/bln  Mess/Apartemen Rp. 100.000/bln 5. Restoran/Rumah Makan/Catering  Restaurant Rp. 100.000/bln  Rumah Makan Rp. 50.000/bln  Catering Rp. 100.000/bln 6. Pergudangan

 kecil (volume sampah yang dihasilkan lebih kecil atau sama dengan 0,50 M3/hari) Rp. 100.000/bln

 Sedang (volume sampah yang dihasilkan 0,51 M3 sampai dengan 1 M3/hari) Rp. 200.000/bln

 Besar (volume sampah yang dihasilkan lebih dari 1 M3/hari) Rp. 300.000/bln.

7. Pencucian Mobil/Motor

 kecil (volume sampah yang dihasilkan lebih kecil atau sama dengan 0,50 M3/hari) Rp. 10.000/bln

 Sedang (volume sampah yang dihasilkan 0,51 M3 sampai dengan 1 M3/hari) Rp. 20.000/bln

 Besar (volume sampah yang dihasilkan lebih dari 1 M3/hari) Rp. 30.000/bln

8. Terminal/Pelabuhan

 Terminal Bus/Angkutan Umum Rp. 200.000/bln

 Pelabuhan Laut Rp.1.000.000/bln

 TPI Rp. 500.000/bln

 Pelabuhan Udara Rp. 750.000/bln 9. Supermarket/swalayan/Mall

 kecil (volume sampah yang dihasilkan lebih kecil atau sama dengan 0,50 M3 /hari) Rp. 300.000/bln

 Sedang (volume sampah yang dihasilkan 0,51 M3 sampai dengan 1 M3/hari) Rp. 500.000/bln

 Besar (volume sampah yang dihasilkan lebih dari 1 M3/hari) Rp.1.000.000/bln

10. Sarana olahraga (indor/Out dor)

 kecil (volume sampah yang dihasilkan lebih kecil atau sama dengan 0,50 M3/hari) Rp. 50.000/bln

 Sedang (volume sampah yang dihasilkan 0,51 M3 sampai dengan 1 M3/hari) Rp. 75.000/bln

 Besar (volume sampah yang dihasilkan lebih dari 1M3/hari) Rp. 100.000/bln

 Khusus lapangan golf dan club house Rp. 500.000/bln 11 Salon/panti pijat

 kecil (volume sampah yang dihasilkan lebih kecil atau sama dengan 0,50 M3/hari) Rp. 25.000/bln

 Sedang (vol. sampah yang dihasilkan 0,51 M3 sampai dengan 1 M3/hari) Rp. 35.000/bln

 Besar (volume sampah yang dihasilkan lebih dari 1 M3/hari) Rp 50.000/bln

e. Bilamana pengambilan, pengangkutan tidak dapat memberlakukan tariff seperti pada point-point tersebut di atas, maka untuk menentukan retribusi pelayanan dimaksud dapat ditaksir dengan perhitungan rit, yang ditetapkan sebesar Rp.85.000/rit Penggunaan tempat pembuangan akhir sampah milik Pemerintah Kota oleh pribadi maupun badan yang berasal dari wilayah Pangkalpinang dikenakan retribusi pembuangan sebesar Rp,10.000/M3.

d. Kelembagaan

Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang adalah Instansi Pemerintah Kota Pangkalpinang yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan kebersihan serta pencegahan dan penanggulangan masalah bahaya kebakaran. Dinas ini berdasarkan Perda tahun 2008 tentang pembentukan serta struktur organisasi perangkat-perangkat pemerintah Kota Pangkalpinang. Keberadaan Dinas Kebersihan dan Kebakaran ini penting mengingat perannya dalam melayani masyarakat secara langsung, sehingga secara jelas dan nyata dirasakan oleh masyarakat. Melalui sumber daya yang ada dan didukung dengan adanya partisipasi masyarakat kegiatan dan pelayanan Dinas Kebersihan dan Kebakaran akan semakin meningkat demi terwujudnya Pangkalpinang Kota BERARTI.

Struktur Dan Pelayanan

Tugas pokok dan fungsi Dinas kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang adalah membantu Walikota dalam menyelenggarakan sebagian urusan rumah tangga kota guna melaksanakan kewenangan otonomi daerah di bidang Kebersihan dan Kebakaran di lingkungan pemerintah kota berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Walikota sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 7 Tahun 2008 tentang Struktur Organisasi Kota Pemerintah Kota Pangkalpinang, Dinas Kebersihan dan Kebakaran dibagi kedalam 4 bidang yaitu Bidang kebersihan, Bidang Pengelolaan Sampah, Bidang Pemadam Kebakaran dan Bidang Sarana dan Prasarana. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini

Gambar 5.10

1. Pelayanan Dinas Kebersihan dan Kebakaran

Dalam dokumen Aspek Teknis Per Sektor (Halaman 117-130)