• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anggaran Program Pendidikan Non Formal

Pemberian bantuan operasional pendidikan non formal Pengembangan pendidikan keaksaraan Pengembangan pendidikan kecakapan hidup

Publikasi dan sosialisasi pendidikan non formal

dengan tahun lalu. Indikator ini dicapai dan diukur dari tingkat lulusan sekolah yang semakin baik, kompetensi tenaga pendidik yang semakin meningkat bisa dilihat dari jumlah guru yang bersertifikasi bertambah, peningkatan kondisi sarana prasarana, namun masih terdapat kekurangan yang di hadapi antara lain bahwa belum semua lulusan SMA bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan belum semua tenaga pendidik mempunyai kualitas dan kompetensi yang memadai

Program/kegiatan yang dilaksanakan belum optimal dapat mengukur kinerja dan belum berhasil memenuhi target kinerja, namun sehingga secara umum program/kegiatan yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan indikator kinerja yang telah ditetapkan, dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang baik Hambatan/permasalahan yang dihadapi dalam mencapai target kinerja adalah Standar pendidik dan tenaga kependidikan (baik jumlah dan kualitasnya), yang belum memenuhi standar nasional pendidikan, sarana dan prasarana pendidikan yang belum memadai,

Upaya-upaya dilakukan untuk menghadapi kendala dalam pencapaian target kinerja adalah meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, pemberian kesra yang memadai khususnya kepada guru wiyata Bhakti, dan mencukupi kebutuhan sarana prasarana yang dibutuhkan, Kualitas guru yang belum memenuhi standar nasional pendidikan, Perlunya perbaikan mutu tenaga edukasi dengan memberikan beasiswa guru yang belum Sarjana S1 untuk kuliah serta menambah frekuensi pelatihan dan pendidikan (diklat) yang berhubungan dengan 4 kompetensi, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, profesionalitas dan kompetensi sosial. Kemampuan akademik dan profesional serta jaminan kesejahteraan tenaga kependidikan terus ditingkatkanan

Sasaran 6 :

Meningkatnya kualitas mutu pendidikan Tabel 3.7

Perbandingan Capaian Kinerja Sasaran 6

NO Indikator Kinerja Sat

Target RPJMD 2015 Realisasi Th 2011 Realisasi Th 2012 Realisasi Th 2013 Realisasi Th 2014 Target Realisasi 2015 Capaian Kinerja Kategori Koordinator (Bidang) a. Persentase guru bersertifikasi % 93,65 40,85 48,06 54,62 55,63 93,65 57,68 61,59% Kurang PPMP b. Angka Kelulusan (AL) SD/MI % 99,00 99,65 100,00 100,00 100,00 99,00 100,00 101,01% Sangat Baik SD c. Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs % 99,00 99,56 99,30 99,69 99,91 99,00 100,00 101,01% Sangat Baik SMP d. Angka Kelulusan (AL) SMA/MA/SMK

% 98,00 99,18 99,87 99,85 99,97 98,00 99,97 102,01% Sangat Baik SMA & SMK e. Ratio ruang kelas

rusak

- SD/MI % 9,52 18,01 18,42 7,77 6,95 9,52 5,94 96,19% Baik SD - SMP/MTs % 1,73 4,26 6,45 2,76 2,61 1,73 3,40 98,30% Baik SMP - SMK/MA % 0,90 2,58 4,60 3,44 3,32 0,90 3,42 97,46% Baik SMA &

SMK f. Persentase

Laboratorium/Sekolah

- SMP/MTs % 66,06 36,33 69,23 63,85 70,23 66,06 86,64 131,15% Sangat Baik SMP - SMA/MA % 88,43 38,02 67,61 91,47 91,47 88,43 93,94 106,23% Sangat Baik SMA &

SMK - SMK % 78,70 54,86 45,51 65,04 97,56 78,70 97,62 124,04% Sangat Baik SMA &

SMK g. Persentase

UKS/Sekolah

- SD/MI % 18,19 4,01 28,23 35,65 21,32 18,19 39,80 218,80% Sangat Baik SD - SMP/MTs % 78,20 64,84 63,85 63,85 64,89 78,20 68,70 87,85% Baik SMP - SMA/MA % 90,70 67,47 68,18 74,72 76,74 90,70 83,72 92,30% Baik SMA &

SMK - SMK % 80,20 75,00 79,49 73,17 73,17 80,20 74,42 92,79% Baik SMA &

SMK h. Persentase

Perpustakaan/Sekolah

- SD/MI % 80,15 29,08 33,46 35,66 41,15 80,15 54,98 68,60% Cukup Baik SD - SMP/MTs % 97,38 67,97 79,23 82,49 80,92 97,38 82,44 84,66% Baik SMP - SMA/MA % 98,86 77,11 88,64 81,40 86,05 98,86 87,97 88,98% Baik SMA &

SMK - SMK % 76,02 72,22 56,41 60,98 87,80 76,02 90,48 119,02% Sangat Baik SMA &

SMK Rata-rata capaian

kinerja sasaran 95,32% Baik

Sumber : Analisis Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Boyolali, 2015 Capaian kinerja meliputi 19 (sembilan belas) indikator kinerja dengan capaian kinerja secara keseluruhan (rata-rata) 95,32% (kategori baik). Berikut analisis capaian kinerja dari sasaran 6 per indikator :

Evaluasi per Indikator Kinerja : 1) Persentase guru bersertifikasi

a. Meningkatnya kualitas mutu pendidikan dengan indikator Persentase guru bersertifikasi dilakukan dengan kegiatan Pelaksanaan Sertifikasi pendidik, Pengembangan sistem

perencanaan dan pengendalian program profesi pendidik dan tenaga kependidikan, Pengembangan sistem penghargaan dan perlindungan terhadap profesi pendidik,

b. menggunakan anggaran untuk kegiatan yang mempengaruhi capaian target sebesar Rp. 493.450.000 dengan realisasi keuangan sebesar Rp. 457.375.600 (adanya efisiensi anggaran sebesar 7,31% )

c. Indikator ini pada tahun 2015 dengan target 93,65% dapat terealisasi 57,68% atau capaian kinerja sebesar 61,5%, sehingga indikator ini belum dapat tercapai, dikarenakan kurang optimalnya guru dalam mengikuti proses pra sertifikasi, namun dibandingkan dengan tahun lalu mengalami kenaikan sebesar 2,05%.

Program/kegiatan yang dilaksanakan dapat mengukur kinerja, namun belum dapat berhasil memenuhi target kinerja, sehingga secara umum program/kegiatan yang dilakukan sudah sesuai/ dengan sasaran dan indikator kinerja yang telah ditetapkan, dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang baik

Hambatan/permasalahan yang dihadapi dalam mencapai target kinerja adalah masih rendahnya kualitas pra sertifikasi guru (PLPG).

Upaya-upaya dilakukan untuk menghadapi kendala dalam pencapaian target kinerja adalah memberikan diklat dan bintek sebelum mengikuti program PLPG melalui pembekalan materi- materi sertifikasi guru.

2) Angka Kelulusan (AL) SD/MI

a. Meningkatnya Meningkatnya kualitas mutu pendidikan dengan indikator dengan indikator Angka Kelulusan (AL) SD/MI dilakukan dengan program manajemen pelayanan pendidikan dalam kegiatan Pelaksanaan evaluasi hasil kinerja bidang pendidikan b. Indikator ini pada tahun 2015 dengan target 99% dapat terealisasi

100% atau capaian kinerja sebesar 101,01%, sehingga indikator ini dapat tercapai, dibandingkan dengan tahun lalu tidak mengalami kenaikan/penurunan.

Program/kegiatan yang dilaksanakan dapat mengukur kinerja dan berhasil memenuhi target kinerja, sehingga secara umum program/kegiatan yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan indikator kinerja yang telah ditetapkan, dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang sangat baik

3) Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs

a. Meningkatnya kualitas mutu pendidikan dengan indikator dengan indikator Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs dilakukan dengan kegiatan-kegiatan dalam program manajemen pelayanan pendidikan dan kegiatan Pelaksanaan evaluasi hasil kinerja bidang pendidikan

b. Indikator ini pada tahun 2015 dengan target 99% dapat terealisasi 100% atau capaian kinerja sebesar 101,01%, sehingga indikator ini dapat tercapai.

Program/kegiatan yang dilaksanakan dapat mengukur kinerja dan berhasil memenuhi target kinerja, sehingga secara umum program/kegiatan yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan indikator kinerja yang telah ditetapkan, dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang sangat baik

4) Angka Kelulusan (AL) SMA/MA/SMK

a. Meningkatnya kualitas mutu pendidikan dengan indikator dengan indikator Angka Kelulusan (AL) SMA/MA/SMK dilakukan dengan kegiatan dilakukan dengan program manajemen pelayanan pendidikan dalam kegiatan Pelaksanaan evaluasi hasil kinerja bidang pendidikan.

b. Indikator ini pada tahun 2015 dengan target 98% dapat terealisasi 99,97% atau capaian kinerja sebesar 102,01%, sehingga indikator ini dapat tercapai.

Program/kegiatan yang dilaksanakan dapat mengukur kinerja dan berhasil memenuhi target kinerja, sehingga secara umum program/kegiatan yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan indikator kinerja yang telah ditetapkan, dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang sangat baik.

Indikator Angka Kelulusan menggunakan anggaran untuk kegiatan yang mempengaruhi capaian target sebesar Rp. 1.832.899.000,- dengan realisasi keuangan sebesar Rp. 1.768.805.147,- (serapan anggaran sebesar 96,50%)

5) Rasio ruang kelas rusak SD/MI

a. Indikator ini pada tahun 2015 dengan target 9,52% dapat terealisasi 5,94% atau capaian kinerja sebesar 103,96%, sehingga indikator ini dapat tercapai, didukung anggaran DAK, DID dan Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah untuk rehabilitasi ruang kelas rusak.

b. Program/kegiatan yang dilaksanakan dapat mengukur kinerja dan berhasil memenuhi target kinerja, sehingga secara umum program/kegiatan yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan indikator kinerja yang telah ditetapkan, dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang sangat baik.

6) Rasio ruang kelas rusak SMP/MTs

a. Indikator ini pada tahun 2015 dengan target 1,73% dapat terealisasi 3,40% atau capaian kinerja sebesar 98,30%, sehingga indikator ini tidak dapat tercapai, dikarenakan belum optimalnya alokasi anggaran untuk rehabilitasi ruang kelas rusak jenjang SMP, dibandingkan dengan tahun lalu ruang kelas rusak sebesar mengalami kenaikan sebesar 0,15%.

b. Program/kegiatan yang dilaksanakan dapat mengukur kinerja namun belum berhasil memenuhi target kinerja secara optimal, secara umum program/kegiatan yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan indikator kinerja yang telah ditetapkan, dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang baik.

7) Rasio ruang kelas rusak SM/MA

a. Indikator ini pada tahun 2015 dengan target 0,9% dapat terealisasi 3,42% atau capaian kinerja sebesar 97,46%, sehingga indikator ini tidak dapat tercapai, dikarenakan belum optimalnya alokasi anggaran untuk rehabilitasi ruang kelas rusak,

dibandingkan dengan tahun lalu kinerja mengalami penurunan ruang kelas rusak sebesar 0,12%.

b. Program/kegiatan yang dilaksanakan dapat mengukur kinerja namun belum berhasil memenuhi target kinerja secara optimal, secara umum program/kegiatan yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan indikator kinerja yang telah ditetapkan, dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang baik

Meningkatnya kualitas mutu pendidikan dengan indikator Rasio ruang kelas rusak dilaksanakan dengan kegiatan Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah. Hambatan/permasalahan yang dihadapi dalam mencapai target kinerja adalah alokasi anggaran untuk rehabilitasi ruang kelas masih belum mencukupi.

Upaya-upaya dilakukan untuk menghadapi kendala dalam pencapaian target kinerja adalah mengajukan usulan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi untuk kegiatan rehabilitasi ruang kelas rusak.

Untuk melaksanakan indikator diatas dilaksanakan dengan :

Program Kegiatan Anggaran Realisasi 1 Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Rehabilitasi sedang/berat

Dokumen terkait