• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arahan Rencana Induk System Penyediaan Air Minum (RI-SPAM)

“TERWUJUDNYA MASYARAKAT ENDE LIO SARE PAWE”

RUMUSAN STRATEG

3.2.1. Arahan Rencana Induk System Penyediaan Air Minum (RI-SPAM)

Berdasarkan Permen PU No. 18 Tahun 2007, Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum adalah suatu rencana jangka panjang (15-20 tahun) yang merupakan bagian atau tahap awal dari perencanaan air minum jaringan perpipaan dan bukan jaringan perpipaan berdasarkan proyeksi kebutuhan air minum pada satu periode yang dibagi dalam beberapa tahapan dan memuat komponen utama sistem beserta dimensi-dimensinya. RI-SPAM dapat berupa RI-SPAM dalam satu wilayah administrasi maupun lintas kabupaten/kota/provinsi. Penyusunan rencana induk pengembangan SPAM memperhatikan aspek keterpaduan dengan

RPI2JM KAB. ENDE III - 191

prasarana dan sarana sanitasi sejak dari sumber air hingga unit pelayanan dalam rangka perlindungan dan pelestarian air.

Di dalam RI-SPAM, hal yang perlu dikaji pada bagian ini untuk dijadikan arahan pengembangan kebijakan dan strategi pengembangan SPAM adalah bagian Rencana Pengembangan SPAM yang terdiri dari :

a. Kebijakan, Struktur dan Pola Pemanfaatan Ruang Wilayah.

Kebijakan pengembangan SPAM di wilayah Perkotaan Ende mengikuti kebijakan pengembangan perkotaan sebagaimana ditetapkan dalam RTRW Kabupaten Ende dan RDTR Perkotaan Ende. Pemanfaatan ruang yang menjadi perhatian dalam pengembangan SPAM adalah dititikberatkan pada rencana pengembangan permukiman, perdagangan, perkantoran, dan memperhatikan pengembangan jaringan jalan.

b. Rencana Sistem Pelayanan.

Sistem pelayanan dibegi menjadi dua macam sistem, yaitu:

 Sistem perpipaan; untuk wilayah permukiman perkotaan

 Sistem non-perpipaan; untuk wilayah permukiman di pinggiran kota c. Rencana Pengembangan SPAM.

Arahan pengembangan SPAM ditujukan untuk memberikan panduan bagi pengembangan SPAM eksisting di Perkotaan Ende. Pengembangan didasarkan pada kondisi SPAM eksisting dan potensi pengembangannya berdasarkan potensi air baku dan adanya kemauan masyarakat. Atas dasar itu, maka pengembangan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :

1. Jangka Pendek (2 – 4 tahun)

Penyelenggara SPAM eksisiting di Perkotaan Ende, yaitu PDAM Tirta Kelimutu telah mempunyai rencana pengembangan SPAM. Rencana ini dimasukkan sebagai rencana jangka pendek hingga tahun 2016. Pengembangan jangka pendek ini ditujukan pada peningkatan pelayanan hingga mencapai sekitar 30%. Pengembangan yang direncanakan antara lain:

 Peningkatan kapasitas produksi

Demi memenuhi kebutuhan masyarakat pelanggan hingga tahun 2016 direncanakan untuk menambah beberapa sumber air baru, yaitu :

- Mata Air Samba di Roworena Barat dengan kapasitas 5 L/det untuk pelayanan kota Ende di zona Woloare.

- Mata Air Mbiritoro di Rewarangga dengan kapasitas 7 L/det untuk pelayanan kota Ende di zona Aepana

- Sistem perpipaan transmisi pipa PVC diameter 100 mm beserta aksesorisnya, dengan panjang 3.500 m (dari mata air Mbiritoro ke zona Aepana).

- Sistem perpipaan transmisi pipa PVC diameter 75 mm beserta aksesorisnya, dengan panjang 2.000 m (dari mata air Samba ke zona Woloare).

 Peningkatan kapasitas reservoir distribusi

Agar penambahan pasokan air yang diperoleh dari upaya peningkatan kapasitas produksi dapat mencapai sasaran peningkatan volume distribusinya maka sistem yang ada harus diikuti dengan penyesuaian kapasitas perpipaan transmisi, penyesuaian kapasitaas

RPI2JM KAB. ENDE III - 192

reservoir distribusi dan pengembangan perpipaan distribusi, yang secara umum adalah sebagai berikut:

- Kapasitas reservoir distribusi ditingkatkan dengan menambah beberapa unit reservoir yaitu:

 Reservoir perkotaan 2.000 m3

 Reservoir di mata air Samba dan Mbiritoro, masing-masing 200 m3

 Penambahan sambungan baru

Pada tahun 2017 direncanakan penambahan sambungan baru sebanyak 2.266 SR meliputi: 763 SR di Zona Wolowona, 791 SR di Zona Aepana, 556 SR di Zona Aekipa, dan 156 R di Zona Woloare.

 Penggantian meter tua dan rusak

Demi menyelamatkan kehilangan air akibat kesalahan pembacaan meter dilakukan penggantian terhadap meter-meter tua dan rusak sejumlah 2000 unit. Penggantian meter tua dan rusak ini dilakukan pula secara bertahap dengan jumlah penggantian meter antara 400 hingga 500 unit per tahun.

2. Jangka Panjang (15 tahun)

Pengembangan jangka panjang 15 tahun dimaksudkan untuk peningkatan pelayanan hingga 80% dari total penduduk Perkotaan Ende. Pengembangan yang direncanakan dikelompokkan ke dalam unit-unit komponen SPAM, yaitu:

a. Unit air baku

Peningkatan kapasitas air baku diperlukan sebanyak minimum 50 L/detik. Hal ini dilakukan dengan peningkatan pemanfaatan air Sungai Wolowona hingga 100 L/detik (eksisting 53 L/detik). Peningkatan kebutuhan air baku ini dilakukan dengan memperbaiki sistem penyadapan air baku di Bendungan Sungai Wolowona.

b. Unit produksi

Diperlukan peningkatan kapasitas produksi pada tahun 2027 hingga 150 L/detik, yang meliputi:

 Zona Wolowona: 55,23 L/detik

 Zona Aepana: 44,43 L/detik

 Zona Aekipa: 39,57 L/detik

 Zona Woloare: 11,11 L/detik Unit produksi yang diperlukan adalah:

 IPA kapasitas 50 L/detik

 Reservoir produksi kapasitas 2.000 m3

RPI2JM KAB. ENDE III - 193

Diperlukan pipa transmisi PVC 300 mm sepanjang 2.200 m untuk mengalirkan air baku dari Dam Wolowona ke lokasi IPA di Kantor PDAM. Jaringan pipa distribusi yang diperlukan adalah di wilayah perkotaan sebagai wilayah pengembangan untuk menambah sambungan rumah sebanyak 3824 sambungan. Air produksi dari IPA Wolowona ini juga akan digunakan untuk menambah kekurangan air di zona Aepana dan zona Aekipa. Pipa transmisi diperlukan untuk:

 Mengalirkan air dari IPA ke Mbongawani dan Kotaraja (zona Wolowona), PVC 150 mm, panjang 4000 m

 Mengalirkan air dari Mbongawani ke Paupanda (zona Aekipa), PVC 100 mm, panjang 1000 m

 Mengalirkan air dari IPA ke Mbongawani dan Paupire (zona Aepana), PVC 150 mm, panjang 2000 m

d. Unit pelayanan

Unit Pelayanan baru berupa sambungan rumah (SR) yang direncanakan pada tahun 2017 – 2027 per zona adalah sebagai berikut:

 Zona Wolowona: 1450 SR

 Zona Aepana: 1020 SR

 Zona Aekipa: 1057 SR

 Zona Woloare: 297 SR

RPI2JM KAB. ENDE III - 194 Tabel 3.41.

Rencana Pengembangan SPAM Kabupaten Ende

Tahap Kegiatan Sub Kegiatan Investasi Keterangan

Jangka Pendek Peningkatan kapasitas produksi

Pemanfaatan Mata Air Mbiritoro kapasitas 7 L/det

- Pembangunan Reservoir Mbiritoro kapasitas 200 m3

- Pipa transmisi PVC 100 mm, panjang 3500 m

Menambah debit air di zona Aepana

Pemanfaatan Mata Air Samba kapasitas 5 L/det

- Pembangunan Reservoir Samba kapasitas 200 m3

- Pipa transmisi PVC 75 mm, panjang 2000 m

Menambah debit air di zona Woloare

Peningkatan kapasitas reservoir distribusi

Reservoir perkotaan 2.000 m3 Dibangun di Rewarangga Selatan

Penambahan sambungan baru

penambahan sambungan baru sekitar 2.266 unit SR

- 763 SR di Zona Wolowona - 791 SR di Zona Aepana - 556 SR di Zona Aekipa - 156 R di Zona Woloare Penggantian meter tua

dan rusak

Penggantian meter sebanyak 2000 unit

Di seluruh zona

Jangka Panjang Pengembangan Unit Air Baku

- Perbaikan unit penyadapan di dam Sungai Wolowona

Pengembangan Unit Produksi

IPA Wolowona 2 kapasitas 50 L/ detik

- Bak Prasedimentasi - Paket IPA 50 L/detik - Reservoir 2000 m3

- Pompa Distribusi, 2 unit, 30 L/detik, Head 70 m Pengembangan Unit

Distribusi

Penambahan pipa transmisi - Pipa PVC 150 mm, panjang 4000 m

- Pipa PVC 100 mm, panjang 1000 m

- mengalirkan air dari IPA ke Mbongawani dan Kotaraja (zona Wolowona),

- mengalirkan air dari Mbongawani ke Paupanda (zona Aekipa), - mengalirkan air dari IPA ke Paupire

RPI2JM KAB. ENDE III - 195

- Pipa PVC 150 mm, panjang 2000 m

Penambahan pipa distribusi ke pelanggan baru

Pipa PVC diameter 50 hingga 75 mm, panjang total 2500 m Di seluruh zona

Pengembangan Unit Pelayanan

Penambahan sambungan baru sebanyak 3.824 SR

- Zona Wolowona: 1.450 SR - Zona Aepana: 1.020 SR - Zona Aekipa: 1.057 SR - Zona Woloare: 297 SR

RPI2JM KAB. ENDE III - 196 3.2.3. Arahan Strategi Sanitasi Kota (SSK)

Strategi Sanitasi Kota adalah dokumen rencana strategis berjangka menengah yang disusun untuk percepatan pembangunan sektor sanitasi suatu Kota/Kabupaten, yang berisi potret kondisi sanitasi kota saat ini, rencana strategi dan rencana tindak pembangunan sanitasi jangka menengah. SSK disusun oleh Pokja Sanitasi Kabupaten/Kota didukung fasilitasi dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Dalam menyusun SSK, Pokja Sanitasi Kabupaten/Kota berpedoman pada prinsip :

a. Berdasarkan data aktual (Buku Putih Sanitasi);

b. Berskala kota dan lintas sektor (air limbah, drainase, persampahan); c. Disusun sendiri oleh kota dan untuk kota; dan

d. Menggabungkan pendekatan ‘top down’ dengan ‘bottom up’.

SSK dijadikan acuan dalam penyusunan RPIJM terutama untuk sektor Penyehatan Lingkungan dan Permukiman. Dalam SSK beberapa hal yang perlu dikutip pada bagian ini adalah : a. Kerangka kerja pembangunan sanitasi yang meliputi : Visi dan Misi

b. Tujuan, Sasaran dan Strategi Sektor Sanitasi, yang meliputi : - Sub Sektor Air Limbah Domestik;

- Sub Sektor Persampahan;

- Sub Sektor Drainase Lingkungan; dan

- Aspek Higiene/Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

3.2.3.1. Visi dan Misi Sanitasi

Visi dan misi merupakan sumber inspiratif dan memberikan arah yang jelas dan terukur, sehingga pada akhir periode perencanaan dapat dilakukan evaluasi terukur untuk keberhasilan sebuah program dan kegiatann, dalam bidang pembangunan sanitasi, Kabupaten Ende telah merumuskan visi dan misi sanitasi yang merupakan hasil pemikiran dari stakeholder terkait. Visi dan misi sanitasi Kabupaten Ende sangat kaitannya dengan visi dan misi Kabupaten Ende. Pada kesempatan yang sama, Pokja AMPL Kabupaten Ende telah merumuskan tujuan, indikator dan strategi pengembangan sanitasi baik dalam jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Rumusan visi misi, tujuan, sasaran dan strategi sanitasi Kabupaten Ende memperhatikan permasalahan mendesak dan isu-isu strategis yang termuat dalam dokumen Buku Putih Sanitasi (BPS). Gambaran tentang Visi dan Misi Kabupaten Ende yang tertuang dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Ende serta Visi Sanitasi dan Misi per-subsektor sanitasi Pokja AMPL Kabupaten Ende dapat dilihat pada tabel 3.30 sebagai berikut :

RPI2JM KAB. ENDE III - 197

Tabel 3.42. Visi dan Misi Sanitasi Kabupaten Ende Visi Misi

Kabupaten Ende

Visi Misi Sanitasi Kabupaten Ende

Visi Kabupaten Ende 2014– 2019 :

MEWUJUDKAN KARAKTERISTIK KABUPATEN ENDE DENGAN MEMBANGUN

DARI DESA DAN KELURAHAN MENUJU