SMA/MA/SMK 612 757 907 1.352 950 Jumlah Murid SMA/MA/SMK 8.330 10.038 9.503 11.418 12.203 Parigi Moutong 73,47 75,41 95,44 118,41 77,85 Sulawesi Tengah 125.500 125.500 124.400 10,79 10.79*
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali) 1.b.4) Rasio Guru Terhadap Murid Per Kelas Rata- Rata
Rasio guru terhadap murid per kelas rata-rata pada jenjang pendidikan menengeh SMA/MA/SMK di Kabupaten Parigi Moutong merupakan perbandingan antar Guru dengan jumlah murid rata-rata per kelas pada jenjang pendidikan menengah. Angka tersebut diperlukan untuk mengetahui rata-rata ketersediaan guru yang dapat melayani kelas dalam suatu jenjang pendidikan. Untuk lebih detail data mengenai rasio guru terhadap murid per kelas rata-rata pada jenjang pendidikan menengeh SMA/MA/SMK di Kabupaten Parigi Moutong tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.35 berikut.
Tabel 2.35
Rasio Guru dan Murid Per Kelas Rata- Rata Pendidikan Menengah Kabupaten Parigi Moutong
Tahun 2008–2012
Uraian Tahun
2008 2009 2010 2011 2012 Jumlah Guru
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-59 Uraian 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012 Menengah Per Kelas
Jumlah Murid Pendidikan
Menengah 9.281 10.718 11.606 11.933 12.124 Parigi Moutong 42,78 37,60 34,90 35,36 35,22
Sulawesi Tengah - - - 0,27 0.27*
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali) 1.c) Fasilitas Pendidikan
Untuk sasaran tersedianya fasilitas pendidikan yang memadai di Kabupaten Parigi Moutong, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan berupaya meningkatkan pelayanan bidang pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana pendidikan mulai tingkat pendidikan dini hingga pendidikan menengah. Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan sangat mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar pada sebuah lembaga pendidikan.
Pada tahun 2012 jumlah SD mencapai 450 sekolah yang tersebar di Kabupaten Parigi Moutong. Sebanyak 54% dalam kondisi baik dan layak digunakan untuk proses belajar mengajar. Gedung SMP di Kabupaten Parigi Moutong berjumlah 119 sekolah, terdapat 45,38% dalam kondisi baik. Sementara itu, pada tingkat SMA tersedia 20,37% gedung sekolah dalam kondisi baik atau 11 dari 54 Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada.
Tabel 2.36
Sekolah Menurut Jenjang Pendidikan Kondisi Bangunan Baik Di Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
Jumlah Sekolah Pendidikan SD/MI Kondisi Bangunan
Baik 52 78 167 243 350
Jumlah Seluruh Sekolah
SD/MI 395 422 447 450 450
Parigi Moutong 13,16 18,48 37,36 54,00 77,78
Jumlah Sekolah Pendidikan SMP/MTs Kondisi Bangunan Baik
11 16 20 54 72
Jumlah Seluruh Sekolah
SMP/MTs 84 113 116 119 121
Persentase SMP/MTs 13,10 14,16 17,24 45,38 59,50
Jumlah Sekolah Pendidikan SMA/SMK/MA Kondisi
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-60
Uraian Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
Jumlah Seluruh Sekolah
SMA/SMK/MA 37 40 43 54 65
Persentase SMA/SMK/MA 13,51 10,00 13,95 20,37 16,92
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali) 1.d) Angka Putus Sekolah
Angka drop-out (putus sekolah) pada jenjang pendidikan menengah di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2008-2012 disajikan sebagai berikut.
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali) Gambar 2.12
Capaian Kinerja APS Tingkat Pendidikan SD/MI di Parigi Moutong Tahun 2008-2012
1.e) Angka Kelulusan
Tingkat pendidikan yang ditamatkan merupakan salah satu indikator dampak yang menggambarkan tingkat pendidikan yang dicapai (ditamatkan) penduduk berumur 5 tahun ke atas yang pernah sekolah. Secara umum penduduk Kabupaten Parigi Moutong menurut tingkat pendidikan semakin baik.
1.f.1) Angka Kelulusan SD/MI
Angka kelulusan jenjang pendidikan SD/MI di Kabupaten Parigi Moutong selama kurun waktu 2008-2012 dapat dilihat pada Tabel 2.37 berikut.
Tabel 2.37
Angka Kelulusan SD/MI di Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-61
2008 2009 2010 2011 2012
Jumlah lulusan pada
jenjang SD/MI 7.582 7.618 8.015 8.739 8.720
Jumlah Siswa Tingkat Tertinggi pada Jenjang SD/MI pada Tahun Sebelumnya
7.615 7.796 8.016 8.739 8.720
Parigi Moutong 99,57% 97,72% 100% 100% 100%
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali)
1.f.2) Angka Kelulusan SMP/MTs
Angka kelulusan pada tingkat SMP/MTs di Kabupaten Parigi Moutong, tahun ke tahun terus memperlihatkan hasil yang menggembirakan, meski belum mencapai angka terbaik. Namun sudah memperlihatkan peningkatan dari tahun ke tahun. Angka kelulusan pendidikan tingkat SMP/MTs di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2008–2012 secara tersaji pada Tabel 2.38 berikut.
Tabel 2.38
Angka Kelulusan SMP/MTs di Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
Jumlah lulusan pada
jenjang SMP/MTs 3.934 5.606 5.374 5.482 5.869 Jumlah Siswa Tingkat Tertinggi SMP/MTs pada Tahun Sebelumnya 4.863 5.647 5.406 5.676 5.914 Parigi Moutong 80,90% 99,27% 99,41% 96,58% 99,24%
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali) 1.f.3) Angka Kelulusan SMA/SMK/MA
Angka kelulusan pada jenjang pendidikan SMA/SMK/MA cukup stabil, meski pada tahun 2012 terjadi penurunan angka kelulusan sebesar 1,71% dari tahun sebelumnya. Data angka kelulusan pendidikan tingkat SMA/SMK/MA di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2008–2012 sebagai berikut.
Tabel 2.39
Angka Kelulusan SMA/SMK/MA Parigi Moutong Tahun 2008-2012
Uraian Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
Jumlah lulusan pada
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-62 Jumlah Siswa Tingkat
Tertinggi pada Jenjang SMA/SMK/MA pada Tahun Sebelumnya
2.252 3.453 3.039 3.290 3.535
Parigi Moutong 86,55 99,30 97,43 99,48 97,77
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali) 1.f.4) Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs
Data pendidikan juga terkait dengan perkembangan Angka Melanjutkan dari SD/MI ke SMP/MTs di Parigi Moutong tahun 2008-2012 tertuang dalam Tabel 2.40 berikut.
Tabel 2.40
Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs di Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
Jumlah Siswa Baru Tingkat I pada Jenjang SMP/MTs
4845 6078 6450 6907 7795
Jumlah Lulusan pada Jenjang SD/MI Tahun Ajaran Sebelumnya
6048 7582 7618 8015 8739
Parigi Moutong 80,11 80,16 84,67 86,18 89,20
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali) 1.f.5) Angka Melanjutkan dari SMP/MTs Ke SMA/SMK/MA
Kondisi pendidikan yang berhubungan dengan Angka Melanjutkan dari SMP/MTs Ke SMA/SMK/MA di Parigi Moutong tahun 2008-2012 tertuang dalam tabel 2.41 berikut.
Tabel 2.41
Angka Melanjutkan (AM) dari SMP/MTs ke SMA/SMK/MA di Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012 Jumlah Siswa Baru
Tingkat I pada Jenjang SMA/SMK/MA 2.867 3180 4.576 4.676 4.984 Jumlah Lulusan SMP/MTs Tahun Ajaran Sebelumnya 3.615 3.934 5.606 5.374 5.482 Parigi Moutong 79,31 8,08 81,63 87,01 90,92
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali) 1.f.6) Kualifikasi Guru yang Memenuhi S1/D-IV
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-63 mengajar siswa dan mutu pendidikan. Untuk itu perlunya tingkat kualifikasi guru yang berkualitas pada setiap jenjang pendidikan. Data kualifikasi guru di Parigi Moutong tahun 2008-2012 tertuang dalam Tabel 2.42 berikut.
Tabel 2.42
Jumlah Guru yang Memenuhi Kualifikasi S1/D-IV di Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Jenjang Pendidikan Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
Guru SD/MI
berijasah kualifikasi
S1/D-IV 313 339 569 838 895
Jumlah Guru SD/MI 3211 3040 3369 3443 3555
Parigi Moutong 9,75% 11,15% 16,89% 24,34% 25,18% Guru SMP/MTs berijasah kualifikasi S1/D-IV 495 708 1026 848 896 Jumlah Guru SMP/MTs 634 1021 1325 1105 1076 Parigi Moutong 78,08% 69,34% 77,43% 76,74% 83,27% Guru SMA/SMK/MA berijasah kualifikasi S1/D-IV 386 477 629 596 559 Jumlah Guru SMA/SMK/MA 418 525 691 702 559 Parigi Moutong 92,34% 90,86% 91,03% 84,90% 100,00% Jumlah guru keseluruhan berijasah kualifikasi S1/D-IV 1.194 1.524 2.224 2.282 2.350 Jumlah Keseluruhan Guru 4.263 4.586 5.385 5.250 5.190 Parigi Moutong 28,01% 33,23% 41,30% 43,47% 45,28% Sulawesi Tengah 35,31% 38,32% 59,78% 60,89% 60.89%*
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali)
2). Kesehatan
Pembangunan kesehatan di Kabupaten Parigi Moutong hingga tahun 2012 terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan kesehatan salah satunya dapat dilihat kondisi ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan dan perkembangan akses kesehatan dan pelayanan kepada masyarakat sebagai berikut.
2.a) Rasio Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Per Satuan Balita Pemeliharaan kesehatan ibu dan anak-anak sejak usia dini merupakan strategi pemenuhan pelayanan kesehatan dasar yang meliputi; peningkatan status kesehatan dan gizi yang baik, lingkungan yang sehat dan aman, pengembangan psikososial/
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-64 emosi, kemampuan berbahasa dan pengembangan kemampuan kognitif (daya pikir dan daya cipta) serta perlindungan anak. Pengalaman empirik dibeberapa tempat menunjukkan, bahwa strategi pelayanan kesehatan dasar masyarakat dengan fokus pada ibu dan anak seperti itu, dapat dilakukan pada Posyandu.
Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat, dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Secara lengkap mengenai Rasio ketersediaan sarana Posyandu di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2008–2012 sebagai berikut.
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali) Gambar 2.13
Rasio Posyandu Per Satuan Balita
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Gambar 2.13 di atas menunjukan keberadaan posyandu di Kabupaten Parigi Moutong sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan khususnya peningkatan kualitas kesehatan ibu, bayi, dan balita. Melalui posyandu, diperoleh berbagai pelayanan dan informasi kesehatan dasar ibu, bayi, dan balita. Data Posyandu di Kabupaten Parigi Moutong pada tahun 2012 sebanyak 425 posyandu, dengan jumlah balita sebanyak 49.168 balita, sehingga rasio posyandu per satuan balita adalah 8,64.
2.b) Pelayanan Puskesmas, Pustu dan Polindes
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-65 sarana penunjang kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Semakin banyak jumlah sarana kesehatan seperti Puskesmas, Pustu dan Polindes, maka semakin memudahkan akses masyarakat dalam menjangkau pelayanan kesehatan.
Jumlah Puskesmas, Pustu, dan Polindes terhadap jumlah penduduk di Kabupaten Parigi Moutong bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih luas, ketersediaan Puskesmas semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pada tahun 2012 di Kabupaten Parigi Moutong tersedia sebanyak 186 unit sarana pelayanan pelayanan kesehatan yaitu: 21 Puskesmas, 81 Puskesmas Pembantu, dan 189 Polindes.
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali)
Gambar 2.14
Ketersediaan Puskesmas, Pustu dan Polindes Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Menurut penyebaran per kecamatan terlihat pada hampir semua Kecamatan telah terdapat minimal satu puskesmas, dan sedikitnya terdapat 5 Pustu. Data ketersediaan sarana kesehatan seperti Puskesmas, Pustu, dan Polindes di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2008–2012 sebagai berikut.
Tabel 2.43
Ketersediaan Puskesmas dan Pustu Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2009-2012
Uraian Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Jumlah Puskesmas 16 19 19 19 21 Jumlah Penduduk 382.176 404.495 413.588 421.232 428.359 Parigi Moutong 0,004 0,005 0,005 0,005 0,005 Sulawesi Tengah 0,066 0,065 0,065 0,070 0.065* Jumlah Pustu 84 84 83 81 81
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-66 Jumlah Penduduk 382.176 404.495 413.588 421.232 428.359
Parigi Moutong 0,22 0,21 0,20 0,19 0,19
Sulawesi Tengah 0,30 0,29 0,28 0,26 0.25*
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali) 2.c) Rasio Rumah Sakit Per Satuan Penduduk
Rumah sakit merupakan sarana kesehatan yang berfungsi menyelenggarakan pelayanan kesehatan rujukan, asuhan keperawatan secara berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. Semakin banyak jumlah rumah sakit, semakin mudah akses bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan. Kabupaten Parigi Moutong sejak tahun 2008 hingga tahun 2012, memiliki 1 (satu) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko. Data ketersediaan rumah sakit per penduduk dari tahun 2008–2012 tersaji pada Gambar 2.15 berikut.
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali)
Gambar 2.15
Rasio Rumah Sakit Per Jumlah Penduduk Di Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Gambar 2.15 di atas terlihat cakupan pelayanan rumah sakit terhadap jumlah penduduk Kabupaten Parigi Moutong tahun 2008 mencapai 0,002. Artinya untuk 1.000 jumlah penduduk Kabupaten Parigi Moutong pada tahun 2008 dilayani rumah sakit sebanyak 0,002, angka tersebut tetap hingga tahun 2010. Selanjutnya, meningkat menjadi 0,003 per 1.000 penduduk pada Tahun 2011 dan Tahun 2012.
2.d) Rasio Dokter Per Satuan Penduduk
Indikator ini menggambarkan tingkat pelayanan yang dapat diberikan oleh dokter dibandingkan jumlah penduduk yang ada.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-67 Standar sistem pelayanan kesehatan terpadu, idealnya satu orang dokter melayani 2.500 penduduk.
Jumlah dokter di Kabupaten Parigi Moutong hingga tahun 2012 sebanyak 35 orang dengan penduduk sebanyak 428,359 jiwa. Artinya rasio ketersediaan dokter terhadap 1.000 jumlah penduduk di Kabupaten Parigi Moutong sebesar 0,08. yakni, 1.000 jiwa penduduk dapat dilayani oleh dokter sebanyak 0,08. Gambaran secara lengkap mengenai rasio dokter per satuan penduduk di Kabupaten Parigi Moutong selama kurun waktu tahun 2008–2012.
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali) Gambar 2.16
Rasio Dokter Per Jumlah Penduduk
di Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012 2.e) Rasio ketersediaan Tenaga Medis
Rasio ketersediaan tenaga medis di Kabupaten Parigi Moutong tahun ke tahun meningkat, meskipun tidak terlalu tajam. Hal ini menunjukkan semakin meningkat pula ketersediaan SDM yang memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. Perkembangan rasio ketersediaan tenaga medis di Kabupaten Parigi Moutong terhadap penduduk pada tahun 2008-2012 pada Tabel 2.44 sebagai berikut.
Tabel 2.44
Rasio Ketersediaan Tenaga Medis Per Penduduk Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012 Jumlah Tenaga Medis 594 620 801 829 522 Jumlah Penduduk 382.176 404.495 413.588 421.232 428.359 Parigi Moutong 1,55 1,53 1,94 1,97 1,22
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-68 Uraian 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012
Sulawesi Tengah 1,29 1,50 1,41 1,65 1.65*
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali)
Pada tahun 2012, secara umum rasio ketersediaan tenaga medis dan paramedis di Kabupaten Parigi Moutong mencapai 1,22. Ini berarti 1 (satu) tenaga untuk melayani setiap 1.000 penduduk. Angka tersebut menurun jika dibanding Tahun 2011 yang mencapai 1,97. Artinya, tersedia 2 (dua) tenaga untuk melayani setiap 1.000 penduduk.
Rasio ketersediaan tenaga medis dan paramedis pada masing-masing kecamatan sudah cukup merata. Meski, terdapat perbedaan antar kecamatan dipandang tidak terlalu besar. Perbedaan tersebut karena kondisi geografis kecamatan yang sulit dan aksesibilitas yang rendah. Langkah strategis yang dikembangkan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). 2.f) Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani
Data jumlah cakupan komplikasi kebidanan yang mendapat penanganan definitif di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2008 sampai tahun 2012 menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Namun, persentasenya bervariasi yang disebabkan jumlah ibu dengan komplikasi kebidanan juga cukup variatif.
Komplikasi kebidanan yang tidak ditangani secara tepat akan menyebabkan risiko kematian ibu, sehingga dapat meningkatkan angka kematian ibu (AKI). Data jumlah ibu hamil risiko tinggi yang ditangani di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2008-2012 sebagai berikut.
Tabel 2.45
Persentase Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012 Jumlah Komplikasi Kebidanan yang Mendapat penanganan difinitif 290 210 305 470 602
Jumlah Ibu dengan Komplikasi
Kebidanan 1.798 1.798 1.776 1.702 1.714 Parigi Moutong 16,13 11,68 17,17 27,61 35,12 Sulawesi Tengah 19,70 39,40 70,70 43,10 43.10* Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali)
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-69 yang Memiliki Kompetensi Kebidanan
Berdasarkan data Dinas kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan mencapai 87,08% meningkat jika dibanding tahun sebelumnya sebesar 77,55%. Secara keseluruhan dari tahun ke tahun, cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan pada posisi tertinggi. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompentensi kebidanan mengalami penurunan, jika dilihat data yang tersedia 2008. Namun, jika dilihat jumlah ibu bersalin yang ditolong oleh Tenaga Kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu dan jumlah seluruh sasaran ibu bersalin di satu wilayah kerja dalam kurun waktu yang sama secara keseluruhan terus mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan sebagian besar persalinan di Kabupaten Parigi Moutong sudah ditolong oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan.
Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain akses terhadap sarana dan pelayanan kesehatan khususnya pertolongan persalinan semakin mudah dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan persalinan dengan ditolong oleh tenaga kesehatan. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dari tahun 2008- 2012 sebagai berikut.
Tabel 2.46
Persentase Pertolongan Persalinan oleh Bidan Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012 Jumlah Ibu Bersalin
yang ditolong oleh
Tenaga Kesehatan 6.661 6.802 6.208 6.299 7.124 Jumlah Seluruh
Sasaran Ibu Bersalin 7.313 8.476 8.476 8.122 8.181 Parigi Moutong 91,08 80,25 73,24 77,55 87,08 Sulawesi Tengah 78,90 80,10 85,60 83,20 83.20* Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali)
2.h) Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization
(UCI)
UCI adalah tercapainya imunisasi dasar secara lengkap pada bayi (0-11 bulan), ibu hamil, WUS, dan anak SD. Imunisasi dasar lengkap pada bayi meliputi: 1 (satu) dosis BCG, 3 (tiga) dosis DPT, 4 (empat) dosis Polio, 4 (empat) dosis Hepatitis B, 1 (satu) dosis Campak. Ibu hamil dan WUS meliputi 2 (dua) dosis TT. Anak SD meliputi 1 (satu) dosis DT, 1 (satu) dosis campak, dan 2 (dua) dosis TT. Gambaran cakupan desa/kelurahan UCI Kabupaten Parigi Moutong tahun 2008–2012 pada Tabel 2.47 sebagai berikut.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-70 Persentase Universal Child Immunization (UCI) Terhadap Desa
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012 Jumlah Desa / Kelurahan UCI 139 128 142 153 174 Jumlah Seluruh Desa/Kelurahan 180 180 200 225 225 Parigi Moutong 77,22 71,11 71,00 68,00 77,33 Sulawesi Tengah 70,50 69,50 60,20 78,10 82,00
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali)
Data menunjukkan peningkatan cakupan desa/kelurahan UCI di Kabupaten Parigi Moutong mencapai 77,33%. Kondisi mengambarkan tujuan pelaksanaan UCI belum tercapai secara optimal.
2.i) Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan
Cakupan balita gizi buruk yang mendapat perawatan mencapai angka 100. Hal ini berarti semua balita gizi buruk sudah mendapatkan perawatan medis di sarana pelayanan kesehatan. Upaya pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam penanganan balita gizi buruk di antaranya dengan pemberian makanan tambahan, penyediaan posyandu, dan peran kader gizi di posyandu dalam deteksi dini balita gizi buruk. Gambaran cakupan balita gizi buruk yang mendapatkan perawatan pelayanan kesehatan Kabupaten Parigi Moutong tahun 2008–2012 pada Tabel 2.48 sebagai berikut.
Tabel 2.48
Persentase Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012 Jumlah Balita Gizi
Buruk Mendapat
Perawatan 32 23 20 13 13
Jumlah Balita Gizi Buruk yang
ditemukan 32 23 20 13 13
Parigi Moutong 100 100 100 100 100
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali)
2.j) Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit TBC BTA
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, pola penyakit yang masuk dalam sepuluh besar penyakit (Puskesmas) pada tahun 2012 adalah influenza, diare, hipertensi, Tifus, tersangka TB Paru, DBD dan infeksi saluran pernapasan.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-71 Data ini menunjukkan terjadi transisi epidemilogi di Kabupaten Parigi Moutong dengan menonjolnya penyakit-penyakit tidak menular seperti penyakit hipertensi dan diabetes mellitus.
Beberapa penyakit menjadi perhatian dunia dan dituangkan dalam komitmen bersama melalui Millennium Development Goals (MDGs) antara lain: TBC, HIV AIDS, dan malaria. Selain itu, TBC BTA juga menjadi perhatian yang serius. Merujuk pada data Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, angka penemuan TBC (Case Detection Rate/CDR) di Kabupaten Parigi Moutong dari tahun 2008-2012 memperlihatkan kondisi yang bervariasi. Angka penemuan TBC (CDR) di Kabupaten Parigi Moutong pada tahun 2010 jauh di bawah target yaitu sebesar 19,34%. Sedangkan data CDR tahun 2009, angka penemuan TBC (CDR) mencapai 100%.
Tabel 2.49
Persentase Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit TBC BTA
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
Jumlah Penderita Baru TBC BTA Positif yang
ditemukan dan diobati 202 183 153 218 224
Jumlah Perkiraan
Penderita Baru TBC BTA
Positif 172 183 791 210 400
Parigi Moutong 117,44 100,00 19,34 103,81 56,00 Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali)
2.k) Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit DBD
Jumlah kasus DBD pada tahun 2008 dilaporkan sebanyak 54 kasus di Kabupaten Parigi Moutong dan mencapai 96,30% yang ditangani. Capaian tersebut meningkat pada tahun tahun 2012 mencapai 100%. Gambaran memperlihatkan masih tingginya prevalensi penyakit DBD di Kabupaten Parigi Moutong yang dipengaruhi oleh tingginya resiko penularan di masyarakat seperti disajikan pada tabel 2.50 berikut.
Tabel 2.50
Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit DBD Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
Jumlah Penderita Baru DBD yang ditangani sesuai
SOP 52 47 129 83 93
Jumlah Penderita DBD
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-72
Uraian Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
Parigi Moutong 96,30 100 100 100 100
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali)
2.l) Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien Masyarakat Miskin
Berbagai kebijakan terkait penanganan masalah kesehatan bagi masyarakat miskin telah dilaksanakan di provinsi maupun kabupaten/kota. Salah di antaranya melalui Jamkesmas yang ditujukan bagi masyarakat miskin. Jamkesmas adalah sistem jaminan kesehatan yang pengelolaanya secara bersama dan terkoordinasi antara pemerintah daerah dengan instansi terkait, yakni Dinas Kesehatan dan RSUD Anuntaloko.
Tabel 2.51
Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien Masyarakat Miskin Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
Jumlah Kunjungan
Pasien Miskin Strata 1 39.090 42.061 34.300 34.545 50.548 Jumlah seluruh
penduduk miskin 84.520 73.870 83.400 79.127 76.116
Parigi Moutong 46,25 56,94 41,13 43,66 66,40
Sulawesi Tengah 79,81 93,55 98,68 81,36 81.36*
Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali) 2.m) Cakupan Kunjungan Bayi
Cakupan kunjungan bayi (neonates) lengkap pada tahun 2012 di Kabupaten Parigi Moutong tergolong tinggi yaitu 92,17%. Hal ini menunjukkan hampir semua ibu hamil sudah melakukan kunjungan neonates lengkap. Cakupan neonates lengkap Kabupaten Parigi Moutong tahun 2008-2012 pada Tabel 2.52 berikut.
Tabel 2.52
Cakupan Kunjungan Bayi (Neonates) Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
Jumlah Kunjungan Bayi Memperoleh Pelayanan
Kesehatan 5.719 5.627 0 6.514 7.015
Jumlah Seluruh Bayi
Lahir Hidup 7.232 7.330 7.039 7.638 7.611
Parigi Moutong 79,08 76,77 0,00 85,28 92,17
Sulawesi Tengah 74,06 75,01 80,50 93,72 93.72*
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-73 2.n) Cakupan Puskesmas
Gambaran lain mengenai akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan adalah cara pengobatan yang ditempuh yakni melalui konsultasi ke tenaga medis atau mengobati sendiri. Umumnya penduduk yang mampu membiayai pengobatan medis pergi ke tenaga medis, apabila mengalami serangan penyakit, kecuali bila dianggap ringan. Sebaliknya, penduduk berkemampuan rendah belum tentu pergi ke tenaga medis. Mereka pergi ke tenaga medis apabila penyakitnya cukup serius, karena tidak ada pilihan lainnya. Alternatif lain ditempuh dengan membeli obat yang tersedia di warung-warung atau toko obat/apotek yang nilainya lebih murah dibanding pergi tenaga medis kesehatan.
Cakupan puskesmas di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2012 mencapai 95%. Kondisi ini menunjukkan hampir setiap Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Parigi Moutong sudah memiliki puskesmas. Cakupan puskesmas di Kabupaten Parigi Moutong disajikan pada Tabel 2.53 berikut.
Tabel 2.53
Persentase Cakupan Puskesmas Terhadap Jumlah Kecamatan Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012
Jumlah Puskesmas 16 19 19 19 21
Jumlah Kecamatan 20 20 20 22 22
Parigi Moutong 0,80 0,95 0,95 0,86 0,95 Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali)
2.o) Cakupan Pustu
Cakupan Pustu di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2012 mencapai 0,36%. Hal ini menunjukkan sebanyak 36% desa di Kabupaten Parigi Moutong telah memiliki Pustu untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat hingga pedesaan. Cakupan puskesmas pembantu (Pustu) tahun 2008– 2012 pada Tabel 2.54 berikut.
Tabel 2.54
Persentase Cakupan Puskesmas Terhadap Jumlah Desa Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012 Jumlah Puskesmas
Pembantu 84 84 83 81 81
Jumlah Seluruh Desa 180 180 200 225 225 Parigi Moutong 0,47 0,47 0,42 0,36 0,36 Sumber: BPS Parigi Moutong tahun 2009-2013 (diolah kembali)
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-74 Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan Urusan Pekerjaan Umum salah satunya dapat dilihat dari indikator kinerja sebagai berikut.
3.a) Proporsi Panjang Jaringan Jalan dalam Kondisi Baik