ASESMEN PASIEN Έ AP Ή
BAHAN BERBAHAYA Standar MFK
•
Rumah sakit mempunyai rencana tentang inventaris, penanganan, penyimpanan dan penggunaan bahan berbahaya serta pengendalian dan pembuangan bahan dan limbah berbahaya.
Maksud dan Tujuan MFK 5 •
Rumah sakit mengiden fi kasi dan mengendalikan secara aman bahan dan limbah
berbahaya (lihat juga AP.5.1, EP 1, dan AP.6 EP 1) sesuai rencana. Bahan berbahaya dan limbahnya tersebut melipu bahan kimia, bahan kemoterapi, bahan dan limbah radioak f, gas dan uap berbahaya serta limbah medis dan infeksius lain sesuai ketentuan.
Rencana menetapkan proses untuk :
inventarisasi bahan dan limbah berbahaya; -
penanganan, penyimpanan dan penggunaan bahan berbahaya; -
pelaporan dan inves gasi dari tumpahan, paparan
- (exposure) dan insiden lainnya;
pembuangan limbah berbahaya yang benar; -
peralatan dan prosedur perlindungan yang benar pada saat penggunaan, ada tumpahan -
(spill) atau paparan (exposure);
pendokumentasian, melipu se ap izin dan perizinan/lisensi atau ketentuan persyaratan -
lainnya;
pemasangan label yang benar pada bahan dan limbah berbahaya. -
Elemen Penilaian MFK 5 •
Rumah sakit mengiden fi kasi bahan dan limbah berbahaya dan mempunyai da ar
1.
terbaru/mutakhir dari bahan berbahaya tersebut di rumah sakit. (lihat juga AP.5.5, EP 1, dan AP.6.6, EP 1)
Rencana untuk penanganan, penyimpanan dan penggunaan yang aman disusun dan 2.
diimplementasikan/diterapkan (lihat juga AP.5.1, Maksud dan Tujuan, dan EP 3; AP.5.5, EP 3; AP.6.2, EP 4; dan AP.6.6, EP 3)
yang memerlukan asesmen fungsional lebih lanjut (lihat juga Sasaran Keselamatan Pasien VI, EP 1, terkait asesmen risiko jatuh).
Pasien disaring untuk menilai kebutuhan asesmen fungsional lebih lanjut sebagai bagian 5.
dari asesmen awal (lihat juga Sasaran Keselamatan Pasien VI, EP 2).
Pasien yang memerlukan asesmen fungsional sesuai kriteria dikonsul untuk asesmen 6.
tersebut.
Standar AP.1.7.
Semua pasien rawat inap dan rawat jalan di skrining untuk rasa sakit dan dilakukan asesmen apabila ada rasa yang nyerinya.
Maksud dan Tujuan AP.1.7.
Pada saat asesmen awal dan asesmen ulang, prosedur skrining dilakukan untuk
mengiden fi kasi pasien dengan rasa sakit, pasien dapat dioba di rumah sakit atau dirujuk
untuk pengobatan. Lingkup pengobatan berdasarkan pelayanan yang tersedia di rumah sakit.
Bila pasien dioba di rumah sakit, dilaksanakan asesmen yang lebih komprehensif. Asesmen disesuaikan dengan umur pasien dan mengukur intensitas dan kualitas rasa nyeri, seper karakter rasa nyeri, frekuensi, lokasi dan durasi. Asesmen ini dicatat sedemikian rupa agar memfasilitasi /memudahkan asesmen ulang yang reguler dan follow up sesuai kriteria yang dikembangkan oleh rumah sakit dan kebutuhan pasien.
Elemen Penilaian 1.7.
Pasien di skrining untuk rasa sakit (lihat juga PP.6, EP 1). 1.
Apabila diiden fi kasi ada rasa sakit pada asesmen awal, pasien dirujuk atau rumah sakit
2.
melakukan asesmen lebih mendalam, sesuai dengan umur pasien, dan pengukuran intensitas dan kualitas nyeri seper karakter, kekerapan/frekuensi, lokasi dan lamanya.
Asesmen dicatat sedemikian sehingga memfasilitasi asesmen ulangan yang teratur 3.
dan ndak lanjut sesuai kriteria yang dikembangkan oleh rumah sakit dan kebutuhan pasien.
Standar AP.1.8.
Rumah sakit melaksanakan asesmen awal individual untuk populasi tertentu yang dilayani rumah sakit.
Maksud dan Tujuan AP.1.8.
Asesmen awal dari pe- pe pasien atau populasi pasien tertentu memerlukan modifi kasi
se ap populasi pasien. Se ap rumah sakit mengiden fi kasi kelompok pasien khusus dan
memodifi kasi proses asesmen untuk memenuhi kebutuhan khusus ini. Secara khusus,
apabila rumah sakit, melayani satu atau lebih pasien atau populasi dengan kebutuhan khusus seper da ar di bawah ini, maka rumah sakit melakukan asesmen individual untuk :
Anak-anak -
Dewasa Muda -
Lanjut usia yang lemah -
Sakit terminal -
Pasien dengan rasa nyeri yang kronis dan intens -
Wanita dalam proses melahirkan -
Wanita dalam proses terminasi kehamilan -
Pasien dengan kelainan emosional atau gangguan jiwa -
Pasien diduga ketergantungan obat atau alkohol -
Korban kekerasan atau terlantar -
Pasien dengan infeksi atau penyakit menular -
Pasien yang mendapatkan kemoterapi atau radiasi -
Pasien yang daya imunnya direndahkan -
Asesmen pasien yang diduga ketergantungan obat dan atau alkohol dan asesmen pasien korban kekerasan dan yang terlantar, dipengaruhi oleh budaya dari populasi dimana pasien berada. Asesmen disini dak dimaksudkan untuk penemuan kasus secara proak f. Tetapi asesmen pasien tersebut merupakan respons terhadap kebutuhan dan kondisi yang dapat
diterima oleh budaya dan diperlakukan konfi densial.
Proses asesmen dimodifi kasi agar konsisten dengan undang-undang dan peraturan dan
standar profesi terkait dengan populasi dan situasi demikian dengan melibatkan keluarga bila perlu.
Elemen Penilaian 1.9.
Rumah Sakit menetapkan kriteria tertulis tentang asesmen tambahan, khusus atau 1.
lebih mendalam perlu dilaksanakan
Proses asesmen untuk populasi pasien dengan kebutuhan khususnya dimodifi kasi
2.
secara tepat sehingga mencerminkan kebutuhan pasien Standar AP.1.9.
Kepada pasien yang akan meninggal dan keluarganya, dilakukan asesmen dan asesmen ulang sesuai kebutuhan individual mereka
Maksud dan Tujuan AP.1.9.
Asesmen dan asesmen ulang perlu dilaksanakan secara individual untuk memenuhi kebutuhan pasien dan keluarga apabila pasien mendeka kema an. Asesmen dan asesmen ulang, sesuai kondisi pasien, harus mengevaluasi :
kebakaran, maupun risiko keamanan. Tujuannya adalah untuk mencegah kecelakaan dan cidera, menjaga kondisi bagi keselamatan dan keamanan pasien, keluarga, staf dan pengujung; serta mengurangi dan mengendalikan bahaya dan risiko. Ini khususnya pen ng selama masa pembangunan atau renovasi. Sebagai tambahan, untuk menjamin keamanan,
semua staf, pengunjung, vendor/pedagang dan lainnya di rumah sakit diiden fi kasi dan
diberi tanda pengenal (badge) yang sementara atau tetap atau langkah iden fi kasi lain,
juga seluruh area yang seharusnya aman, seper ruang perawatan bayi baru lahir, yang aman dan dipantau.
Ini dapat dilakukan dengan menyusun suatu Rencana Perbaikan Fasilitas (Facility Improvement Plan) dengan inspeksi yang komprehensif terhadap fasilitas, mencatat semua perabot yang tajam atau rusak yang dapat menyebabkan cidera, sampai lokasi dimana dak ada jalan penyelamatan bila terjadi kebakaran atau dak ada cara memonitor area yang aman. Pemeriksaan berkala ini didokumentasikan untuk membantu rumah sakit merencanakan dan melaksanakan peningkatan dan anggaran perbaikan dan penggan an fasilitas dalam rencana jangka lebih panjang.
Kemudian, dengan memahami risiko yang ada di fasilitas fi sik rumah sakit, maka rumah
sakit dapat menyusun rencana yang proak f untuk mengurangi risiko tersebut terhadap pasien, keluarga, staf dan pengunjung. Rencana tersebut dapat melipu hal-hal seper memasang kamera keamanan (security camera) di area terpencil, menggan fenerator emergensi, menggan pintu kebakaran dan sejenisnya. Rencana ini melipu keselamatan dan keamanan.
Elemen Penilaian MFK 4 •
Rumah sakit mempunyai program untuk memberikan keselamatan dan keamanan bagi 1.
fasilitas fi sik, termasuk memonitor dan mengamankan area yang diiden fi kasi sebagai
risiko keamanan.
Program tersebut memas kan bahwa semua staf, pengunjung dan pedagang/
2. vendor
dapat diiden fi kasi, dan semua area yang berisiko keamanannya dimonitor dan dijaga
keamanannya (lihat juga AP.5.1, EP 2, dan AP.6.2, EP 1)
Program tersebut efek f untuk mencegah cidera dan mempertahankan kondisi aman 3.
bagi pasien, keluarga, staf dan pengunjung. (lihat juga SKP.6, EP 1)
Program melipu keselamatan dan keamanan selama masa pembangunan dan 4.
renovasi
Pimpinan memanfaatkan sumber daya sesuai rencana yang disetujui 5.
Bila terdapat badan independen dalam fasilitas pelayanan pasien akan disurvei, rumah 6.
sakit memas kan bahwa badan tersebut mematuhi program keselamatan. Elemen Penilaian MFK 4.1.
Rumah sakit mempunyai hasil pemeriksaan fasilitas fi sik terkini dan akurat yang
1.
Berdasar ukuran dan kompleksitas rumah sakit, dapat dibentuk komite risiko fasilitas/ lingkungan dan diberi tanggung jawab mengawasi pelaksanaan dan kesinambungan program
Monitoring seluruh aspek dari program dan memberikan data yang berharga dalam rangka perbaikan program dan untuk mengurangi lebih lanjut risiko di rumah sakit.
Elemen Penilaian MFK 3 •
Program pengawasan dan pengarahan dapat ditugaskan kepada satu orang atau lebih. 1.
Kompetensi petugas tersebut berdasarkan atas pengalaman atau pela han 2.
Petugas tersebut merencanakan dan melaksanakan program melipu elemen a) sampai 3.
g) Maksud dan Tujuan.
Elemen Penilaian MFK 3.1.
Ada program untuk memonitor semua aspek dari program manajemen risiko fasilitas/ 1.
lingkungan
Data monitoring digunakan untuk mengembangkan/meningkatkan program 2.
KESELAMATAN DAN KEAMANAN