• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

6.7. Analisis Struktur Pasar

Struktur pasar Ikan Mas diidentifikasikan dengan melihat jumlah lembaga pemasaran yang terlibat, keadaan produk, kondisi keluar masuk pasar, serta informasi pasar.

6.7.1. Jumlah Lembaga Pemasaran

Lembaga pemasaran Ikan Mas yang terlibat di Kecamatan Pagelaran terdiri dari pedagang pengumpul, pedagang pengumpul luar kecamatan, pedagang pengecer, pemilik kolam pemancingan dan pemilik rumah makan. Responden pembudidaya Ikan Mas di Kecamatan pagelaran berjumlah 30 orang, yang terbagi 15 orang pembudidaya yang masuk kelompok dan 15 orang pembudidaya

mandiri.

Pembudidaya sebagai pihak produsen hanya menjual Ikan Mas kepada pedagang pengumpul. Kondisi ini menyebabkan posisi tawar (bargaining

position) dari pembudidaya sangat lemah. Tidak ada keterikatan hubungan antara

memiliki kebebasan dalam menjual produksinya kepada pedagang pengumpul mana saja. Dalam keadaan normal, untuk terus menjaga kelangsungan dari penjualan Ikan Mas umumnya pembudidaya menjual kepada pedagang

pengumpul langganannya. Pada saat panen raya, pembudidaya harus menerima harga yang diberikan oleh pedagang pengumpul dan juga harus mengantri dengan pembudidaya lain untuk mendapatkan waktu panen. Sedangkan pada waktu penawaran ikan dari pembudidaya sedang turun, maka pedagang pengumpul harus berlomba-lomba dengan pedagang pengumpul lainnya dalam mendapatkan ikan.

Pedagang pengumpul yang menjadi responden berjumlah 3 orang. Tiap pedagang pengumpul dapat menjual kepada lebih dari satu pedagang luar kecamatan dan pedagang pengecer. Kondisi permintaan Ikan Mas yang cukup tinggi memberi peluang kepada pedagang pengumpul untuk mengembangkan usahanya. Pedagang pengumpul luar kecamatan yang menjadi responden berjumlah 2 orang. Berdasarkan wawancara dengan pedagang pengumpul luar kecamatan, Ikan Mas yang dihasilkan dari Kecamatan Pagelaran hanya dipasarkan di Provinsi Lampung saja untuk memenuhi permintaan pasar yang besar.

Pedagang pengumpul dalam kecamatan dan pedagang pengumpul luar kecamatan kemudian menyalurkan Ikan Mas ke pedagang pengecer.

Pedagang pengecer yang menjadi responden berjumlah 6 orang, 3 orang pedagang pengecer dalam kecamatan dan 3 orang pedagang pengecer luar kecamatan. Jumlah pedagang pengecer lebih banyak daripada jumlah pedagang pengumpul luar kecamatan. Pedagang pengecer sebagai penjual yang berhadapan dengan konsumen akhir yang jumlahnya relatif lebih banyak. Pemilik rumah makan merupakan salah satu konsumen dari pedagang pengecer. Pemilik rumah makan yang dijadikan responden berjumlah 3 orang. Kolam pemancingan yang menjadi responden berjumlah 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik kolam pemancingan, masih jarang masyarakat yang mencoba dalam bidang pemancingan. Sehingga tidak banyaknya pesaing menyebabkan pemilik kolam pemancingan memiliki posisi tawar yang tinggi dalam penentuan harga jual.

6.7.2. Sifat Produk

Produk Ikan Mas di Kecamatan Pagelaran dari mulai pembudidaya sampai ke tangan pedagang pegecer bersifat homogen (seragam). Dalam penentuan pembeliannya, konsumen tidak tergantung pada siapa yang menjual Ikan Mas melainkan pada tingkat harga komoditas tersebut. Pedagang pengecer menjual Ikan Mas hingga sampai ke tangan konsumen rumah tangga dan rumah makan. Konsumen rumah makan menjual produk yang bersifat berbeda karakteristik (deferensiasi). Perbedaan karakteristik dari komoditas yang dihasilkan rumah makan dirasakan oleh konsumen. Perbedaan tersebut meliputi rasa, isi per porsi, jenis hidangan dam pelayanan rumah makan. Untuk lebih jelasnya keadaan produk pada tiap lembaga pemasaran dapat dilihat pada Tabel 16.

Tabel 16. Keadaan Produk pada Tiap Lembaga Pemasaran yang Terlibat Pada Pemasaran Ikan Mas di Kecamatan Pagelaran tahun 2008

Tingkatan Pemasaran Keadaan Produk

Pembudidaya Homogen Pedagang pengumpul Homogen

Pedagang pengumpul luar kecamatan Homogen Pedagang pengecer Homogen Pemilik kolam Pemancingan Homogen Pemilik rumah makan Heterogen Sumber : Data Primer

6.7.3. Kemudahan Keluar Masuk Pasar

Kondisi keluar masuk pasar berkaitan dengan kemampuan lembaga pemasaran untuk memasuki dan meninggalkan pasar. Hal ini dipengaruhi oleh tinggi rendahnya hambatan untuk memasuki pasar yang dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain, tinggi rendahnya modal atau biaya yang dimiliki untuk bertindak sebagai pesaing dalam rangka memasuki pasar dan keterikatan antara lembaga pemasaran atau hubungan dengan lembaga pemasaran.

Keseluruhan pembudidaya menjual hasil panennya ke pedagang

pengumpul, hal ini dikarenakan pembudidaya tidak mampu memasarkan sendiri hasil-hasil produksinya karena dibutuhkan modal yang cukup besar untuk membayar biaya pemasaran dan juga pengetahuan akan lembaga-lembaga perantara diatasnya yang membutuhkan produk Ikan Mas.

Sementara hambatan yang dirasakan di pedagang pengumpul untuk memasuki pasar pada keadaan penawaran Ikan Mas turun, cukup besar. Hal ini

disebabkan karena untuk mendapatkan Ikan Mas cukup sulit dan harus bersaing dengan pedagang pengumpul lainnya. Pada keadaan normal, seseorang yang mempunyai relasi dengan pedagang perantara diatasnya yang membutuhkan Ikan Mas dan memiliki modal untuk membiayai biaya transportasi serta penyediaan oksigen dan plastik dapat sewaktu-waktu menjadi pedagang pengumpul, karena pembayaran atas pembelian Ikan Mas dilakukan dengan cara kredit dengan jangka waktu kurang lebih 1 minggu.

Hambatan yang dialami oleh pedagang pengumpul luar kecamatan cukup besar, yaitu ketersediaan modal yang besar karena pembayaran yang dilakukan adalah secara tunai, dan harus mempunyai hubungan dengan pedagang

pengumpul di Kecamatan Pagelaran untuk mendapatkan stok Ikan Mas serta harus mempunyai pengetahuan tentang kualitas ikan yang baik. Pada tingkat pedagang pengecer tidak diperoleh hambatan yang berarti dalam memasuki pasar.

Hambatan yang paling besar adalah modal namun jumlahnya relatif kecil karena pembelian Ikan Mas yang dilakukan dalam jumlah kecil.

Pemilik kolam pemancingan tidak mengalami hambatan yang berarti, karena umumnya pemilik kolam pemancingan memiliki modal yang besar untuk penyediaan stok Ikan Mas. Pemilik rumah makan juga tidak mengalami hambatan yang berarti. Dalam penyediaan menu Ikan Mas, pemilik rumah makan langsung dapat membeli dari pedagang pengecer di pasar. Hambatan yang dialami oleh pemilik rumah makan adalah bagaimana caranya agar konsumen mengenal dan dapat membeli hidangan yang disajikan di rumah makan tersebut.

6.7.4. Informasi Pasar

Informasi pasar sangat penting bagi lembaga-lembaga pemasaran jika yang diinginkan adalah terjadinya efisiensi dalam mekanisme pasar. Pembudidaya memerlukan informasi tentang kemungkinan jumlah permintaan dan harga dari produk sebagai dasar untuk membuat keputusan tentang harga jual yang

ditetapkan. Informasi harga bagi pedagang pengumpul diperoleh secara langsung dari pedagang perantara yang berada diatasnya. Sumber informasi ini diperoleh dari harga yang dibayar oleh konsumen akhir dan sumber tersebut kemudian menjadi patokan para pedagang dibawahnya. Harga yang berlaku di Kecamatan

Pagelaran sesuai harga pasar, pada saat permintaan naik harga Ikan Mas naik dan pada saat permintaan turun harga Ikan Mas turun. Karena harga yang berlaku adalah harga pasar, baik harga jual pembudidaya dan harga beli penjual umumnya seragam. Pertukaran informasi umumnya hanya terbatas pada sesama pedagang perantara, sehingga biasanya pembudidaya tidak mengetahui kondisi harga di tingkat pengecer.

Berdasarkan uraian mengenai jumlah pedagang perantara yang terlibat, keadaan produk, kondisi keluar masuk pasar dan informasai pasar, dapat diketahui struktur pasar Ikan Mas di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Tanggamus. Struktur pasar yang terbentuk di antara pembudidaya dan pedagang pengumpul adalah struktur pasar oligopsoni dimana jumlah pembudidaya lebih banyak daripada jumlah pedagang pengumpul. Pedagang pengumpul mempunyai bargaining

position yang lebih kuat dibandingkan pembudidaya. Sehingga pedagang

pengumpul berperan sebagai price maker dan pembudidaya sebagai price taker. Saling ketergantungan yang ada antar pelaku menyebabkan tindakan suatu pelaku (misalnya menurunkan harga) akan berdampak nyata terhadap para pesaing.

Pedagang pengumpul dan pedagang pengumpul luar kecamatan

membentuk struktur pasar oligopoli, dimana jumlah pedagang pengumpul sebagai penjual lebih sedikit daripada jumlah pedagang pengumpul luar kecamatan

sebagai pembeli. Pada saat penawaran tinggi, pedagang pengumpul luar kecamatan memiliki bargaining position yang lebih kuat, sedangkan pada saat penawaran turun pedagang pengumpul memiliki posisi tawar yang lebih kuat.

Struktur pasar yang terbentuk antara pedagang pengumpul dan pedagang pengumpul luar kecamatan dengan pedagang eceran adalah struktur pasar oligopoli. Jumlah pedagang pengumpul sebagai penjual lebih sedikit daripada jumlah pedagang pengecer. Pada kondisi ini, pedagang pengecer memiliki pengetahuan yang lebih mengenai harga di kalangan konsumen daripada pedagang pengumpul. Tetapi pedagang pengumpul tetap memiliki bargaining

position yang kuat dibandingkan pedagang pengecer. Hal ini disebabkan oleh

pembelian Ikan Mas oleh pedagang pengecer hanya dalam jumlah kecil. Pedagang pengecer dengan rumah makan membentuk struktur pasar oligopoli, hal ini

sebagai pembeli. Rumah makan bebas menentukan harga jual dari produk hasil olahannya kepada konsumen walaupun masih bersaing dengan rumah makan yang menjual produk yang sama.

Pedagang pengumpul luar kecamatan dengan kolam pemancingan membentuk pasar oligopsoni, dimana jumlah pedagang pengumpul luar kecamatan sebagai penjual lebih banyak daripada jumlah kolam pemancingan sebagai pembeli. Pada kondisi ini, pemilik kolam pemancingan bebas menentukan harga jual dari Ikan Mas walaupun masih bersaing dengan tempat pemancingan yang lain. Para pemancing, umumnya mau mengeluarkan biaya yang relatif mahal untuk meyalurkan hobinya dan menikmati fasilitas yang tersedia.

Dokumen terkait