• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI KAJIAN

3.8 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara triangulasi dalam hal observasi, mendalami informasi ( wawancara mendalam), dan penelitian dokumen berupa teks dan mantra-mantra seperti informasi berikut:

3.8.1 Observasi

Observasi lapangan dijalankan untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan komprehensif mengenai bentuk, fungsi, dan makna ritual menolak bala dan realitas yang dinamis dalam kehidupan sosok budaya masyarakat Melayu Serdang Kampung Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu. Teknik yang digunakan adalah observasi langsung. Peneliti mengambil sebagian secara langsung dalam memproses aktivitas ritual (Muhadjir, 1992:

179-180).

Emzir (2010: 77) menyatakan bahwa observasi harus diambil pada awalnya supaya peneliti perlu memahami situasi dan fokus pada peristiwa atau gejala.

Menurut Sugiyono (2011: 36), memanggil kaidah penjagaan adalah metode yang dilakukan oleh peneliti secara sistematis baik secara langsung maupun tidak langsung ke tempat observasi.

3.8.2 Wawancara Mendalam

Secara umum, teknik menghimpun data pembicaraan adalah aktivitas yang dilakukan secara berkala untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai isu dan hal yang digali dalam penelitian. Di samping itu, pembuatan siaran juga merupakan proses bukti informasi atau adanya informasi yang diterima.

Seperti yang diungkapkan oleh Emzir (2010: 32), dialog adalah

dilakukan melalui beberapa tahap yaitu pemberi informasi dan bukan supervisor masyarakat dan budaya yang dipilih di lokasi penelitian terpilih berdasarkan kriteria tertentu. Kriteria yang dimaksudkan adalah individu yang berasal dari organisasi sosial yang mempunyai banyak peran langsung dalam pelaksanaan ritual menolak bala Melayu Serdang di Kampung Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Wilayah Sumatra Utara.

3.7 Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah : 1.

Observasi (kamera, tape recorder, video, dan); 2. Wawancara (panduan dan lis pertanyaan); 3. Focus Discussion Group (FDG) dengan pakar (list pertanyaan); 4. Dokumen dan buku sejarah budaya Melayu. Informan memiliki garis panduan wawancara yang digunakan sebagai rujukan oleh pewawancara dalam menjalankan wawancara dan kartu data yang digunakan untuk merekam, memisahkan, dan menjelaskan data. Penggunaan k a m e r a f o t o d a n k a m e r a v i d e o d i p e r l u k a n u n t u k mendokumentasikan hasil penelitian dan alat rekam audio yang diperlukan untuk merekam tanya-jawab dengan speaker.

3.8 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara triangulasi dalam hal observasi, mendalami informasi ( wawancara mendalam), dan penelitian dokumen berupa teks dan mantra-mantra seperti informasi berikut:

3.8.1 Observasi

Observasi lapangan dijalankan untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan komprehensif mengenai bentuk, fungsi, dan makna ritual menolak bala dan realitas yang dinamis dalam kehidupan sosok budaya masyarakat Melayu Serdang Kampung Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu. Teknik yang digunakan adalah observasi langsung. Peneliti mengambil sebagian secara langsung dalam memproses aktivitas ritual (Muhadjir, 1992:

179-180).

Emzir (2010: 77) menyatakan bahwa observasi harus diambil pada awalnya supaya peneliti perlu memahami situasi dan fokus pada peristiwa atau gejala.

Menurut Sugiyono (2011: 36), memanggil kaidah penjagaan adalah metode yang dilakukan oleh peneliti secara sistematis baik secara langsung maupun tidak langsung ke tempat observasi.

3.8.2 Wawancara Mendalam

Secara umum, teknik menghimpun data pembicaraan adalah aktivitas yang dilakukan secara berkala untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai isu dan hal yang digali dalam penelitian. Di samping itu, pembuatan siaran juga merupakan proses bukti informasi atau adanya informasi yang diterima.

Seperti yang diungkapkan oleh Emzir (2010: 32), dialog adalah

perbincangan dalam pengambilan data yang berlaku dan diteliti untuk mengumpulkan informasi penting dengan menggunakan pertanyaan. Tanya jawab antara peneliti dan pemberi informasi atau responden.

Peneliti memfokuskan pada pengetahuan dan pengalaman peribadi responden mengenai ritual tolak bala. Tujuan pertemuan adalah untuk mendapatkan informasi tentang pendapat dan pandangan responden mengenai bentuk, fungsi, dan makna ritual tolak bala secara tekstual dan kontekstual. Jenis galeri yang dijalankan adalah musyawarat terbuka dan mendalam untuk mendapatkan pandangan responden mengenai pentingnya upacara ritual tolak bala serta nilai dan norma yang terkandung secara tersirat. Perhimpunan masyarakat kerap sangat penting untuk membatasi variasi yang mungkin antara responden dan responden lain (Moleong, 2003: 136).

,

Di samping observasi dan musyawarah, peneliti juga mencatat dan merekam ritual tolak bala masyarakat Melayu di Kampung Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Wilayah Sumatra Utara dengan menggunakan media pendengaran seperti kamera video dan pita perekam. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan komprehensif mengenai pelbagai interaksi lisan dan bukan lisan yang berlaku ketika upacara penguatan tolak bala pada masyarakat Melayu di Kampung Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Wilayah Sumatra Utara,

termasuk wacana ras.

3.8.3 Penelitian Dokumen

Penelitian dokumen digunakan untuk mengumpul data sekunder guna menambah data utama. Dalam hal ini, peneliti mengkaji asal sumber-sumber yang ditulis dan tidak tertulis. Sumber-sumbernya berbentuk monograf dan arkib yang berkaitan dengan kajian ini. Untuk mengumpul data yang memperkayakan dan meluaskan pandangan serta pengetahuan peneliti tentang objek atau masalah yang akan dikaji, peneliti melihat, merekam, dan mengkaji literatur yang berkaitan dengan objek kajian yang diterbitkan. Bahan kesusastraan yang dirujuk oleh para peneliti adalah buku, majalah, dan yayasan kerajaan untuk pengembangan dan penyelenggaraan budaya daerah, laporan agensi kerajaan dan swasta, dan buku bacaan lain yang berkaitan dengan isu-isu yang akan diseleksi/dicek dalampenelitian ini.

Penelitian perpustakaan digunakan untuk memahami masalah pengkajian. Di samping itu, penelitian kesusastraan dijalankan untuk mendapatkan data sekunder yang digunakan sebagai data pelengkap. Dalam peneltian ini, teknik pengumpulan data tidak hanya digunakan untuk mendapatkan data, tetapi juga merupakan sebagian dari proses memastikan kesahihan data.

Menurut Moleong (2012:4) teknik pelaksanaan data atau triangulasi yang mempunyai tiga prosedur digunakan untuk memastikan kesahihan data yaitu (1) membandingkan data observasi terhadap hasil; (2) membandingkan informasi antara

perbincangan dalam pengambilan data yang berlaku dan diteliti untuk mengumpulkan informasi penting dengan menggunakan pertanyaan. Tanya jawab antara peneliti dan pemberi informasi atau responden.

Peneliti memfokuskan pada pengetahuan dan pengalaman peribadi responden mengenai ritual tolak bala. Tujuan pertemuan adalah untuk mendapatkan informasi tentang pendapat dan pandangan responden mengenai bentuk, fungsi, dan makna ritual tolak bala secara tekstual dan kontekstual. Jenis galeri yang dijalankan adalah musyawarat terbuka dan mendalam untuk mendapatkan pandangan responden mengenai pentingnya upacara ritual tolak bala serta nilai dan norma yang terkandung secara tersirat. Perhimpunan masyarakat kerap sangat penting untuk membatasi variasi yang mungkin antara responden dan responden lain (Moleong, 2003: 136).

,

Di samping observasi dan musyawarah, peneliti juga mencatat dan merekam ritual tolak bala masyarakat Melayu di Kampung Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Wilayah Sumatra Utara dengan menggunakan media pendengaran seperti kamera video dan pita perekam. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan komprehensif mengenai pelbagai interaksi lisan dan bukan lisan yang berlaku ketika upacara penguatan tolak bala pada masyarakat Melayu di Kampung Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Wilayah Sumatra Utara,

termasuk wacana ras.

3.8.3 Penelitian Dokumen

Penelitian dokumen digunakan untuk mengumpul data sekunder guna menambah data utama. Dalam hal ini, peneliti mengkaji asal sumber-sumber yang ditulis dan tidak tertulis. Sumber-sumbernya berbentuk monograf dan arkib yang berkaitan dengan kajian ini. Untuk mengumpul data yang memperkayakan dan meluaskan pandangan serta pengetahuan peneliti tentang objek atau masalah yang akan dikaji, peneliti melihat, merekam, dan mengkaji literatur yang berkaitan dengan objek kajian yang diterbitkan. Bahan kesusastraan yang dirujuk oleh para peneliti adalah buku, majalah, dan yayasan kerajaan untuk pengembangan dan penyelenggaraan budaya daerah, laporan agensi kerajaan dan swasta, dan buku bacaan lain yang berkaitan dengan isu-isu yang akan diseleksi/dicek dalampenelitian ini.

Penelitian perpustakaan digunakan untuk memahami masalah pengkajian. Di samping itu, penelitian kesusastraan dijalankan untuk mendapatkan data sekunder yang digunakan sebagai data pelengkap. Dalam peneltian ini, teknik pengumpulan data tidak hanya digunakan untuk mendapatkan data, tetapi juga merupakan sebagian dari proses memastikan kesahihan data.

Menurut Moleong (2012:4) teknik pelaksanaan data atau triangulasi yang mempunyai tiga prosedur digunakan untuk memastikan kesahihan data yaitu (1) membandingkan data observasi terhadap hasil; (2) membandingkan informasi antara

satu sumber dengan sumber yang lain; dan (3) membandingkan penemuan siaran dengan dokumen yang berkaitan. Oleh itu, peneliti membandingkan data yang diperolehi melalui observasi lapangan, penemuan penelitian, dan penelitian kesusastraan semasa penelitian.

3.8.4 Verifikasi

Pengecekan adalah proses mengupas internal dan eksternal data serta sumber data yang diperoleh. Pengecekan hasil untuk kesahihan sumber penelitian dengan mengkaji kesahihan aspek sumber fisik. Melalui proses ini, peneliti menilai sumber data yang dikehendaki dan digunakan untuk membuktikan kesahihan dan ketepatan data yang akan digunakan dalam penelitian untuk mencapai sasaran yang sesuai. Selain itu, pengecekan bertujuan untuk membuktikan bahwa data tersebut benar, ketepatan data adalah hal urgen yang perlu dipertimbangkan dalam penelitian ini.

Setelah pengecekan internal, proses selanjutnya adalah pengecekan eksternal bahwa proses penelitian membandingkan sumber yang ditulis dengan sumber organisasi dan catatan lain.