Rata-rata iklim menurut bulan di Kota Pasuruan tahun 2017
2.3. Aspek Pelayanan Umum
2.3.2. Fokus Urusan Wajib Bukan Pelayanan Dasar 1. Tenaga Kerja
2.3.2.2. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Dalam Undang-Undang Pemilu Nomor 10 Tahun 2008, Pasal 53 telah mensyaratkan partai politik menominasikan setidaknya 30 persen perempuan dalam daftar calon legislatif terbuka di Pemilu 2009. Kini perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam berbagai hal.
Selama 2 periode terakhir, keterwakilan perempuan dalam parlemen di Kota Pasuruan, masih kurang dari 30 persen. Akan tetapi, sudah terlihat adanya keterwakilan perempuan sebagai anggota DPRD. Dalam periode 2009-2014, jumlah anggota DPRD perempuan sebanyak 1 orang, berubah menjadi 2 orang pada periode 2014-2019. Tabel 2.68 menyajikan komposisi anggota DPRD Kota Pasuruan menurut jenis kelamin.
Tabel 2.68
Komposisi Anggota DPRD Kota Pasuruan Menurut Jenis Kelamin Tahun 2009-2019
No. Periode Reguler PAW
Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan
1 Masa Bhakti 2009 - 2014 23 2 3 1
2 Masa Bhakti 2014 - 2019 27 3 1 2
Sumber: Sekretariat DPRDKota Pasuruan, diolah
Proporsi pegawai negeri sipil (PNS) berjenis kelamin perempuan juga mengalami peningkatan dalam 5 tahun terakhir. Pada tahun 2013, tercatat sebesar 51,44 persen dan meningkat menjadi 51,12 persen pada tahun 2017, sebagaimana tersaji pada tabel 2.69.
Tabel 2.69
Proporsi Pegawai Negeri Sipil Menurut Jenis Kelamin di Kota Pasuruan Tahun 2013-2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
1 Jumlah PNS perempuan 2.088 2.046 2.032 2.053 1.644
2 Jumlah PNS 4.059 3.998 3.977 3.389 3.216
3 Rasio PNS perempuan 51,44% 51,18% 51,09% 53,01% 51,12%
Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-58
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat disebabkan beberapa hal, antara lain: faktor ekonomi, psikologis, pendidikan yang rendah, pihak ketiga atau faktor pemicu lainnya. Angka rasio KDRT ini menunjukkan kecenderungan peningkatan sampai tahun 2015 dan menurun di tahun 2017 . Pada tahun 2012 rasio KDRT tercatat sebesar 7,44, atau sekitar 7 hingga 8 kejadian KDRT pada setiap 10.000 rumah tangga. Rasio ini mengalami penurunan menjadi 3,22 pada tahun 2016, atau sekitar 3 hingga 4 kejadian KDRT pada setiap 10.000 rumah tangga.
Tabel 2.70
Rasio Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Kota Pasuruan ra Tahun 2013–2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
1 Jumlah kasus KDRT 27 61 64 32 17
2 Jumlah rumah tangga 45.133 45.118 45.211 52,724 52.461 3 Rasio KDRT per 10.000 5,98 13,52 14,16 6,07 3,24
Sumber: Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga BerencanaKota Pasuruan, diolah
Pada tahun 2017, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan sebesar 56,41 yang berarti dari 100 penduduk usia kerja terdapat sekitar 56 hingga 57 orang berjenis kelamin perempuan aktif dalam kegiatan ekonomi (bekerja dan pencari kerja). Tabel 2.71 menyajikan tingkat partisipasi angkatan kerja menurut jenis kelamin di Kota Pasuruan. Dari tahun ke tahun angka TPAK perempuan mengalami peningkatan, sejalan dengan perkembangan teknologi dan pendidikan, dimana perempuan dapat mengoptimalkan perannya sehingga lebih produktif dan bermanfaat bagi keluarga dan lingkungannya.
Tabel 2.71
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Menurut Jenis Kelamin di Kota Pasuruan Tahun 2013-2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
1 TPAK perempuan 56,07 57,06 56,01 56,23 56,41 2 TPAK laki-laki 83,12 83,07 83,14 83,02 83,00
3 TPAK total 69,29 67,78 68,23 67,83 69,71
Sumber: BPS Kota Pasuruan, diolah
Indikator komposit untuk pemberdayaan perempuan direpresentasikan dengan indeks pembangunan gender (IPG) dan indeks pemberdayaan gender (IDG). IPG adalah sebuah ukuran komposit yang mencerminkan perbedaan dalam prestasi pembangunan manusia antara perempuan dan laki-laki dalam tiga dimensi yaitu kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. IPG merupakan indeks yang menggambarkan kesenjangan pencapaian antara laki-laki dan perempuan yang diukur dengan menggunakan rasio IPM perempuan dengan laki-laki. Grafik 2.25 menggambarkan kinerja IPG dan IDG tahun 2013-2017.
Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-59
Grafik 2.25
Indeks Pembangunan Gender dan Indeks Pemberdayaan Gender Tahun 2013-2017
Sumber: BPS Kota Pasuruan
IDG merupakan ukuran untuk menggambarkan persamaan peranan antara perempuan dan laki-laki dalam aspek-aspek tersebut yaitu kehidupan ekonomi, politik dan pengambilan keputusan. Sehingga, IDG menggambarkan besarnya peranan perempuan dalam hal pencapaian kapabilitas berdasarkan status dan kedudukan perempuan dibandingkan dengan laki-laki.
2.3.2.3. Pangan
Laju pertumbuhan penduduk Kota Pasuruanmerupakan salah satu faktor yang menyebabkan kompleksnya permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Sementara kapasitas produksi pangan pertumbuhannya lambat bahkan stagnan yangdisebabkan adanya kompetisi dalam pemanfaatan sumberdaya lahan dan air, disamping itu stagnannya pertumbuhan produktivitas lahan dan tenaga kerja pertanian.
Pengembangan pangan lokal dan tradisional merupakan salah satu intervensi pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan alternatif masyarakat Kota Pasuruan, mengingat konsumsi pangan penduduk Kota Pasuruan masih didominasi oleh kelompok pangan serelia terutama beras. Ketersediaan Pangan tahun 2017 untuk beras sebesar 48.101,2 ton.
Tabel 2.72
Kinerja Bidang Ketahanan Pangan Kota Pasuruan Tahun 2013–2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
1 Ketersediaan pangan (ton) 47.327,9 47.678,8 47.891,3 48.015,98 48.101,2 2 Skor pola pangan harapan 80,3 81,9 82,7 83,9 82,8 3 Konsumsi protein per kapita (standar
minimal 52 gr/hari)
47,8 71,71 62,3 62,8 65,02 4 Ketersediaan protein per kapita (standar
minimal 57 gr/hari) 63,28 65,6 56,7 56,8 63,74 5 Konsumsi energi per kapita (standar
minimal 2.000 kkal/hari) 1,697.5 2,142.4 2455.4 2218,8 163,73 6 Ketersediaan energi per kapita (standar
minimal 2.200 kkal/hari) 2,899 2,939 2,459 2.346,8 2.499 57,96 53,53 57,68 57,89 57,96 70,53 71,52 72,10 72,19 72,27 0 20 40 60 80 2013 2014 2015 2016 2017 IDG IPG
Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-60
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
7 Jumlah kebutuhan pangan berdasarkan
PPH tingkat konsumsi (ton) 103,03 103,87 104,67 104,98 104,74 8 Jumlah kebutuhan pangan Berdasarkan
PPH tingkat ketersediaan (ton) 113,32 114,24 115,12 115,89 115,97 9 Tingkat konsumsi (kwintal)
Beras 15.878,6 16.007,6 16.017,2 16.098,54 16.112,14 Jagung 767 773 775 776 777 Daging sapi 7.863 7.926 7.987 7.992 7.997 Daging unggas 9.589 9.666 9.710 7.798 7.875 Telur 8.438 8.506 8.603 8.701 8.723 Ikan 18.026 18.173 18.293 18.316 18.321 Gula 6.137 6.187 6.205 6.215 6.217 Susu 6.328 6.380 6.397 6.425 6.431
Sumber: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, diolah
Penurunan konsumsi beras merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan ketahanan pangan. Dengan adanya Program Percepatan Penganekaragaman Pangan, kita dapat menurunkan konsumsi beras masyarakat Kota Pasuruan dan beralih, misalnya, ke umbi-umbian. Penganekaragaman konsumsi pangan melalui pengukuran Skor Pola Pangan Harapan (PPH) untuk tahun 2017 sebesar 82,8, dan untuk tingkat konsumsi beras penduduk Kota Pasuruan tahun 2017 sebesar 16.112,14 ton.
2.3.2.4. Pertanahan
Persentase luas lahan bersertifikat adalah proporsi jumlah luas lahan bersertifikat Hak Milik (HM), Hak Guna Bangunan (HGB), Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Pengelola Lahan (HPL) terhadap luas wilayah daratan. Kepemilikan sertifikat telah diatur dalam Undang-Undang Agraria 1960 yang menjamin kepastian hukum hak atas tanah yang dimiliki oleh setiap orang. Ada dua jaminan kepastian hak atas tanah, yang pertama adalah orang sebagai subyek atau pemilik tanah, sedangkan yang kedua adalah objek atau tanah. Bagi pemilik tanah mempunyai kewajiban untuk memasang tanda batas dan memelihara tanah tersebut.
Sampai dengan tahun 2016, data Kantor BPN Kota Pasuruan menunjukkan bahwa jumlah bidang tanah yang bersertifikat mencapai 55.305 bidang dari total 69.108 bidang atau 80,03 persen. Tabel 2.73 menunjukkan jumlah kegiatan pembangunan yang membutuhkan pembebasan lahan sepanjang tahun 2013-2017.
Tabel 2.73
Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Yang Membutuhkan Pembebasan Lahan Tahun 2013–2017
No Uraian 2013 2014 2015 2016 2017
1 Pelaksanaan kegiatan pembangunan yang membutuhkan
pembebasan lahan 5 6 7 6 4
Perubahan RPJMD Kota Pasuruan Tahun 2016-2021 II-61