• Tidak ada hasil yang ditemukan

b. Cara Zimmerer untuk Meningkatkan Kreativitas

Dalam dokumen Kewirausahaan: Teori dan Praktek (Halaman 53-58)

Zimmerer (2009) menegaskan bahwa kreativitas dapat diajarkan dan kreativitas individual dapat ditingkatkan dengan cara berikut­

1) Beri kesempatan diri Anda menjadi kreatif­ Berani untuk berpikir kreatif tanpa takut dibilang bodoh oleh orang lain­ Ide-ide cemerlang biasanya lahir dari hal-hal yang mungkin dianggap bodoh dan tidak berarti­

2) Beri pikiran Anda masukan segar setiap hari­ Agar kreatif, otak perlu distimulasi dengan hal-hal baru yang variatif­ Mendengarkan radio dan berganti-ganti setiap hari, mendengarkan beragam jenis musik atau melakukan hal-hal lain yang sebelumnya tidak pernah dilakukan­ 3) Amati berbagai produk dan jasa perusahaan lainnya, terutama yang

berada di pasar yang benar-benar berbeda­ Tidak ada salahnya me-minjam ide perusahaan lain, kemudian mengembangkan menjadi inovasi yang brilian­

4) Sadari kekuatan kreatif dari kesalahan­ Orang bijak mengatakan agar kita selalu belajar dari kesalahan yang diperbuat­ Orang kreatif me-ngatakan kita dapat memperoleh ide dari kesalahan yang kita buat­ Kisah Charles Goodyear menunjukkan hal tersebut­ Setelah bekerja selama lima tahun untuk memformulasikan kombinasi karet, belerang, dan timah putih, pada malam yang dingin tahun 1839, tanpa sengaja Charles menumpahkan sedikit campuran tersebut pada kompor kerjanya­ Campuran tersebut meleleh membentuk senyawa baru yang selama ini dicari-cari­

5) Bawalah selalu buku harian untuk mencatat pikiran dan ide­ Ide-ide kreatif kadang muncul tanpa disengaja dan waktu yang tidak terduga­ Daripada cepat terlupa, ada baiknya membawa buku kecil untuk mencatat ide-ide yang mungkin akan muncul tiba-tiba­

6) Dengarkan orang lain­ Ide tidak selalu datang dari diri kita­ Ide dapat datang dari orang lain, bahkan kompetitor kita­ Dengan demikian,

Pustaka Setia

selalu dengarkan orang lain karena mungkin ia akan menghadirkan ide cemerlang bagi kita­

7) Dengarkan apa kata pelanggan­ Mendengarkan pelanggan wajib hukumnya­ Mereka mengonsumsi produk kita, sekaligus menjadi sumber ide yang tidak ada habisnya­

8) Berbicara dengan anak kecil­ Anak-anak tidak membatasi pemikiran-nya­ Mereka bebas mengungkapkan kreativitas tanpa batas­ Mereka dapat menjadi sumber ide yang berharga­

9) Simpan kotak mainan di kantor Anda­ Mainan-mainan kecil, seperti yoyo, gasing, dan lain-lain dapat menjadi sumber inspirasi­ Ketika sedang bingung, Anda dapat mengambil satu dan memikirkan bagaimana benda tersebut berkaitan dengan masalah Anda­

10) Baca buku mengenai cara merangsang kreativitas dan mengambil kursus kreativitas­ Memahami prinsip-prinsip kreativitas akan sangat membantu meningkatkan kemampuan kreatif kita­

11) Luangkan waktu Anda­ Luangkan waktu untuk berelaksasi, melepaskan diri dari rutinitas sejenak­ Ide-ide baru bisa muncul ketika otak tidak dalam keadaan tegang­

C. Mengembangkan Inovatif

Kemampuan inovasi wirausahawan merupakan proses mengubah peluang suatu gagasan dan ide-ide yang dapat dijual­ Oleh karena itu, jika seorang wirausaha ingin sukses di dalam usahanya, ia harus membuat produknya dengan inovasi-inovasi baru karena inovasi faktor penting dalam proses produk dan pelayanan­

Wirausahawan yang kreatif akan mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi bisnis pada zaman sekarang­ Ia harus mampu me-ningkatkan inovasi yang lahir dari hasil penelitian serius dan terarah karena adanya kesempatan peluang-peluang bisnis­ Inovasi­inovasi yang berhasil adalah yang sederhana dan terfokus, jelas, dan memiliki desain tersendiri­

Adapun dasar untuk meningkatkan kemampuan inovasi di bidang produk dan pelayanan adalah sebagai berikut:

1­ memulai belajar berinovasi dari pengalaman;

2­ menghargai karyawan yang memiliki gagasan inovasi; 3­ berorientasi pada tindakan untuk berinovasi;

4­ menentukan tujuan dalam berinovasi;

5­ membuat produk penuh inovasi dengan proses secara sederhana; 6­ memulai membuat produk dengan inovasi yang terkecil;

7­ menjalankan uji coba dan merevisinya;

8­ mengikuti jadwal yang sudah ditentukan dalam berinovasi;

9­ bekerja dengan semangat, mempunyai keyakinan dengan penuh inovasi dan risiko­

Pada era global, persoalan-persoalan yang muncul dari dunia bisnis dan perdagangan harus diantisipasi dengan inovasi terhadap produk­ Wirausahawan merupakan inovator yang merasakan gerakan pereko-nomian pada zaman sekarang­ Untuk itu, wirausahawan dituntut untuk memiliki mitos dalam meningkatkan kemampuan inovasi, di antaranya sebagai berikut­

a­ Teknologi merupakan kekuatan pendorong terhadap inovasi dan kesuksesan­ Teknologi merupakan salah satu sumber inovasi, tetapi bukan satu-satunya­ Kenyataannya, desakan pasar dan konsumen merupakan keberhasilan untuk berinovasi­

b­ Proyek yang besar akan lebih mengembangkan masalah inovasi dari-pada proyek kecil­ Akan tetapi, dalam kenyataannya, mitos ini sudah tidak terpakai lagi­ Pada zaman era global sekarang ini, semakin banyak perusahaan kecil cenderung membuat tim-tim kecil yang mempermudah para pegawainya untuk melahirkan gagasan, ide, dan sebagainya­

c­ Spesifikasi teknis sebaiknya dipersiapkan secara lengkap­ Akan tetapi, kenyataannya sering menggunakan pendekatan dengan uji coba dan revisinya­

d­ Inovasi harus direncanakan terlebih dahulu dan dapat diperkirakan­ Akan tetapi, kenyataannya tidak dapat diprediksi dan dapat dilakukan oleh setiap orang dalam melakukan inovasi­

e­ Ada kreativitas yang bergantung pada mimpi dan gagasan yang mengawang-ngawang­ Akan tetapi, kenyataannya seorang inovator adalah orang yang sangat praktis mengambil peluang­ peluang yang tercecer dari realitas, bukan impian­

1. Prinsip-prinsip Inovasi

Jenis, bentuk, dan motif apa pun, sebuah inovasi, baik sederhana maupun radikal merupakan bentuk kesadaran­ Inovasi dikenal secara luas di

KEWIRAUSAHAAN Teori dan Praktik

108

Pustaka Setia

kalangan dunia bisnis dan tujuan utamanya adalah melaksanakan kegiatan ekonomi dan menjadi instrumen penting untuk mencapai serta meles-tarikan keunggulan daya saing di dalam bisnis­ Sebagian besar gagasan inovasi muncul melalui analisis peluang yang sistematis dan bertujuan­ Dalam upaya mempertahankan identitas dan kelangsungan hidup, inovasi memerlukan pengetahuan, kemurnian, keteguhan, dan kerja keras­

Tuomi (1999) berpendapat bahwa proses utama inovasi terkait dengan pembaharuan dan pertumbuhan inovasi serta merupakan penye-bab utama adanya pertumbuhan dan pembaharuan­

Tujuan awal inovasi adalah menjadi pembuat norma dan menciptakan bisnis yang berada di depan­ Akan tetapi, terutama di dalam dunia bisnis, sering inovasi yang efektif adalah inovasi yang sederhana dan fokusnya pun hanya melakukan atau membuat satu hal­

Inovasi memerlukan pengetahuan dan kemurnian berwirausaha­ Akan tetapi, pada kenyataannya tidak seorang wirausahawan pun yang dapat memastikan bahwa inovasi akan mengakhiri sebuah bisnis besar, meng-ubah aturan main, atau hanya sebuah prestasi biasa­

Inovasi dapat dianalisis pada level nasional, kelompok, atau individu­ Untuk itu, wirausahawan harus mampu mengelola empat fase pembuatan inovasi proses, yaitu:

a­ pengamatan dan penyelidikan terhadap lingkungan, baik internal maupun eksternal;

b­ pilihan terhadap adanya pemicu terhadap inovasi;

c­ adanya opsi sumber daya dan penciptaan melalui riset­ Pengem-bangan sumber daya yang diperoleh melalui pengalihan teknologi dan adanya sumber daya pengetahuan untuk dilaksanakan;

d­ penerapan inovasi lahir dari gagasan, ide, melalui berbagai tahap pengembangan untuk dilimpahkan sebagai produk atau pelayanan baru pada pasar eksternal, metode baru, atau proses baru­

Dimensi tipe inovasi, tahapan inovasi, dan level analisisnya adalah sebagai berikut:

a­ inovasi produk adalah hasil dari organisasi perusahaan;

b­ inovasi administrasi adalah inovasi yang terkait dengan manajemen, serta berorientasi dengan proses struktur, manajemen sumber daya manusia (SDM), dan sistem akuntansi;

c­ inovasi kontinum adalah sebagai inkremental ke radikal menurut tingkat perubahan yang diinginkan untuk melaksanakan inovasi;

d­ inovasi proses adalah upaya untuk menghasilkan produk atau pe-layanan yang baik;

e­ inovasi teknik adalah inovasi yang terkait langsung dengan produksi produk­

2. Faktor yang Memengaruhi Pencapaian Inovasi

Beberapa faktor yang dapat mendukung tercapainya keberhasil-an penerapkeberhasil-an kemampukeberhasil-an inovasi menurut James Brikeberhasil-an Quinn (1955) adalah:

a­ iklim inovasi dan visi, yaitu mempunyai visi yang singkat dan jelas serta memberi dukungan nyata untuk terwujudnya suasana inovasi; b­ orientasi pasar, yaitu melandaskan visi mereka yang ada pada pasar; c­ organisasi yang tetap datar dan kecil;

d­ proses belajar interaktif, yaitu dalam suatu lingkungan yang inovasi, proses belajar dan penelitian ide-ide mengabaikan garis fungsi tradisional dalam suatu perusahaan­

3. Fase dan Sumber Penerapan Sikap Inovasi

Dorongan untuk berinovasi merupakan alat spesifik bagi wira-usahawan­ Oleh karena itu, perusahaan harus memahami dan dapat mengembangkan inovasi-inovasi sebagai elemen utama dalam strategi bisnis­

Pada praktiknya, di dalam dunia bisnis sebagian besar gagasan inovasi muncul melalui analisis metodologi peluang-peluang yang ada, baik yang terdapat di dalam maupun di luar perusahaan (F­ Drucker)­ Peluang ­peluang tersebut dapat berupa peristiwa yang tidak diharapkan, keganjilan, ke-butuhan proses, perubahan industri, perubahan demografis, perubahan persepsi, dan adanya pengetahuan baru­

Tahap-tahap inovasi dapat dikelompokkan menjadi dua fase, yaitu: a­ penciptaan inovasi; kreasi gagasan dan pemecahan masalah bagi

produk atau solusi produk;

b­ adopsi inovasi; akuisisi atau implementasi inovasi yang menjadikan sumber peluang dari inovasi­

Berikut ini ada beberapa hal yang menjadi sumber penerapan ke-mampuan inovasi (Howel dan Heggins, 1990)­

a­ Kejadian yang tidak diharapkan­ A da dua hal yang sering muncul dalam usaha, yaitu kesuksesan dan kegagalan yang lahir tanpa pernah diantisipasi dan diramalkan sebelumnya­ Kegagalan tidak

Pustaka Setia

diharapkan wirausahawan, tetapi hal ini sama pentingnya karena bisnis sering mengabaikannya, bahkan membencinya­ Kegagalan sebenarnya dapat menjadi sumber bagi peluang inovasi­ Hal inilah yang akan menjadi dasar kuat bagi perusahaan­ Contohnya, teh botol yang keberhasilannya tidak pernah diduga banyak orang karena diawali dengan adanya cemoohan­

b­ Ketidakharmonisan­ Peristiwa-peristiwa yang tidak diharapkan dapat menjadi sumber peluang yang mudah dan disederhanakan­ Hal ini bisa terjadi karena ada jurang pemisah antara yang diharapkan dan yang sebenarnya terjadi­

c­ Proses sesuai dengan kebutuhan­ Hal ini dapat terjadi jika permintaan khusus untuk menciptakan inovasi tertentu karena ada kebutuhan khusus­ Contohnya, perusahaan minyak goreng tanpa kalesterol tinggi berdasarkan kebutuhan khusus­

d­ Perubahan pada industri dan pasar­ Industri selalu berkembang ber-dasarkan perkembangan pasar yang selalu berubah-ubah secara struktural, desain, dan definisi­ Di sini, wirausahawan harus peka meng-antisipasi untuk menarik kesempatan yang akan muncul­ Contohnya, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk-produk yang ramah lingkungan, terlahirlah kertas, plastik, dan sampah yang didaur ulang­

e­ Perubahan demografi­ Perubahan demografis merupakan sumber peluang inovasi yang paling andal di luar perusahaan­ Di sini, inovasi muncul karena adanya perubahan pada masyarakat tentang jumlah penduduk, umur, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, lokasi geografis, dan faktor-faktor lainnya­

f­ Perubahan persepsi­ Adanya sumber peluang inovasi, berbagai ke-ganjilan, dapat menjadi sumber peluang inovasi­ Di sini, inovasi akan muncul karena adanya perubahan interpretasi yang terjadi pada masyarakat akan fakta-fakta yang ada dan konsep yang berlaku­ Contohnya, bermunculannya pusat-pusat kebugaran jasmani ( fitness

center) dan aerobik di kota-kota besar­

g­ Konsep pengetahuan dasar­ Pengetahuan baru, baik pengetahuan ilmiah, teknis maupun sosial merupakan sumber peluang yang paling produktif­ Ada beberapa prinsip yang mendasari kreasi dan inovasi, serta invensi­ Invensi merupakan salah satu konsep pengetahuan dasar karena adanya produk dari hasil pemikiran baru­ Contohnya, industri, video, dan robot­

Konsepsi penemuan dan pemanfaatan adalah elemen-elemen yang ada di dalam inovasi­ Inovasi hampir selalu melibatkan pertarungan antara banyak orang dan dibutuhkan stamina serta kepercayaan diri yang tinggi untuk menjadi pemenang­ Inovasi merupakan proses mengubah peluang menjadi gagasan yang dapat diperjualbelikan­

4. Penerapan Inovasi

Inovasi merupakan suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan dan ide yang dapat dijual­ Dalam prosesnya, penerapan kemampuan berinovasi­

Menurut Kuratko (1955), ada empat jenis inovasi, yaitu: a­ penemuan (invensi);

b­ pengembangan (eksistensi); c­ penggandaan (duplikasi); d­ sintesis­

Untuk memperjelas, Anda dapat pelajari jenis-jenis penerapan kemampuan inovasi dalam praktik berikut­

Tabel 5.1. Jenis-jenis Penerapan Kemampuan Inovasi dalam Praktiknya

Sumber: Kuratko (1955)

Dalam pembentukan proses kewirausahaan, perusahaan perlu memberikan kebebasan dan dorongan kepada para karyawan agar berani mengembangkan ide dan gagasannya­ Untuk itu, perlu adanya

KEWIRAUSAHAAN Teori dan Praktik

112

KEWIRAUSAHAAN Teori dan Praktik 111

No. Jenis Keterangan Contoh

1­ Penemuan (invensi) Produk, jasa, atau proses Wright bersaudara (pesa-yang benar-benar baru wat terbang), Alexander Graham Bell (pesawat telepon), Thomas Edison (lampu pijar)­

2­ Pengembangan Pemanfaatan atau penerap- Raynoc (Mc Donalds)­ (eksistensi) an lain pada produk, jasa,

atau proses yang ada

3­ Penggandaan Refleksi kreatif atau konsep Walmart (Department (duplikasi) yang telah ada Store)­

4­ Sintesis Kombinasi atas konsep dan Fred Smith (Federal Express) faktor-faktor yang telah ada Merrill Lyuch (Lembaga di dalam penggunaan atau Keuangan)

Pustaka Setia

pengembangan kebijaksanaan yang akan membantu orang-orang yang inovasi dapat mewujudkan ide, gagasan yang kreatif, potensial, dan inovasi­

D. Hubungan Kreatif dengan Inovatif

Kreatif dan inovatif adalah karakteristik personal yang terpatri kuat dalam diri wirausahawan sejati­ Bisnis yang tidak dilandasi upaya kreatif dan inovatif biasanya tidak dapat berkembang abadi­ Lingkungan bisnis yang begitu dinamis menuntut wirausahawan untuk selalu adaptif dan mencari terobosan terbaru­ Karakter cepat berpuas diri dan cenderung stagnan sama dengan membawa bisnis ke arah kematian­

Pemahaman kreatif dan inovatif sering dipertukarkan satu sama lain­ Menurut Zimmerer dkk­ (2009), kreativitas adalah kemampuan untuk me-ngembangkan ide-ide baru dan menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang­ Adapun inovasi adalah kemampuan untuk me-nerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau untuk memperkaya kehidupan orang-orang­ Selanjutnya, Ted Levitt (Zimmerer, 2009) menyatakan bahwa kreativitas memikirkan hal-hal baru, sedangkan inovasi mengerjakan hal-hal baru­ Dengan demikian, kreatif adalah sifat yang selalu mencari cara-cara baru, sedangkan inovatif adalah sifat yang menerapkan solusi kreatif­ Inovasi menurut Goman (1991) merupakan penerapan secara praktis gagasan kreatif­ Inovasi tercipta karena adanya kreativitas yang tinggi­ Kreativitas adalah kemampuan untuk membawa sesuatu yang baru ke dalam kehidupan­

Semua bisnis yang maju dan berkembang hingga kini berpangkal pada upaya kreatif dan inovatif­ Banyak restoran waralaba asing yang telah mengglobal dan berdiri sejak puluhan tahun yang lalu menunjukkan karakter ini­

Kreatif dan inovatif dapat diterapkan secara sederhana­ Kuncinya adalah kepekaan dalam membaca peluang dan kemampuan pasar­ Seorang member MRC misalnya, ketika pelanggan sudah mulai jenuh dengan fried chicken, ia melihat peluang lain yang dapat dikembang-kan­ Berhubung gerainya ada di kantin kampus, ia mencoba memahami selera mahasiswa­ Banyak mahasiswa yang suka bumbu keju­ Ia memiliki ide, yaitu keju digabung dengan ayam­ Pemikiran kreatif ini kemudian dikembangkan menjadi produk yang dinamakan cheesy chicken­ Hasilnya

lumayan bagus­ Setelah tes pasar dan dijual terbatas, pelanggan begitu menyukai menu ini­ Pelanggan selalu mencari-cari dan terjual habis­

Pada akhirnya, kreativitas dan inovasi merupakan sumber yang pen-ting dalam mengubah ide-ide menjadi realitas, dengan berusaha menjadi lebih kreatif, sadar terhadap ide-ide yang lebih produktif­ Kreativitas bukanlah bakat misterius yang diperuntukkan hanya bagi segelintir wira-usahawan­

Kreatif merupakan proses pemikiran yang membantu dalam men-cetuskan gagasan, sedangkan inovasi adalah penerapan praktis dari gagasan­ Kreativitas merupakan bahan bakunya, sedangkan inovasi me-rupakan hasil yang komersial­ Sesuatu yang baru belum tentu inovasi, apabila yang dihasilkan bukan merupakan sesuatu yang lebih baik­

Pustaka Setia

6

Bab

alam pembelajaran kewirausahaan, kita harus mengenal karakter yang dimiliki oleh seorang wirausahawan yang berhasil­ Dengan mengenal karakter seorang wirausahawan, kita dapat mem-proyeksikan diri, apakah kita memiliki karakter tersebut atau tidak­

Seandainya hasil proyeksi diri menunjukkan bahwa kita telah dominan memiliki karakter yang dimiliki wirausahawan, kita juga mengenal ke-terampilan dan hobi karena ide bisnis dapat muncul dari pemanfaatan keterampilan dan hobi­ Untuk mewujudkan ide bisnis menjadi kenyataan, diperlukan dukungan finansial dalam bentuk modal awal­ Oleh karena itu, kita perlu membuat kalkulasi sumber modal awal dari pihak internal (diri sendiri dan keluarga)­ Selanjutnya, menyusun neraca pribadi untuk menge-tahui nilai harta kekayaan yang mungkin dimanfaatkan untuk mewujudkan ide bisnis kita­

Setelah melalui proses pengenalan potensi yang ada, baik karakter, keterampilan, hobi maupun potensi perolehan modal awal yang dapat dimanfaatkan, selanjutnya adalah merumuskan visi dan misi pribadi, dilanjutkan dengan melakukan revisi­

Sejarah kewirausahaan menunjukkan hahwa wirausahawan mem-punyai karakteristik umum dan berasal dari kelas yang sama­ Para pemula revolusi industri Inggris berasal dari kelas menengah dan menengah bawah­ Adapun dalam sejarah Amerika akhir abad ke-19, Heillbroner mengemukakan bahwa rata-rata wirausahawan berasal dari kelas

me-KARAKTERISTIK

DAN ETIKA PROFESIONAL

Dalam dokumen Kewirausahaan: Teori dan Praktek (Halaman 53-58)