• Tidak ada hasil yang ditemukan

22. Ongka Malino 19.934 380,24 52 Parigi Moutong 428.359 6.231,85 69

2.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat

2.2.1. Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi

Indikator ekonomi yang digunakan untuk mengetahui keberhasilan pembangunan melalui pengukuran pencapaian indikator makro ekonomi. Komponen-komponen indikator makro terdiri dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), laju pertumbuhan ekonomi (LPE), PDRB perkapita, dan inflasi.

a). Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator ekonomi jangka panjang, sehingga ditekankan pada prosesnya pencapaiannya, tidak sekedar pada output (nilai pertumbuhan). Tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh sumber-sumber yang dimiliki daerah, peranan modal dan tenaga kerja.

Laju pertumbuhan ekonomi (PDRB riil) Kabupaten Parigi Moutong tahun 2012 mencapai 7,77%, artinya penambahan nilai PDRB riil tahun 2012 dari nilai PDRB riil tahun sebelumnya adalah 7,77% (dihitung dari nilai PDRB riil tahun 2011). Kondisi ini menurun dibandingkan tahun 2011, yaitu sebesar 7,80%.

Perekonomian Kabupaten Parigi Moutong selama lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang fluktuatif. Pada tahun 2008 pertumbuhan ekonomi sebesar 7,51% dan tahun 2009 sebesar 7,59%. Kemudian pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi kembali meningkat menjadi 7,78%. Sementara pada tahun 2011 pertumbuhan menurun menjadi 7,80 dan tahun 2012 menjadi 7,77%.

Tabel 2.15

Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Parigi Moutong Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (%)

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-34 Sektor 2008 2009 2010 2011 2012 Tahun Pertanian 4,97 5,99 6,48 6,21 7,30 Pertambangan dan

Penggalian 11,98 7,19 8,06 7,67 7,64 Industri Pengelola 10,69 8,37 7,98 7,65 8,21 Listrik dan Air Bersih 5,67 6,63 5,24 4,91 5,87 Bangunan 13,56 8,62 7,06 7,14 7,09 Perdagangan, Hotel dan Restoran 12,55 12,10 11,85 14,09 10,03 Angkutan dan Komunikasi 7,24 8,59 8,70 8,23 6,67 Keuangan, Persewaan

dan Jasa Perusahaan 28,75 7,90 6,69 7,93 7,97 Jasa-Jasa 8,41 8,57 8,91 7,15 7,66 Parigi Moutong 7,51 7,59 7,78 7,80 7,77 Sulawesi Tengah 7,78 7,71 8,75 9,16 9,27 Nasional 6,10 4,70 6,20 6,46 6,23 Sumber: BPS Parimo tahun 2011-2013, Data Sulawesi Tengah & SKPD

Pertumbuhan pada semua sektor ekonomi yang terjadi secara fluktuatif. Pertumbuhan sektoral pada lima sektor sebagai berikut: Sektor Pertanian 7,30%, Sektor Industri Pengolahan sebesar 8,21%, Sektor Listrik dan Air Bersih sebesar 5,87%, Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan mencapai 7,97%, serta Sektor Jasa-Jasa sebesar 7,66%. Sektor-Sektor lainnya mengalami perlambatan Sektoral karena sudah mencapai kestabilan pertumbuhan. Namun demikian, pertumbuhan Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 10,03% tergolong sangat tinggi, karena besarnya arus barang yang masuk dan keluar daerah.

Peningkatan nilai tambah sektoral ditentukan oleh perkembangan pada masing-masing sub-sektor. Pertumbuhan Sektor Pertanian bersumber dari produksi hasil hutan, padi, dan hortikultura. Peningkatan sektor ekonomi juga mendorong pergerakan dan aktvitas ekonomi sektor yang lainnya (multiplier effect).

Produk industri terutama industri makanan menjadi pendorong pertumbuhan sektor Industri Pengolahan. Demikian juga pembangunan infrastruktur dapat menjadi sumber pertumbuhan pada sektor lainnya. Peningkatan nilai tambah pada Sektor barang secara langsung dan tidak langsung memengaruhi peningkatan pada Sektor jasa. Perkembangan yang pesat pada sub sektor Komunikasi ditambah dengan bertambahnya output pada sektor-sektor lainnya menyebabkan pertumbuhan Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sangat tinggi.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-35 Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2012 sebesar 7,77% berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,23%. Hal ini menunjukkan kinerja ekonomi Kabupaten Parigi Moutong melampaui kinerja secara nasional.

b). Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

PDRB merupakan indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi dalam suatu wilayah tertentu. Semakin besar kemampuan daerah menghasilkan barang dan jasa secara agregat, semakin besar PDRB di wilayah tersebut.

PDRB menunjukkan kemampuan suatu wilayah dalam memproduksi barang dan jasa dalam perekonomian kurun waktu tertenu. Tinggi rendahnya kemajuan daerah yang diukur dengan nilai PDRB diyakini mengambarkan kondisi secara ekonomi dari berbagai sektor yang ada. Pertumbuhan Sektoral dapat mencerminkan struktur ekonomi dan pergesaran struktur ekonominya. PDRB Atas Dasar Harga (ADH) Berlaku menunjukkan pergeseran struktur ekonomi, dan PDRB ADH Konstan menunjukkan pertumbuhan atau perkembangan ekonomi di suatu wilayah.

PDRB Kabupaten Parigi Moutong tahun 2012 ADH berlaku mencapai Rp8.248.049 juta. Struktur perekonomian Kabupaten Parigi Moutong ditunjang 9 (sembilan) sektor ekonomi pembentuk PDRB yang mengalami peningkatan lebih dari satu triliun rupiah dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp7.246.793 juta. Demikian pula, PDRB ADH Konstan mencapai Rp3.501.032 juta, jika dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp3.248.699 juta. Data perkembangan distribusi setiap sektor usaha terhadap PDRB ADH Berlaku Kabupaten Parigi Moutong tahun 2008–2012 secara detail dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.16

Nilai dan Persentase kontribusi Sektor PDRB ADH Berlaku Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012

Sektor Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Pertanian 2.616.697 2.921.700 3.289.464 3.718.651 4.298.461 Pertambangan dan Penggalian 79.027 92.916 110.030 123.646 135.559 Industri Pengelola 339.972 399.414 459.537 530.538 600.409

Listrik dan Air

Bersih 9.320 10.272 11.656 12.861 14.408 Bangunan 362.353 400.443 478.791 543.383 561.858 Perdagangan, Hotel dan Restoran 706.150 812.277 973.784 1.151.456 1.308.496 Angkutan dan 369.959 425.588 488.384 553.637 621.611

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-36

Sektor Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Komunikasi Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahan 44.505 49.978 56.113 63.659 71.270 Jasa-Jasa 322.849 402.020 478.487 548.962 635.977 Total 4.850.832 5.514.608 6.346.246 7.246.793 8.248.049 Tabel… Sektor Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Pertanian 53,94 52,98 51,83 51,31 52,11 Pertambangan dan Penggalian 1,63 1,68 1,73 1,71 1,64 Industri Pengelola 7,01 7,24 7,24 7,32 7,28

Listrik dan Air Bersih 0,19 0,19 0,18 0,18 0,17

Bangunan 7,47 7,26 7,54 7,50 6,81

Perdagangan, Hotel dan

Restoran 14,56 14,73 15,34 15,89 15,86

Angkutan dan Komunikasi 7,63 7,72 7,70 7,64 7,54

Keuangan, Persewaan dan

Jasa Perusahan 0,92 0,91 0,88 0,88 0,86

Jasa-Jasa 6,66 7,29 7,54 7,58 7,71

Total 100 100 100 100 100

Sumber: BPS 2009-2013 (diolah Kembali)

Berdasarakan data disajikan pada Tabel 2.16 di atas terlihat peran terkecil adalah sektor Listrik dan Air Bersih, serta sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan sebesar 0,17% dan 0,86%. Kedua sektor memiliki nilai paling kecil, namun memiliki keterkaitan ke belakang (backward linkage) dan ke depan (forward linkage).

Sektor-sektor yang memberikan kontribusi cukup besar adalah Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, mencapai sebesar 15,86%. Sektor ini secara langsung digerakkan melalui peningkatan NTB pada sektor pertanian, sektor Pertambangan dan Penggalian, Sektor Industri Pengolahan, serta sektor listrik dan air bersih. Selanjutnya, sektor angkutan dan Komunikasi juga cukup besar kontribusinya sebesar 7,54%. Sektor yang meningkat cukup pesat yaitu sektor bangunan mencapai sebesar 6,81% pada tahun 2012.

Peningkatan NTB sektoral juga dipengaruhi oleh perkembangan masing-masing sub-sektor, terutama komoditi-komoditi yang termasuk dalam klasifikasi sektor tersebut. Pertumbuhan sektor Pertanian bersumber dari produksi hasil hutan, padi dan hotikultura. Peningkatan satu sektor ekonomi juga memberikan daya dorong pergerakan pada sektor yang

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-37 lainnya disebut efek penganda (multiplier effect).

Semakin beragamnya produk industri terutama industri makanan menjadi pendorong pertumbuhan sektor industri Pengolahan. Demikian juga pembangunan infrastruktur dapat menjadi sumber pertumbuhan pada sektor lainnya. Peningkatan NTB pada sektor barang secara langsung dan tidak langsung memengaruhi peningkatan pada sektor jasa. Perkembangan yang pesat pada sub-sektor komunikasi ditambah dengan bertambahnya output pada sektor-sektor lainnya menyebabkan pertumbuhan sektor perdagangan, Hotel, dan Restoran cukup tinggi. Selain itu, pengeluaran pemerintah pun memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan yang tinggi pada Sektor Jasa-Jasa melalui sub sektor Pemerintahan Umum.

Tabel 2.17

Nilai dan Persentase Kontribusi Sektor PDRB ADH Konstan Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012

Sektor Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Pertanian 1.449.830 1.536.732 1.627.566 1.722.637 1.864.957 Pertambangan dan Penggalian 33.816 36.248 40.028 43.546 45.398 Industri Pengelola 155.198 168.188 181.677 196.573 211.555

Listrik dan Air

Bersih 2.886 3.077 3.244 3.397 3.597 Bangunan 162.374 176.369 196.651 215.255 216.649 Perdagangan, Hotel dan Restoran 359.200 402.678 452.911 516.665 565.414 Angkutan dan Komunikasi 194.478 211.184 229.553 248.112 265.036 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahan 19.335 20.862 22.278 24.336 25.915 Jasa-Jasa 221.755 240.760 260.263 280.976 302.511 Total 2.598.872 2.796.098 3.014.171 3.251.497 3.501.032 Lanjutan Tabel… Sektor Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Pertanian 55,79 54,96 54,00 52,98 53,27 Pertambangan dan Penggalian 1,30 1,30 1,33 1,34 1,30

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)

Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-38

Sektor Tahun

2008 2009 2010 2011 2012

Industri Pengelola 5,97 6,02 6,03 6,05 6,04

Listrik dan Air Bersih 0,11 0,11 0,11 0,10 0,10

Bangunan 6,25 6,31 6,52 6,62 6,19

Perdagangan, Hotel dan

Restoran 13,82 14,40 15,03 15,89 16,15

Angkutan dan

Komunikasi 7,48 7,55 7,62 7,63 7,57

Keuangan, Persewaan dan

Jasa Perusahan 0,74 0,75 0,74 0,75 0,74

Jasa-Jasa 8,53 8,61 8,63 8,64 8,64

Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 Sumber: BPS 2009-2013 (diolah Kembali)

NTB terbesar berasal dari sektor pertanian. Hal ini sesuai dengan mata pencaharian utama penduduk yang masih bertumpuh pada sektor primer. sub-sektor pertanian yang dominan adalah sub-sektor tanaman bahan makanan, dengan komoditas unggulan padi dan palawija. Distribusinya lebih tinggi dalam total NTB dibanding sub-sektor perkebunan dengan komoditas kakao, kelapa, dan cengkeh. Pada tahun 2012, distribusi sub-sektor pertanian tanaman pangan meningkat, sementara sub-sektor perkebunan mengalami penurunan.

c). PDRB per Kapita

Perhitungan PDRB yang melibatkan penduduk di dalamnya disebut PDRB perkapita. PDRB Perkapita dihitung dengan membagi total PDRB dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun. PDRB perkapita digunakan sebagai indikator kesejahteraan penduduk. Angka PDRB menunjukkan ukuran kesejahteraan atau pendapatan yang diterima penduduk secara agregat, namun hingga saat ini masih dianggap sebagai ukuran yang cukup relevan.

Tabel 2.18

Pendapatan Perkapita Pertahun (Rp) Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012 Pendapatan Perkapita Tahun 2008 2009 2010 2011 2012

Dokumen terkait