• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fokus Kesejahteraan Sosial 1. Pendidikan

Rata-rata iklim menurut bulan di Kota Pasuruan tahun 2017

2.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat

2.2.2. Fokus Kesejahteraan Sosial 1. Pendidikan

Salah satu esensi dari pendidikan adalah untuk memberantas buta huruf, sebab kemampuan membaca dan menulis atau literasi adalah awal dari upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia, khususnya dari sisi pendidikan. Permasalahan pendidikan juga terkait dengan rata-rata lama sekolah, termasuk harapan lama sekolah. Kelompok usia yang disasar oleh pencapaian indikator melek huruf adalah penduduk dengan usia 15 tahun ke atas, mengingat penduduk pada kelompok ini dikenal sebagai kelompok usia produktif. Tabel 2.25 merincikan angka melek huruf di Kota Pasuruan.

Tabel 2.25

Angka Melek Huruf Kota Pasuruan Tahun 2013–2017

No Data / Indikator 2013 2014 2015 2016 2017

1 Jumlah penduduk usia diatas 15 tahun yang bisa

membaca dan menulis 132.698 132.698 132.698 132.698 142.347 2 Jumlah penduduk usia 15 tahun keatas 136.703 136.703 136.707 136.703 147.947 3 Angka melek huruf (persen) 97,07 97,07 97,07 97,07 96,21 4 Angka buta huruf (persen) 2,93 2,93 2,93 2,93 3,79 5 Angka Harapan Sekolah 13,29 13,53 13,56 13,57 13,58

Sumber: Dinas Pendidikandan Kebudayaan Kota Pasuruan dan BPS Kota Pasuruan, diolah

Pada tahun 2017, angka melek huruf di Kota Pasuruan mencapai 96,21 persen . Selayaknya wilayah perkotaan, aksesibilitas layanan pendidikan di Kota Pasuruan cukup merata pada setiap wilayahnya. Salah satu indikasinya adalah jumlah dan sebaran sekolah yang cukup merata dan dapat dijangkau oleh penduduk usia sekolah.

Sepanjang 2013-2017, rata-rata lama sekolah penduduk usia sekolah di Kota Pasuruan, meningkat dari 8,88 tahun pada tahun 2012 menjadi 9,08 tahun pada tahun 2017. Artinya, terjadi peningkatan kualitas penduduk usia sekolah ditahun 2012,

Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-29

dibanding tahun 2017. Pembangunan pendidikan di Kota Pasuruan, telah mencapai program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun pada tahun 2013, yakni pada jenjang pendidikan SD dan SMP. Dan Pemerintah Kota merintis pencapaian program wajib belajar 12 tahun, namun mulai tahun 2017 kewenangan pengelolaan jenjang pendidikan SMA/SMK dialihkan ke provinsi sehingga mengalami kesulitan dalam pencapaian program tersebut. Grafik 2.15 menunjukkan perkembangan angka rata-rata lama sekolah di Kota Pasuruan.

Grafik 2.16

Angka Rata-Rata Lama Sekolah (tahun) di Kota PasuruanTahun 2013–2017

Sumber: BPS Kota Pasuruan, diolah

Angka partisipasi kasar atau APK adalah perbandingan jumlah siswa pada tingkat pendidikan SD/SLTP/SLTA sederajat, dibagi dengan jumlah penduduk berusia 7 hingga 18 tahun (7-12 untuk SD sederajat, 13-15 untuk SLTP sederajat dan 16-18 untuk SLTA sederajat), berapapun usianya yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang pendidikan tertentu.

APK menunjukkan tingkat partisipasi penduduk secara umum di suatu tingkat pendidikan. APK merupakan indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan. Tabel 2.26 menyajikan data APK Kota Pasuruan untuk jenjang pendidikan SD, SLTP.

Tabel 2.26

Angka Partisipasi Kasar Per Jenjang Pendidikan di Kota PasuruanTahun 2013–2017

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

1 SD sederajat

Jumlah siswa yang bersekolah di jenjang pendidikan SD/MI 21.387 21.565 21.954 21.976 21.965 Jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun 19.200 18.625 18.943 21.733 21.368

APK SD/MI 111,39 115,79 115,90 101,12 102,79

2 SMP sederajat

Jumlah siswa yang bersekolah di jenjang pendidikan SMP/MTs 10.567 11.255 11.386 11.074 10.973 Jumlah penduduk kelompok usia 13-15 tahun 11.503 12.039 12.286 11.223 11.283

APK SMP/MTs 91,86 93,24 92,67 98,67 97,64 9,03 9,06 9,07 9,08 9,08 9 9,01 9,02 9,03 9,04 9,05 9,06 9,07 9,08 9,09 2013 2014 2015 2016 2017

Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-30

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

3 SLTA sederajat

Jumlah siswa yang bersekolah di jenjang pendidikan SMA/MA/SMK 11.942 12.692 12.812 12.185 - Jumlah penduduk kelompok usia 16-18 tahun 12.220 12.490 12.615 10.410 - APK SMA/MA/SMK 97,73 101,62 101,56 117,05 -

Sumber: Dinas Pendidikandan Kebudayaan Kota Pasuruan, diolah

Pada 5 tahun terakhir ini, APK SD di Kota Pasuruan di atas 100 persen. Berdasarkan data ini, patut diduga bahwa banyak anak yang bersekolah di SD umurnya diluar 7-12 tahun, dan diduga masih kurang dari 7 tahun. Sementara APK SLTP cenderung lebih rendah (<100), hal ini diduga sebagian anak tamatan SD tidak melanjutkan kejenjang SLTP, namun pada tahun 2017 APK SLTP terjadi kenaikan, hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan tamatan SD melanjutkan jenjang pendidikan ke SLTP. Sedangkan angka APK SLTA pada tahun 2012 dan 2013 menunjukkan angka di dibawah 100 persen dan pada tahun 2014 sampai tahun 2016 diatas 100 persen,hal ini menunjukkan banyak anak yang sekolah di SLTA diluar kelompok SLTA, artinya bisa lebih muda umurnya atau banyak yang tinggal kelas. Tapi bisa juga beberapa siswa yang bersekolah di SLTA berasal dari luar Kota Pasuruan. Dan tahun 2017 pengukuran APK dan APM mengalami kendala karena kewenangan SMK/SMA ditangani pihak Provinsi Jawa Timur.

Untuk mengukur pencapaian pembangunan pendidikan di suatu wilayah,dalam hal tingkat pendidikan yang ditamatkan, maka digunakan angka pendidikan yang ditamatkan (APT). Selain itu, APT juga bermanfaat untuk melakukan perencanaan penawaran tenaga kerja, terutama untuk melihat kualifikasi pendidikan angkatan kerja di suatu wilayah. APT merupakan persentase jumlah penduduk, baik yang masih sekolah ataupun tidak sekolah lagi, menurut pendidikan tertinggi yang telah ditamatkan.

Tabel 2.27

Angka Pendidikan yang Ditamatkan Kota Pasuruan Tahun 2013–2017

No. Tingkat Pendidikan 2013 2014 2015 2016 2017

1 Tidak/belum pernah sekolah 45,751 34,051 55,419 58.633 61.530 2 Tidak/belum tamat SD 23,696 37,814 22,088 21.899 21.238 3 SD/sederajat 50,210 46,011 44,562 40.877 39.141 4 SMP/sederajat 27,072 28,356 27,080 25.987 25.562 5 SMA/sederajat 46,422 46,562 46,644 45.711 45.591 6 Diploma I,II,III 3,712 3,744 3,602 3.507 1.031 7 Diploma IV/sarjana 11,467 11,960 11,616 11.733 11.950 8 Strata II - - - - 814 9 Strata III - - - - 29

Sumber: Dinas Pendidikandan Kebudayaan Kota Pasuruan, diolah

Berdasarkan data pada tabel 2.27 terlihat bahwa pada tahun 2017 penduduk Kota Pasuruan usia 15 tahun ke atas, sebagian besar adalah tamatan SLTA yakni sebesar

Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-31

36,73 persen, tamatan SLTP sebesar 20,60 persen, tamatan SD sebesar 31,53 persen dan tamatan PT sebesar 11,13 persen. Histogram 2.1 menyajikan persentase pendidikan tertinggi yang ditamatkan oleh penduduk Kota Pasuruan usia 15 tahun keatas.

Histogram 2.1

Persentase Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan Oleh Penduduk Kota Pasuruan Usia 15 Tahun Ke Atas Tahun 2017

Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, diolah

Angka partisipasi murni atau APM pada suatu jenjang pendidikan dihitung dengan membagi jumlah siswa atau penduduk usia sekolah yang sedang bersekolah dengan jumlah penduduk kelompok usia yang berkaitan dengan jenjang sekolah tersebut. Sebagaimana APK, APM juga merupakan indikator daya serap penduduk usia sekolah di setiap jenjang pendidikan. Tabel 2.28 menyajikan APM di Kota Pasuruan pada berbagai jenjang pendidikan.

Tabel 2.28

Angka Partisipasi Murni (APM) pada Berbagai Jenjang Pendidikan Kota Pasuruan Tahun 2013–2017

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

1 APM SD 109,69 109,80 109,82 93,59 94,94

2 APM SMP 69,76 74,42 74,46 81,01 83,57

3 APM SMA 67,51 67,89 67,91 93,8 -

Sumber: Dinas Pendidikandan Kebudayaan Kota Pasuruan, diolah

2.2.2.2. Kesehatan

Untuk memberikan gambaran kondisi kesejahteraan sosial masyarakat, dari aspek pembangunan kesehatan, maka dipilih 3 indikator, yakni: Angka Kelangsungan Hidup Bayi (AKHB), usia harapan hidup, dan jumlah balita yang mengalami kasus gizi buruk.

AKHB merupakan ukuran dari angka kematian bayi, yang dihitung berdasarkan perbandingan antara jumlah kematian bayi yang berumur kurang dari 1 tahun, dengan jumlah kelahiran hidup pada suatu tahun tertentu. Secara matematis, AKHB = (1-angka

0 10 20 30 40 SD SLTP SLTA PT 31,53 20,6 36,73 11,3

Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-32

kematian bayi). Angka kematian bayi merupakan jumlah kematian bayi usia dibawah 1 tahun dalam kurun waktu setahun per 1.000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. Oleh karena itu, angka kelangsungan hidup bayi berbanding terbalik dengan angka kematian bayi. Semakin rendah angka kematian bayi, maka semakin besar peluang kelangsungan hidup bayi.

Angka kematian bayi merupakan variabel yang digunakan untuk menghitung indeks kesehatan, yang secara agregat dengan indeks lainnya akan menentukan indeks pembangunan manusia. Tabel 2.29 menunjukkan angka kelangsungan hidup bayi dan angka kematian bayi.

Tabel 2.29

Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Ibu Melahirkan Kota Pasuruan Tahun 2013–2017

No. Indikator 2013 2014 2015 2016 2017

1 Angka Kematian bayi lahir 7,14 7,14 10,21 8,36 4,31 2 Angka Kematian ibu melahirkan 0,55 35,42 1,24 1,67 1,54 3 Prosentase KEP pada balita 1,6 1,5 0,23 2,40 1,25 4 Angka Harapan Hidup 66,75 66,81 66,60 66,79 70.93

Sumber: Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, diolah

Angka kematian bayi Kota Pasuruan sepanjang tahun 2013–2017 menunjukkan perkembangan yang bervariasi. Pada tahun 2013, angka kematian bayi mencapai 7,14 dan stagnan hingga tahun 2014. Namun, di tahun 2015 angka kematian bayi mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu 10,21. Pada tahun 2016, angka kematian bayi turun di angka 8,36 sedangkan tahun 2017 terjadi penurunan menjadi 4,31. Demikian pula perkembangan yang terjadi pada angka kematian ibu melahirkan selama tahun 2013-2017, sempat mencapai angka tertinggi, yaitu 35,42 pada tahun 2014. Namun kembali mengalami penurunan pada tahun 2015 menjadi 1,24 dan kembali naik menjadi 1,67 pada tahun2016 dan tahun 2017 menurun menjadi 1,54.

Grafik 2.17

Angka Harapan Hidup (tahun) Kota Pasuruan Tahun 2013–2017

Sumber: BPS Kota Pasuruan, diolah

66,75 66,81 66,6 66,79 70,93 66 67 68 69 70 71 72 2013 2014 2015 2016 2017

Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-33

Angka harapan hidup merupakan ukuran pembangunan bidang kesehatan yang relatif komprehensif. Grafik 2.17 menyajikan angka harapan hidup Kota Pasuruan. Pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif maupun rehabilitatif; perbaikan gizi; pelayanan kesehatan ibu dan anak; hingga upaya perbaikan perilaku dan lingkungan sehat; seluruhnya bermuara pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, diharapkan akan memperpanjang usia harapan hidupnya. Sepanjang 2013–2017, angka harapan hidup penduduk Kota Pasuruan mengalami peningkatan, secara berturut-turut dari 66,75 tahun, menjadi 66,81 tahun, meningkat lagi menjadi 66,60 tahun, meningkat menjadi 66,79 tahun dan kembali meningkat menjadi 70,93 tahun tahun 2017

Tabel 2.30

Persentase Gizi Balita Menurut Status Gizi Kota Pasuruan Tahun 2013–2017

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

1 Persentase balita gizi buruk 1,6 1,5 0,23 1,5 1,5 2 Persentase balita gizi kurang 6 6,4 6,5 6,1 6,01 3 Persentase balita gizi baik 90,7 90,6 91,57 91,4 91,50 4 Persentase balita gizi lebih 1,8 1,6 1,7 1 1,2

Sumber: Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, diolah

Gizi buruk adalah bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gizi menahun. Status gizi balita secara sederhana dapat diketahui dengan membandingkan antara berat badan menurut umur maupun menurut panjangbadannya dengan rujukan (standar) yang telah ditetapkan. Apabila berat badan menurut umur sesuai dengan standar, anak disebut gizi baik. Kalau sedikit di bawah standar disebut gizi kurang. Apabila jauh di bawah standar dikatakan gizi buruk.

Presentase gizi balita Kota Pasuruan sepanjang tahun 2013–2017 menunjukkan perkembangan yang positif, dimana angka tertinggi dicapai oleh persentase balita gizi baik, yang mencapai angka 91,57persen pada tahun 2015. Sementara itu, yang perlu mendapat perhatian adalah masih adanya balita gizi buruk dan balita gizi kurang.

2.2.2.3. Ketenagakerjaan

Pembangunan ketenagakerjaan direpresentasikan dengan angkatan kerja dan kesempatan kerja. Kesempatan kerja merupakan hubungan antara angkatan kerja dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja. Pertambahan angkatan kerja harus diimbangi dengan investasi yang dapat menciptakan kesempatan kerja. Dengan demikian, dapat menyerap pertambahan angkatan kerja.

Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-34

Dalam ilmu ekonomi, kesempatan kerja berarti peluang atau keadaan yang menunjukkan tersedianya lapangan pekerjaan sehingga semua orang yang bersedia dan sanggup bekerja dalam proses produksi dapat memperoleh pekerjaan sesuai dengan keahlian, keterampilan dan bakatnya masing-masing.Kesempatan Kerja

(demand for labour) adalah suatu keadaan yang menggambarkan ketersediaan

pekerjaan (lapangan kerja untuk diisi oleh para pencari kerja). Dengan demikian kesempatan kerja dapat diartikan sebagai permintaan atas tenaga kerja.

Grafik 2.18

Proporsi Angkatan Kerja dan Pekerja Kota Pasuruan Tahun 2013–2017

Sumber: BPS Kota Pasuruan, diolah

Grafik 2.18 menyajikan perkembangan jumlah angkatan kerja dan pekerja. Proporsi angkatan kerja mengalami peningkatan dari 69,29 persen tahun 2013, meningkat menjadi 67,78 persen tahun 2014 dan meningkat menjadi 68,32 persen tahun 2015, kemudian meningkat menjadi 68,37 persen dan 68,41 persen masing-masing pada tahun 2016 dan 2017. Kondisi ini perlu diantisipasi dengan penyediaan lapangan kerja yang cukup, untuk menyerap angkatan kerja. Kondisinya sedikit menurun di tahun 2013, yang mana dari 69,29 persen penduduk yang masuk angkatan kerja, hanya 65,59 persen yang terserap lapangan kerja. Pada tahun 2014, dari 67,78 persen penduduk yang masuk angkatan kerja, hanya 64,85 persen yang terserap lapangan kerja. Sementara di tahun 2016, dari 68,37 persen penduduk yang masuk angkatan kerja, terdapat bagian sebesar 65,32 persen yang terserap lapangan kerja sedangkan tahun 2017 tenaga kerja yang terserap sebesar 65,39 persen dari jumlah angkatan kerja 68,41. Tabel 2.31. menyajikan tingkat pengangguran terbuka di Kota Pasuruan, Jawa Timur seta nasional.

69,29 67,78 68,32 68,37 68,41 65,59 64,85 65,12 65,32 65,39 62 64 66 68 70 2013 2014 2015 2016 2017

Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-35

Tabel 2.31

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Pasuruan, Jawa Timur dan Nasional Tahun 2013-2017

No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017

1 Nasional 6,18 5,94 6,18 5,61 5,5

2 Jawa timur 4,3 4,19 4,19 4,21 4

3 Kota Pasuruan 5,41 6,09 6,09 6,35 4,64