• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI KAJIAN

1.3 Data dan Sumber Data

Data empiris didapatkan dari pengamatan langsung ritual tolak bala kaum Melayu Serdang di Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Wilayah Sumatra Utara, Indonesia. Data berupa hasil etnografik dari , wawancara, kelompok diskusi fokus (FDG), rekaman video tolak bala. Data berupa teks, dan simbol serta elemen lain yang berkaitan dengan ritual di Kecamatan Pantai Labu diolah dan dinterpretasikan.

1.3.1 Wawancara

Wawancaraadalah bagian penting dalam penelitian kualitatif, sehingga peneliti dapat memperoleh data dari pelbagai responden secara langsung sebagaimana yang diungkap oleh Emzir (2010), Wawancara ialah perbincangan dalam melakukan tindakan yang sedang berlaku dan dibahas ulang untuk mengumpulkan informasi penting dengan menggunakan kaidah tanya jawab.

Perbincangan dilakukan antara peneliti dengan informan untuk

positivisme. Falsafah ini digunakan untuk mengkaji keadaan semula yang jadi objek, peneliti sebagai instrumen utama.

Berdasarkan makna penelitian kualitatif yang dinyatakan di atas dapat disimpulkan bahwa:

a. Penelitian kualitatif adalah penelitian berdasarkan data deskriptif dalam bentuk kata-kata lisan dari orang atau tingkah laku yang diperhatikan

b. Penelitian kualitatif dalam pengumpulan data pada dasarnya sangat bergantung pada proses observasi yang dibuat oleh peneliti sendiri

c. Penemuan penelitian kualitatif tidak diperoleh melalui prosedur statistik.

Melalui penelitian kualitatif ini, peneliti berusaha untuk menerangkan atau menggambarkan secara terperinci dan mendalam tentang perubahan dan kesinambungan fungsi dan makna ritual tolak bala pada masyarakat Melayu Serdang di Kampung Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu kabupaten Deli Serdang Wilayah Sumatera Utara. Peneliti senantiasa menafsirkan makna yang tersurat dan tersirat dari penjelasan yang diberikan oleh pemberi informasi, dan hasil dari observasi lapangan.

Peneliti menggunakan kaidah kualitatif sesuai dengan tujuan memperoleh data melalui perbincangan yang cukup dekat dan akrab dengan orang atau situasi yang dikaji. Peneliti berusaha

memahami persoalan yang sebenarnya dan juga subjek penelitian.

Dengan kaidah kualitatif dalam kajiannya dapat diketahui seberapa jauh hasil penelitian dapat dipahami secara tepat, sehingga melalui penelitian ini dapat diperoleh hasil yang baik melalui kaidah kualitatif. Kajian ini juga merupakan usaha untuk memberikan keterangan tentang masyrakat dengan menggunakan pandangan umum dan juga tentang apa-apa saja tindakan sosial yang dilakukan.

1.3 Data dan Sumber Data

Data empiris didapatkan dari pengamatan langsung ritual tolak bala kaum Melayu Serdang di Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Wilayah Sumatra Utara, Indonesia. Data berupa hasil etnografik dari , wawancara, kelompok diskusi fokus (FDG), rekaman video tolak bala. Data berupa teks, dan simbol serta elemen lain yang berkaitan dengan ritual di Kecamatan Pantai Labu diolah dan dinterpretasikan.

1.3.1 Wawancara

Wawancaraadalah bagian penting dalam penelitian kualitatif, sehingga peneliti dapat memperoleh data dari pelbagai responden secara langsung sebagaimana yang diungkap oleh Emzir (2010), Wawancara ialah perbincangan dalam melakukan tindakan yang sedang berlaku dan dibahas ulang untuk mengumpulkan informasi penting dengan menggunakan kaidah tanya jawab.

Perbincangan dilakukan antara peneliti dengan informan untuk

mendapatkan informasi dan data yang diperlukan.

Pada umumnya, teknik wawancara ini merupakan kegiatan yang dilakukan dengan berkata untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang sebuah isu dan hal-hal yang diangkat dalam suatu penelitian. Selain itu, wawancara juga merupakan proses pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang sudah diperoleh.

Byne (2003) sebelum melakukan wawancara sebagai kaidah pengumpulan data dalam penelitian, peneliti terlebih dahulu harus menemukan lebih awal tentang pertanyaan yang diajukan dan dapat dijawab dengan benar oleh orang yang telah dipilih sebagai informan.

Menurut Miles dan Huberman (2007) ada beberapa fase tingkatan yang harus diperhatikan dalam menjalankan wawancara, yaitu:

i. Penetapan, dalam suatu kajian peneliti harus mengetahui situasi dan kondisi yang menjadi tempat kajian untuk membantu dalam pengambilan dan pengumpulan data.

ii. Pelaku, yaitu peneliti telah memperoleh data tentang ciri-ciri calon pelaku yang dipilih sebagai informan.

iii. Acara, yaitu menyusun aturan dalam model wawancara Terdapat dua model wawancara dalam kajian ini, yakni:

a. Wawancara mendalam yaitu: peneliti mengumpulkan dan menggali informasi secara mendalam dengan melibatkan

diri secara langsung dengan kehidupan informan dan memberikan pertanyaan yang telah dipersiapkan dan dilakukan secara berulang.

b. Wawancara terarah, yaitu: peneliti menanyai informan dengan pertanyaan yang telah dipersiapkan.

Menurut Sugiyono (2011) ,wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti untuk menjalankan kajian awal dan mencari masalah yang akan dikaji. Peneliti ingin mengetahui persoalan-persoalan dari responden yang lebih mendalam dengan bilangan respondenya sedikit.

Wawancara dalam kajian ini ialah dengan para pawang (Paranormal /Orang Pintar ) tokoh masyrakat, tokoh adat budaya Melayu yang tergabung dalam Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) serta orang-orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam hal ritual pengobatan tolak bala yang berada di Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu. Kabupaten Deli Serdang, Wilayah Sumatra Utara.

Wawancara adalah aktivitas yang dijalankan secara langsung oleh peneliti, sehingga peneliti dan responden bertemu langsung untuk melakukan tanya jawab.

Oleh itu, dalam kajian wawancara ini diperlukan untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan. Wawancara yang dilakukan untuk memperkuat observasi yang dilakukan sebelumnya oleh peneliti. Dalam proses wawancara, peneliti

mendapatkan informasi dan data yang diperlukan.

Pada umumnya, teknik wawancara ini merupakan kegiatan yang dilakukan dengan berkata untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang sebuah isu dan hal-hal yang diangkat dalam suatu penelitian. Selain itu, wawancara juga merupakan proses pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang sudah diperoleh.

Byne (2003) sebelum melakukan wawancara sebagai kaidah pengumpulan data dalam penelitian, peneliti terlebih dahulu harus menemukan lebih awal tentang pertanyaan yang diajukan dan dapat dijawab dengan benar oleh orang yang telah dipilih sebagai informan.

Menurut Miles dan Huberman (2007) ada beberapa fase tingkatan yang harus diperhatikan dalam menjalankan wawancara, yaitu:

i. Penetapan, dalam suatu kajian peneliti harus mengetahui situasi dan kondisi yang menjadi tempat kajian untuk membantu dalam pengambilan dan pengumpulan data.

ii. Pelaku, yaitu peneliti telah memperoleh data tentang ciri-ciri calon pelaku yang dipilih sebagai informan.

iii. Acara, yaitu menyusun aturan dalam model wawancara Terdapat dua model wawancara dalam kajian ini, yakni:

a. Wawancara mendalam yaitu: peneliti mengumpulkan dan menggali informasi secara mendalam dengan melibatkan

diri secara langsung dengan kehidupan informan dan memberikan pertanyaan yang telah dipersiapkan dan dilakukan secara berulang.

b. Wawancara terarah, yaitu: peneliti menanyai informan dengan pertanyaan yang telah dipersiapkan.

Menurut Sugiyono (2011) ,wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti untuk menjalankan kajian awal dan mencari masalah yang akan dikaji. Peneliti ingin mengetahui persoalan-persoalan dari responden yang lebih mendalam dengan bilangan respondenya sedikit.

Wawancara dalam kajian ini ialah dengan para pawang (Paranormal /Orang Pintar ) tokoh masyrakat, tokoh adat budaya Melayu yang tergabung dalam Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) serta orang-orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam hal ritual pengobatan tolak bala yang berada di Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu. Kabupaten Deli Serdang, Wilayah Sumatra Utara.

Wawancara adalah aktivitas yang dijalankan secara langsung oleh peneliti, sehingga peneliti dan responden bertemu langsung untuk melakukan tanya jawab.

Oleh itu, dalam kajian wawancara ini diperlukan untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan. Wawancara yang dilakukan untuk memperkuat observasi yang dilakukan sebelumnya oleh peneliti. Dalam proses wawancara, peneliti

memberikan kebebasan kepada responden untuk menjawab semua pertanyaan.

3.4 Ruang Lingkup Kajian

Kajian ini akan dilakukan di Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang Wilayah Sumatra Utara. Kecamatan Pantai Labu memiliki 19 kampung yaitu: Kampung Bagan Serdang, Binjai Bakung, Denai Kuala, Denai Lama, Denai Sarang Burung, Durian, Kelambir, Kubah Sentang, Paluh Sibaji, Pantai Labu Baru, Pantai Labu Pekan, Pematang Biara, Perkebunan Ramunia, Ramunia I, Ramunia II, Rantau Panjang, Rugemuk, Sei Tuan, dan Kampung Tengah.

Lokasi ini ditentukan berdasarkan pertimbangan berikut:

1. Orang-orang di Kampung Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Wilayah Sumatera Utara kebanyakannya adalah orang Melayu Serdang yang bergantung pada kehidupan maritim sebagai nelayan dan menggunakan produk laut lain untuk membantu perekonomian mereka.

2. Ritual meminta bantuan, yang pada awalnya sering dipraktikkan oleh Kaum Melayu Serdang di Kampung Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Wilayah Sumatera Utara, tetapi kegiatan ini berkurang dan hampir punah dari waktu ke waktu

,

3.4.1 Gambar Lokasi Penelitian 3.4.2 Gambar Peta Negara Indonesia

Republik Indonesia atau Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki keberagaman dan dilintasi garis khatulistiwa. Berada di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta antara Samudra Pasifik dan Samudera Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau. Negara Indonesia memiliki populasi hampir 270.000.000 jiwa, Indonesia adalah negara terbesar ke-4 dunia dan negara yang beragama Muslim terbesar di dunia dengan lebih dari 230 juta jiwa.

Gambar 3.4.2 Peta Negara Indonesia

memberikan kebebasan kepada responden untuk menjawab semua pertanyaan.

3.4 Ruang Lingkup Kajian

Kajian ini akan dilakukan di Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang Wilayah Sumatra Utara. Kecamatan Pantai Labu memiliki 19 kampung yaitu: Kampung Bagan Serdang, Binjai Bakung, Denai Kuala, Denai Lama, Denai Sarang Burung, Durian, Kelambir, Kubah Sentang, Paluh Sibaji, Pantai Labu Baru, Pantai Labu Pekan, Pematang Biara, Perkebunan Ramunia, Ramunia I, Ramunia II, Rantau Panjang, Rugemuk, Sei Tuan, dan Kampung Tengah.

Lokasi ini ditentukan berdasarkan pertimbangan berikut:

1. Orang-orang di Kampung Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Wilayah Sumatera Utara kebanyakannya adalah orang Melayu Serdang yang bergantung pada kehidupan maritim sebagai nelayan dan menggunakan produk laut lain untuk membantu perekonomian mereka.

2. Ritual meminta bantuan, yang pada awalnya sering dipraktikkan oleh Kaum Melayu Serdang di Kampung Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Wilayah Sumatera Utara, tetapi kegiatan ini berkurang dan hampir punah dari waktu ke waktu

,

3.4.1 Gambar Lokasi Penelitian 3.4.2 Gambar Peta Negara Indonesia

Republik Indonesia atau Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki keberagaman dan dilintasi garis khatulistiwa. Berada di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta antara Samudra Pasifik dan Samudera Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau. Negara Indonesia memiliki populasi hampir 270.000.000 jiwa, Indonesia adalah negara terbesar ke-4 dunia dan negara yang beragama Muslim terbesar di dunia dengan lebih dari 230 juta jiwa.

Gambar 3.4.2 Peta Negara Indonesia

3.4.3 Gambar Peta Pulau Sumatera

Sumatra adalah pulau terbesar ke-6 di dunia yang terletak di Indonesia, dengan luas 473.481 KM. Penduduk pulau Sumatra kira-kira 57.940.351, pulau ini juga dikenal dengan nama lain yaitu pulau Percha, Andalas, atau Suwarnadwipa. Dalam pulau Sumatra terdapat beberapa Provinsi Seperti: Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung. Di dalamnya mendiami kelompok etnis, Melayu, Aceh, Batak, Suku Lampung, dan Karo.

Gambar 3.4.3 Peta Pulau Sumatra

3.4.4 Gambar Peta Kabupaten Deli Serdang

Kabupaten Deli Serdang adalah sebuah Kabupaten di Pulau Sumatra. Kabupaten Deli Serdang berada di dalam Provinsi Sumatra Utara Indonesia. Ibu Kota Kabupaten Deli Serdang berada di Lubuk Pakam. Kabupaten Deli Serdang dikenal sebagai

salah satu Kabupaten dari 33 Kabupaten yang berada di Provinsi S u m a t r a U t a r a . K a b u p a t e n D e l i S e r d a n g m e m i l i k i keanekaragaman sumber daya alamnya yang besar sehingga merupakan daerah yang memiliki peluang investasi yang cukup menjanjikan. Selain memiliki sumber daya alam yang besar Kabupaten Deli Serdang memiliki keanekaragaman etnis yang ada di nusantara, salah satu suku asli Kabupaten Deli Serdang adalah suku Melayu. Dengan luas wilayah Kabupaten Deli Serdang 2.808,91 Km, dengan jumlah penduduk 2.029.308 jiwa.

Agama yang mendominasi di Kabupaten Deli Serdang adalah Islam 68%, Kristen Protestan 24,01 %, Katolik 3,50 %, Hindu 0,18 %, Budha 0,02 %. Kabupaten Deli Serdang merupakan lokasi yang berada Lapangan Terbang Internasional Kualanamu.

Gambar3.4.4 Peta Kabupaten Deli Serdang

3.4.5 Gambar Peta Kecamatan Pantai Labu

Kajian ini dijalankan di Kampung Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Wilayah Sumatra Utara.

3.4.3 Gambar Peta Pulau Sumatera

Sumatra adalah pulau terbesar ke-6 di dunia yang terletak di Indonesia, dengan luas 473.481 KM. Penduduk pulau Sumatra kira-kira 57.940.351, pulau ini juga dikenal dengan nama lain yaitu pulau Percha, Andalas, atau Suwarnadwipa. Dalam pulau Sumatra terdapat beberapa Provinsi Seperti: Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung. Di dalamnya mendiami kelompok etnis, Melayu, Aceh, Batak, Suku Lampung, dan Karo.

Gambar 3.4.3 Peta Pulau Sumatra

3.4.4 Gambar Peta Kabupaten Deli Serdang

Kabupaten Deli Serdang adalah sebuah Kabupaten di Pulau Sumatra. Kabupaten Deli Serdang berada di dalam Provinsi Sumatra Utara Indonesia. Ibu Kota Kabupaten Deli Serdang berada di Lubuk Pakam. Kabupaten Deli Serdang dikenal sebagai

salah satu Kabupaten dari 33 Kabupaten yang berada di Provinsi S u m a t r a U t a r a . K a b u p a t e n D e l i S e r d a n g m e m i l i k i keanekaragaman sumber daya alamnya yang besar sehingga merupakan daerah yang memiliki peluang investasi yang cukup menjanjikan. Selain memiliki sumber daya alam yang besar Kabupaten Deli Serdang memiliki keanekaragaman etnis yang ada di nusantara, salah satu suku asli Kabupaten Deli Serdang adalah suku Melayu. Dengan luas wilayah Kabupaten Deli Serdang 2.808,91 Km, dengan jumlah penduduk 2.029.308 jiwa.

Agama yang mendominasi di Kabupaten Deli Serdang adalah Islam 68%, Kristen Protestan 24,01 %, Katolik 3,50 %, Hindu 0,18 %, Budha 0,02 %. Kabupaten Deli Serdang merupakan lokasi yang berada Lapangan Terbang Internasional Kualanamu.

Gambar3.4.4 Peta Kabupaten Deli Serdang

3.4.5 Gambar Peta Kecamatan Pantai Labu

Kajian ini dijalankan di Kampung Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Wilayah Sumatra Utara.

Kecamatan Pantai Labu adalah kawasan pesisir yang terletak di Pantai Timur Wilayah Sumatra Utara. Kecamatan Pantai Labu mempunyai luas 81.85 km2 atau 8.185 Ha. Dari sudut pandang, Kecamatan Pantai Labu terdiri dari 19 Kampung dan 76 dusun dengan Kampung Kelambir sebagai pusat pemerintahan dengan kode pos 20553.

Secara geografis, Kecamatan Pantai Labu terletak di latitude 2 ° 57 '- 3 ° 16' Lintang Utara dan 98 ° 27 Bujur Timur, dan terletak pada ketinggian 0 - 8 meter di atas permukaan laut.

Iklim Pantai Labu adalah tropika. Musim hujan terjadi pada bulan Maret, April, September, hingga Desember. Musim kemarau terjadi pada bulan Januari, Februari, Mei, hingga Agustus. Pantai Labu mempunyai iklim panas dengan suhu maksimum 34 ° C dan suhu minimum 23 ° C rata-rata terjadi setiap hari.

Kecamatan Pantai Labu mempunyai bidang berikut:

1. Sebelah Utara berbatas dengan Selat Melaka.

2. Sebelah Timur berbatas dengan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Wilayah Sumatra Utara.

3. Sebelah Selatan berbatas dengan Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Wilayah Sumatra Utara.

4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Batang Kuis dan Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Wilayah Sumatra Utara.

Gambar 3.4.5 Peta Kecamatan Pantai Labu 3.5 Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Mei 2017 sampai November 2017. Penelitian ini tidak dilakukan dengan penuh waktu tetapi dengan membuat beberapa kunjungan di sana. Hal ini digunkan karena peneliti tidak memiliki waktu yang sesuai dengan responden di lokasi penelitian. Walaupun begitu, peneliti berusaha memastikan bahwa data yang diperoleh memenuhi standar kebutuhan penelitian.