• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDAR, MAKSUD DAN TUJUAN, ELEMEN PENILAIAN PROGRAM KEPEMIMPINAN DAN KOORDINAS

Dalam dokumen AKREDITASI RS.tanggungBOOKLET rev 11 Jan 2013 (Halaman 107-109)

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI)

STANDAR, MAKSUD DAN TUJUAN, ELEMEN PENILAIAN PROGRAM KEPEMIMPINAN DAN KOORDINAS

Standar PPI.1.

Satu atau lebih individu mengawasi seluruh kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi. Individu tersebut kompeten dalam praktek pencegahan dan pengendalian infeksi yang

diperolehnya melalui pendidikan, pela han, pengalaman atau ser fi kasi

Maksud dan Tujuan PPI.1.

Program pencegahan dan pengendalian infeksi mempunyai pengawasan yang memadai sesuai dengan ukuran rumah sakit, ngkat risiko, kompleksitas kegiatan dan ruang lingkup program. Satu atau lebih individu, bertugas purna waktu atau paruh waktu, memberikan pengawasan sebagai bagian dari tanggung jawab atau uraian tugas yang ditetapkan.

Kualifi kasi petugas tergantung dari kegiatan yang mereka kerjakan dan dapat diperoleh

melalui : pendidikan; - pela han; - pengalaman; -

ser fi kasi atau lisensi.

-

Elemen Penilaian PAB.2.

Pelayanan anestesi (termasuk sedasi moderat dan dalam) harus seragam pada seluruh 1.

pelayanan di rumah sakit (lihat juga PP.1, EP 1)

Pelayanan anestesi (termasuk sedasi moderat dan dalam) berada dibawah kepemimpinan 2.

satu orang atau lebih yang kompeten (lihat juga TKP 5)

Tanggung jawab yang melipu pengembangan, implementasi dan memelihara/ 3.

menegakkan kebijakan serta prosedur yang ditetapkan dan dilaksanakan

Tanggung jawab untuk memelihara/mempertahankan program pengendalian mutu 4.

yang ditetapkan dan dilaksanakan

Tanggung jawab dalam merekomendasikan sumber luar untuk pelayanan anestesi 5.

(termasuk sedasi moderat dan dalam) yang ditetapkan dan dilaksanakan (lihat juga TKP.3.3, EP 1)

Tanggung jawab untuk memantau dan menelaah seluruh pelayanan anestesi (termasuk 6.

sedasi moderat dan dalam) yang ditetapkan dan dilaksanakan PELAYANAN SEDASI

Standar PAB.3.

Kebijakan dan prosedur mengarahkan pelayanan pasien untuk sedasi moderat dan dalam Maksud dan Tujuan PAB.3.

Sedasi, secara khusus, sedasi yang moderat maupun dalam, menghadapkan risiko kepada

pasien, karenanya perlu dilengkapi dengan defi nisi, kebijakan serta prosedur yang jelas.

Derajat sedasi terjadi dalam suatu kon nuum, seorang pasien dapat bergerak dari satu derajat tertentu menuju derajat yang lain, berdasarkan medikasi yang diberikan, rute dan dosisnya. Per mbangan pen ng mencakup kemampuan pasien untuk mempertahankan

refl eks protek f; saluran pernafasan yang paten-independen-berkesinambungan; dan

mampu berespon terhadap s mulasi fi sik atau instruksi lisan.

Kebijakan dan prosedur sedasi memuat :

penyusunan rencana termasuk iden fi kasi perbedaan antara populasi dewasa dan anak

a)

atau per mbangan khusus lainnya;

dokumentasi yang diperlukan m pelayanan untuk dapat bekerja dan berkomunikasi b)

secara efek f;

persyaratan persetujuan

c) (consent) khusus, bila diperlukan;

frekuensi dan jenis monitoring pasien yang diperlukan; d)

kualifi kasi atau ketrampilan khusus para staf yang terlibat dalam proses sedasi; dan

e)

ketersediaan dan penggunaan peralatan spesialis k. f)

yang kompeten yang bertanggung jawab atas pasien yang menerima sedasi moderat maupun dalam. Se ap petugas harus kompeten dalam :

teknik berbagai modus sedasi; g)

monitoring yang tepat; h)

respons terhadap komplikasi; i)

penggunaan zat-zat reversal; dan j)

sekurang-kurangnya bantuan hidup dasar. k)

Petugas yang kompeten yang bertanggung jawab menjalankan suatu asesmen prasedasi terhadap pasien untuk memas kan bahwa perencanaan sedasi dan ngkatannya adalah tepat bagi pasien. Kebijakan rumah sakit menjabarkan ruang lingkup dan isi dari asesmen ini.

Sebagai tambahan bagi para dokter atau dokter gigi, seorang petugas yang kompeten dan bertanggung jawab atas pelaksanaan monitoring berkesinambungan ( dak terinterupsi)

atas parameter fi siologis pasien, dan membantu ndakan supor f atau resusitasi. Kuali kasi

petugas yang melaksanakan monitoring, dan monitoring peralatan serta suplai nya adalah sama seper pada pemberian sedasi di unit/tempat yang lain di rumah sakit, misalnya dalam kamar operasi dan dalam klinik rawat jalan gigi. Sehingga terpelihara ngkatan mutu pelayanan yang sama (lihat juga PP.1, EP 3, dan TKP.3.2.1, EP 3).

Elemen Penilaian PAB.3.

Kebijakan dan prosedur yang tepat, menyebutkan sedikitnya elemen a) sampai dengan 1.

f) tersebut diatas, mengarahkan pelayanan pasien untuk menjalani sedasi moderat dan dalam (lihat juga AP.2, EP 3; PP.1, EP 3; dan MPO.4, EP 1).

Petugas yang kompeten yang diiden fi kasi di PAB.2 berpar sipasi dalam pengembangan

2.

kebijakan dan prosedur.

Harus ada asesmen prasedasi, sesuai kebijakan rumah sakit, untuk mengevaluasi risiko 3.

dan ketepatan sedasi bagi pasien (lihat juga AP.1.1, EP 1).

Petugas yang kompeten, dan yang bertanggung jawab untuk sedasi, harus memenuhi 4.

kualifi kasi sekurang-kurangnya untuk elemen g) sampai dengan k) tersebut di Maksud

dan Tujuan

Seorang petugas yang kompeten memonitor pasien selama sedasi dan mencatat semua 5.

pemantauan.

Dibuat dan didokumentasi kriteria untuk pemulihan dan

6. discharge dari sedasi.

Sedasi moderat dan dalam diberikan sesuai kebijakan rumah sakit 7.

kri s dan risiko nggi adalah FMEA (failure mode and eff ect analysis). Rumah sakit dapat

juga melakukan iden fi kasi dan menggunakan alat serupa untuk melakukan iden kasi

dan mengurangi risiko, seper analisis terhadap kelemahan yang mengandung bahaya. Untuk menggunakan alat ini atau yang sejenis secara efek f, pimpinan rumah sakit perlu mempelajari dan mengadop dan mempelajari cara pendekatannya, dengan menggunakan proses-proses risiko nggi, demi keselamatan pasien dan staf, dan kemudian memakai alat ini pada proses risiko yang diprioritaskan. Dengan mengiku analisis dari hasilnya, para pemimpin rumah sakit mengambil ndakan untuk merancang ulang (redesign) proses atau ndakan- ndakan yang sama guna mengurangi risiko dalam proses tersebut. Proses mengurangi risiko dilakukan paling sedikit satu kali dalam satu tahun dan didokumentasikan.

Elemen Penilaian PMKP.11.

Pimpinan rumah sakit menerapkan kerangka acuan manajemen risiko yang melipu a) 1.

sampai f) yang dimuat di Maksud dan Tujuan.

Paling sedikit se ap tahun rumah sakit melaksanakan dan mendokumentasikan 2.

penggunaan alat pengurangan-proak f-terhadap-risiko dalam salah satu prioritas proses risiko

Berdasarkan analisis, pimpinan rumah sakit membuat rancang ulang dari proses yang 3.

Begitu rencana ditetapkan, data dikumpulkan dalam masa percobaan untuk mengetahui apakah perubahan yang direncanakan memang benar menunjukkan perbaikan. Untuk memas kan bahwa perbaikan dapat dipertahankan, data pengukuran dikumpulkan untuk analisis berkelanjutan. Perubahan yang efek f dimasukkan ke standar prosedur operasional /SPO, dan se ap pela han yang pen ng bagi staf diadakan. Rumah sakit mendokumentasikan semua pencapaian perbaikan dan yang dipertahankan sebagai bagian dari manajemen mutu dan program peningkatan.

Elemen Penilaian PMKP.10.

Area yang ditetapkan pimpinan rumah sakit dimasukkan kedalam kegiatan peningkatan 1.

(lihat juga PMKP.3, EP 1)

Sumber daya manusia atau lainnya yang dibutuhkan untuk melaksanakan peningkatan 2.

disediakan atau diberikan.

Perubahan-perubahan direncanakan dan diuji 3.

Dilaksanakan perubahan yang menghasilkan peningkatan 4.

Tersedia data yang menunjukkan bahwa peningkatan tercapai secara efek f dan 5.

langgeng

Dibuat perubahan kebijakan yang diperlukan untuk merencanakan, untuk melaksanakan 6.

pelaksanaan yang sudah dicapai, dan mempertahankannya Perubahan yang berhasil dilakukan, didokumentasikan 7.

Standar PMKP.11.

Program manajemen risiko berkelanjutan digunakan untuk melakukan iden fi kasi dan

mengurangi KTD dan mengurangi risiko lain terhadap keselamatan pasien dan staf. Maksud dan Tujuan PMKP.11.

Rumah sakit perlu menggunakan pendekatan proak f dalam melaksanakan manajemen risiko. Salah satu cara melakukannya adalah program manajemen risiko yang diresmikan melipu komponen :

iden fi kasi risiko;

a)

menetapkan prioritas risiko; b)

pelaporan tentang risiko; c)

manajemen risiko; d)

inves gasi KTD; dan e)

Manajemen klaim-klaim yang terkait f)

Unsur pen ng dari manajemen risiko adalah analisis dari risiko, seper sebuah proses untuk melakukan evaluasi terhadap KNC dan proses risiko nggi lainnya, yang kegagalannya dapat berakibat terjadinya kejadian sen nel. Satu alat yang dapat digunakan secara proak f melakukan analisis terhadap konsekuensi suatu kejadian yang berujung pada proses yang

PELAYANAN ANESTESI

Dalam dokumen AKREDITASI RS.tanggungBOOKLET rev 11 Jan 2013 (Halaman 107-109)