PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
5.2 Sistem Nilai dalam Ritual Tolak Bala .1 Nilai Sosial
Upacara tolak bala penyakit ini cukup diikuti oleh anggota keluarga,. Keadaan ini merupakan salah satu faktor pendukung yang dapat membangkitkan sistem nilai dalam lingkup keluarga yang membuat terjadinya pembentukan kerjasama dan integrasi di antara mereka. Berkumpul dengan tujuan yang sama pastinya mewujudkan ikatan emosi di antara ahli-ahlinya dan membawa pada kesadaran pentingnya orang lain di dalam hidup berkehidupan.
Nilai-nilai sosial berorientasi pada pelbagai bentuk hubungan sosial, sikap bertanggungjawab terhadap sahabat, belas kasihan, setia, dan bersedia mengorbankan dan ambil bagian dalam kehidupan sosial. Nilai sosial akan kelihatan pada seseorang jika dia merasakan kepentingan orang lain dalam hidupnya.
5.2.2 Nilai Psikologi dan Pedagogi
Kebanggaan yang ditunjukkan oleh individu atau koleksi berawal dari banyak faktor. Tetapi faktor utama, dia melupakan sifat dirinya sebagai manusia yang mempunyai kekurangan dan keterbatasan. Seseorang yang sadar akan membuat segala usaha untuk menjadikan dirinya jiwa yang besar dan mengenali orang lain sebagai dirinya melalui pendidikan formal dan tidak formal.
Melalui cara yang tidak resmi, individu diperkenalkan pada lingkungan keluarga dan komunitas tempat mereka hidup.
Melalui kedua lingkungan ini, dia dapat mengenali sistem nilai yang mesti dipegang teguh sebagai individu dalam kehidupan pergaulan. Pengertian nilai ini dibentuk melalui pelbagai aktivitas sosial termasuk ritual pengobatan tradisional. Seperti yang dijelaskan dalam bab sebelumnya, ritual mengajarkan peniaga mengenai kuasa Tuhan terhadap makhluk-Nya dan kuasa-kuasa abstrak yang lain (di luar jangkauan panca indra). Ini membolehkan peniaga membuang sikap sombongnya dari dirinya sendiri. Nilai pedagogi juga dirujuk sebagai nilai pendidikan yang dapat memberi inspirasi atau idea untuk memenuhi keperluan manusia dengan mengkaji prinsip atau peraturan yang berlaku.
5.2.3 Nilai Agama
Nilai agama berorientasi pada nilai iman sebagai dasar dari semua pemikiran dan tindakan yang berkaitan dengan kesadaran kuasa Allah Swt. Nilai agama ini dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah Azza wa Jalla. Enstein (1879) berpendapat, nilai
BAB V
PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
5.1.Pendahuluan
Dalam proses penelitian ritual tolak bala terdapat beberapa nilai yang terkandung dalam acara ritual tolak bala. Nilai adalah sifat atau hal yang penting dan bermanfaat kepada manusia, atau sesuatu yang menyempurnakan manusia mengikut sifatnya. Nilai juga dapat diterjemahkan sebagai media sosial atau sosial yang dianggap sesuai dan bermanfaat untuk dicapai.
5.2 Sistem Nilai dalam Ritual Tolak Bala 5.2.1 Nilai Sosial
Upacara tolak bala penyakit ini cukup diikuti oleh anggota keluarga,. Keadaan ini merupakan salah satu faktor pendukung yang dapat membangkitkan sistem nilai dalam lingkup keluarga yang membuat terjadinya pembentukan kerjasama dan integrasi di antara mereka. Berkumpul dengan tujuan yang sama pastinya mewujudkan ikatan emosi di antara ahli-ahlinya dan membawa pada kesadaran pentingnya orang lain di dalam hidup berkehidupan.
Nilai-nilai sosial berorientasi pada pelbagai bentuk hubungan sosial, sikap bertanggungjawab terhadap sahabat, belas kasihan, setia, dan bersedia mengorbankan dan ambil bagian dalam kehidupan sosial. Nilai sosial akan kelihatan pada seseorang jika dia merasakan kepentingan orang lain dalam hidupnya.
5.2.2 Nilai Psikologi dan Pedagogi
Kebanggaan yang ditunjukkan oleh individu atau koleksi berawal dari banyak faktor. Tetapi faktor utama, dia melupakan sifat dirinya sebagai manusia yang mempunyai kekurangan dan keterbatasan. Seseorang yang sadar akan membuat segala usaha untuk menjadikan dirinya jiwa yang besar dan mengenali orang lain sebagai dirinya melalui pendidikan formal dan tidak formal.
Melalui cara yang tidak resmi, individu diperkenalkan pada lingkungan keluarga dan komunitas tempat mereka hidup.
Melalui kedua lingkungan ini, dia dapat mengenali sistem nilai yang mesti dipegang teguh sebagai individu dalam kehidupan pergaulan. Pengertian nilai ini dibentuk melalui pelbagai aktivitas sosial termasuk ritual pengobatan tradisional. Seperti yang dijelaskan dalam bab sebelumnya, ritual mengajarkan peniaga mengenai kuasa Tuhan terhadap makhluk-Nya dan kuasa-kuasa abstrak yang lain (di luar jangkauan panca indra). Ini membolehkan peniaga membuang sikap sombongnya dari dirinya sendiri. Nilai pedagogi juga dirujuk sebagai nilai pendidikan yang dapat memberi inspirasi atau idea untuk memenuhi keperluan manusia dengan mengkaji prinsip atau peraturan yang berlaku.
5.2.3 Nilai Agama
Nilai agama berorientasi pada nilai iman sebagai dasar dari semua pemikiran dan tindakan yang berkaitan dengan kesadaran kuasa Allah Swt. Nilai agama ini dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah Azza wa Jalla. Enstein (1879) berpendapat, nilai
agama adalah nilai yang dapat menimbulkan kesadaran tentang Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dan sifat-sifat Allah yang lain. Kesadaran manusia terhadap kuasa Tuhan timbul jika berhadapan dengan fenomena alam, keseimbangan alam, peristiwa sebab dan akibat yang berlaku, sekitar kehidupan dan aliran tenaga manusia, dan keunikan dari pelbagai sifat yang menarik di taraf mikroskopis dan makroskopis. Nilai agama dapat dilihat dalam mantra penolakan ritual terhadap penyakit hasil twawancara dengan Datuk Sayuti pada tanggal 25 September 2017 sebagai berikut:
Tawar Bisa
Bukan aku nan punya penawar Tawar Allah tawar Muhammad Tawar Baginda Rasulullah Kabul berkat Lailahaillallah, Muhammadurrasullulah
Baris 1 dan 2 pada paragraf mantra di atas, menggambarkan diri seorang pembaca mantra bahwa kaki dan tangan yang dimilikinya tidak mempunyai kuasa untuk mengabulkan permintaan orang yang dibacakannya melainkan kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Baris keempat merupakan permohonan yang disampaikan oleh pembaca mantra kepada Tuhan Yang Maha Kuasa selaku penguasa alam untuk mengabulkan permintaan manusia.
Bait mantra ini membuktikan bahwa mantra ritual pengobatan tolak bala yang dilakulkan dalam masyarakat Melayu Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang Wilayah Sumatra Utara bukan hanya berisi permohonan berakaitan dengan keperluan hidup sehari-hari tetapi berisi permohonan agar peserta ritual diberikan keimanan yang kuat.
Hal ini membolehkan seorang insan sentiasa taat dan patuh terhadap ajaran agamanya.
Berdasarkan penjelasan di atas, mantra ritual pengobatan tolak bala dalam masyarakat Melayu Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang dapat dikatakan tidak hanya memenuhi fungsi pada nilai sosial dan pendidikan tetapi juga memenuhi fungsi agama yang dapat membangkitkan kesadaran peserta ritual terhadap kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
5.2.4 Nilai Intelektual dan Kecerdasan
Nilai intelektual dan kecerdasan adalah nilai yang mendorong seseorang menggunakan kecerdasannya untuk memahami suatu hal dengan baik dan tidak mempercayai takhayul atau mistik.
Sebaliknya, dia mendorong seseorang menjadi lebih kritis, analitis, dan kreatif dalam menyelesaikan masalah yang lebih halus dan tidak dapat dilupakan dalam setiap kegiatan ritual tolak bala yang dilaksanakan.
Sehubungan itu, walaupun upacara pengobatan tolak bala oleh
agama adalah nilai yang dapat menimbulkan kesadaran tentang Tuhan Yang Maha Esa sebagai pencipta dan sifat-sifat Allah yang lain. Kesadaran manusia terhadap kuasa Tuhan timbul jika berhadapan dengan fenomena alam, keseimbangan alam, peristiwa sebab dan akibat yang berlaku, sekitar kehidupan dan aliran tenaga manusia, dan keunikan dari pelbagai sifat yang menarik di taraf mikroskopis dan makroskopis. Nilai agama dapat dilihat dalam mantra penolakan ritual terhadap penyakit hasil twawancara dengan Datuk Sayuti pada tanggal 25 September 2017 sebagai berikut:
Tawar Bisa
Bukan aku nan punya penawar Tawar Allah tawar Muhammad Tawar Baginda Rasulullah Kabul berkat Lailahaillallah, Muhammadurrasullulah
Baris 1 dan 2 pada paragraf mantra di atas, menggambarkan diri seorang pembaca mantra bahwa kaki dan tangan yang dimilikinya tidak mempunyai kuasa untuk mengabulkan permintaan orang yang dibacakannya melainkan kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Baris keempat merupakan permohonan yang disampaikan oleh pembaca mantra kepada Tuhan Yang Maha Kuasa selaku penguasa alam untuk mengabulkan permintaan manusia.
Bait mantra ini membuktikan bahwa mantra ritual pengobatan tolak bala yang dilakulkan dalam masyarakat Melayu Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang Wilayah Sumatra Utara bukan hanya berisi permohonan berakaitan dengan keperluan hidup sehari-hari tetapi berisi permohonan agar peserta ritual diberikan keimanan yang kuat.
Hal ini membolehkan seorang insan sentiasa taat dan patuh terhadap ajaran agamanya.
Berdasarkan penjelasan di atas, mantra ritual pengobatan tolak bala dalam masyarakat Melayu Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang dapat dikatakan tidak hanya memenuhi fungsi pada nilai sosial dan pendidikan tetapi juga memenuhi fungsi agama yang dapat membangkitkan kesadaran peserta ritual terhadap kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
5.2.4 Nilai Intelektual dan Kecerdasan
Nilai intelektual dan kecerdasan adalah nilai yang mendorong seseorang menggunakan kecerdasannya untuk memahami suatu hal dengan baik dan tidak mempercayai takhayul atau mistik.
Sebaliknya, dia mendorong seseorang menjadi lebih kritis, analitis, dan kreatif dalam menyelesaikan masalah yang lebih halus dan tidak dapat dilupakan dalam setiap kegiatan ritual tolak bala yang dilaksanakan.
Sehubungan itu, walaupun upacara pengobatan tolak bala oleh
masyarakat Melayu Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang memiliki kepercayaan terhadap keberadaan makhluk gaib, tetapi ritual ini juga membawa para pemilik tradisi menggunakan akal mereka untuk memahami kedudukan Tuhan Yang Maha Esa dan makhluk supernatural dalam kehidupan mereka. Makhluk-makhluk supernatural dalam ritual ini hanya diletakkan sebagai media dukungan dan bukan sebagai penentu tunggal keinginan yang dikehendaki oleh manusia.
5.3 Aspek yang Terkandung dalam Ritual Tolak Bala