a. Meningkatnya perluasan akses pendidikan dalam masyarakat dengan indikator APS SMA/MA/SMK dilakukan dengan kegiatan Penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu b. Menggunakan anggaran untuk kegiatan yang mempengaruhi
capaian target sebesar Rp. 403.500.000 dengan realisasi keuangan sebesar 100%.
c. Indikator ini pada tahun 2015 dengan target 0,26% dapat terealisasi 0,41% atau capaian kinerja sebesar 79,73%, sehingga indikator ini belum dapat tercapai, dibandingkan dengan tahun lalu mengalami penurunan angka putus sekolah sebesar 0,07%.
Program/kegiatan yang dilaksanakan dapat mengukur kinerja namun belum dapat berhasil secara optimal memenuhi target kinerja, secara umum program/kegiatan yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan indikator kinerja yang telah ditetapkan; dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang baik. Hambatan/permasalahan yang dihadapi dalam mencapai target kinerja adalah faktor ketidakmampuan/kemiskinan, biaya pendidikan, lingkungan/budaya, minat anak dan aksesibilitas wilayah
Upaya-upaya dilakukan untuk menghadapi kendala dalam pencapaian target kinerja adalah memberikan beasiswa khususnya bagi siswa dari keluarga miskin untuk mendapatkan akses pendidikan menengah
11) Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs
a. Meningkatnya perluasan akses pendidikan dalam masyarakat dengan indikator Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs dilakukan dengan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, antara lain kegiatan Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jenjang SD/MI/SDLB dan SMP/MTS.
b. Menggunakan anggaran untuk kegiatan yang mempengaruhi capaian target sebesar Rp. 5.148.880.000,- dengan realisasi keuangan sebesar Rp. 4.822.341.517 (realisasi anggaran sebesar 93,66%)
c. Indikator ini pada tahun 2015 dengan target 99,54% dapat terealisasi 98,40% atau capaian kinerja sebesar 98,45%, sehingga indikator ini belum dapat tercapai, dibandingkan dengan tahun lalu mengalami kenaikan sebesar 0,86%
Program/kegiatan yang dilaksanakan dapat mengukur kinerja namun belum dapat secara optimal berhasil memenuhi target kinerja, secara umum program/kegiatan yang dilakukan sudah sesuai dengan sasaran dan indikator kinerja yang telah ditetapkan, dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang baik.
Hambatan/permasalahan yang dihadapi dalam mencapai target kinerja adalah sisi pembiayaan atau dana, budaya, geografis dan sisi ketersediaan sekolah.
Upaya-upaya dilakukan untuk menghadapi kendala dalam pencapaian target kinerja adalah kinerja mengupayakan subsidi pembiayaan atau dana operasional sekolah bagi anak kurang mampu (untuk seragam, transportasi dan lainnya) dan Pendampingan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jenjang pendidikan dasar dari APBD Kabupaten Boyolali.
12) Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/MA/SMK
a. Meningkatnya perluasan akses pendidikan dalam masyarakat dengan indikator Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/MA/SMK dilakukan dengan Program Pendidikan Menengah yang dilaksanakan melalui kegiatan sekolah gratis bagi siswa berprestasi di jenjang SMA dan SMK melalui kegiatan Penyelenggaraan belajar mengajar siswa berprestasi jenjang SLTA dan Penyelenggaraan belajar mengajar jenjang SLTA.
b. Menggunakan anggaran untuk kegiatan yang mempengaruhi capaian target sebesar Rp. 8.022.180.000 dengan realisasi keuangan sebesar Rp. 7.300.311.206 (realisasi anggaran sebesar 91%).
c. Indikator ini pada tahun 2015 dengan target 99,74% dapat terealisasi 79,33% atau capaian kinerja sebesar 79,54%, dibandingkan dengan tahun lalu mengalami kenaikan sebesar 3,22%.
Program/kegiatan yang dilaksanakan dapat mengukur kinerja namun belum dapat secara optimal berhasil memenuhi target kinerja, namun secara umum program/kegiatan yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan indikator kinerja yang telah ditetapkan, dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang cukup baik
Hambatan/permasalahan yang dihadapi dalam mencapai target kinerja adalah sisi pembiayaan atau dana, budaya, geografis dan sisi ketersediaan sekolah dengan biaya murah. Upaya-upaya dilakukan untuk menghadapi kendala dalam pencapaian target kinerja adalah mengupayakan subsidi pembiayaan atau dana operasional sekolah bagi anak kurang mampu (untuk seragam, transportasi dan lainnya) dan mengupayakan jumlah ketersediaan sekolah murah
13) Rasio murid dengan kelas SD/MI
Indikator ini pada tahun 2015 dengan target 17,10 orang dapat terealisasi 19,02 orang atau capaian kinerja sebesar 111,23%,
sehingga indikator ini dapat tercapai, dan jika dibandingkan dengan tahun lalu mengalami penurunan sebesar 0,98%.
Program/kegiatan yang dilaksanakan dapat mengukur kinerja dan menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang sangat baik. 14) Rasio murid dengan kelas SMP/MTs
Indikator ini pada tahun 2015 dengan target 29,32 orang dapat terealisasi 30,15 orang atau capaian kinerja sebesar 102,83%, sehingga indikator ini dapat tercapai secara optimal, dibandingkan dengan tahun lalu mengalami penurunan sebesar 0,85%.
Program/kegiatan yang dilaksanakan dapat mengukur kinerja dan menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang sangat baik. 15) Rasio murid dengan kelas SM/MA
Indikator ini pada tahun 2015 dengan target 26,88 orang dapat terealisasi 28,41 orang atau capaian kinerja sebesar 105,69%, sehingga indikator ini dapat tercapai, dibandingkan dengan tahun lalu mengalami kenaikan sebesar 0,41% ini disebabkan adanya kegiatan pembangunan ruang kelas baru, namun terjadi juga bertambahnya ruang kelas rusak dan dana untuk rehabilitasi ruang kelas belum dapat menjangkau keseluruhan ruang kelas rusak.
Meningkatnya perluasan akses pendidikan dalam masyarakat dengan indikator Rasio murid dgn kelas dilakukan dengan kegiatan penambahan ruang kelas sekolah.
Menggunakan anggaran untuk kegiatan yang mempengaruhi capaian target untuk :
- Jenjang Wajardikdas (SD dan SMP) sebesar Rp. 2.428.800.000,- dengan realisasi keuangan sebesar Rp. 2.426.757.000,- (realisasi anggaran sebesar 99,91%)
- Jenjang Pendidikan Menengah (SMA dan SMK) sebesar Rp. 3.552.500.000,- dengan realisasi keuangan sebesar Rp. 3.549.087.120,- (realisasi anggaran sebesar 99,90%)
16) Rasio murid dengan Guru SD/MI
Indikator ini pada tahun 2015 dengan target 18 orang dapat terealisasi 12,23 orang atau capaian kinerja sebesar 67,94%, sehingga indikator ini belum dapat tercapai, dikarenakan jumlah guru yang berkurang dan tidak adanya penambahan guru, dibandingkan dengan tahun lalu mengalami penurunan sebesar 0,77%.
Program/kegiatan yang dilaksanakan dapat mengukur kinerja namun belum memenuhi target kinerja, tapi secara umum program/kegiatan yang dilakukan sesuai telah dengan sasaran dan indikator kinerja yang telah ditetapkan, dan dapat menunjukkan tingkat akuntabilitas kinerja yang cukup baik.
17) Rasio murid dengan Guru SMP/MTs
Indikator ini pada tahun 2015 dengan target 10,59 orang dapat terealisasi 13,71 orang atau capaian kinerja sebesar 129,46%, sehingga indikator ini dapat tercapai, dibandingkan dengan tahun lalu mengalami kenaikan sebesar 0,40%.
Program/kegiatan yang dilaksanakan dapat mengukur kinerja namun belum memenuhi target kinerja, tapi secara umum program/kegiatan yang dilakukan sesuai telah dengan sasaran dan
2.428.800.000
3.552.500.000