• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek yang Terkandung dalam Ritual Tolak Bala .1 Aspek Agama

PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

5.3 Aspek yang Terkandung dalam Ritual Tolak Bala .1 Aspek Agama

Agama adalah kepercayaan manusia untuk mencapai suatu maksud dengan cara menyandarkan diri kepada kemauan dan kekuasaan makhluk halus; roh, dan dewa yang mendiami alam gaib. Pegangan agama masayarakat di sini lebih muda usianya dari pada kepercayaan terhadap sihiri, yaitu cara mempengaruhi suatu kejadian menurut kehendak seseorang dengan mempergunakan kuasa gaib. Pada mulanya, manusia menggunakan kuasa gaib untuk mencapai maksudnya tetapi lama-kelamaan apabila usaha melalui sihir tersebut tidak berhasil maka akhirnya mereka percaya kepada makhluk halus yang mendiami alam gaib (Ahmadi, 1986: 143).

Pelaksanaan ritual 'tolak bala' dalam kalangan masyarakat Melayu Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang merupakan gambaran keyakinan

mereka terhadap kuasa gaib yang mempengaruhi corak kehidupan termasuk dalam urusan mata pencarian seperti berladang, beternak, dan menangkap ikan. Kuasa gaib ini harus senantiasa dihormati dan dijaga agar tidak merusak sistem kehidupan dalam mencari nafkah. Ritual tolak bala merupakan salah satu usaha menghormati dan menjalin hubungan yang harmoni dengan kuasa gaib yang mempengaruhi alam. Sesuatu yang penting di situ ialah norma sopan santun dalam berinteraksi dengan alam (Soedjito, 1986: 19).

Manifestasi fungsi keagamaan dalam ritual tolak bala dengan persembahan binatang ternakan seperti kambing, kerbau, dan lain-lain merupakan perubahan tingkah laku. Tingkah laku yang sopan biasanya merupakan nilai ideal yang harus dicontoh..

Manusia dibedakan berdasarkan tingkah laku keagamaan ini.

Sikap yang baik dan santun bermaksud tercapainya fungsi pelaksanaan ritual tolak bala. Hal ini digunakan semua masyarakat Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, termasuk petani, peternak, nelayan, penghulu, cerdik pandai, dan pemimpin. Jumlah persembahan bunga rampai dalam ritual tolak bala menunjukkan semakin banyak bunga rampai yang dipersembahkan oleh masyarakat Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Lab, Kabupaten Deli Serdang menandakan semakin besar harapan tercapainya kehidupan yang makmur dan sejahtera. Kebahagian dan kesejahteraan sangat bergantung pada tingkah laku individu.

Oleh karena itu, masyarakat senantiasa mengawasi tingkah laku

masyarakat Melayu Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang memiliki kepercayaan terhadap keberadaan makhluk gaib, tetapi ritual ini juga membawa para pemilik tradisi menggunakan akal mereka untuk memahami kedudukan Tuhan Yang Maha Esa dan makhluk supernatural dalam kehidupan mereka. Makhluk-makhluk supernatural dalam ritual ini hanya diletakkan sebagai media dukungan dan bukan sebagai penentu tunggal keinginan yang dikehendaki oleh manusia.

5.3 Aspek yang Terkandung dalam Ritual Tolak Bala 5.3.1 Aspek Agama

Agama adalah kepercayaan manusia untuk mencapai suatu maksud dengan cara menyandarkan diri kepada kemauan dan kekuasaan makhluk halus; roh, dan dewa yang mendiami alam gaib. Pegangan agama masayarakat di sini lebih muda usianya dari pada kepercayaan terhadap sihiri, yaitu cara mempengaruhi suatu kejadian menurut kehendak seseorang dengan mempergunakan kuasa gaib. Pada mulanya, manusia menggunakan kuasa gaib untuk mencapai maksudnya tetapi lama-kelamaan apabila usaha melalui sihir tersebut tidak berhasil maka akhirnya mereka percaya kepada makhluk halus yang mendiami alam gaib (Ahmadi, 1986: 143).

Pelaksanaan ritual 'tolak bala' dalam kalangan masyarakat Melayu Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang merupakan gambaran keyakinan

mereka terhadap kuasa gaib yang mempengaruhi corak kehidupan termasuk dalam urusan mata pencarian seperti berladang, beternak, dan menangkap ikan. Kuasa gaib ini harus senantiasa dihormati dan dijaga agar tidak merusak sistem kehidupan dalam mencari nafkah. Ritual tolak bala merupakan salah satu usaha menghormati dan menjalin hubungan yang harmoni dengan kuasa gaib yang mempengaruhi alam. Sesuatu yang penting di situ ialah norma sopan santun dalam berinteraksi dengan alam (Soedjito, 1986: 19).

Manifestasi fungsi keagamaan dalam ritual tolak bala dengan persembahan binatang ternakan seperti kambing, kerbau, dan lain-lain merupakan perubahan tingkah laku. Tingkah laku yang sopan biasanya merupakan nilai ideal yang harus dicontoh..

Manusia dibedakan berdasarkan tingkah laku keagamaan ini.

Sikap yang baik dan santun bermaksud tercapainya fungsi pelaksanaan ritual tolak bala. Hal ini digunakan semua masyarakat Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, termasuk petani, peternak, nelayan, penghulu, cerdik pandai, dan pemimpin. Jumlah persembahan bunga rampai dalam ritual tolak bala menunjukkan semakin banyak bunga rampai yang dipersembahkan oleh masyarakat Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Lab, Kabupaten Deli Serdang menandakan semakin besar harapan tercapainya kehidupan yang makmur dan sejahtera. Kebahagian dan kesejahteraan sangat bergantung pada tingkah laku individu.

Oleh karena itu, masyarakat senantiasa mengawasi tingkah laku

seseorang.

Dari sudut hubungan individu dengan alam, hasil tangkapan ikan menurun disebabkan oleh eksploitasi laut yang berlebihan. Faktor penggunaan teknologi tinggi dalam penangkapan ikan menyebabkan terputusnya putaran ikan-ikan di laut. Melalui pelaksanaan ritual tolak bala, para nelayan yang tamak akan menyadari bahwa perkembangan ikan di laut sangat bergantung kepada proses alam. Oleh itu, manusia harus senantiasa memelihara ekosistem alam. Sikap tamak akan memberi kesan terhadap kekurangan dan kehancuran ekosistem ikan yang merugikan orang banyak. Perbuatan melanggar norma dan peraturan akan merusak sistem sosial dalam kehidupan.

Ritual juga berfungsi sebagai sistem pengawasan tingkah laku masyarakat Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Pengawasan sosial penting untuk menjaga keseimbangan masyarakat. Kejayaan pelaksanaan ritual tolak bala sangat dipengaruhi oleh kepatuhan peserta ritual terhadap tata tertib dan kesungguhan dalam melaksanakan ritual tersebut. Masyarakat Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang harus memahami norma-norma ritual untuk membebaskan diri mereka dari kuasa gaib tersebut. Demikian juga harapan mereka akan tercapai apabila tidak ada tingkah laku yang menyimpang sesuai dengan kesungguhan mereka dalam melaksanakan ritual tolak bala.

5.3.2 Aspek Sosial

Menurut Santoso, “ upacara tradisonal merupakan media sosial berupa bentuk dan lambang serta kepentingan bersama. Upacara merupakan perantara yang menjadi asas aktivitas dan interaksi sosial dalam komunitas/masyarakat”(1984: 28-29). Oleh itu, upacara tradisional dapat menjadi alat yang membolehkan individu/anggota masyarakat menjalankan hubungan sosial mereka. Jadi, ritual menolak bala Komunitas Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang adalah kepentingan bersama yang memungkinkan kegiatan sosial dan kegiatan dijalankan di masyarakat.

Pelaksanaan ritual ini menggalakkan interaksi sosial di kalangan masyarakat Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Penyediaan ritual bermula dengan kegiatan mengunjungi rumah anggota masyarakat untuk mengumpulkan dana dan pada masa yang sama mereka dapat berkomunikasi, mengenali, dan mewujudkan hubungan kekeluargaan. Semasa proses upacara, anggota masyarakat enggan menyerahkan barang-barang mereka untuk penggunaan ritual tolak bala dan ini mendukung mereka untuk menjaga hubungan antar sesama. Semasa upacara penolakan, penduduk Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Daerah Deli Serdang berkumpul dan disambut, termasuk para pemimpin, anggota, dan pemimpin masyarakat.

Peranan ritual menolak bala sebagai media sosial semakin jelas

seseorang.

Dari sudut hubungan individu dengan alam, hasil tangkapan ikan menurun disebabkan oleh eksploitasi laut yang berlebihan. Faktor penggunaan teknologi tinggi dalam penangkapan ikan menyebabkan terputusnya putaran ikan-ikan di laut. Melalui pelaksanaan ritual tolak bala, para nelayan yang tamak akan menyadari bahwa perkembangan ikan di laut sangat bergantung kepada proses alam. Oleh itu, manusia harus senantiasa memelihara ekosistem alam. Sikap tamak akan memberi kesan terhadap kekurangan dan kehancuran ekosistem ikan yang merugikan orang banyak. Perbuatan melanggar norma dan peraturan akan merusak sistem sosial dalam kehidupan.

Ritual juga berfungsi sebagai sistem pengawasan tingkah laku masyarakat Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Pengawasan sosial penting untuk menjaga keseimbangan masyarakat. Kejayaan pelaksanaan ritual tolak bala sangat dipengaruhi oleh kepatuhan peserta ritual terhadap tata tertib dan kesungguhan dalam melaksanakan ritual tersebut. Masyarakat Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang harus memahami norma-norma ritual untuk membebaskan diri mereka dari kuasa gaib tersebut. Demikian juga harapan mereka akan tercapai apabila tidak ada tingkah laku yang menyimpang sesuai dengan kesungguhan mereka dalam melaksanakan ritual tolak bala.

5.3.2 Aspek Sosial

Menurut Santoso, “ upacara tradisonal merupakan media sosial berupa bentuk dan lambang serta kepentingan bersama. Upacara merupakan perantara yang menjadi asas aktivitas dan interaksi sosial dalam komunitas/masyarakat”(1984: 28-29). Oleh itu, upacara tradisional dapat menjadi alat yang membolehkan individu/anggota masyarakat menjalankan hubungan sosial mereka. Jadi, ritual menolak bala Komunitas Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang adalah kepentingan bersama yang memungkinkan kegiatan sosial dan kegiatan dijalankan di masyarakat.

Pelaksanaan ritual ini menggalakkan interaksi sosial di kalangan masyarakat Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Penyediaan ritual bermula dengan kegiatan mengunjungi rumah anggota masyarakat untuk mengumpulkan dana dan pada masa yang sama mereka dapat berkomunikasi, mengenali, dan mewujudkan hubungan kekeluargaan. Semasa proses upacara, anggota masyarakat enggan menyerahkan barang-barang mereka untuk penggunaan ritual tolak bala dan ini mendukung mereka untuk menjaga hubungan antar sesama. Semasa upacara penolakan, penduduk Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Daerah Deli Serdang berkumpul dan disambut, termasuk para pemimpin, anggota, dan pemimpin masyarakat.

Peranan ritual menolak bala sebagai media sosial semakin jelas

sekiranya berbuat salah tingkahlaku, orang banyak akan mengetahui siapa yang pelakunya. Sekiranya terdapat kelakuan buruk, bukan saja individu dituduh tetapi seluruh keluarga dan kaum terlibat.

5.3.3 Aspek Ekonomi

Pelaksanaan ritual tolak bala juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi terutama terhadap cara menghasilkan dan menggunakan produk. Cara menghasilkan berhubungan dengan cara nelayan menangkap ikan yang diingatkan sejak awal supaya tidak merusak ekologi laut. Penggunaan teknologi yang memutus rantai kehidupan ikan atau merusakkan ekosistem laut dihentikan. Eksploitasi laut yang berlebihan akan membawa kesan negatif terhadap ekonomi. Dari sudut lain, cara menghasilkan produk berhubungan pada kegunaan hasil tangkapan yang harus dimanfaatkan secara maksimal dan tidak boleh mubazir. Sekarang ini masih terdapat kemubaziran, hasil tangkapan ikan yang banyak dibiarkan busuk karena tidak diurus dengan sempurna. Ikan-ikan yang rusak dan busuk ditanam di dalam lubang di tepi pantai dengan cara yang sangat menyedihkan. Tindakan sedemikian harus diperbaiki untuk mendapat hasil tangkapan yang maksimal.

Masyarakat Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang diingatkan tentang kepentingan berhemat dalam menggunakan hasil tangkapan karena tidak selamanya hasil tangkapan ikan berlimpah-ruah. Oleh itu,

keseimbangan sumber dan pengeluaran harus dijaga. Sifat penggunaan yang boros akan membawa bencana kepada keluarga. Apabila mendapatkan hasil yang sedikit atau tiada hasil tangkapan maka uang tabungan dapat dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari.

5.4 Perubahan Fungsi dan Makna Ritual Tolak Bala Kaum