• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagian-bagian Kamera TV

Dalam dokumen smk11 TeknikPenyiaranDanProduksiProgram Sri (Halaman 117-126)

MANAGER STASIUN

K. Produksi Program TV

1) Bagian-bagian Kamera TV

b. Bagian-bagian Kamera Video/ TV

Gambar 101. Kamera televisi/ video dan bagian-bagiannya

Kamera t el evisi t erdiri dari 4 bagian ut ama:

a) Lensa/ Opt ik

b) Kepal a kamera dan body ( camer a head )

c) Vi ew f i nder

d) VCR (Vi deo Caset t e Recor der )

a) Lensa Fungsi l ensa adal ah unt uk mengumpul kan sinar yang

dipant ul kan ol eh obyek sehingga membent uk bayangan opt is pada per mukaan t abung kamera at au CCD (Charge Coupl e

Device). Lensa menent ukan perspekt if visual dari

pemandangan yang dil ihat ol eh penont on. Lensa t ersusun at as 3 bagian:

(1) El emen-el emen opt ik yang menghasil kan bayangan dan mengubah panj ang f okal .

(2) Iris, yang bisa diubah-ubah unt uk mengat ur banyaknya cahaya yang masuk kedal am Kamera.

(3) Sist em mount ing, pemasangan l ensa pada kamera dengan sist em bayonet at au sist em ul ir (C-mount ).

BODY VCR

OPTIC

MIC

VIEW FINDER SUM SWITCH BATTTERY

Lensa yang digunakan unt uk kamera video, biasanya l ensa zoom.

Elemen-elemen optik lensa. Sebuah l ensa t erdiri dari

sej uml ah el emen-el emen opt ik yang dit empat kan dal am sil inder met al . El emen-el emen ini berupa kepingan kaca bul at dengan l apisan-l apisan khusus yang berf ungsi unt uk mengurangi ref l eksi sinar yang dipant ul kan ol eh obyek, memf okuskan bayangan pada permukaan t abung kamera at au CCD.

Iris (diafragma). Iris adal ah sej uml ah l embaran met al

t ipis yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa dibuka dan dit ut up unt uk mengat ur banyaknya sinar yang bisa masuk mel al ui l ensa. Bil a iris dibuka sel ebar mungkin, l ensa mengirim sinar maksimum kedal am kamera, dan bil a bukaan iris kit a kurangi at au kit a t ut up, l ubang diaf ragma akan menyempit , sehingga sedikit sinar yang masuk ke dal am kamera.

Bukaan dif ragma diukur dengan nomor f -st op dimul ai dari f / 1, 4 sampai f / 22. Lebih kecil nomor f -st op, l ebih besar bukaan dif ragma, l ebih besar nomor f -st op berart i l ebih kecil bukaan diaf ragma.

Sifat-sifat optik lensa

Sif at -sif at opt ik l ensa menent ukan ukuran dan pembesaran bayangan, menghasil kan pandangan horisont al dari adegan yang dif ot o, dan menent ukan perspekt if visual dari shot . Adapun sif at -sif at opt ik l ensa zoom adal ah: panj ang f okal (f ocal l engt h) dan f -st op

Gambar 102. Bagian-bagian Optik Kamera TV/ Video

Panj ang fokal (Focal Lengt h). Panj ang f okal adalah kwal it as l ensa yang menent ukan ukuran pembesaran bayangan dan bidang pandangan horisont al . Panj ang f okal dit ent ukan dengan mengukur t it ik pusat l ensa ke t it ik dimana sinar berkumpul dibel akang l ensa dal amkeadaan t aj am (f okus). Tit ik ini disebut t it ik f okus dimana dit empat kan permukaan t abung at au CCD, unt uk menangkap gambar at au bayangan.

Panj ang f okal dihit ung dal am mil imet er. Lebih besar panj ang f okal , l ebih sempit bidang pandangan dan l ebih besar ukuran obyek. FUCUS RING LENSA SUM RING FL RING MACRO RING IRIS RING

Gambar 103. Ilustrasi Vocal Length

Lensa normal menghasil kan pandangan sebagaimana mat a kit a mel ihat nya. Bidang pandangan horisont al dan pembesaran gambar l ensa normal sebanding dengan apa yang kit a l ihat apabil a kit a berdiri dit empat dimana kamera berada. Panj ang f okal l ensa normal dal am f ormat 16 mm (permukaan t abung kamera at au CCD berukuran 2/ 3 inci) kira-kira 25 – 75 mm dengan pandangan horisont al 20°- 9°, l ensa sudut l e bar dari 12 – 25 mm mempunyai bidang pandangan horisont al 57°- 20°, l ensa t el ephot o dengan panj ang f okal 75 – 200 mm mempunyai bidang pandangan horisont al 9°- 3°.

Standar panj ang fokal lensa dan sudut pandangan horisontal. Bidang pandangan horisont al adal ah seberapa besarnya sudut suat u shot yang bisa diperol eh ol eh sebuah l ensa. Dengan menget ahui bidang pandangan horisont al l ensa, sut radara dan j uru kamera bisa merencanakan shot -shot dan penempat an kamera pada suat u l okasi at au st udio dal am f l oor pl an.

FOCAL LENGTH

Gambar 104. Ilustrasi st andard vokal lengt h kamera TV

Lensa Zoom.

Kamera t el evisi pada umumnya mempergunakan l ensa zoom. Lensa zoom adal ah l ensa yang bisa diubah-ubah panj ang f okal nya, dari sudut pandang yang pal ing l ebar (wi de angl e) ke sudut yang pal ing sempit t el ef ot o.

4,8 75 25 16 10 110 9 20 57 37 STANDART FOCAL LENGTH

Gambar 105. Ilustrasi perbedaan penggunaan lensa zoom

Zoom range adalah bat as perbandingan ant ara panj ang f okal l ensa zoom t erpendek dan t erpanj ang. Zoom range biasanya dit ul iskan dengan dua nomor, misal nya 10 x 12. Nomor pert ama 10 adal ah zoom rangenya, art inya perbandingan panj ang f okal t erpendek dengan panj ang f okal t erpanj ang adal ah 10 : 1. Sedangkan nomor yang ke dua 12 adal ah panj ang f okal t erpendek dal am mil imet er. Jadi 10 x 12 art inya l ensa t ersebut mampu membuat zooming dari 12 mm (panj ang f okal t erpendek) sampai 120 mm (panj ang f okal t erpanj ang).

Lensa zoom dal am mel akukan zooming bisa digerakkan dengan cara:

Manual : mengat ur sudut pandang dan kecepat annya dengan memut ar st i cknya.

Ser vo : dengan menekan t ombol yang menggerakkan mot or el ekt ronisnya.

Dengan l ensa zoom ini kit a bisa menghasil kan f okus yang t epat apapun bidang pandangan yang kit a kehendaki dengan membuat kal ibrasi at au pref okus l ensa sebel um shot -shot direkam.

Dekat il ah subyek dengan zoom in, kemudian at ur f okus sehingga obyek nampak t aj am. Bil a obyeknya manusia f okuskan pada mat anya. Set el ah f ocusi ng dengan mel akukan zoom out buat l ah f r ami ng dan komposisi sepert i yang kit a inginkan. Kemudian rekaman bisa kit a mul ai, pada saat merekam kit a buat zoom in secara perl ahan, gambar akan t et ap f okus sepanj ang kamera at au subyek t idak bergerak dari posisi semul a. Apabil a j arak dari kamera ke subyek berubah, misal nya dengan merekam adegan baru pada subyek l ain yang posisi at au j arak berbeda, t ent u saj a kit a harus mencocokkan f okus l agi unt uk menghasil kan gambar yang t aj am.

F – stop. F-st op adal ah sat uan bukaan iris (diaf ragma).

Dengan merubah f -st op berart i menambah at au mengurangi cahaya yang masuk kedal am kamera. Semakin t inggi nomor f -st op, semakin kecil bukaan diaf ragma, semakin sedikit sinar yang masuk kedal am kamera. Semakin kecil nomor f -st op, semakin besar bukaan diaf ragma, semakin banyak sinar yang masuk kedal am kamera.

Bil angan f -st op t ersebut t el ah dirancang sedemikian rupa sehingga set iap naik sat u st op, maka banyaknya cahaya yang mel ewat i diaf ragma t inggal separuh dari semul a. Sebal iknya dengan t urun 1 st op, sinar yang masuk 2 kal i l ipat

Gambar 106. Ilustrasi hubungan diaphragma dengan ruang ketaj aman

Fokus. Fokus adal ah pengat uran l ensa yang t epat unt uk

j arak t ert ent u. Gambar dikat akan f okus apabil a proyeksi gambar yang dihasil kan ol eh l ensa j at uh dipermukaan t abung at au CCD, j el as dan t aj am. Juga yang nampak pada viewf inder at au TV monit or.

Bidang Kedalaman (Dept h of f ield) atau Ruang Taj am. Bidang kedal aman at au dept h of f iel d adal ah bidang dimana obyek-obyek di depan dan di bel akang obyek ut ama nampak dal am f okus. Bidang kedal aman sangat pent ing unt uk hal -hal t eknis dan est et is. Secara t eknis, shot dengan bidang kedal aman yang l uas, memudahkan j uru kamera mengikut i act ion, gerakan subyek. Bidang kedal aman yang sempit mengharuskan kit a secara t erus menerus mengubah f okus, apabil a subyek at aupun kamera sendiri bergerak.

Secara est et is bidang kedal aman sangat berperan dal am mencipt akan perspekt if visual pada kesel uruhan adegan (shot ).

3 hal yang menent ukan bidang kedal aman adal ah: (1) panj ang f okal l ensa

(2) f -st op bukaan iris dan

f/2 f/4 f/8 f/16 f/22

(3) j arak ant ara kamera dan obyek.

Gambar 107. Ilustrasi hubungan j arak dengan ruang ketaj aman

Panj ang fokal. Lebih pendek panj ang f okal at au l ebih

besar sudut pandang l ensa, l ebih dal am at au l ebar bidang kedal aman. Panj ang f okal dit ambah, bidang kedal aman semakin sempit .

Dalam dokumen smk11 TeknikPenyiaranDanProduksiProgram Sri (Halaman 117-126)