• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAGIAN 204. VISUAL GLIDE SLOPE INDICATOR (VGSI)

204.1 P EN D AH U LU AN .

a. Visual Glide Slope Indicators (VGSI) a dal ah peralatan di darat yang menggunakan lampu untuk memberikan informasi mengenai vertical approach

path selama posisi di final approach menuju landasan pacu, Sinyal visual

tersebut harus terdiri dari tidak kurang dari dua dan tidak lebih dari empat warna. Warna yang diperbolehkan adalah merah,kuning,hijau atau putih. Sektor warna harus terang dan dapat mengidentifikasikan keseluruhan lebar horizontal

beam pada semua seting intensitas. Hanya warna merah yang digunakan untuk

menunjukkan sektor below-path terendah dari suatu sistem.

b. Wila ya h final a ppro ach u ntuk VGSI’s adalah 100 dari salah satu sisi

disepanjang garis tengah landasan pacu, diukur dari bagian Bar paling depan atau disepanjang lampu mulai dari bagian luar threshold menuju point glidepath dapat dimulai dari ketinggian en route atau prosedural. VGSI ini disejajarkan untuk memberikan sudut glidepath yang tidak kurang dari 1.00 diatas obstacle

100 di salah satu sisi sepanjang garis tengah landasan pacu dengan jarak 4 mil.

Petunjuk lateral diperoleh dengan referensi dari salah satu isyarat visual atau alat bantu elektronik .

c. Thres hold Cros sing Height ( TCH) adalah ketinggian dari sinyal on-path terendah pada threshold. TCH minimum ditentukan oleh posisi pesawat yang paling kritis yang biasanya beroperasi di atas runway. TCH dari VGSI biasanya antara 25 sampai 75 ft.

d. Beb erapa perb eda a n tipe VGSI’s. System utama yang tercakup pada

bagian ini adalah Visual Approach Slope Indicator (VASI),Precision Approach

Slope Indicators (PAPI),Pulsating Visual Approach Slope Indicators

(PVASI),T-VASI,Three Color VASI and Helicopter Approach Path Indicator(HAPI).Masing-Masing dari Sistim ini mempunyai perbedaan penunjukan secara Visual untuk pilot dan perbedaan tersebut di butuhkan dalam Penerbangan

e. Pena nda an Bo x. Untuk mempermudah pemeliharaan peralatan tersebut

(VASI atau PAPI),diberikanlah penomoran pada tiap-tiap Box yang di mulai dari angka 1 untuk Box yang dekat dengan sisi Runway dan seterusnya untuk masing-masing Box,berdasarkan ICAO Annex 14 dan Manual Aerodrome design,penulisan nomor atau huruf dimulai dari angka 1 atau huruf A dimana penandaan dengan Huruf pada masing-masing Box dimulai dari kotak yang paling jauh dari sisi Runway. menuju kedalam.

204.1.1 Vi sual A ppr oach Slope In dicat or (V ASI) S ystem.

a. V ASI terdiri dari 2 atau 3 lampu Bar yang diletakkan tegak lurus dengan

landasan pacu. Lampu Bar yang terdiri dari satu,dua atau tiga Box lampu di letakkan pada sisi kiri atau di kedua sisi landasan pacu. Tiap-tiap Box terdiri dari tiga Lampu yang mempunyai intensitas yang tinggi yang letaknya di belakang filter pembagi berbentuk Horisontal yang berwarna Merah terang.

b. Sistem Peng gun a an V AS I, Pilot harus terbang menuju Lampu Bar

yang paling dekat dengan Runway Threshold (lampu Bar no 1) hingga tampak warna putih, dan undershoot ke lampu bar yang melewati

Pesawat akan berada pada visual glide slope ketika lampu bar no.2 terlihat berwarna merah dan lampu bar no.1 berwarna putih. Ketika pesawat menyimpang dari visual glide path, pilot akan melihat perubahan warna dari salah satu lampu bar. Penyimpangan di atas glide path yang dibentuk akan menyebabkan lampu bar no.2 berubah warna dari warna merah, kemudian merah muda, menjadi putih, dengan jumlah perubahan

yang terjadi diantara 1/4o sampai 1/2o . Penyimpangan dibawah glide path

akan menyebabkan lampu bar No.1 berubah dari warna putih, kemudian

merah muda, menjadi merah. dengan 1/4o sampai 1/2o . Pilot akan melihat

dua lampu berwana putih diatas glide path, dan dua lampu berwarna merah dibawah glide path (lihat gambar 204-D dan G).

c. Konfigura si dasar V ASI diterangkan seperti dibawah ini:

(1) Disampin g kiri land asan p acu (L eft Sid e of Runwa y)

(a) VASI-2 Terdiri dari dua box lampu yang ditunjukkan seperti pada gambar 204-A. Sistem ini memberikan informasi pendaratan dalam kondisi siang hari hingga jarak 3 mil.

(b) Simplified Abbreviated Visual Approach Slope Indicator (SAVASI-2) terdiri dari 2 box lampu dengan satu lampu di setiap boxnya seperti yang ditunjukkan pada gambar 204-A. Sistem ini di rancang untuk pesawat yang bukan jet, untuk keperluan bandara dan memberikan informasi pendaratan pada kondisi siang hari hingga jarak 1.5 mil.

(c) VASI-4 terdiri dari 4 box lampu yang dipasang seperti yang

ditunjukan pada gambar 204-B. Sistem ini menyediakan informasi untuk pendaratan pada kondisi siang hari hingga jarak 4 mil.

(d) Walker 3-Bar VASI-6 adalah system 3 Bar yang diinstal seperti

terlihat pada gambar 204-E. Tiap-tiap bar terdiri dari 2 box lampu yang disusun pada sisi kiri dari landasan pacu. Sistem ini menyediakan informasi untuk pendaratan pada kondisi siang hari hingga jarak 3 mil.

(2) Ked ua sisi land asa n pacu

(a) V ASI-1 2 terdiri dari 12 Box lampu yang dipasang seperti yang ditunjukkan pada gambar 204-C. Sistem ini menyediakan informasi pendaratan pada kondisi siang hari hingga jarak 5 mil (b) V ASI-8 terdiri dari 8 Box lampu yang diinstal seperti yang

ditunjukkan pada gambar 204-C. Sistem ini pada dasarnya terdiri dari 12 box dengan 4 box disisi luar yang dapat dilepas dan menyediakan informasi untuk pendaratan pada siang hari hingga jarak 5 mil.

(c) Walker 3-Bar VA SI-16 terdiri dari 16 box lampu yang diinstal seperti yang ditunjukkan pada gambar 204-F. Sistem ini pada dasarnya adalah VASI-12 dengan penambahan 2 box lampu baron pada sisi upwind disetiap sisi landasan pacu. Sistem ini menyediakan penambahan pada sisi atas visual glide path dan hampir berhimpit dengan normal path. Path bagian atas dirancang untuk pesawat yang mempunyai posisi kokpit yang

landasan pacu. Sistem ini menyediakan informasi pendaratan pada kondisi siang hari hingga jarak 5 mil.

214.1.2 Pr ecisio n A pproa ch P ath Indic ator Syst em (P API).

a. P AP I ini menggunakan sistem proyektor lampu 2 warna yang

menghasilkan visual glide path seperti yang ditunjukkan pada gambar 204-H. Tiap-tiap box lampu terdiri dari paling sedikit 2 optikal proyektor yang menghasilkan 1 buah lampu beam, bagian atas dari beam tersebut berwarna putih dan bagian bawahnya berwarna merah. Ketika melalui kedua beam tersebut, transisi dari satu warna ke warna yang lain terjadi secara spontan.

b. Ad a 2 konfig uras i dasar dari P API yang di jel aska n s ep erti dibaw ah ini :

(1) Sistem 4 Box. Sudut glidepath yang terbentuk dari Sistim 4

lampu ini adalah titik tengah dari sudut seting pada tengah-tengah pasangan box lampu. Lebar on path adalah berbeda antara sudut dari box lampu ke 2 dan 3. Pemasangan normal membutuhkan 0.33º antara penyetelan box lampu ke 1 dan 2, 2 dan 3, 3 dan 4.Untuk sistem yang dipakai pada Pesawat berbadan lebar di butuhkan 0.50º antara box lampu ke 2 dan 3. Tabel 204-1 dan 2 menyediakan informasi mengenai sudut nominal box untuk semua jenis Pesawat berbadan lebar. Penunjukan posisi on-glidepath adalah 2 lampu merah dan 2 lampu putih pada bar. Pada saat pesawat terbang dibawah glidepath, pilot melihat penambahan jumlah lampu berwarna merah dan apabila pesawat terbang diatas glide slope, jumlah lampu berwarna putih bertambah seperti yang di tunjukan pada gambar 204-1 dan 2. Sistem ini menyediakan informasi pendaratan pada kondisi siang hari hingga jarak 4 mil.

(2) Sistem 2 lamp u: Sistem ini dirancang untuk tipe bandara utility.

Sudut Glidepath adalah titik tengah antara sudut seting dari kedua box lampu. Lebar on-path pada sistim ini normalnya adalah 0.50º, tetapi dapat dikurangi untuk memberikan Obtacle Clearance. Indikasi on-glidepath adalah satu lampu berwarna merah dan satu lampu berwarna putih. Ketika pesawat terbang dibawah sudut glidepath,maka pilot akan melihat kedua lampu berwarna Merah dan apabila pesawat terbang diatas sudut Glidepath maka pilot akan melihat kedua lampu berwarna putih. Sistim ini menyediakan informasi pendaratan pada kondisi siang hari hingga jarak 2 mil.

(3) Ketent uan Pem asan gan. Sistem ini normalnya dipasang pada

sisi sebelah kiri dari Runway,tetapi dapat diletakkan di sisi sebelah kanan Runway atau di kedua sisinya seperti yang terlihat pada gambar 204-1.

204.1.3 Puls ating Visual Appr oac h Slope I ndicat or System (PV AS I) Secara normal PVASI’s terdiri dari satu buah lampu proyekting dengan 2

warna visual approach path seperti yang terlihat pada gambar 204-J. Untuk penunjukan pada saat posisi pesawat dibawah glidepath dapat berupa cahaya berwarna merah berkedip atau terus-menerus, dan untuk penunjukan diatas

glidepath cahaya berwarna putih berkedip. Posisi di atas dan di bawah path

tersebut lampu pulsating terlihat bergetar lebih cepat dari jalur terbang pilot yang lebih jauh. Apabila Pilot terbang dititik Onslope (tepat ditengah antara atas dan

bawah) Pilot akan melihat lampu tersebut seolah-olah mati. Penunjukan posisi

on-glide path untuk sistem ini adalah lampu menyala berwarna putih secara

terus-menerus. Dan untuk sistem yang lain, penunjukan posisi on-glide path adalah bertukaran antara lampu merah dan putih. Lebar on-path dari cahaya lampu putih terus-menerus adalah kira-kira 0.35º. Sistim ini memberikan informasi pendaratan pada kondisi siang hari hingga jarak 4 mil.

204.1.4 T-V AS I. T–VASI dengan bentuk susunan lampu berbentuk Huruf

T,seperti yang terlihat pada gambar 204-K.Versi standar T-VASI mempunyai 10 lampu di setiap sisi runway. Lampu T-VASI tersebut dipasang disalah satu sisi Runway.Jika posisi pesawat ,terbang diatas jalur GlidePath, maka bentuk huruf “T” akan Nampak terbalik posisinya. Panjangnya batang vertical dari Huruf “T” terbalik tersebut tergantung seberapa jauh posisi pesawat dengan jalur On-Glidepath dan bila posisi pesawat tepat pada jalur Glidepath (Onslope) maka batang Vertical tersebut tidak Nampak. Apabila posisi pesawat di bawah jalur GlidePath,maka akan Nampak bentuk Huruf “T”,pada saat pesawat mencapai sudut 1,9º,Indikasi lampu merah akan menyala dimana menunjukan bahwa posisi pesawat terlalu jauh dibawah dari jalur GlidePath.

204.1.5 H elicopter Appr oac h Path Indi cator (H AP I). Sistim dari HAPI

seperti yang di tunjukkan pada gambar 204-L menyediakan indikasi sudut dari perubahan cahaya yang terang antara warna Merah dan hijau. Indikasi On-Path ditunjukkan oleh cahaya berwarna Hijau, rate kecepatan cahayanya min 2 Hz. Untuk Indikasi below-path ditunjukkan oleh cahaya Merah dan akan berubah menjadi warna merah yang berkedip apabila terlalu rendah. Lebar sudut On-Path adalah 0.75º dan untuk indikasi Below-Pathnya adalah 0.25º.

204.1.6 Tri-Col or V AS I. VASI (TRCV) ini ditunjukkan oleh satu cahaya kuat

yang perubahan warnanya sebagai informasi Sudut. Indikasi untuk On-Path ditunjukan oleh warna hijau terang dan untuk indikasi above-pathnya oleh warna Amber, Pada saat pesawat terbang terlalu rendah,pilot akan melihat indikasi warna Merah yang terkadang di dahului oleh warna Amber gelap.