SITUASI DERAJAT KESEHATAN
A. ANGKA KEMATIAN
Permasalah kependudukan merupakan masalah yang umum yang dihadapi oleh negara berkembang, termasuk Indonesia. Secara umum permasalah kependudukan dapat dikelompokan menjadi tiga yaitu, jumlah penduduk, kepadatan penduduk dalam suatu wilayah, dan kualitas penduduknya.Dinamika penduduk dari waktu ke waktu senantiasa berubah yang disebabkan karena adanya pertistiwa kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Perubahan tersebut dapat dihitung melalui beberapa cara, diantarannya metode sensus, regitrasi, dan survey peduduk.
Menurut standar WHO, pencatatan kematian penduduk dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan mengidentifikasi penyebab kematiannya melalui klasifikasi standar ICD-10. Tujuannya adalah mengetahui tingkat dan penyebab kematian. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk menentukan masalah kesehatan dan prioritas peyelesaiannya bidang kesehatan masyarakat.
Jumlah dan penyebab kematian yang dibahas dalam Profil Kesehatan ini didapat dari proses regritrasi kematian dan penyebabnya pada sumber-sumber pelayanan kesehatan dasar maupun tingkat lanjut yang direkapitulasi dan dianalisa di tingkat Kota oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung. Beberapa angka kematian khusus yang akan diulas dalam Profil Kesehatan Kota Bandung ini adalah kejadian kematian, kematian bayi, kematian ibu, dan kematian balita.
Jumlah kematian kasar selama tahun 2016 di Kota Bandung sebanyak 4.587 jiwa terdiri dari 2.444 laki-laki dan 2.143 perempuan. Dari angka tersebut diantaranya sebanyak 73 jiwa berasal dari kelompok usia sekolah, 915 jiwa dari kelompok usia produktif, dan 3.3367 jiwa dari usia lanjut. Sepuluh penyebab kematian terbesar di Kota Bandung dapat diamati dari tabel pie berikut ini.
19 Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2016
Berdasarkan grafik III.1 dapat dilihat bahwa penyebab kematian terbanyak tahun 2016 adalah akibat lanjut usia (Lansia) sebesar 23 %. Dari 10 besar penyakit penyebab kematian terbanyak masih terdapat penyebab kematian lanjut usia/sakit serta gejala dan tanda umum lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pencatatan dan pelaporan kematian belum optimal. Data penyebab kematian yang akurat masih sulit diperoleh di lapangan, butuh kerjasama lintas sektor dan lintas program yang lebih baik. Penyebab kematian didominasi oleh penyakit tidak menular (PTM).
Kecelakaan juga menjadi salah satu dari 10 besar penyebab kematian terbanyak.
Pembahasan di bawah ini mengenai kejadian kematian bayi, kejadian kematian ibu dan kejadian kematian balita yang masih merupakan bagian dari mortalitas.
1. ANGKA KEMATIAN BAYI (AKB)
Sepanjang tahun 2016 tercatat 64 kasus kematian bayi (29 hari-11 bulan) yang tersebar di 19 Kecamatan di Kota Bandung. Kematian bayi (29 hari – 11
20 Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2016 sebelumnya terjadi penurunan jumlah kematian bayi sebanyak 34 kasus. Jumlah kasus kematian tersebut tidak termasuk kematian Neonatal sebanyak 159 kasus yang terdiri dari Neontal Muda (0-7 hari) dan dan Neonatal Lanjut (8-28 hari).
Total kematian bayi (0-11 bulan) di tahun 2016 secara keseluruhan menjadi 223 kasus.
Jumlah lahir mati sepanjang tahun 2016 tercatat 65 kasus dari 43.695 lahir hidup. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya yang sebesar 22 kasus lahir mati dari 45.800 lahir hidup. Berikut di bawah ini perkembangan jumlah kasus kematian bayi dan lahir mati di Kota Bandun per tahun.
GRAFIK III.2
PERKEMBANGAN JUMLAH KEMATIAN BAYI DAN LAHIR MATI DI KOTA BANDUNG TAHUN 2012 - 2016
Sumber : Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Dinkes Kota Bandung Tahun 2016
Angka kematian bayi (AKB) atau lebih dikenal dengan infant mortality rate (IMR). Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator sangat sensitif untuk mengetahui gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat. Angka kematian bayi menjelaskan kemungkinan kematian bayi dalam 1.000 kelahiran hidup di suatu wilayah dalam periode tertentu. Faktor yang berkaitan dengan penyebab kematian bayi antara lain terutama tingkat pelayanan antenatal, status gizi ibu hamil, tingkat keberhasilan program KIA & KB, kondisi lingkungan, dan sosial Ekonomi. Hingga saat ini BPS Kota Bandung tidak menyediakan AKB Kota Bandung.
21 Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2016 2. ANGKA KEMATIAN BALITA (AKABA)
Angka Kematian Balita (AKABA) adalah jumlah kematian anak umur 12-59 bulan per 1.000 kelahiran hidup pada periode waktu tertentu. AKABA dapat menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan serta faktor lain yang mempengaruhi terhadap kesehatan anak balita seperti gizi, sanitasi lingkungan, tingkat pelayanan KIA / Posyandu, penyakit infeksi, dan kecelakaan.
Sepanjang tahun 2016 ditemukan sebanyak 26 kematian Balita. Angka ini mengalami peningkatan yang cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak sebanyak 8 kasus. Grafik berikut ini menunjukan jumlah kematian balita di Kota Bandung selama 5 tahun terakhir.
GRAFIK III.3
PERKEMBANGAN JUMLAH KEMATIAN BALITA DI KOTA BANDUNG TAHUN 2012 - 2016
Sumber : Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Dinkes Kota Bandung Tahun 2016
AKABA terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan anak-anak bertempat tinggal termasuk pemeliharaan kesehatannya. AKABA dipakai untuk mengidentifikasi kesulitan ekonomi penduduk. Mengingat kegiatan registrasi penduduk di Indonesia belum sempurna sumber data ini belum dapat dipakai untuk menghitung AKABA. Sebagai gantinya AKABA dihitung berdasarkan estimasi tidak langsung dari berbagai survei-survei.
3. ANGKA KEMATIAN IBU (AKI)
Angka Kematian Ibu (AKI) adalah banyaknya kematian ibu hamil selama 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lama dan tempat persalinan, yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, dan bukan karena sebab-sebab lain, per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu diketahui
22 Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2016
Angka kematian ibu merupakan indikator kesehatan yang penting. Angka Kematian Ibu mencerminkan risiko-risiko yang dihadapi ibu selama kehamilan dan melahirkan yang dipengaruhi oleh : keadaan sosial ekonomi dan kesehatan menjelang kehamilan, kejadian berbagai komplikasi pada kehamilan dan kelahiran, serta tersedianya dan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk pelayanan prenatal dan obstetrik.
Jumlah kematian ibu di Kota Bandung tahun 2016 terlaporkan sebanyak 27 kasus kematian. Grafik jumlah kematian ibu dari tahun ke tahun dapat diamati dari tahun ke tahun memperlihatkan kecenderungan tetap/stagnan. Kenaikan jumlah kematian yang cukup tinggi terjadi di tahun 2014 untuk kemudian menurun kembali.
Informasi mengenai kondisi AKI akan bermanfaat untuk pengembangan program peningkatan kesehatan reproduksi, terutama pelayanan kehamilan dan membuat kehamilan yang aman bebas risiko tinggi (making pregnancy safer), program peningkatan jumlah kelahiran yang dibantu oleh tenaga kesehatan, penyiapan sistem rujukan dalam penanganan komplikasi kehamilan, penyiapan keluarga dan suami siaga dalam menyongsong kelahiran, yang semuanya
23 Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2016 bertujuan untuk mengurangi Angka Kematian Ibu dan meningkatkan derajat kesehatan reproduksi. Adapun AKI Nasional berdasarkan Sensus Penduduk (SP) tahun 2010 adalah sebesar 228 / 100.000 kelahiran hidup.