• Tidak ada hasil yang ditemukan

Program Pembinaan Pengembangan Permukiman a. Target :

Dalam dokumen Aspek Teknis Per Sektor (Halaman 29-33)

• Peningkatan pengembangan perangkat pengaturan dan standar, pedoman dan manual bidang pembangunan permukiman

• Peningkatan peran, fungsi dan kinerja lembaga/institusi pengelola dan Sumber Daya Manusia serta adanya pemisahan peran operator dan regulator

b. Strategi Pendekatan : Tanggap kebutuhan

c. Penanganan : Fasilitasi, kordinasi dengan instansi terkait maupun antar kota, pendampingan, pemberdayaan kepada masyarakat, uji coba dan lain-lain

d. Kontribusi Pemerintah Daerah : Pengembangan Perda, Perkuatan institusi dan kelembagaan pengelola serta sumber daya manusia Dukungan sosial politik, Pendanaan, Pembinaan sistem pengelolaan, dll

2. Program Pengembangan Perencanaan Pengembangan Permukiman a. Target: Tersusunnya master plan/outline plan atau perencanaan teknis

pembangunan permukiman

b. Strategi Pendekatan : Perkuatan program dan perencanaan

c. Penanganan : Penyusunan dokumen-dokumen perencanaan sistem pengembangan permukiman Kota

d. Kontribusi Pemerintah Daerah : Penerapan pembangunan secara konsisten berdasarkan perencanaan yang telah disusun, Perkuatan status dokumen perencanaan, dll

5.1.5.4 Usulan Pengembangan Permukiman

Usulan pengembangan permukiman di Kota Pangkal Pinang lebih ditekankan pada pengelolaan dan pengawasan pengembangan kawasan yang meliputi aspek prasarana dasar dalam pengembangan lingkungan pengembangan kawasan perkotaan, dan pengembangan kawasan khusus, adapun kebutuhan pengembangan dan usulan program adalah

a. Kebutuhan Pengembangan Pengelolaan dan pengawasan

Pengembangan kawasan permukiman di kawasan perencanaan akan diatur oleh undang-undang daerah dan peraturan bangunan daerah sehingga dalam mendirikan bangunan sesuai dengan aturan yang berlaku dan berwawasan lingkungan. Usulan yang dikemukakan perlu mempertimbangkan penataan jangka panjang, serta pengawasan terhadap perkembangan bangunan dan lingkungan.

b. Usulan Dan Prioritas Program

Usulan dan prioritas program komponen pengembangan permukiman disusun berdasarkan paket-paket fungsional dan prioritas penanganan sesuai dengan kebijakan dan strategi pembangunan secara nasional maupun daerah. Program pengembangan pengelolaan Bangunan dan Lingkungan perlu disusun berdasarkan perencanaan yang matang dengan mengacu pada master plan atau outline plan (kota kecil/sedang) serta perangkat dokumen perencanaan lainnya.

Usulan dan Prioritas Program/Kegiatan pengembangan permukiman terurai dalam usulan program terlampir.

5.1.5.5 Rencana Tahapan Pelaksanaan Pengembangan Permukiman

Pelaksanaan pengembangan permukiman di Kota Pangkal Pinang dalam bidang PU keciptakaryaan terbagi menjadi beberapa bagian pelaksanaan yang di bedakan dari tahun pengembangan permukiman dan wilayah. Dalam pengembangan permukiman akan di bagi menjadi pengembangan perkotaan dan kawasan khusus untuk lebih jelasnya lokasi dan waktu pelaksanaan dalam pengembangan permukiman dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 5.2

Peta Pengembangan Rencana Program pengembangan permukiman Tahun 2009-2013 di Kota Pangkal Pinang

5.2 PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN

Bagian ini menjabarkan rencana pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya yang mencakup empat sektor yaitu pengembangan permukiman, penataan bangunan dan Bagian ini menjabarkan rencana pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya yang mencakup empat sektor yaitu pengembangan permukiman, penataan bangunan dan Bagian ini menjabarkan rencana pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya.

Penataan Bangunan dan Lingkungan merupakan salah satu upaya pengendalian pemanfaatan ruang demi terwujudnya lingkungan binaan terutama fisik bangunan dan lingkungan sekitarnya. Penataan bangunan dan lingkungan adalah kegiatan pembangunan untuk merencanakan, melaksanakan, memperbaiki,mengembangkan atau melestarikan bangunan dan lingkungan/ kawasan tertentu sesuai dengan prinsip pemanfaatan ruang dan pengendalian bangunan gedung dan lingkungan secara optimal yang terdiri atas proses perencanaan teknis dan pelaksanaan konstruksi, serta kegiatan pemanfaatan, pelestarian dan pembongkaran bangunan gedung dan lingkungan.

Undang-undang nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman menyatakan bahwa peningkatan kualitas lingkungan permukiman dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan bertahap, mengacu kepada Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan sebagai penjabaran dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dalam pada itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang sudah memiliki RTRW yang merupakan acuan bagi semua perencanaan tata ruang yang akan dilaksanakan guna pengembangan wilayah Kota Pangkalpinang seperti Rencana Detail Tata Ruang Kota/Kawasan atau Rencana Teknis Ruang Kota/Kawasan.

Undang-undang nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan undang-undang nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, merupakan acuan dalam setiap kegiatan pembangunan gedung yang perlu ditindak lanjuti dengan Peraturan Daerah (Perda).

Pembangunan fasilitas umum, pada dasarnya telah dilaksanakan seperti: rumah sakit, sekolah, pusat pasar dan pasar tradisional serta bangunan-bangunan lainnya, namun belum didukung oleh kelengkapan sarana dan prasarana pendukung yang layak. Hal ini dapat dilihat dari kelengkapan utilitas bangunan gedung seperti saitasi yang mencakup saluran air bersih dan saluran pembuangan air kotor.

Penataan Bangunan dan Lingkungan merupakan salah satu upaya pengendalian pemanfaatan ruangdemi terwujudnya lingkungan binaan terutama fisik bangunan dan lingkungan sekitarnya.

Undang-undang nomor 4 tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman menyatakan bahwa peningkatan kualitas lingkungan permukiman dilaksanakan

secara menyeluruh, terpadu dan bertahap, mengacu kepada Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan sebagai penjabaran dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Dalam pada itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang belum memiliki RTRW yang merupakan acuan bagi semua perencanaan tata ruang yang akan dilaksanakan guna pengembangan wilayah Kota Pangkalpinang seperti Rencana Detail Tata Ruang Kota/Kawasan atau Rencana Teknis Ruang Kota/Kawasan.

Undang-undang nomor 28 tahun2002 tentang Bangunan Gedung dan Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan undang-undang nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, merupakan acuan dalam setiap kegiatan pembangunan gedung yang perlu ditindak lanjuti dengan Peraturan Daerah (Perda). Kota Pangkalpinang telah memiliki Peraturan Daerah tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan, Nomor 3 Tahun 2002.

Pembangunan fasilitas umum, pada dasarnya telah dilaksanakan seperti: rumah sakit, sekolah, pusat pasar dan pasar tradisional serta bangunan-bangunan lainnya, namun belum didukung oleh kelengkapan sarana dan prasarana pendukung yang layak. Hal ini dapat dilihat dari kelengkapan utilitas bangunan gedung seperti saitasi yang mencakup saluran air bersih dan saluran pembuangan air kotor.

5.2.1 Arahan Kebijakan dan Lingkup Kegiatan Penataan Bangunan dan

Lingkungan

5.2.1.1 Arahan Kebijakan

Penataan bangunan dan lingkungan adalah serangkaian kegiatan yang diperlukan sebagai bagian dari upaya pengendalian pemanfaatan ruang, terutama untuk mewujudkan lingkungan binaan, baik di perkotaan maupun di perdesaan, khususnya wujud fisik bangunan gedung dan lingkungannya.

Kebijakan penataan bangunan dan lingkungan mengacu pada Undang-undang dan peraturan antara lain:

1) UU No.1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman

Dalam dokumen Aspek Teknis Per Sektor (Halaman 29-33)