• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rata-rata iklim menurut bulan di Kota Pasuruan tahun 2017

2.3. Aspek Pelayanan Umum

2.3.1. Fokus Urusan Wajib Pelayanan Dasar 1. Pendidikan

2.3.1.1.6. Angka Kelulusan

Sepanjang tahun 2012–2016, kelulusan sekolah SD/MI angkanya berfluktuasi, namun dalam tiga tahun terakhir memperlihatkan kecenderungan yang semakin meningkat. Berbeda halnya dengan angka kelulusan sekolah SMP/MTs, dalam empat tahun terakhir sangat berfluktuasi. Demikian pula yang terjadi pada angka kelulusan sekolah setingkat SMA/SMK/MA, angka kelulusannya dalam empat tahun terakhir juga mengalami fluktuasi. Tabel 2.43 menyajikan angka kelulusan Kota Pasuruan Tahun 2011–2015.

Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-42

Tabel 2.43

Angka Kelulusan Kota Pasuruan Tahun 2013–2017

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

1 Angka kelulusan SD 98,23 98,68 97,13 96,77 97,17 2 Angka kelulusan SLTP 97,33 98,16 99,03 95,52 97,85 3 Angka kelulusan SLTA 99,04 98,87 99,09 98,02 -

Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, diolah

Tingginya angka kelulusan suatu jenjang pendidikan, hendaknya diimbangi dengan penyediaan sarana pendidikan pada jenjang diatasnya. Penyediaan sarana ini sangat dimungkinkan untuk menampung mereka yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan tersedianya sarana pendidikan pada jenjang diatasnya, akan meningkatkan angka melanjutkan sekolah pada suatu jenjang pendidikan. Angka melanjutkan sekolah dari jenjang yang rendah ke jenjang diatasnya, padaakhirnya akan meningkatkan tingkat pendidikan masyarakat. Tabel 2.44 menyajikan data angka melanjutkan sekolah di Kota Pasuruan.

Tabel 2.44

Angka Melanjutkan Sekolah di Kota Pasuruan Tahun 2013–2017

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

1 Angka melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs 100 100 100 100 100 2 Angka melanjutkan dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA 100 100 100 100 100

Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, diolah

Angka melanjutkan sekolah di Kota Pasuruan seperti pada tabel 2.42 diatas menunjukkan bahwa seluruh siswa lulusan SD/MI melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP/MTs, demikian pula seluruh siswa lulusan SMP/MTs melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK/MA. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Kota Pasuruan dalam melanjutkan jenjang pendidikan masih sangat tinggi.

Kemampuan seorang tenaga pendidik/guru sangat dipengaruhi pendidikan yang ditamatkan.Semakin tinggi pendidikan seorang guru, maka dia akan mempunyai kemampuan lebih dibandingkan dengan yang pendidikannya rendah. Tingginya pendidikan seorang tenaga pendidik pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan. Tabel 2.45 menampilkan data guru yang memenuhi kualifikasi S-1/D IV.

Tabel 2.45

Persentase Guru yang Memenuhi Kualifikasi S1-DIV Per Jenjang Pendidikan Tahun 2013-2017

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

Pendidikan Dasar(SD/MI - SMP/MTs)

1 Jumlah Guru 2.094 2.099 2.102 2.104 2.105

2 Jumlah Guru Memenuhi Kualifikasi S1-DIV 1.648 1.702 1.709 1.727 1.885

3 Persentase 78,70 81,09 82,10 82,08 89,55

Pendidikan Menengah (SMA/MA/SMK)

Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-43

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

2 Jumlah Guru Memenuhi Kualifikasi S1-DIV 741 735 745 759 -

3 Persentase 96,11 96,20 97,12 97,05 -

Semua Jenjang Pendidikan

(SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK)

1 Jumlah Guru 2.865 2.863 2.882 2.886 2.105

2 Jumlah Guru Memenuhi Kualifikasi S1-DIV 2.389 2.437 2.501 2.486 1.885

3 Persentase 83,39 85,12 86,03 86,13 89,55

Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, diolah

2.3.1.2. Kesehatan

Bidang kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang penanganannya menjadi urusan wajib bagi pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota Pasuruan. Sarana dan prasarana kesehatan baik itu menyangkut prasarana kesehatan dan tenaga medis menjadi perhatian yang harus disiapkan oleh pemerintah.

Grafik 2.21

Jumlah Posyandu Purnama dan Mandiri di Kota Pasuruan Tahun 2013–2017

Sumber: Dinas KesehatanKota Pasuruan, diolah

Jumlah Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu tingkat Purnama dan Mandiri di Kota Pasuruan selama tahun 2013-2017 menunjukkan tren positif, dimana setiap tahunnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Meskipun di tahun 2013, angkanya sempat mengalami penurunan menjadi 253 posyandu dari tahun 2012 sebanyak 256 posyandu. Namun, hingga di tahun 2014, jumlah Posyandu Purnama dan Mandiri di Kota Pasuruan kini telah mencapai 271 posyandu. Pada tahun 2016 turun menjadi 272 posyandu, sedangkan tahun 2017 meningkat menjadi 290.

Sepanjang tahun 2013-2017, rasio posyandu per satuan balita mengalami peningkatan antara 1,60 persen sampai dengan 1,71 persen. Pada tahun 2013, rasio posyandu terhadap balita sebesar 1,60, dan meningkat menjadi 1,75 di tahun 2017. Angka 1,75 menunjukkan setiap 100 balita, dilayani oleh 1,75 posyandu.

253 271 266 272 290 230 240 250 260 270 280 290 300 2013 2014 2015 2016 2017

Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-44

Tabel 2.46

Rasio Posyandu Per Satuan Balita (per 100 balita) Kota Pasuruan Tahun 2013–2017

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

1 Jumlah Posyandu 278 281 285 286 290

2 Jumlah Balita 17.388 17.052 16.846 16.719 16.612

3 Rasio Posyandu 1,60 1,65 1,69 1,71 1,75

Sumber: Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, diolah

Pelayanan kesehatan kepada masyarakat terkait erat dengan jumlah fasilitas kesehatan. Selama 5 tahun terakhir, rasio rumah sakit, puskesmas, poliklinik dan pustu mengalami kenaikan. Pada tahun 2013, rasio tersebut sebesar 19,29 dan pada tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 19,12. Sementara pada tahun 2017, rasio tersebut sedikit mengalami peningkatan menjadi 20,07. Tabel 2.47 merincikan jumlah fasilitas kesehatan Kota Pasuruan.

Tabel 2.47

Jumlah Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Poliklinik Kota Pasuruan Tahun 2013–2017

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

1 Jumlah Rumah Sakit 1 1 1 1 1

2 Jumlah Puskesmas 8 8 8 8 8

3 Jumlah Puskesmas Pembantu 28 28 28 28 29

4 Jumlah Rumah Sakit, Puskesmas, Poliklinik dan

Pustu 37 37 37 37 42

5 Jumlah Penduduk 191.770 193.479 194.426 196.202 209.322

6 Rasio 19,29 19,12 19,07 18,86 20,07

Sumber: Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, diolah

Dimensi kualitas pelayanan kesehatan masyarakat sangat ditentukan oleh jumlah tenaga kesehatan, yang terdiri atas: dokter, tenaga medis dan paramedis. Tabel 2.48 merincikan jumlah tenaga kesehatan dan rasio tenaga medis.

Tabel 2.48

Jumlah Tenaga Kesehatan dan Rasio Tenaga Medis Tahun 2013–2017

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

TENAGA KESEHATAN

1 Medis (dokter dan dokter gigi) 98 84 86 119 125

2 Perawat dan bidan 475 403 407 556 569

3 Farmasi 25 74 74 90 97

4 Sanitasi 10 10 10 11 10

5 Gizi 23 18 19 20 21

6 Keterapian fisik 4 2 2 6 4

7 Teknisi medis 25 29 29 52 63

8 Tenaga kesehatan masyarakat 6 15 15 18 17

RASIO TENAGA MEDIS (per 100.000 penduduk)

Rasio tenaga medis 51,10 50,83 50,79 60,07 63,23

Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-45

Jumlah tenaga kesehatan dan rasio tenaga medis di Kota Pasuruan tahun 2013-2017 menunjukkan kecenderungan meningkat, kendati pada tahun 2014 dan 2015 menunjukkan penurunan. Penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya jumlah tenaga kesehatan di bidang gizi dan keterapian fisik. Namun pada tahun 2016 jumlah tenaga kesehatan kembali meningkat, sehingga rasio tenaga medis menjadi 60,07. Dan meningkat ditahun 2017 menjadi 63,23.

Cukup marak berdirinya fasilitas kesehatan swasta dalam beberapa tahun terakhir, tidak mengurangi minat masyarakat untuk berobat ke puskesmas dan jaringannya. Hal ini bisa dilihat dari angka kunjungan puskesmas dan tingkat kepuasan masyarakat atas layanan puskesmas, sebagaimana tersaji pada tabel 2.49. Sepanjang 2013–2017, jumlah kunjungan puskesmas menunjukkan tren meningkat dan menurun di akhir, berturut-turut sebesar 57.872 kunjungan, 43.476 kunjungan, 35.615 kunjungan dan 32.629 kunjungan dan 31.546 kunjungan. Sedangkan tingkat kepuasan masyarakat atas layanan puskesmas sempat naik pada tahun 2014 dengan nilai 82, namun menurun pada tahun 2015 dan 2016 dengan nilai 79,45 dan 75,01.dan tahun 2017 meningkat menjadi 80,03.

Tabel 2.49

Jumlah Kunjungan dan Indeks Kepuasan Masyarakat Atas Layanan Puskesmas di Kota Pasuruan Tahun 2013–2017

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

1 Jumlah kunjungan puskesmas 57.872 43.476 35.615 32.629 31.546 2 Indeks kepuasan masyarakat 81,3 82 79,45 75,01 80,03 3 Persentase penduduk yang

memanfaatkan layanan puskesmas 78 81 79,75 79,8 76,5 Jumlah penduduk yang memanfaatkan

layanan puskesmas

149.581 152.543 155.369 156.569 160.213 Jumlah penduduk 191.770 191.980 194.815 196.202 209.322

Sumber: Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, diolah

Penanganan kasus penyakit TBC dan DBDdi Kota Pasuruan menunjukkan tren positif, sebagaimana terlihat pada tabel 2.50. Cakupan penanganan TBC BTA dari selama tahun 2013–2017 menunjukkan kecenderungan meningkat dari 130,24 persen pada tahun 2013, menjadi 120,07 persen pada tahun 2017. Sementara itu, cakupan penemuan dan penanganan penyakit DBD juga menunjukkan hasil yang positif, dengan angka tertinggi mencapai 331 penderita di tahun 2015.

Tabel 2.50

Penanganan kasus TBC dan DBD di Kota Pasuruan Tahun 2013–2017

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

1 Cakupan penemuan dan penanganan penderita

Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-46

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

Jumlah penderita TBC BTA yang diobati (+) 267 284 331 223 254 Jumah perkiraan penderita TBC BTA (+) 205 563 208 210 212 2 Cakupan penemuan dan penanganan penderita

penyakit DBD 100% 100% 100% 100% 100%

Jumlah penderita DBD yang ditangani 198 126 227 325 122 Jumlah penderita DBD yang ditemukan 198 126 227 325 122 3 Jumlah penderita penyakit HIV/AIDS 15 32 33 40 39

Jumlah penderita HIV 8 17 10 23 12

Jumlah penderita AIDS 7 15 23 17 27

Sumber: Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, diolah