• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN TOKOH,

B. Analisis Tokoh dan Penokohan

1. Analisis Tokoh

Elisa merupakan wanita keturunan Indo. Hal ini ditunjukkan pengarang dalam kalimat berikut ini.

(1) Aku satu-satunya anak Indo di asrama. Sebutan itu kudengar membuntuti keterangan yang diucapkan teman sepondokan kepada pengunjungnya (hlm. 39). (2) “Ah, kau jangan khawatir. Gadis Indo banyak yang menyukai,” kata Lansih lagi. “Apalagi kau banyak pilihan.” (hlm. 49).

(3) Bukankah gadis Indo terkenal bebas? Lebih berani dari wanita Indonesia asli? Aku tidak akan mendapatkan kesukaran mendekati lelaki pegawai seperusahaan, baik di kantor kemayoran maupun anggota awak yang berkedudukan dengan jaminan ekonomi yang sesuai dengan hasratku (hlm. 163).

Elisa juga merupakan seorang pramugari. Hal tersebut dibuktikan dalam kutipan berikut ini.

(4) Seharian tidak berhentinya aku hilir mudik melayani penumpang. Kakiku pegal gemetar. Lebih-lebih hari itu aku terbang dengan rekan yang kurang cocok. Dengan pesawat yang sama, jika tidak penuh, biasa dilayani seorang pramugari (hlm. 25).

(5) Sejak perusahaan tempatku bekerja ditinggalkan pegawai-pegawai bangsa Belanda, perkampungan Rajawali menjadi kosong. Seperti kata Lansih, rumah-rumah itu diutamakan bagi keluarga-keluarga dan penerbang-penerbang bersama petugas udara lain yang berkedudukan penting. Seorang pramugari bukan apa-apa dibandingkan dengan mereka. Tetapi dengan penuh kepercayaan, aku turut mendaptarkan nama guna mendapat perumahan yang layak dan lebih longgar (hlm. 41).

(6) “Anda juga ingin terbang dengan rombongan Presiden?” “Tentu saja ingin. Saya kira semua pramugari ingin mendekati orang-orang penting dari pemerintahan atau dari dunia pertunjukan. Lebih-lebih Presiden!” (hlm. 62-63).

Elisa senang berdansa. Hal itu dapat dilihat dalam kutipan berikut.

(7) “Saya dengar, anda senang berdansa,” suatu ketika Sukoharjito berkata kepadaku. (hlm. 53).

(8) Anna dan aku berdansa. Kami menghargai segala gerak berirama, begitu pula musiknya (hlm. 50). (9) Kami berdansa. Untuk pertama kalinya sejak aku

bisa mengikuti irama musik dengan gerak-gerak tertentu itu, aku merasa canggung berada dalam pelukan seorang lelaki (hlm. 63).

Elisa seorang yang berbadan langsing. Hal itu dapat dilihat dapat dilihat dalam kutipan berikut ini.

(10) “Seandainya kau kurus atau berbadan langsing seperti Elsye, tentu saja semuanya pantas.’ (hlm. 15).

Berdasarkan kutipan tentang tokoh Elisa diatas dapat dirangkum bahwa Elisa merupakan wanita Indo yaitu keturunan Indonesia Belanda yang senang berdansa.Ia bekerja sebagai seorang pramugari yang berbadan langsing.

b. Tokoh Ibu Elisa

Ibu Elisa adalah seorang Ibu yang manis mukanya dan amat menarik badannya semasa muda. Hal ini ditunjukkan pada kutipan berikut ini.

(11) Tetapi kata orang, semasa mudanya, Ibu menjadi intaian kebanyakan laki-laki. Selain mukanya yang manis, badannya amat menarik.

c. Tokoh Ayah Elisa

Ayah Elisa merupakan Ayah Tiri, ia adalah Paman Elisa.Hal itu ditunjukkan pada kutipan berikut.

(12) “Jadi ayah bukan ayah kita, bukan ayahku,” selaku, lebih kutujukan kepada diri sendiri dari pada kepada kakakku. “Yang mana? Yang ke negeri belanda? Bukan. Itu Paman kita, hanya namanya sama, Frissart.

d. Tokoh Kakak Elisa

Kakak Elisa adalah kakak perempuan Elisa. Ia merupakan seorang Ibu rumah tangga dan mempunyai lima anak. Hal itu ditunjukkan pada kutipan berikut ini.

(13) “Sebenarnya ada, kakak perempuan. Tetapi sudah bertahun-tahun saya tidak bertemu. Dia bercekcok dengan Ibu, lalu tidak pernah mengunjungi kami lagi.” (hlm. 60).

(14) “Aku tidak menanyakannya. Tapi kata Rudi, anak kakakmu lima sekarang.” (hlm. 87).

(15) Kesibukan yang tidak begitu nampak dari luar itu seringkali menyergap kami, ibu-ibu rumah tangga (91).

e. Tokoh Silvi

Silvi adalah adik Elisa. Hal itu ditunjukkan pada kutipan berikut.

(16) Aku merangkulkan lengan pada leher adikku. Tanpa berkata-kata lagi, kami berpelukan. Lalu Silvi memegang tanganku dan tidak dilepaskannya (hlm. 10).

f. Tokoh Teo

Teo adalah adik Elisa. Hal itu ditunjukkan pada kutipan berikut.

(17) “Baik-baik dengan Silvi, Teo!” “Tentu saja,” jawab adikku (hlm. 11).

g. Tokoh Lansih

Lansih adalah kawan Elisa, dia juga merupakan seorang pramugari yang bekerja satu perusahaan dengan Elisa. Hal itu ditunjukkan pada kutipan berikut.

(18) Keluar dari lingkungan kerja, dia menjadi manusia biasa yang sipat-sipatnya dapat sesuai dengan pokok-pokok pendirian yang kuanut. Kami menjadi kawan baik (hlm. 23).

(19) Kutarik Silvi mendekati pintu. Salah seorang pramugari yang kukenal dengan baik. “Kutunggu kau di bagian Pasasi tadi,” kata Lansih ketika melihatku mendekati (hlm. 16).

h. Tokoh Wati

Wati merupakan anak buah Lansih. Wati dapat mengatur urusan rumah tangga dengan baik.Hal itu ditunjukkan pada kutipan berikut ini.

(20) Selama dua bulan kami berhemat sejauh mungkin. Lalu dengan tidak disangka-sangka, seorang anak buah Lansih bertanya apakah dapat tinggal bersama kami (hlm. 47).

(21) Selanjutnya dia mengganti Lansih dalam urusan rumah tangga. Meskipun umurnya lebih muda dari Lansih, kecekatannya mengatur segala yang bersangkutan dengan urusan rumah melebihi kami bertiga (hlm. 47-48).

i. Tokoh Anna

Anna adalah teman satu rumah Elisa. Hal itu dapat ditunjukkan pada kutipan berikut.

(22) “Ya, itu tidak mengapa. Soalnya, serumah dengan siapa.” “Siapa nama-nama temanmu yang mandaftarkan?” Kuberikan nama-nama Lansih, Anna, dan seorang pramugari darat lagi, teman Lansih, Kumayas mencatatnya pada sehelai kertas di atas meja (hlm. 42).

Anna juga merupakan seorang pramugari, ia juga bersekolah pharmasi. Hal itu dapat ditunjukkan pada kutipan berikut.

(23) Bekerja sebagai pramugari udara tampak megah dan beruang (hlm. 46).

(24) Dia mengikuti sekolah pharmasi pada sore hari (hlm. 46).

j. Tokoh Sukoharjito

Sukoharjito adalah kekasih Elisa, bekerja pada bagian protokol di istana, ia juga merupakan saudara Lansih. Hal itu ditunjukkan pada kutipan berikut.

(25) “Jangan lupa cutinya!” kata kekasihku sebelum aku masuk ke dalam rumah (hlm. 77).

(26) “Mas Jito bekerja pada bagian protokol di istana,” sela Lansih menerangkan kepadaku (hlm. 36).

(27) “Ini Sukoharjito, masih saudaraku sendiri.” Lalu berganti memperkenalkanku kepada laki-laki yang sejak tadi kulihat hilir mudik di sana (hlm. 35). k. Tokoh Rudi

Rudi adalah teman sewaktu kecil Elisa dan merupakan teman yang setia. Hal itu dapat ditunjukkan dalam kutipan berikut.

(28) “Mas, ini temanku sejak kecil – Rudi.” (hlm. 59).

(29) Hingga waktu itu Rudi adalah teman setia. Tetapi aku memerlukan lebih dari seorang kawan biasa (hlm. 59).

l. Kumayas

Kumayas merupakan kawan Elisa yang bekerja dalam satu perusahaan penerbangan. Hal itu dapat ditunjukkan dalam kutipan berikut.

(30) Pada kesempatan liburku berikutnya, kuselakan waktu buat menemui Kumayas. Dapat dikatakan kawanku itulah yang menjadi sebab aku masuk bekerja pada perusahaan penerbangan itu (hlm. 41).

(31) Kami masuk bekerja hampir bersamaan waktunya, ketika perusaan Belanda berpindah tangan menjadi GIA (hlm. 41).

m. Rama Beick

Rama Beick adalah seorang pastor yang berasal dari Belanda yang kemudian menjadi warga negara Indonesia dan pernah dipenjara. Hal itu ditunjukkan dalam kutipan berikut ini.

(32) Kuanggap dia seorang pastor, tetapi juga kawan Ayah yang memberiku nama (hlm. 96).

(33) “Saya sudah betul-betul orang Indonesia,” katanya kemudian. “Saya mengetahui bahasa-bahasa daerah melebihi orang-orang Indonesia asli. Oleh karena itu buat apa pergi ke negeri Belanda (hlm. 83-84).

(34) Sudah berpuluh tahun di Indonesia. Pernah dipenjara dan kerja paksa pada jaman pendudukan jepang, dibawa ke Pilipina (hlm. 83).

n. Tokoh Talib

Talib adalah Ayah kandung Elisa, ia merupakan seorang pelukis dan yang mengasuh Elisa sewaktu kecil. Hal itu dapat ditunjukkan dalam kutipan berikut.

(35) “Kau. Tentu saja senang bertemu kembali dengan aku, karena kau anakku!” Untuk kesekian kalinya leherku tercekik oleh kepadatan perasaan ketika mendengarnya memanggilku anaknya.

(36) “Jadi ada kemungkinan aku anak Talib, pelukis itu?” (hlm. 94).

(37) Dan Talib, sejak kau lahir, hampir selalu dialah yang menjadi pengasuhmu (hlm. 93).

o. Tokoh Tuan Sayekti

Tuan sayekti merupakan kawan akrab yang kenal beberapa tahun dengan Talib. Hal itu dapat ditunjukkan dalam kutipan berikut.

(38) Saya sudah lama sekali kenal dengan Talib. Selama beberapa tahun di Bandung, dia tinggal di rumah kami (hlm. 107).

(39) Dulu dia mengerti, mau menerima tanda kekawanan akrab dari saya. Tetapi sekarang, entahlah. Dia sudah lain sekali (hlm. 109).

p. Tokoh Gail

Gail merupakan seorang wartawan dari Amerika. Hal itu dapat ditunjukkan dalam kutipan berikut.

(40) Pada suatu kesempatan dinas terbang, aku bertemu dengan Berny. Itu bukan yang pertama kalinya. Tetapi kali itu dia disertai seorang wartawan lain, lebih muda dari padanya. Diperkenalkannya kepadaku dengan panggilan Gail. Dia di Jakarta bekerja sebagai wartawan C.B.S., sebuah pusat siaran radio dan televisi Amerika (hlm. 131).

2. Analisis Penokohan

Dokumen terkait