Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Ps
4. Pada angka 2 Usaha Industri Rokok , kolom yang diisi :
a. Isi tarif pada kolom Nilai Obyek pajak (Rp). Tekan tombol Tab
untuk pindah ke kolom berikutnya.
b. Isi persen PPh yang dipungut pada kolom Tarif (%). Tekan tombol Tab untuk pindah ke kolom berikutnya.
5. Pada angka 3. Pembelian Barang oleh bendaharawan/Badan
Tertentu yang ditunjuk, kolom yang diisi :
a. Isi tarif pada kolom Nilai Obyek pajak (Rp). Tekan tombol Tab
untuk pindah ke kolom berikutnya.
b. Isi persen PPh yang dipungut pada kolom Tarif (%). Tekan tombol Tab untuk pindah ke kolom berikutnya.
6. Pada angka 4. Nilai Impor Bank Devisa/Ditjen Bea dan Cukai,
a. API, kolom yang diisi :
a. Isi tarif pada kolom Nilai Obyek pajak (Rp). Tekan tombol Tab
untuk pindah ke kolom berikutnya.
b. Isi persen PPh yang dipungut pada kolom Tarif (%). Tekan tombol Tab untuk pindah ke kolom berikutnya.
7. Pada angka 4. Nilai Impor Bank Devisa/Ditjen Bea dan Cukai,
b. Non API, kolom yang diisi :
a. Isi tarif pada kolom Nilai Obyek pajak (Rp). Tekan tombol Tab
untuk pindah ke kolom berikutnya.
b. Isi persen PPh yang dipungut pada kolom Tarif (%). Tekan tombol Tab untuk pindah ke kolom berikutnya.
8. Pada angka 5. Hasil Lelang (Ditjen Bea dan Cukai), kolom
yang diisi :
e S P T P P h M a s a – P a s a l 2 2
untuk pindah ke kolom berikutnya.
b. Isi persen PPh yang dipungut pada kolom Tarif (%). Tekan tombol Tab untuk pindah ke kolom berikutnya.
9. Pada angka 6. Penjualan Migas Oleh Pertamina/Badan Usaha
Selain Pertamina, a. SPBU/Agen/Penyalur (Final), kolom yang diisi :
a. Isi tarif pada kolom Nilai Obyek pajak (Rp). Tekan tombol Tab
untuk pindah ke kolom berikutnya.
b. Isi persen PPh yang dipungut pada kolom Tarif (%). Tekan tombol Tab untuk pindah ke kolom berikutnya.
10. Pada angka 6. Penjualan Migas Oleh Pertamina/Badan
Usaha Selain Pertamina, b. Pihak Lain (Tidak Final), kolom yang diisi :
a. Isi tarif pada kolom Nilai Obyek pajak (Rp). Tekan tombol Tab
untuk pindah ke kolom berikutnya.
b. Isi persen PPh yang dipungut pada kolom Tarif (%). Tekan tombol Tab untuk pindah ke kolom berikutnya.
11. Pilih jenis Lampiran pada kotak Check Box yang terdapat pada
kolom Lampiran.
a. Klik kotak Check Box yang terdapat di sebelah kiri Daftar Surat Setoran Pajak PPh Ps 22 Impor (Bank Devisa dan Bendaharawan Tertentu yang ditunjuk) dan Pertamina/Badan Usaha Lain Selain Pertamina, jika bersama SPT dilampirkan pula Daftar Surat Setoran Pajak tersebut. Kemudian tentukan jumlah lampiran tersebut pada kotak lembar.
b. Klik kotak Check Box yang terdapat di sebelah kiri Surat Setoran SSP yang disetor oleh importir atau Pembeli Barang (Khusus untuk Bank Devisa, Bendaharawan/Badan Tertentu yang Ditunjuk), jika bersama SPT dilampirkan pula Surat Setoran SSP. Kemudian tentukan jumlah lampiran tersebut pada kotak lembar.
e S P T P P h M a s a – P a s a l 2 2
disetor oleh Pemungut Pajak sebanyak (Khusus untuk Badan Usaha Industri/Eksportir Tertentu, Ditjen Bea dan Cukai), jika bersama SPT dilampirkan pula SSP yang disetor. Kemudian tentukan jumlah lampiran tersebut pada kotak lembar.
d. Klik kotak Check Box yang terdapat di sebelah kiri Surat Kuasa Khusus, jika bersama SPT dilampirkan pula Surat Kuasa Khusus.
e. Klik kotak Check Box yang terdapat di sebelah kiri Daftar Bukti Pemungutan PPh Pasal 22(Khusus untuk Badan Usaha Industri/Eksportir Tertentu, Ditjen Bea dan Cukai), jika bersama SPT dilampirkan pula Daftar Bukti Pemungutan PPh Pasal 22. f. Klik kotak Check Box yang terdapat di sebelah kiri Bukti
Pemungutan PPh Pasal 22(Khusus untuk Badan Usaha Industri/Eksportir Tertentu, Ditjen Bea dan Cukai), jika bersama SPT dilampirkan pula Bukti Pemungutan PPh Pasal 22.
g. Klik kotak Check Box yang terdapat di sebelah kiri Dalam hal ada penjualan retur agar dilengkapi dengan lampiran rincian penjualan dan retur penjualan, jika ada penjualan retur maka bersama SPT dilampirkan pula lampiran rincian penjualan dan retur penjualan.
h. Klik kotak Check Box yang terdapat di sebelah kiri Risalah lelang dalam hal pelaksanaan lelang, jika ada pelaksanaan lelang maka dilampirkan pula bersama SPT.
i. Tentukan Tanggal SPT dengan cara meng-klik tombol Scroll
bar yang terletak pada kolom Tanggal SPT. Akan muncul tampilan kalender, ubah tanggal dengan cara meng-klik langsung pada tampilan kalender tersebut.
Ubah bulan dengan cara meng-klik judul bulan yang terdapat pada tampilan kalender, akan muncul list untuk bulan selama setahun, klik bulan yang dimaksud dengan menggunakan
Mouse. Atau bisa juga dengan cara meng-klik tombol Scroll bar yang terdapat di kiri dan kanan tampilan judul kalender. Ubah tahun dengan cara meng-klik judul tahun yang terdapat
e S P T P P h M a s a – P a s a l 2 2
pada tampilan kalender, akan muncul Scroll bar atas dan
bawah, gunakan Scroll bar tersebut untuk mengubah tahun
yang dimaksud. Tekan tombol Tab untuk pindah ke kolom berikutnya.
12. Klik tombol Simpan untuk menyimpan data yang telah
dimasukkan. Maka akan ditampilkan pesan Apakah Data
Tersebut Akan Disimpan ?
a. Jika klik No, maka akan kembali ke formulir SPT.
b. Jika klik Yes, maka akan ditampilkan pesan bahwa Data Berhasil Disimpan. Klik OK, maka data akan tersimpan ke dalam formulir SPT.
13. Klik tombol Tutup untuk keluar dari tampilan formulir Surat
Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Ps 22 data akan kembali ke menu utama eSPT Masa PPh.
Mengubah data pada Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Ps 22
Untuk mengubah data pada formulir SPT Masa PPh Ps 22, ikuti langkah berikut ini :
1. Untuk melakukan perubahan data, Operator
membuka SPT PPh masa yang telah ada pada menu
Jenis Pajak Penghasilan Pasal 22 Surat
Pemberitahuan (SPT) Masa PPh Ps 22 maka formulir tersebut akan ditampilkan.
2. Pada tampilan tersebut dapat dilihat kolom-kolom yang sudah