2008 2009 2010 2011 2012 Parigi Moutong
2.2.2. Fokus Kesejahteraan Sosial
Pembangunan manusia sebagai insan dan sumberdaya pembangunan merupakan bagian integral. Kualitas sumber daya manusia yang baik ditentukan dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Pembangunan manusia yang berkualitas merupakan kunci bagi tercapainya kesejahteraan suatu negara (welfare state).
Selama kurun 2008-2012, berbagai program pembangunan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Parigi Moutong, bertujuan untuk meningkatkan sember daya manusia yang ditandai meningkatnya derajat kesehatan dan pendidikan penduduk.
Gambaran capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan atas fokus kesejahteraan sosial melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), antara lain: indikator angka melek huruf, angka rata-rata lama sekolah, angka partisipasi kasar, angka pendidikan yang ditamatkan, angka partisipasi murni, angka kelangsungan hidup bayi, angka usia harapan hidup, Persentase penduduk yang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-40 memiliki lahan, dan rasio penduduk yang bekerja.
a) Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
IPM merupakan indeks komposit yang dihitung sebagai rata-rata sederhana dari indeks harapan hidup (e0), indeks pendidikan (angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah), dan indeks standar hidup layak. Komponen IPM adalah usia hidup (longevity), pengetahuan (knowledge), dan standar hidup layak (decent living). Usia hidup diukur dengan angka harapan hidup atau e0 yang dihitung menggunakan metode tidak langsung (Metode Brass, varian Trussel) berdasarkan variabel rata-rata anak lahir hidup dan rata-rata anak yang masih hidup.
Komponen pengetahuan diukur dengan angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah yang dihitung berdasarkan data Susenas/BPS menggunakan indikator partisipasi sekolah dasar, menengah, dan tinggi sebagai pengganti rata-rata lama sekolah karena sulitnya memperoleh data rata-rata lama sekolah secara global. Indikator angka melek huruf diperoleh dari variabel kemampuan membaca dan menulis, sedangkan indikator rata-rata lama sekolah dihitung dengan menggunakan dua variabel secara serempak; yaitu tingkat/kelas yang sedang/pernah dijalani dan jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan.
Komponen standar hidup layak diukur dengan indikator rata-rata konsumsi riil yang telah disesuaikan. Sebagai catatan, UNDP menggunakan indikator PDB per kapita riil yang telah disesuaikan (adjusted real GDP per capita) sebagai ukuran komponen tersebut karena tidak tersedia indikator lain yang lebih baik untuk keperluan perbandingan antar negara.
Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur melalui pembangunan fisik, melainkan juga pencapaian pembangunan non fisik yang lebih menekankan pada aspek pembangunan manusia. Secara umum pembangunan manusia Kabupaten Parigi Moutong relatif lebih baik tercermin dari IPM Kabupaten Parigi Moutong yang meningkat dari tahun 2008 dengan indeks sebesar 67,81. Pada tahun 2012, IPM mencapai 69,28.
Perkembangan IPM Kabupaten Parigi Moutong masih di bawah rata-rata IPM Provinsi Sulawesi Tengah. IPM yang masih rendah ini membutuhkan solusi yang cerdas dan tepat sasaran dari pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Secara jelasnya posisi IPM Kabupaten Parigi Moutong dibanding Provinsi Sulawesi Tengah dapat dilihat pada Gambar 2.3 berikut.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-41 Sumber: BPS 2009-2013 (diolah kembali)
Gambar 2.3
Posisi Relatif IPM Kabupaten Parigi Moutong Dibanding Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2008–2012 Perbandingan capaian pembangunan antara provinsi Sulawesi Tengah dengan Kabupaten Parigi Moutong untuk IPM pada lima tahun terakhir dapat dijelaskan yakni untuk kondisi Sulawesi Tengah lebih tinggi dibandingkan dengan Kabupaten Parigi Moutong. IPM Kabupaten Parigi Moutong lebih rendah selama 5 (lima) tahun terakhir. Pada tahun 2012, IPM Kabupaten Parigi Moutong mencapai 69,75, sementara IPM Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 72,15. Perbandingan capaian IPM pada tahun 2012 antar kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tengah dapat dilihat pada Gambar 2.4 sebagai berikut.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-42 Gambar 2.4
Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Tengah Tahun 2012
Pada Gambar 2.4 ditunjukkan, Tahun 2012 capaian relatif IPM tertinggi di Kota Palu sebesar 77,48 Tahun, dan terendah di Kabupaten Sigi sebesar 68,61 Tahun. Sementara capaian IPM Kabupaten Parigi Moutong pada urutan ke-7 dari 11 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Kondisi ini menjadi tantangan pembangunan pada lima tahun mendatang di Kabupaten Parigi Moutong.
b) Pendidikan
b.1) Angka Melek Huruf
Peningkatan kualitas sumber daya manusia ditandai oleh semakin meningkatnya IPM yang terlihat pada tiga indikator utama, yaitu kesehatan, pendidikan dan daya beli. Indikator pendidikan diukur melalui angka melek huruf penduduk dewasa, serta rata-rata lama sekolah. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kualitas pendidikan adalah belum idealnya rasio siswa terhadap guru, rasio siswa terhadap daya tampung sekolah, dan rasio guru terhadap sekolah.
Tabel 2.20
Angka Melek Huruf Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008-20012
Uraian 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012 Parigi Moutong 93,55 93,68 93,70 93,96 93,98 Sulawesi Tengah 95,68 95,78 96,08 96,12 96.12 Nasional 92,20 92,60 92,91 92,99 93,53 Sumber: BPS 2009-2013 (diolah kembali)
Berdasarkan data di atas, Angka Melek Huruf (AMH) Tahun 2008 mencapai 93,59 dan pada tahun 2012, AMH untuk Kabupaten Parigi Moutong mencapai adalah 93,98%. Peningkatan kecil AMH di Kabupaten Parigi Moutong dalam lima tahun terakhir. Data perbandingan AMH kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Tengah sebagai berikut.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-43
Sumber: Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, 2013
Gambar 2.5
Capaian Angka Melek Huruf Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Tengah Tahun 2012
Berdasarkan Gambar 2.5 di atas tahun 2012, capaian AMH tertinggi di Kota Palu (99,34%) dan terendah di Kabupaten Parigi Moutong (93,98%). Terdapat 6 daerah memiliki AMH di atas Provinsi Sulteng yaitu Kota Palu, serta Kabupaten Buol, Poso, Tojo Una-Una, Morowali, dan Sigi. Kondisi ini merupakan masalah utama pembangunan pada lima tahun akan datang di kabupaten Parigi Moutong.
Data dari tahun ke tahun perkembangan AMH di Kabupaten Parigi Moutong mengalami peningkatan AMH yang masih kurang baik. Kondisi AMH yang buruk ini terutama karena pemerintah daerah belum mampu menyelesaikan masalah buta huruf pada masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT).
b.2) Angka Rata-rata Lama Sekolah
Rata-rata lama sekolah (mean years of schooling) merupakan satu sub-komponen yang mempengaruhi penilaian pembangunan manusia. Indikator ini menunjukkan sampai pada jenjang pendidikan tertentu, tingkat pendidikan penduduk di Kabupaten Parigi Moutong. Indikator rata-rata lama sekolah penduduk Kabupaten Parigi Moutong pada tahun 2008 tercatat 7,02 tahun. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 0,14 menjadi 7,17 pada tahun 2012.
Peningkatan ini menunjukkan sebagian besar penduduk terutama kelompok usia produktif memiliki rata-rata lama sekolah makin tinggi. Dengan kata lain, penduduk usia produktif di Kabupaten Parigi Moutong memiliki jenjang pendidikan yang tertinggi ditamatkan semakin meningkat. Kondisi ini dapat dilihat seperti pada Tabel 2.21 berikut.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-44 Tabel 2.21
Rata-Rata Lama Sekolah
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012 Parigi Moutong 7,02 7,10 7,12 7,16 7,17 Sulawesi Tengah 7,81 7,89 8,00 8,03 8,03 Nasional 7,50 7,72 7,92 7,94 7,97 Sumber: BPS 2009-2013 (diolah kembali)
Rata-rata lama sekolah pada lima tahun terakhir Provinsi Sulawesi Tengah lebih tinggi dibanding Kabupaten Parigi Moutong. Rata-rata lama sekolah Kabupaten Parigi Moutong pada tahun 2012 baru mencapai 7,17 tahun, atau rata-rata lama sekolah berada pada jenjang pendidikan kelas 7 atau SMP kelas 1, sementara itu rata-rata lama sekolah Provinsi Sulteng berada pada jenjang pendidikan kelas 8 atau SMP kelas 2. Perbandingan capaian Rata-rata lama sekolah pada tahun 2012 antar kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah dapat dilihat pada Gambar 2.6 berikut.
Sumber ; Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, 2013 Gambar 2.6
Capaian Angka Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Tengah Tahun 2012
Gambar 2.6 di atas menunjukkan pada tahun 2012, capaian RLS tertinggi di Kota Palu sebesar 11,05 Tahun dan terendah di Kabupaten Parigi Moutong sebesar 7,17 Tahun. Terdapat 4 (empat) daerah memiliki RLS di atas RLS Provinsi Sulawesi Tengah yaitu Kota Palu, serta Kabupaten Buol, Poso, Touna, Morowali, dan Sigi.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-45 b.3) Angka Partisipasi Kasar
Indikator APK digunakan melihat seberapa besar anak usia menurut tingkat pendidikan tertentu berada dalam lingkup pendidikan dan penyerapan dunia pendidikan formal terhadap penduduk usia sekolah. Nilai lain yang sering dipergunakan adalah Angka Partisipasi Sekolah (APS).
Secara umum indikator-indikator ini menunjukkan seberapa besar program-program yang dicanangkan oleh pemerintah telah berhasil seperti wajib belajar 9 tahun. APK menunjukkan proporsi anak sekolah secara gender pada jenjang tertentu. APK tidak memperhatikan mengenai usia sekolah. APK menurut Jenis kelamin dan jenjang Pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong disajikan pada Tabel 2.22 berikut.
Tabel 2.22
Capaian APK Menurut Jenjang Pendidikan Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian 2008 2009 APK/Tahun 2010 2011 2012 Parigi Moutong SD/MI/Paket A 108,25 112,22 110,77 102,44 102,54 SMP/MTs/Paket B 70,82 72,65 65,16 75,84 76,02 SMA/MA/SMK/ Paket C 45,34 44,25 40,93 61,95 62,46 Sulawesi Tengah SD/MI/Paket A 110,32 113,79 112,08 103,13 103,80 SMP/MTs/Paket B 85,23 76,69 74,46 84,94 79,22 SMA/MA/SMK/ Paket C 59,86 59,35 60,32 65,96 69,73 Nasional SD/MI/Paket A 112,19 111,12 110,42 111,68 102,58 SMP/MTs/Paket B 86,37 86,86 81,25 80,59 89,57 SMA/MA/SMK/ Paket C 59,46 59,06 62,55 62,85 64,66 Sumber: BPS 2009-2013 (diolah kembali)
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-46 Angka Partisipasi Murni (APM) di Kabupaten Parigi Moutong dari tiap jenjang pendidikan meningkat setiap tahunnya, kecuali pada tahun 2008 terjadi penurunan terutama pada jenjang Perguruan Tinggi. Kondisi tersebut disebabkan kurang meratanya kesempatan penduduk di pedesaan dalam mendapatkan layanan pendidikan tinggi. Promosi program pendidikan dasar yang dilakukan pemerintah di berbagai daerah secara luas yang disertai berbagai dana bantuan pendidikan terbatas pada kelompok masyarakat miskin, yang sifatnya menyeluruh seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Gambaran APM di Kabupaten Parigi Moutong dalam Tabel 2.23 berikut.
Tabel 2.23
Capaian APM Menurut Jenjang Pendidikan Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian 2008 2009 2010 2011 2012 APM/Tahun SD/MI/Paket A Parigi Moutong 91,94 92,33 91,29 93,46 94,02 Sulawesi Tengah 92,82 92,98 93,54 89,99 91,08 Nasional 93,78 93,99 94,37 94,76 91,03 SMP/MTs/Paket B Parigi Moutong 57,64 57,30 53,45 60,44 50,59 Sulawesi Tengah 59,73 60,22 60,83 61,74 61,25 Nasional 66,90 67,39 67,43 67,73 68,12 SMA/MA/SMK/Paket C Parigi Moutong 28,39 33,76 29,17 48,13 48,78 Sulawesi Tengah 39,39 39,52 40,23 46,99 51,28 Nasional 44,84 44,97 45,11 45,59 47,97 Sumber: BPS 2009-2013 (diolah kembali)
c) Kesehatan
c.1) Angka Usia Harapan Hidup (UHH)
Rata-rata Angka Usia Harapan Hidup pada saat lahir (eo) adalah hasil perhitungan proyeksi yang sering dipakai sebagai salah satu Indikator Kesejahteraan Rakyat. UHH adalah angka perkiraan lama hidup rata-rata penduduk Kabupaten Parigi Moutong dengan asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas menurut umur adalah selama 64-65,47 tahun.
UHH Kabupaten Parigi Moutong masih lebih rendah dibanding capaian UHH Provinsi Sulawesi Tengah dan nasional, dimana lima tahun terakhir capaian UHH Kabupaten Parigi Moutong berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan BPS disajikan dalam Tabel 2.24 sebagai berikut.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-47 Angka Usia Harapan Hidup (UHH)
Kabupaten Parigi Moutong tahun 2008-2012
Uraian 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012 Parigi Moutong 64,53 64,84 65,16 65,47 65,79 Sulawesi Tengah 66,10 66,35 66,60 66,86 66,86
Nasional 69,00 69,20 69,40 70.76 - Sumber: BPS 2009-2013 (diolah kembali)
Berdasarkan Tabel 2.24 di atas, pada tahun 2008 UHH sebesar 64,53 tahun naik menjadi 65,79 tahun pada tahun 2012. Artinya, terjadi kenaikan usia rata-rata masyarakat Kabupaten Parigi Moutong. Perbandingan capaian UHH pada tahun 2012 antar kabupaten/Kota di provinsi Sulawesi Tengah dapat dilihat pada Gambar 2.7 berikut.
Sumber: Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, 2013
Gambar 2.7
Capaian Angka Usia Harapan Hidup (UHH) Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Tengah Tahun 2012
Pada Gambar 2.7 di atas, capaian UHH tertinggi tahun 2012 di Kota Palu sebesar 70,54 Tahun dan terendah di Kabupaten Tojo Una-una sebesar 64,20 Tahun. Sementara capaian UHH Kabupaten Parigi Moutong sebesar 65,79 Tahun, termasuk kelompok menengah atau urutan ke-7 dari 11 kabupaten/kota di Sulawesi tengah.
Perbandingan capaian pembangunan antara Provinsi Sulawesi Tengah dan nasional dengan Kabupaten Parigi Moutong untuk UHH pada lima tahun terakhir, dimana UHH Sulawesi Tengah lebih tinggi dibanding Kabupaten Parigi Moutong. UHH Kabupaten Parigi Moutong lebih rendah selama 5 (lima) tahun terakhir, pada tahun 2012 mencapai 65,79 tahun, sementara itu
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-48 rata-rata Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 66,86 tahun.
c.2) Persentase Bayi Gizi Buruk
Persentase gizi buruk masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Pada tahun 2012, kasus gizi buruk di Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 13 orang atau 3% dari seluruh jumlah balita yang terdata. Hal ini membuktikan asupan gizi masyarakat sudah baik. Data persentase bayi gizi buruk di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2008-2012 pada Tabel 2.25 sebagai berikut.
Tabel 2.25
Persentase Bayi Gizi Buruk
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012
Balita Gizi Buruk 32 23 20 13 13
Jumlah Balita 40.435 42.113 47.473 48.361 49.168 Parigi Moutong 0,08 0,05 0,04 0,03 0,03 Sulawesi Tengah 2,10 0,80 1,60 3,56 2,02 Sumber: BPS Parimo tahun 2009-2013, Data Sulawesi Tengah & SKPD d) Ketenagakerjaan
Indikator ketenagakerjaan yang umum digunakan menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat adalah laju pertumbuhan angkatan kerja yang terserap pada lapangan pekerjaan. Di satu sisi, tingginya angkatan kerja di suatu daerah dapat menggerakan aktivitas perekonomian daerah tersebut. Di sisi lain, tingginya angkatan kerja yang tidak terserap di pasar tenaga kerja akan mengakibatkan masalah-masalah sosial dan penyakit masyarakat lainnya.
Kondisi ketenagakerjaan seperti persentase angkatan kerja yang bekerja dan distribusi lapangan pekerjaan sangat bermanfaat untuk melihat peran ketenagakerjaan terhadap ekonomi suatu daerah. Tingginya produktivitas tenaga kerja akan menghasilkan output yang besar dan selanjutnya meningkatkan pendapatan tenaga kerja. Peningkatan pendapatan tenaga kerja akan meningkatkan kemampuan daya beli (purchasing power) masyarakat dan mampu pemenuhan kebutuhan hidup (basic needs) yang layak. Data rasio penduduk yang bekerja di Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2010-2012 disajikan pada Tabel 2.26 berikut.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-49 Tabel 2.26
Rasio Penduduk yang Bekerja
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2010-2012
Uraian 2010 Tahun 2011 2012
Jumlah Penduduk yang Bekerja 195.285 195.285 201.595 Angkatan Kerja 199.858 199.858 211.965
Parigi Moutong 0,98 0,98 0,95
Sumber: BPS Parimo tahun 2011-2013, Data Sulawesi Tengah & SKPD 2.2.3. Fokus Seni Budaya dan Olahraga
a) Kebudayaan
Pembangunan kebudayaan di Kabupaten Parigi Moutong bertujuan melestarikan kebudayaan daerah, serta mempertahankan nilai-nilai budaya daerah di tengah semakin derasnya pengaruh budaya global. Pembangunan seni dan budaya di Kabupaten Parigi Moutong sudah mengalami kemajuan yang ditandai dengan meningkatnya pemahaman terhadap nilai budaya dan penggunaan bahasa daerah Kaili, namun peningkatan jati diri masyarakat Kabupaten Parigi Moutong seperti rasa kebersamaan dirasakan mulai tergerus. Kondis tersebut menyebabkan solidaritas sosial, rasa kekeluargaan, budaya kerja keras, semangat gotong royong, penghargaan nilai budaya dan bahasa daerah juga mulai terdegradasi.
Sumber: BPS 2009-2013 (diolah kembali) Gambar 2.8
Jumlah Gedung Kesenian
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012 b) Pemuda dan Olahraga
Kegiatan kepemudaan dan olahraga di Kabupaten Parigi Moutong dilaksanakan melalui berbagai macam kegiatan kepemudaan dan olahraga. Pembinaan olahraga dilaksanakan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-50 melalui kegiatan pembinaan olahraga pelajar dan pembinaan olahraga masyarakat yang meliputi pengadaan sarana dan prasarana, penyelenggaraan olahraga dari tingkat SD, SMP, dan SMA.
b.1) Jumlah Klub Olahraga
Pemerintah daerah Kabupaten Parigi Moutong senantiasa terus berupaya meningkatkan prestasi pemuda dengan melakukan pembenahan pada berbagai aspek, baik infrastruktur maupun suprastruktur. Selain itu, dilengkapi fasilitas dan dukungan terhadap organisasi induk olah raga, beserta organisasi cabang olah raga, penyelenggaraan pertandingan olahraga antarsekolah, serta pertandingan olahraga antar klub, serta antar kecamatan atau antar desa/kelurahan. Data jumlah klub olahraga di Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008-2012 sebagai berikut.
Sumber: BPS 2009-2013 (diolah kembali) Gambar 2.9 Jumlah Klub Olahraga
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012 b.2) Jumlah Lapangan Olahraga
Rasio lapangan olah raga di Kabupaten Parigi Moutong pada tahun 2012 sebesar 10,53 menunjukkan tersedia sebanyak 10 klub olahraga tiap 10.000 penduduk, dan tersedia 1 (satu) lapangan olahraga untuk setiap 10.000 penduduk. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius pemerintah, peningkatan partisipasi masyarakat dan keterlibatan dunia usaha untuk meningkatkan ketersediaan lapangan olahraga. Rasio lapangan olahraga per 10.000 penduduk di Kabupaten Parigi Moutong disajikan pada Tabel 2.27 sebagai berikut.
Tabel 2.27
Jumlah Lapangan Olahraga
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-51
Uraian Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Jumlah Lapangan Olahraga 280 360 400 447 451 Jumlah Penduduk 382.176 404.495 413.588 421.232 428.359 Rasio 7,33 8,90 9,67 10,61 10,53
Sumber: BPS Parimo tahun 2011-2013, Data Sulawesi Tengah & SKPD Data pada Tabel 2.27 di atas menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan rasio lapangan olah raga per 10.000 penduduk di Kabupaten Parigi Moutong setiap tahunnya, meski rasio lapangan olahraga masih sangat rendah.