Rata-rata iklim menurut bulan di Kota Pasuruan tahun 2017
2.3. Aspek Pelayanan Umum
2.3.2. Fokus Urusan Wajib Bukan Pelayanan Dasar 1. Tenaga Kerja
2.3.2.8. Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
Berdasarkan hasil Pendataan Keluarga yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Pasuruan, diketahui bahwa rata-rata jumlah anak per keluarga pada periode 2013-2017 di Kota Pasuruan sekitar 1,40 orang. Jika diasumsikan bahwa tiap keluarga merupakan keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu dan anak, maka dapat dikatakan bahwa rata-rata jumlah
Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-65
anak per keluarga di Kota Pasuruan sekitar 1-2 anak. Tabel 2.83 merincikan perkembangan jumlah keluarga dan anggotanya di Kota Pasuruan tahun 2013-2017.
Tabel 2.83
Rata-Rata Jumlah Anak Per Keluarga di Kota Pasuruan Tahun 2013–2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
1 Jumlah keluarga 49.790 49.823 49.915 52,724 52.461 2 Jumlah anak 65.021 65.254 65.362 74,114 73.441 3 Rata-rata anak per keluarga 1,31 1,31 1,31 1,41 1,40
Sumber: Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga BerencanaKota Pasuruan, diolah
Angka kelahiran menunjukkan jumlah bayi yang lahir hidup dari setiap seribu penduduk dalam satu tahun, historgram 2.2 menyajikan angka kelahiran di Kota Pasuruan selama 2014-2017.
Histogram 2.2
Angka kelahiran di Kota Pasuruan Tahun 2014-2017
Sumber: Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, diolah
TFR (Total Fertility Rate) bisa didefinisikan sebagai jumlah anak yang akan dilahirkan oleh seorang wanita sampai akhir masa reproduksinya jika ia melampau masa-masa melahirkan anak. Jika program KB menargetkan punya 2 anak, tentu saja rata-rata TFR 2,6 anak masih perlu diturunkan. Pada grafik 2.26 disajikan perkembangan angka TFR Kota Pasuruan.
Grafik 2.26
Angka TFR Kota Pasuruan
Sumber: Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, diolah
3.150 3.200 3.250 3.300 3.350 3.400 2014 2015 2016 2017 3.360 3.241 3.252 3.248 2,15 2,15 2,11 2,05 2,05 2 2,02 2,04 2,06 2,08 2,1 2,12 2,14 2,16 2013 2014 2015 2016 2017
Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-66
Salah satu program pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB). Keluarga Berencana dicanangkan untuk mengetahui tingkat Partisipasi Pasangan Usia Subur (PUS) terhadap penggunaan alat/cara KB. Besarnya angka partisipasi KB (akseptor KB) menunjukkan adanya keberhasilan program KB dan pengendalian jumlah penduduk. Tabel 2.84 menunjukkan persentase peserta KB dan peserta KB aktif di Kota Pasuruan.
Tabel 2.84
Persentase Peserta Keluarga Berencana Kota PasuruanTahun 2013–2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
1 Jumlah pasangan usia subur 32.154 31.818 32.427 34,312 33.679 2 Jumlah akseptor KB 4.993 4.152 4.425 5,277 5.184 3 Jumlah akseptor KB aktif 24.638 24.057 25.868 27,467 26.610 4 Persentase akseptor KB baru 15,53 13,05 13,65 15,38 15,39 5 Persentase akseptor KB aktif 76,62 78,75 79,77 80,05 79,01
Sumber: Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga BerencanaKota Pasuruan, diolah
Tingkat kesejahteraan dengan kategori keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera 1 adalah kategorisasi keluarga yang dinyatakan sebagai keluarga hampir miskin atau miskin. Keluarga Pra Sejahtera adalah keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya (basic needs) secara minimal, seperti; kebutuhan akan pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan.
Tabel 2.85
Perkembangan Keluarga Sejahtera di Kota Pasuruan Tahun 2013–2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
1 Jumlah keluarga pra sejahtera 6,540 6.214 6.129 6,964 8.063 2 Jumlah keluarga sejahtera I 9,934 10.112 10.203 17,583 20.491 3 Jumlah keluarga sejahtera II 11,777 12.627 12.751 28,177 23.907 4 Jumlah keluarga sejahtera III 19,186 18.676 18.764 18,854 - 5 Jumlah keluarga sejahtera III plus 2,353 2.707 2.891 2,904 - 6 Jumlah keluarga pra sejahtera dan sejahtera I 16,474 16,326 16.332 24,567 28.554
Sumber: Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga BerencanaKota Pasuruan, diolah
Tabel 2.85 menyajikan data keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera di Kota Pasuruan. Sedangkan Keluarga Sejahtera Tahap I yaitu keluarga-keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan sosial psikologisnya (socio psychological needs), seperti kebutuhan ibadah, makan protein hewani, pakaian, ruang untuk interaksi keluarga, senantiasa dalam keadaan sehat, mempunyai penghasilan, bisa baca tulis Latin, berkeluarga berencana, dll.
Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-67
2.3.2.9. Perhubungan
Dalam penyelenggaraan urusan perhubungan, Pemerintah Kota senantiasa memperhatikan 3 hal utama, yakni: keselamatan, kenyamanan dan keamanan dari berbagai moda transportasi, baik pada transportasi jalan, kereta api, angkutan penyeberangan dan transportasi laut, meskipun dalam tingkatan yang berbeda.
Sampai dengan saat ini, terdapat beberapa prasarana transportasi berupa terminal, yaitu:terminal bus, terminal angkutan perkotaan tipe C, dan terminal parkir wisata; serta balai pengujian kendaraan bermotor. Terminal Untung Suropati adalah satu-satunya terminal bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP)yang terletak di Kelurahan Blandongan. Sementara, sub terminal yang melayani angkutan perkotaan, terdapat di 2 lokasi, yakni Kelurahan Kebonagung dan Kelurahan Karangketug.
Kota Pasuruan memiliki 1 stasiun kereta api kelas II, yang masuk Daerah Operasi (DAOPS) IX Jember, dengan jalur antar kota untuk pengangkutan penumpang dan barang. Jaringan prasarana jalan rel meliputi jaringan jalan rel tunggal (single
track) yang merupakan bagian jalur kereta api Surabaya-Jember-Banyuwangi yang
melintasi stasiun Pasuruan. Daerah pelayanan stasiun tersebut meliputi Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan. Tabel 2.86 menunjukkan data jumlah penumpang dan barang yang naik dan turun dari/di stasiun Pasuruan.
Tabel 2.86
Jumlah Penumpang dan Barang yang Naik dan Turun dari/di Stasiun Pasuruan Tahun 2012–2016 No Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 1 Jumlah penumpang Naik 19.697 21.467 24.803 27.249 28,354 Turun 10.329 12.471 14.367 16.146 17,487 2 Jumlah barang Dinaikkan 44.230 46.973 52.192 57.991 58,984 Diturunkan 41.694 45.871 49.976 51.482 52,387
Sumber: Stasiun Kereta Api Pasuruan, diolah
Selain memiliki prasarana transportasi darat, Kota Pasuruan juga memiliki prasarana transportasi laut, yakni pelabuhan tradisional yang berlokasi di muara sungai Gembong. Klasifikasi pelabuhan Pasuruan adalah pelabuhan Klas IV, yang melayani pelayaran antar pulau, dengan sarana angkutan laut jenis kapal/perahu layar dan bermotor dengan kemampuan di bawah 120 DWT, sehingga lebih berfungsi sebagai pelabuhan kapal rakyat dan nelayan. Tabel 2.87 menunjukkan data aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Pasuruan.
Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-68
Tabel 2.87
Aktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan PasuruanTahun 2012–2016
No Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 Bongkar 1 Kayu (m3) 19.543 17.400 12.552 13.154 13,754 2 Lain-lain (ton) 270 201 90 97 98 Muat 1 Alat berat (m3) 1.007 1.000 416 514 502 2 Lain-lain (ton) 270 0 270 54 63
Sumber: BPS Kota Pasuruan, diolah
Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas transportasi perkotaan, maka pembenahannya perlu melibatkan berbagai aspek transportasi, termasuk pengelolaan armada angkutan umum. Tabel 2.88 merincikan data perkembangan angkutan umum di Kota Pasuruan.
Tabel 2.88
Perkembangan Angkutan Umum di Kota Pasuruan Tahun 2013–2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
1 Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP)
Perusahaan 1 1 1 1 1
Kendaraan / Armada 126 126 126 126 126
2 Angkutan Pariwisata
Perusahaan 1 1 1 1 1
Kendaraan / Armada 60 70 70 70 70
3 Mobil Penumpang Umum (MPU) / Mikrolet / Mikrobus
Kendaraan / Armada 152 152 152 152 152
Sumber: Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, diolah
Untuk meningkatkan keamanan jalur transportasi darat, khususnya jalan, maka Pemerintah Kota telah berupaya meningkatkan ketersediaan rambu-rambu lalu lintas jalan. Tabel 2.89 menunjukkan ketersediaan rambu-rambu lalu lintas jalan di Kota Pasuruan.
Tabel 2.89
Rambu-Rambu Lalu Lintas Jalan di Kota PasuruanTahun 2013–2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
1 Rambu-rambu lalu lintas 358 358 358 374 374
2 Lampu lalu lintas 14 16 16 18 18
3 Flashing light 30 30 30 32 32
4 Halte bis 12 14 14 14 14
Sumber: Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, diolah
Uji kelayakan kendaraan bermotor merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keselamatan berkendara sekaligus untuk menekan peluang terjadinya kecelakaan. Tabel 2.90 menyajikan jumlah kendaraan yang melakukan uji KIR di Kota Pasuruan tahun 2013-2017.
Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-69
Tabel 2.90
Jumlah KendaraanKota Pasuruanyang Melakukan Uji KIR Tahun 2013–2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
1 Kendaraan 2.484 2.648 2.712 2.784 5.059
Sumber: Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, diolah