2008 2009 2010 2011 2012 Parigi Moutong 1,30 1,64 2,32 2,68 2,78
5) Kelautan dan Perikanan
2.4. Aspek Daya Saing Daerah
2.4.1. Kemampuan Ekonomi Daerah
Kemampuan ekonomi daerah dalam kaitannya dengan daya saing daerah adalah bahwa kapasitas ekonomi daerah harus memiliki daya tarik (attractiveness) bagi pelaku ekonomi untuk berinvestasi. Adanya investasi diharapkan dapat menciptakan multiflier effect bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah dan bermaura pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan kemampuan ekonomi daerah salah satunya dapat dilihat pada Pengeluaran Rata-Rata Konsumsi Rumah Tangga Per Kapita/Angka Konsumsi Rata-Rata Rumah Tangga Per Kapita Sebulan (Pangan dan Non Pangan) dan Produktivitas Total Daerah. a). Pengeluaran Rata-rata Konsumsi Rumah Tangga per Kapita Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional, konsumsi penduduk dibagi menjadi dua kelompok, yaitu konsumsi untuk makanan dan bukan makanan. Penggolongan ini digunakan untuk melihat tingkat urgensi kebutuhan. Dalam kondisi pendapatan terbatas, terdapat kecenderungan untuk mendahulukan kebutuhan makanan. Seiring dengan peningkatan pendapatan, terjadi penurunan porsi pendapatan yang dibelanjakan untuk makanan atau peningkatan porsi yang dibelanjakan bukan untuk makanan. Pola pengeluaran dapat menjadi salah satu indikator untuk menilai tingkat kesejahteraan (ekonomi) masyarakat dan perubahan komposisinya sebagai indikasi adanya perubahan tingkat kesejahteraan.
Indikator pengeluaran rata-rata konsumsi rumah tangga per kapita dimaksudkan untuk mengetahui tingkat konsumsi rumah tangga yang menjelaskan seberapa atraktif tingkat pengeluaran rumah tangga. Semakin besar angka konsumsi Rumah Tangga semakin atraktif bagi peningkatan kemampuan ekonomi daerah.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-129 Pada tahun 2008, pengeluaran konsumsi rata-rata rumah tangga per kapita sebulan di Kabupaten Parigi Moutong masih berada kisaran Rp275.000 hingga tahun 2012 telah mencapai kisaran Rp 350.000. Secara lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.116.
Tabel 2.116
Angka Konsumsi Rata-Rata Rumah Tangga per Kapita (Pangan) Di Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Total Pengeluaran RT (Pangan) 275.000 300.000 350.000 350.000 350.000 Jumlah Rumah Tangga 91.133 91.759 94.474 96.253 98.047 Parigi Moutong 3,02 3,27 3,70 3,64 3,57 Sumber: BPS 2009-2013 (diolah kembali)
Angka konsumsi rata-rata rumah tangga perkapita non pangan Kabupaten Parigi Moutong tahun 2008–2012 ditunjukkan pada Tabel 2.117 berikut.
Tabel 2.117
Angka Konsumsi Rata-Rata Rumah Tangga per Kapita (Non-Pangan) Di Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Total Pengeluaran Rumah Tangga Non Pangan 250.000 250.000 250.000 250.000 250.000 Total Pengeluaran Rumah Tangga 91.133 91.759 94.474 96.253 98.047 Parigi Moutong 2,74 2,72 2,65 2,60 2,55 Sulawesi Tengah 1,20 1,44 0,86 2,96 3,49 Sumber: BPS 2009-2013 (diolah kembali)
Perbandingan capaian pembangunan antara provinsi Sulawesi Tengah dengan Kabupaten Parigi Moutong untuk Angka Konsumsi Rata-Rata Rumah Tangga per Kapita (Non-Pangan) dibanding total pengeluarannya pada lima tahun terakhir dapat dijelaskan dimana Untuk kondisi Sulawesi Tengah proporsinya masih jauh lebih kecil dibanding dengan kondisi Angka Konsumsi Rata-Rata Rumah Tangga per Kapita (Non-Pangan) di Kabupaten Parigi Moutong. Namun pada tahun 2012 Provinsi Sulawesi Tengah terjadi peningkatan proporsi dibanding dengan rata-rata pengeluaran Rumah tangga non-pangan masyarakat Kabupaten Parigi Moutong yaitu berada pada 3,49%.
b). Produktivitas Total Daerah
Produktivitas total daerah dapat menggambarkan besarnya tingkat produktivitas tiap Sektor untuk mendorong perekonomian
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-130 suatu daerah. Sektor/lapangan usaha di Kabupaten Parigi Moutong yang menunjang PDRB Kabupaten Parigi Moutong terdiri dari 9 (sembilan) yaitu: Pertanian; Pertambangan dan Penggalian; Industri Pengolahan; Listrik, Gas dan Air Bersih; Konstruksi; Perdagangan, Hotel dan Restoran; PengAngkutan dan Komunikasi; Keuangan, Sewa dan Jasa Perusahaan; serta Jasa-Jasa. Dari ke-9 Sektor tersebut, yang berkontribusi terbesar terhadap PDRB Kabupaten Parigi Moutong adalah Sektor Jasa-Jasa, disusul kemudian oleh Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran. Sektor yang kontribusinya terkecil adalah Sektor Listrik dan Air Bersih. Gambaran secara lengkap mengenai produktivitas total daerah Per Sektor (ADH berlaku) di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2012.
Tabel 2.118
Produktivitas Total Daerah PerSektor (ADH Berlaku) Di Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008-2012
Uraian Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Nilai Tambah Sektor ke-i 2.616.697 2.921.700 3.289.464 3.718.651 4.298.461 Jumlah Angkatan Kerja 243.645 253.728 231.056 268.188 211.965 Parigi Moutong 10,74 11,52 14,24 13,87 20,28
Sumber: BPS Parimo tahun 2011-2013, Data Sulawesi Tengah & SKPD 2.4.2 Fasilitas Wilayah/lnfrastruktur
Fasilitas wilayah atau infrastruktur merupakan faktor penunjang daya saing daerah dalam hubungannya dengan ketersediaan (availability) fasilitas. Infrastruktur bertujuan mendukung aktivitas ekonomi di berbagai Sektor di daerah dan antar-wilayah. Semakin lengkap ketersediaan wilayah/ infrastruktur, maka semakin baik daya saing daerah.
Gambaran umum kondisi daya saing daerah terkait dengan fasilitas wilayah/infrastruktur dapat dilihat dari aksesibilitas daerah, penataan wilayah, fasilitas bank dan non bank, ketersediaan air bersih, fasilitas listrik, ketersediaan Rumah Makan/Restoran serta ketersediaan penginapan.
a). Aksesibilitas Daerah
Rasio panjang jalan terhadap jumlah kendaraan merupakan indikator penting aksesibilitas daerah yang digunakan untuk melihat ketersediaan sarana jalan terhadap jumlah kendaraan dalam rangka memberikan kemudahan/akses bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas di seluruh wilayah dengan kondisi dan karakteristik fisik yang berbeda.
Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan perekonomian suatu darah menyebabkan jumlah perjalanan/ mobilisasi yang dilakukan setiap individu semakin meningkat.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-131 Oleh karenanya kebutuhan akan transportasi umum akan semakin tinggi pula. Meningkatnya kebutuhan transportasi harus disertai dengan pengembangan sarana/prasarana transportasi (kendaraan, jalan dan lingkungan). Secara jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.119.
Tabel 2.119
Rasio Panjang Jalan per Jumlah Kendaraan Di Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Panjang Jalan 1.066,90 1.122,20 1016,65 1.016,65 1.016,65 Jumlah Kendaraan 48.850 42.712 45.345 49.131 40.511 Rasio 0,02 0,03 0,02 0,02 0,03
Sumber: BPS Parimo tahun 2011-2013, Data Sulawesi Tengah & SKPD b). Penataan wilayah
Penataan wilayah di Kabupaten Parigi Moutong diatur di dalam RTRW Kabupaten Parigi Moutong tahun 2010-2030. Bentuk penataan wilayah yang diatur dalam RTRW adalah perencanaan pemanfaatan lahan. Berdasarkan RTRW Kabupaten Parigi Moutong, rencana pemanfaatan lahan di Kabupaten Parigi Moutong terbagi ke dalam 2 (dua) kawasan, yaitu; kawasan lindung dan kawasan budidaya.
Kawasan lindung meliputi; hutan konservasi, sempadan, hutan lindung, ruang terbuka hijau dan perairan. Kawasan budidaya meliputi: kawasan budidaya berfungsi lindung (hutan produksi, tanaman tahunan/perkebunan, hutan rakyat); kawasan budidaya Pertanian (Pertanian lahan basah, Pertanian lahan kering, perikanan, peternakan) dan kawasan budidaya non Pertanian (kawasan pariwisata, kawasan peruntukan industri, kawasan pemerintahan/ fasilitas umum, kawasan permukiman, kawasan perdagangan/jasa.
Seiring dengan pesatnya perkembangan pembangunan, terdapat konsekuensi yang tidak dapat dihindari dalam pemanfaatan/tata guna lahan, yaitu tingginya rasio perubahan alih fungsi lahan. Hal ini ditandai dengan timbulnya pusat-pusat kegiatan baru seperti; kawasan industri, perdagangan/jasa dan tumbuhnya kawasan-kawasan permukiman.
c). Fasilitas Bank dan Non Bank
Ketersediaan fasilitas bank dan non bank sangat penting untuk menunjang aspek daya saing daerah. Dengan adanya fasilitas tersebut berbagai lalu lintas keuangan dapat berjalan dengan lancar. Indikator kinerja berkaitan dengan fasilitas bank dan non bank salah satunya dapat dilihat dari jenis dan jumlah bank serta cabang-cabangnya. Bebarapa lembaga keuangan bank
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-132 di Kabupaten Parigi Moutong antara lain BNI 46, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank Danamon, dan Bank Sulteng serta lembaga keuangan non bank lainnya. d). Ketersediaan Air Bersih
Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan ketersediaan air bersih salah satunya dapat dilihat dari Persentase jumlah rumah tangga yang menggunakan air bersih. Air bersih (clean Water) adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum setelah dimasak, Sumber air bersih dapat dibedakan atas: Sumur dan air dalam tanah.
Data tahun 2012, banyaknya air minum yang disalurkan pada rumah tangga di Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 0,34%. Angka tersebut mengalami penurunan jika dibanding tahun sebelumnya tahun 2008 sebesar 0,42%. Pemanfaatan air bersih yang bersumber dari PDAM Kabupaten Parigi Moutong selain dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga juga instansi pemerintah, instansi swasta dan lain-lainnya. Gambaran jumlah rumah tangga yang menggunakan air bersih di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2008-2012.
Tabel 2.120
Persentase Rumah Tangga yang Mengunakan Air Bersih (PAM) di Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian Tahun 2008 2009 2010 2011 2012 Jumlah RT menggunakan Air Bersih 381 386 386 372 336 Jumlah Rumah Tangga 91.133 91.759 94.474 96.253 98.047 Parigi Moutong 0,42 0,42 0,41 0,39 0,34
Sumber: BPS 2009-2013 (diolah kembali) e). Fasilitas listrik
Penyediaan tenaga listrik bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bila sumber energi listrik telah mencapai pada suatu daerah atau wilayah, maka kegiatan ekonomi dapat ditingkatkan melalui tumbuhnya berbagai usaha yang memanfaatkan energi tersebut. Terwujudnya pembangunan bidang ekonomi sangat ditentukan oleh ketersediaan energi listrik. Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan fasilitas listrik salah satunya dapat dilihat dari Persentase jumlah rumah tangga yang mengunakan listrik. Gambaran secara lengkap mengenai data rumah tangga yang menggunakan listrik selama tahun 2008–2012 .
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-133 Tabel 2.121
Persentase rumah Tangga yang menggunakan listrik di Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Uraian 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012 Jumlah RT menggunakan listrik 29.124 36.944 39.753 52.929 52.929 Jumlah Rumah Tangga 91.133 91.759 94.474 96.253 98.047 Parigi Moutong 31,96 40,26 42,08 54,99 53,98
Sumber: BPS Parimo tahun 2011-2013, Data Sulawesi Tengah & SKPD f). Ketersediaan Rumah Makan/Restoran
Ketersediaan Rumah Makan/Restoran dalam suatu daerah menunjukan tingkat daya tarik investasi pada daerah tersebut. Banyaknya Rumah Makan/Restoran dapat menunjukan perkembangan kegiatan ekonomi suatu daerah dan peluang-peluang yang ditimbulkannya. Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan ketersediaan Rumah Makan/Restoran salah satunya dapat dilihat dari jumlah Rumah Makan/Restoran. Selama kurun waktu 2008-2012 jumlah Rumah Makan/Restoran yang berhasil didata di Kabupaten Parigi Moutong terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Data tersebut untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.33 di bawah ini.
Sumber: BPS 2009-2013 (diolah kembali) Gambar 2.34
Jumlah Rumah Makan/Restoran
di Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012 g). Ketersediaan Penginapan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2013-2018 II-134 Ketersediaan penginapan sangat menunjang dalam pelaksanaan pembangunan perekonomian suatu daerah. Banyaknya penginapan dapat menunjukan perkembangan kegiatan ekonomi pada suatu daerah dan peluang-peluang yang ditimbulkannya. Berikut ini akan disajikan data ketersediaan hotel dan penginapan tahun 2008–2012 sebagai berikut.
Sumber: BPS 2009-2013 (diolah kembali) Gambar 2.35
Jumlah Hotel/Penginapan di Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2008–2012
Pada tahun 2012, jumlah hotel dan penginapan di Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 47 hotel/penginapan, dan seluruhnya berstatus non bintang (hotel melati, penginapan lainnya). Angka tersebut mengalami peningkatan pada tahun 2010 sebesar 7.32% yang pada sebelumnya tahun 2009 jumlah hotel dan penginapan di Kabupaten Parigi Moutong sama dengan tahun 2010 sebanyak 41 hotel.