Rata-rata iklim menurut bulan di Kota Pasuruan tahun 2017
2.3. Aspek Pelayanan Umum
2.3.3. Fokus Urusan Pilihan 1. Kelautan dan Perikanan
Produksi perikanan terdiri dari produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Perikanan tangkap terdiri dari perikanan tangkap di laut dan perikanan tangkap di perairan umum, sedangkan perikanan budidaya terdiri dari budidaya tambak dan kolam.
6.312 8.449 10.330 11.890 21.905 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 2013 2014 2015 2016 2017
Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-78
Tabel 2.97
Produksi Perikanan Kota Pasuruan Tahun 2013–2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
1 Produksi perikanan tangkap (ton) 1.758,68 1.403,17 4.275,37 4,871.36 6.276,00 2 Produksi perikanan budidaya
Air payau (ton) 652,36 1.237,47 1.356,65 1,457.45 1.580,73 Air tawar (ton) 14,12 17,08 22,70 23.98 22,98
Sumber: Dinas Perikanan Kota Pasuruan, diolah
Sebagaimana wilayah pesisir lainnya, nelayan juga menjadi mata pencaharian sebagian warga Kota Pasuruan. Populasi nelayan yang kian bertambah, diduga menjadi salah satu faktor pemicu over fishing, yang salah satu dampaknya dapat diamati dari nilai produksi perikanan laut. Data pada tabel 2.97 menunjukkan bahwa nilai produksi perikanan laut sepanjang tahun 2013-2017 cenderung fluktuatif. Nilai produksi terendah dicatat pda tahun 2014 yakni sebesar 1.403,17 ton, dan tertinggi dicatat pada tahun 2017 sebesar 6.276,00 ton.
2.3.3.2. Pariwisata
Sektor wisata merupakan salah satu industri yang ramah lingkungan dan berperan besar bagi pendapatan wilayah jika dapat dikelola secara baik. Kota Pasuruan memiliki obyek wisata yang beranekaragam yang secara umum diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) jenis yaitu jenis wisata kuliner, wisata religi, dan wisata sejarah. Grafik 2.34 menunjukkan angka kunjungan wisatawan di Kota Pasuruan.
Grafik 2.34
Jumlah Kunjungan Wisatawan di Kota Pasuruan Tahun 2015–2017
Sumber: Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan, diolah
Destinasi wisata favorit di Kota Pasuruan adalah wisata religi, yakni makam KH Abdul Hamid, seorang ulama yang cukup disegani di kalangan masyarakat Kota Pasuruan, bahkan nasional. Hal ini bisa dilihat dari jumlah perziarah sepanjang waktu. Di samping itu, Kota Pasuruan juga memiliki destinasi wisata berupa gedung-gedung kuno dan pelabuhan tradisional. Potensi wisata di Kota Pasuruan saat ini masih banyak
2015 2016 2017 34.382 162.792 316.220 325 28 35 Wisman Wisnus
Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-79
yang belum tersentuh dan dikembangkan. Kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Kota Pasuruan masih banyak didominasi oleh wisata religi.
2.3.3.3. Pertanian
Beras adalah bahan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk di Kota Pasuruan. Oleh karenanya, beras menjadi komoditas strategis dalam pembangunan secara umum, khususnya dalam pembangunan sektor pertanian di Kota Pasuruan. Keberadaannya menjadi suatu keharusan sehingga pemerintah senantiasa menitikberatkan perhatiannya pada jenis komoditas ini.
Tabel 2.98
Luas panen, Produktivitas, dan Produksi Padi Kota Pasuruan Tahun 2013–2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
1 Luas Panen (ha) 1,151 1,153 1,138 1,136 2,67 2 Produksi (ton) 15,29 16,33 18,57 18.94 17.23 3 Produktivitas (kw/ha) 61,84 64,63 67,00 67.28 64,8
Sumber: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, diolah
Tabel 2.99
Kinerja Bidang Peternakan Kota Pasuruan Tahun 2013–2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017 1 Sapi Potong 418 305 332 284 428 2 Sapi Perah 40 22 33 30 18 3 Kerbau 2 1 2 2 0 4 Kuda 42 39 48 31 45 5 Kambing 2.255 2.302 2.372 2,145 2.997 6 Domba 459 475 518 412 670 7 Ayam Kampung 43.648 44.085 43.904 44,879 43.701 8 Ayam Petelur 150 1.433 1.070 1,187 1.447 9 Ayam Pedaging 22.000 18.500 9.097 9,874 46.000 10 Itik 14.575 14.870 21.607 22,647 21.780 11 Entok 728 743 737 815 498 12 Kelinci 64 65 115 84 63 13 telur (kg) 54,44 87,52 97,39 89,39 124.561 14 Susu (liter) 58.712,50 93.940,00 75.152,00 89,214 25.028 15 Daging sapi (ton) 707,91 577,10 683,96 697,36 694.312
Sumber: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, diolah
Sektor pertanian terdiri atas sub sektor tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan dan peternakan. Dari hasil penghitungan tahun 2015 total nilai PDRB sektor pertanian sebesar Rp.102,312 juta atau dengan kontribusi sebesar 1,88 persen terhadap total nilai PDRB Kota Pasuruan.
Tabel 2.100
Nilai dan Kontribusi Sub Sektor Pertanian Terhadap PDRB ADHB Kota Pasuruan Tahun 2013–2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
1 Nilai PDRB Sub Sektor Pertanian (Rp juta) 92.888 101.403 102.312 102,345 182,215 2 Kontribusi PDRB Sub Sektor Pertanian(%) 1,92 1,89 1,88 1.91 1,89
Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-80
2.3.3.4. Perdagangan
Perdagangan merupakan sektor yang dominan dalam perekonomian Kota Pasuruan. Hal ini bisa dilihat dari komposisi PDRB Kota Pasuruan. Nilai PDRB ADHB sektor perdagangantahun 2016 sebesar Rp.1.075 milyar, atau setara dengan 28,32 persen dari total nilai PDRB Kota Pasuruan.
Grafik 2.35
Kontribusi Sektoral dan Pertumbuhan Sektor Perdagangan Kota Pasuruan Tahun 2013–2017
Sumber: BPS Kota Pasuruan, diolah
Grafik 2.35 menujukkan data kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB dan pertumbuhan sektor perdagangan. Pertumbuhan sektor perdagangan tahun 2016 sebesar 5,48 persen, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,39 persen.
Tabel 2.101
Kinerja Sektor Perdagangan Kota Pasuruan Tahun 2013–2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017 1 Ekspor (Rp juta) - Antar daerah 2.115.786 1.846.832 1.727.975 1.784.947 1.735.124 - Antar negara 169.776 253.727 212.150 214.321 214.987 2 Impor (Rp juta) - Antar daerah 3.071.106 3.677.381 3.423.865 3.542.127 3.612.321 - Antar negara - - - -
Sumber: BPS Kota Pasuruan, diolah
Tabel 2.101 merincikan kinerja pasar tradisional di Kota Pasuruan. Kinerja sektor perdagangan ini tidak lepas dari keberadaan pasar tradisional di Kota Pasuruan. Pedagang-pedagang toko pracangan rumahan, juga turut memberikan andil bagi sektor perdagangan.
Tabel 2.102
Kinerja Pengelolaan Pasar di Kota Pasuruan Tahun 2013–2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017 1 Jumlah pedagang - Ruko 43 41 40 36 36 - Los 995 904 987 1006 1077 6,39 5,45 5,39 5,48 5,49 28,32 27,96 27,91 28,32 28,72 0 10 20 30 40 2013 2014 2015 2016 2017
Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-81
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
- Kios 549 582 685 681 667
- Non Kios 1.141 1.149 1.304 1.314 1.317
2 Jumlah sarana penjualan
- Ruko 47 47 47 47 47
- Los 1.493 1.493 1.711 1.745 1.824
- Kios 770 768 832 826 827
- Non Kios 1.692 1.712 1.897 1.899 1.898
Sumber: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan, diolah
Keberadaan pasar tradisional juga memberikan dampak ekonomi dalam bentuk retribusi. Retribusi pasar mengalami peningkatan dari Rp 814 juta pada tahun 2013, menjadi Rp 1.678 juta pada tahun 2017, sebagaimana tersaji pada tabel 2.102.
Tabel 2.103
Nilai Retribusi Pasar di Kota Pasuruan Tahun 2013-2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017 1 Pasar Besar - Ruko / Kios 823.291.352 822.026.175 615.785.643 616,874,697 853.735.460 - Los / Pecoan 175.845.400 175,897,450 81.368.800 - Ponten 9.000.000 9.000.000 10.950.000 15.000.000 15.000.000 2 Pasar Kebonagung - Ruko / Kios 252.021.475 267.256.400 238.831.350 257.296.850 276.124.600 - Los / Pecoan 18.160.500 14.750.000 16.572.100 - Ponten 8.400.000 11.600.00 10.400.000 8,800,000 9.550.000 3 Pasar Poncol - Ruko / Kios 62.671.100 65.215.150 41.156.300 44.298.000 31.445.900 - Los / Pecoan 15.167.900 14.070.700 14.494.500 - Ponten 7.200.000 7.200.000 14.100.000 16.200.000 16.200.000 4 Pasar Gadingrejo - Ruko / Kios 146.869.700 154.397.000 127.083.700 130.867.300 131.505.500 - Los / Pecoan 20.276.800 11.432.200 28.420.200 - Ponten 3.000.000 3.600.000 6.000.000 9.000.000 15.500.000 5 Pasar Karangketug - Ruko / Kios 113.823.240 118.205.420 93.068.140 116.054.440 126.135.680 - Los / Pecoan 36.967.400 40.749.600 44.159.200 - Ponten 3.600.000 3.600.000 6.000.000 17.100.000 17.100.000 6 Pasar Meubel Bukir & Randusari
- Ruko / Kios 85.810.000 78.850.000 28.002.200 34.647.800 26.585.100
- Los / Pecoan 61.143.000 64.998.000 92.096.000
Sumber: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan, diolah
2.3.3.5. Perindustrian
Kontribusi sektor industri terhadap PDRB dijabarkan sebagai perbandingan PDRB sektor Industri terhadap PDRB. Sektor industri pengolahan merupakan sektor strategis, karena disamping diharapkan mampu menyerap tenaga kerja sangat besar juga memiliki keterkaitan ke depan (forward linkaged) dan keterkaitan kebelakang
(backward linkage) yang relatif banyak. Tabel 2.104 menyajikan kinerja sektor
Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-82
Tabel 2.104
Kinerja PDRB ADHB Sektor Industri Kota Pasuruan Tahun 2013-2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
1 Nilai PDRB sektor industri (Rp Juta) 1.007 1.126 1.198 1.201 1.227 2 Nilai PDRB (Rp Juta) 4.832.389 5.352.817 5.465.986 5,552..001 5,560..009 3 Kontribusi sektoral 20,85 21,04 21,06 20,61 22,07 4 Pertumbuhan sektor industri 4,51 4,37 4,91
Sumber: BPS Kota Pasuruan, diolah
Hasil penghitungan tahun 2017 total nilai PDRB sektor industri pengolahan atas dasar harga berlaku sebesar Rp 1.227 juta, atau setara dengan 22,07 persen dari total nilai PDRB Kota Pasuruan. Pertumbuhan sektor ini di tahun 2015 sebesar 4,37 persen, dan menjadi 4,91 persen di tahun 2016.
2.3.3.6. Transmigrasi
Program transmigrasi bertujuan untuk memecahkan masalah kependudukan dan mengoptimalkan pembangunan daerah. Transmigrasi tidak hanya memindahkanpenduduk saja, tetapi juga berusaha meningkatkan pembangunan daerah tujuan dan kesejahteraan individu/transmigran yang bersangkutan. Grafik 2.36 menyajikan data jumlah transmigran Kota Pasuruan.
Grafik 2.36
Jumlah Transmigran Kota Pasuruan Tahun 2013–2017
Sumber: Dinas Tenaga Kerja Kota Pasuruan, diolah
2.3.4. Fokus Urusan Pemerintahan Fungsi Penunjang