Pada tahun 1813 Inggris(East India Company) menjadikan Pangkalpinang sebagai salah satu Distrik dari Distrik eksplorasi timah produktif disamping Jebus, Klabat,
Sungailiat, Merawang, Toboali dan Belinyu, sejak itu Pangkalpinang mulai dikenal sebagai kota Timah serta kota pusat perdagangan dan jasa di Pulau Bangka Pada tahun 1913, Pemerintah Belanda memindahkan Ibukota Karesidenan Bangka dari Menthok ke Pangkalpinang, dengan kepindahan tersebut menjadikan kota Pangkapinang sebagai pusat penanbangan timah di Bangka dan pusat Administrasi Negeri (bestuur). Wisma Timah I pada awalnya adalah rumah dinas pejabat Banka Tin Winning Bedriff (BTW), setelah ibukota Keresidenan Bangka pindah ke Pangkalpinang. Saat ini Bangunan ini dimanfaatkan sebagai hotel/penginapan tamu-tamu, baik hotel/penginapan dari PT. Timah maupun masyarakat umum.
Wisma Timah I merupakan Benda Cagar Budaya Kota Pangkalinang dengan bangunan satu lantai, dengan atap berbentuk limas, dinding bata, lantai tegel kuning bermotif. Pintu dan jendela dibuat dari kayu dan kaca bangunan utama memiliki satu ruang tamu, ruang keluarga dan empat kamar tidur (satu kamar tidur utama). Dapur dan bangunan untuk kamar pembantu/sopir terpisah dari bangunan utama dihubungan selasar. Kondisi bangunan terawat dengan baik, belum banyak perubahan, kecuali penambahan ruang penerima tamu pada bangunan kamar pembantu dan sopir sebagai fasilitas tambahan penginapan.
5.2.3.2 Kondisi Ruang Terbuka Hijau
Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Pangkalpinang tahun 2011 baru mencapai 12 persen. Padahal, Undang-undang (UU) Nomor 26 tahun 2007 yang mengatur proporsi RTH pada wilayah kota minimal 30 persen dari luas wilayah.
Dari segi kuantitas, jumlah taman dan RTH yang ada di Kota Pangkalpinang berjumlah sekitar 16 taman dengan luas total sekitar 379,67 Ha. Taman dan RTH tersebut tersebar pada 7 (tujuh) Kecamatan yang ada di Kota Pangkalpinang.
Bentuk dari taman dan RTH tersebut terbagi menjadi 2 (bentuk) yaitu bentuk yang pertama jalur atau koridor yang mengikuti jaringan jalan dan sungai yang bersangkutan,sedangkan bentuk yang kedua berupa areal, kawasan, blok ataupun taman.
Untuk lebih jelasnya mengenai jumlah taman di Kota Pangkalpinang, dapat dilihat padaTabel 5.8berikut.
Tabel 5.8
Jumlah Taman di Kota Pangkalpinang Tahun 2012
No Jalan Nama RTH Luas
(Ha) Kelurahan Kecamatan
1 Jl. Melintas Jalan 1.00 Kel. Kpg
Melintang
Kecamatan Rangkui
2 Jl. Sudirman Jalan 1.30 Kp. Katak Kecamatan Taman
Sari
3 Jl.Merdeka Taman Sari 0.33 Kel. Taman Sari Kecamatan Taman Sari
4 Jl. Yossudarso Perm.Garaha Rosmania
11.00 Kel.Gabek Kecamatan Pangkalbalam
5 Jl. Ketapang Jalan 0.21 Kel. Ketapang Kecamatan
Pangkalbalam
6 Jl. Ketapang Jalan 0.14 Kel Ketapang Kecamatan Bukit
Intan
7 Jl. Merdeka Lapangan Merdeka 1.44 Kel. Taman Sari Kecamatan Taman Sari
8 Jl.Kacang Pedang Kolong Retensi 6.65 Kel. Kacang Pedang
Kecamatan Gerunggang 9 Jl. Raya Tua Tunu Perm. PNS 3.00 Kel Tua Tunu
Indah
Kecamatan Gerunggang 10 Jl. Air Itam Perm. Tanjung
Bunga
5.00 Kel. Air Itam Kecamatan Rangkui 11 Jl. Bangka Perum. Taman
Kota
6.00 Kel Air itam Kecamatan Rangkui 12 Jl. Rasa Kunda Perm Bumi
Sriwijaya
6.00 Kel Sriwijaya Kecamatan Taman Sari
13 Jl. Selindung Baru Perm.Graha Loka 100.00 Kel Selindung Kecamatan Pangkalbalam 14 Jl.Selindung Baru Perm. Greens
Land
140.00 Kel. Selindung Kecamatan Pangkalbalam 15 Jl. Pahlawan 12 Perm Kota
Pahlawan 12
1.60 Kel. Kc Pedang Kecamatan Gerunggang 16 Jl. Ketapang Perkebunan PT
Dona
100.00 Kel. Ketapang Kecamatan Bukit Intan
JUMLAH 382.87
Sumber : Hasil survey dan RTRW Kota Pangkalpinang Tahun 2012
Dari pola persebaran yang ada bahwa sebaran taman dan RTH di Kota Pangkalpinang tidak merata. Taman lebih terkonsentrasi di Kecamatan Tamansari dibandingkan dengan Kecamatan lainnya,sehingga jika dikaitkan dengan jumlah penduduk, untuk mengetahui ratio pelayanan taman terhadap jumlah penduduk dapat dilihat padaTabel 5.9berikut.
Tabel 5.9
Jumlah dan Rasio Taman Setiap Kecamatan Kota Pangkalpinang Tahun 2012 Indikator
Kecamatan Kota
Rangkui Tamansari Bukit Intan Pangkal-balam Gerung-gang Pangkal-pinang
Luas wilayah (Ha) 787 133 3654 3556 3710 11840
Jumlah penduduk (jiwa) 39,447 12,067 38,761 38,417 29,732 160,451
Jumlah taman (unit) 3 4 2 4 3 16
Luas taman (Ha) 11 9.07 100.14 251.21 8.25 382.87
Rasio :
Taman per penduduk (m2/jiwa) 2.79 7.52 25.90 65.39 2.77 23.86 Taman terhadap luas wilayah (%) 1.40 6.82 2.74 7.06 0.22 3.21 Sumber : RTRW Kota Pangkalpinang, 2010-2030
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa rasio taman per jumlah penduduk tertinggi berada di Kecamatan Pangkalbalam yaitu sekitar 65.39 (m2/jiwa) dengan persentase taman terhadap luas wilayah sekitar 7.06%. Sedangkan untuk ratio taman perjumlah penduduk terendah berada di Kecamatan Rangkui yaitu sekitar 2.98 (m2/jiwa) dengan persentase taman terhadap luas wilayah sekitar 1.40%. Secara keseluruhan persentase taman terhadap luas Wilayah Kota Pangkalpinang yaitu 3.21%.
Kondisi Pemadam Kebakaran
Angka Kejadian Kebakaran selama semester II tahun 2009 meningkat sangat tajam dan mencapai puncaknya pada bulan September 2009 sebanyak 46 kejadian kebakaran. Total kejadian kebakaran tahun 2009* sebanyak 82 kali kejadian kebakaran, meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.
Distribusi kejadian kebakaran di Kota Pangkalpinang tahun 2009* kejadian paling banyak adalah kebakaran hutan/lahan kosong sebanyak 57 kejadian dan rumah 12 kali kejadian. Hal ini menggambarkan perlu ditingkatkannya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungannya, karena sebagian kejadian tersebut menimpa lahan kosong yang tidak terawatt disekitar pemukiman warga. Kejadian kebakaran terbesar adalah hutan dan ini merupakan dampak dari fenomena alam El Nino yang menyebabkan suhu di musim kemarau meningkat secara drastic dan memicu terjadinya kebakaran lahan. Penyebab terjadinya kebakaran yang paling besar berikutnya adalah arus pendek listrik, hal ini disebabkan oleh pemadaman bergilir yang dilakukan PLN. Tanggap Kebakaran Tim Pemadam Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang baik seperti terlihat dari waktu tanggap rata-rata ± 10 menit. Kejadian kebakaran di Kota Pangkalpinang semester I tahun 2009 dapat diatasi oleh Tim Pemadam Dinas Kebersihan dan Kebakaran Kota Pangkalpinang dengan rata-rata waktu pemadaman ± 25 menit dan tidak terdapat korban jiwa. Partisipasi masyarakat membantu penanganan kebakaran cukup tinggi, namun partisipasi untuk memiliki tabung racun api sebagaimana diamanatkan Perda Nomor 05 Tahun 2009 masih rendah. Terjadinya kerjasama lintas instansi dalam
usaha pemadaman kebakaran seperti terlihat dari partisipasi Unit Pemadam Kebakaran PT Timah dan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, Kepolisian, Tagana hingga ke tingkat Kecamatan. Dengan jumlah penduduk ± 180.000 jiwa, berdasarkan standar pelayanan kota Pangkalpinang seharusnya dilayani oleh 5 unit Mobil Pemadam (Fire Truck) dengan 30 orang Petugas. Pada kenyataannya saat ini baru terpenuhi 3 unit fire truck 1 unit Fire jeep dengan 22 orang Petugas Pemadam Kebakaran (73,3 %).
5.2.4 Analisis Kebutuhan Penataan Bangunan dan Lingkungan
Analisis kebutuhan Program dan Kegiatan untuk sektor PBL oleh Kab/Kota, hendaknya mengacu pada Lingkup Tugas DJCK untuk sektor PBL yang dinyatakan pada Permen PU No. 8 Tahun 2010, dijabarkan kegiatan :
a. Kegiatan Penataan Lingkungan Permukiman
Dengan kegiatan yang terkait adalah penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL), Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK), pembangunan prasarana dan sarana lingkungan permukiman tradisional dan bersejarah, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di perkotaan.
1. RTBL (Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan)
RTBL berdasarkan Permen PU No. 6 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan didefinisikan sebagai panduan rancang bangun suatu lingkungan/kawasan yang dimaksudkan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang, penataan bangunan dan lingkungan, serta memuat materi pokok ketentuan program bangunan dan lingkungan, rencana umum dan panduan rancangan, rencana investasi, ketentuan pengendalian rencana, dan pedoman pengendalian pelaksanaan pengembangan lingkungan/kawasan. Materi pokok dalam Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan meliputi:
• Program Bangunan dan Lingkungan;
• Rencana Umum dan Panduan Rancangan;
• Rencana Investasi;
• Ketentuan Pengendalian Rencana;
• Pedoman Pengendalian Pelaksanaan.