Skematik atau struktur segmen 6 :
a. Wawancara Bursah Zarnubi terkait kabar akan maju menjadi Gubernur DKI Jakarta
b. Grafis poster Bursah Zarnubi “Jakarta Butuh Pemimpin yang Pro Rakyat, Bursah Zarnubi untuk Jakarta”
c. Adu argumen antara Teman Ahok dan Lawan Ahok terkait cara komunikasi Basuki Tjahaja Purnama
d. Video tanggapan Basuki Tjahaja Purnama terhadap Bursah Zarnubi terkait kabar akan maju menjadi Gubernur DKI Jakarta
Struktur Mikro
Wawancara Bursah Zarnubi terkait kabar akan maju menjadi Gubernur DKI Jakarta
Terdapat elemen koherensi kondisional (sisntaksis) pada
pernyataan Bursah Zarnubi “.... Kita ga ada ingin pemimpin yang
ingin menggoda orang menimbulkan konflik. Konflik besar di Indonesia Karena itu dia kita harus suntikkan siapa saja harus berhenti pemimpin kaya cakap-cakap kaya begitu”. Kata hubung
(konjungsi) “yang” menjelaskan kalimat penjelas setelahnya. Adanya kalimat penjelas ini menjadi cermin kepentingan komunikator karena dapat memberi keterangan yang baik atau buruk terhadap suatu pernyataan. Dalam hal ini, Bursah Zarnubi menganggap Basuki Tjahaja Purnama sebagai pemimpin yang suka membuat orang berkonflik. Pilihan kata / leksikon (stilistik) “menggoda” disini pun menunjukkan sikap dan kepercayaannya bahwa Basuki Tjahaja Purnama merupakan pemimpin yang suka menyebabkan konflik dalam hal ini karena cara berkomunikasinya.
Grafis poster Bursah Zarnubi
Gambar 23 Poster Bursah Zarnubi
Saat Bursah Zarnubi mengatakan tidak akan maju pada Pilkada
DKI 2017, Najwa Shihab lantas mengatakan “Karna kemudian ada
beredar poster seperti ini nih. Kita tunjukkan dulu posternya” dengan
ekspresi (retoris) agak tersenyum.
Gambar 24 Ekspresi Najwa Shihab
Ekspresi dari Najwa Shihab yang agak tersenyum dan sekilas tampak puas serta intonasi suara yang seolah menyindir ditangkap peneliti sebagai bentuk kepuasan berhasil mematahkan pernyataan Bursah Zarnubi yang mengatakan tidak akan maju pada Pilkada DKI 2017 dengan menayangkan grafis (retoris) tersebut.
Kemudian Najwa Shihab kembali menyerang Bursah Zarnubi dengan pertanyaan “Nah ini.. Jakarta butuh pemimpin yang pro
rakyat. Bursah Zarnubi untuk Jakarta. Jadi target Lawan Ahok untuk memajukan Anda?”. Kata “jadi” pada kalimat tersebut mengandung
indikasi praanggapan (semantik) karena kenyataannya belum terjadi, namun didasarkan pada anggapan yang bisa dijadikan dasar untuk mendukung suatu gagasan tertentu. Dalam hal ini Najwa Shihab beranggapan dengan adanya gerakan Lawan Ahok dan poster Bursah Zarnubi tersebut mengindikasikan bahwa Lawan Ahok ada karena ingin memajukan Bursah Zarnubi sebagai salah satu penantang Basuki Tjahaja Purnama.
Adu argumen antara Teman Ahok dan Lawan Ahok
Pada bagian ini, terjadi adu argumen antara Teman Ahok dan Lawan Ahok terkait cara komunikasi Ahok. Tubagus Ramadhan dalam pernyataannya “Menurut saya tidak sesering itu juga gitu kan.
Tapi ini menarik kenapa? Karena selalu disorot oleh media. Makanya image yang terbentuk adalah Ahok adalah orang yang sering
ngomong kasar” terindikasi maksud (semantik) implisit untuk
membela Basuki Tjahaja Purnama. Bahwa Basuki Tjahaja Purnama terkesan omongannya kasar itu karena sering disorot media sehingga
image itulah yang terbangun di masyarakat.
Setelah itu, Najwa Shihab sebagai pembawa acara membalas pernyataan Tubagus Ramadhan itu dengan pertanyaan “Padahal tidak
sering-sering amat sebetulnya?” yang dijawab Tubagus “Iya, kalo menurut saya sih ngga”. Kemudian Najwa Shihab berkata pada
Bursah Zarnubi “Tidak sering-sering amat Pak Bursah”. Terdapat pengulangan kata “tidak sering-sering amat” oleh Najwa Shihab ini mengindikasikan bentuk penegasan dan pembelaan secara implisit dan tersembunyi Najwa Shihab kepada Tubagus Ramadhan atau Teman Ahok. Bagi penulis, secara tidak langsung ini merupakan suatu maksud (semantik) implisit keberpihakan Najwa Shihab kepada Basuki Tjahaja Purnama.
Pada pernyataan Bursah Zarnubi “...Ga juga sembarang orang
boleh deklarasi dong. Masuk facebook ya deklarasi, ya ga bener juga dong” terdapat maksud (semantik) implisit kritik kepada Marco
Kusumawijaya yang mendeklarasikan niatnya untuk maju pada Pilkada DKI 2017 melalui facebook.
Lantas Najwa Shihab memastikan kembali niat Bursah Zarnubi dengan Lawan Ahok bukanlah untuk memajukannya di Pilkada DKI
2017 dengan pertanyaan “Kalau Anda tidak mungkin maju?”, mengulangi lagi dengan pertanyaan “Tidak mungkin maju?” serta pertanyaan “Jadi ini gerakan moral?” memiliki maksud (semantik) implisit untuk ‘menggodanya’ karena pernyataan Bursah Zarnubi yang sebelumnya mengatakan tidak menggunakan Lawan Ahok untuk maju di Pilkada DKI 2017. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan
“Padahal Pak Ahok bilang kalo Anda maju bagus lho” serta
menayangkan video pernyataan Ahok mengenai Bursah Zarnubi apabila maju sebagai salah satu penantangnya menunjukkan bagaimana secara implisit dan tersembunyi praktik bahasa digunakan untuk maksud tertentu.
Sebelum menayangkan video pernyataan Basuki Tjahaja Purnama mengenai Bursah Zarnubi apabila maju sebagai salah satu penantangnya, Najwa Shihab mengatakan “Kita akan dengar cuplikan
apa kata Pak Ahok tentang Pak Bursah Zarnubi berikut ini” lantas
tertawa. Ekspresi (retoris) mampu mempengaruhi pengertian dan mensugesti khalayak pada bagian mana yang harus diperhatikan dan pada bagian mana yang tidak. Ekspresi juga menimbulkan secara tidak langsung makna ideologis dari komunikator.
Gambar 25 Ekspresi Najwa Shihab
Selanjutnya ditayangkanlah video pernyataan Basuki Tjahaja Purnama mengenai sosok Bursah Zarnubi apabila maju sebagai salah satu penantangnya. Dalam video itu ia mengatakan dengan ekspresi (retoris) yang agak tersenyum.
Gambar 26
Ahok Komentari Bursah Zarnubi
Bagi peneliti, senyuman penuh arti ini menghadirkan pandangan Basuki Tjahaja Purnama yang terkesan underestimate terhadap Bursah Zarnubi apabila maju sebagai salah satu penantangnya. Ditambah lagi
dengan pernyataannya “...kalo mau maju, dulu punya partai, pernah
pimpin partai. Saya kira pernah DPR RI, pengalaman oke lah saya kira” yang secara implisit (elemen maksud (semantik))
mempertegas kesan underestimate tersebut.
Tabel 12
Kerangka Analisis Data Segmen 6 Struktur
Wacana Elemen Temuan
Super struktur (skematik)
Skema / Alur a. Wawancara Bursah Zarnubi terkait kabar akan maju menjadi Gubernur DKI Jakarta
b. Grafis poster Bursah Zarnubi “Jakarta Butuh Pemimpin yang Pro Rakyat, Bursah Zarnubi untuk Jakarta”
c. Adu argumen antara Teman Ahok dan Lawan Ahok terkait cara komunikasi Basuki Tjahaja Purnama
d. Video tanggapan Basuki Tjahaja Purnama terhadap Bursah Zarnubi terkait kabar akan maju menjadi Gubernur DKI Jakarta
Struktur mikro (semantik)
Maksud Secara implisit Tubagus Ramadhan membela Basuki Tjahaja Purnama dalam pernyataan “Karena selalu disorot oleh media.
Makanya image yang terbentuk adalah Ahok adalah orang yang sering ngomong kasar”
Pengulangan kata “tidak sering-sering amat” oleh Najwa Shihab untuk menegaskan pernyataan Tubagus Ramadhan
Pernyataan Bursah Zarnubi “...Ga
juga sembarang orang boleh deklarasi dong. Masuk facebook ya deklarasi, ya ga bener juga dong” mengindikasikan kritik
kepada Marco Kusumawijaya Pernyataan Basuki Tjahaja
Purnama “...kalo mau maju, dulu
punya partai, pernah pimpin partai. Saya kira pernah DPR RI, pengalaman oke lah saya kira”
terkesan underestimate terhadap Bursah Zarnubi
Praanggapan Najwa Shihab mengatakan “Nah
ini.. Jakarta butuh pemimpin yang pro rakyat. Bursah Zarnubi untuk Jakarta. Jadi target Lawan Ahok untuk memajukan Anda?”
Kata “jadi” pada “Jadi target
Lawan Ahok untuk memajukan Anda?” mengindikasi praanggapan
oleh Najwa Shihab Struktur
mikro (sintaksis)
Koherensi
kondisional Kata hubung “yang” pada pernyataan Bursah Zarnubi“....
Kita ga ada ingin pemimpin yang
ingin menggoda orang
menimbulkan konflik,...” sebagai
penghubung kalimat penjelas Struktur
mikro (stilistik)
Leksikon /
pemilihan kata Kata “menggoda” pada pernyataan Bursah Zarnubi“.... Kita ga ada
ingin pemimpin yang ingin menggoda orang menimbulkan konflik,...”
Struktur mikro (retoris)
Grafis Grafis poster Bursah Zarnubi
Komentar Basuki Tjahaja Purnama mengenai Bursah Zarnubi
Ekspresi Ekspresi wajah dan intonasi nada Najwa Shihab saat menunjukkan grafis poster Bursah Zarnubi
Najwa Shihab tertawa setelah mengatakan kepada pemirsa akan mendengarkan cuplikan Komentar Basuki Tjahaja Purnama mengenai Bursah Zarnubi
Ekspresi Basuki Tjahaja Purnama saat mengomentari Bursah Zarnubi
7. Analisis Teks Segmen 7