HAK PASIEN DAN KELUARGA (HPK)
STANDAR, MAKSUD DAN TUJUAN, ELEMEN PENILAIAN Standar HPK.1.
•
Rumah sakit bertanggung jawab untuk memberikan proses yang mendukung hak pasien dan keluarganya selama dalam pelayanan.
Maksud dan Tujuan HPK.1. •
Pimpinan rumah sakit terutama bertanggung jawab bagaimana cara pemberian pelayanan kepada pasien. Sebab itu pimpinan harus mengetahui dan menger hak pasien dan keluarganya, serta tanggung jawab rumah sakit sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Kemudian pimpinan mengarahkan untuk memas kan agar seluruh staf bertanggungjawab melindungi hak tersebut. Untuk melindungi secara efek f dan mengedepankan hak pasien, pimpinan bekerja sama dan berusaha memahami tanggungjawab mereka dalam hubungannya dengan komunitas yang dilayani rumah sakit.
Rumah sakit menghorma hak pasien dan dalam beberapa situasi hak is mewa keluarga pasien, untuk menentukan informasi apa saja yang berhubungan dengan pelayanan yang boleh disampaikan kepada keluarga atau pihak lain, dalam situasi tertentu. Misalnya, pasien mungkin dak mau diagnosisnya diketahui keluarga.
Hak pasien dan keluarga merupakan elemen dasar dari semua kontak di rumah sakit, stafnya, serta pasien dan keluarganya. Sebab itu, kebijakan dan prosedur ditetapkan dan dilaksanakan untuk menjamin bahwa semua staf mengetahui dan memberi respon terhadap isu hak pasien dan keluarga, ke ka mereka melayani pasien. Rumah sakit menggunakan pola kerjasama dalam menyusun kebijakan dan prosedur dan bila mungkin, mengikutsertakan pasien dan keluarga dalam proses.
Elemen Penilaian HPK.1. •
1. Para pemimpin rumah sakit bekerjasama untuk melindungi dan mengedepankan hak pasien dan keluarga.
2. Para pemimpin rumah sakit memahami hak pasien dan keluarga sesuai dengan undang- undang dan peraturan dan dalam hubungannya dengan komunitas yang dilayaninya (lihat juga TKP.6, EP 1).
3. Rumah sakit menghorma hak pasien, dan dalam beberapa situasi hak dari keluarganya, untuk mendapatkan hak is mewa dalam menentukan informasi apa saja yang berhubungan dengan pelayanan yang boleh disampaikan kepada keluarga atau pihak lain, dalam situasi tertentu.
4. Staf memahami kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan hak pasien dan dapat menjelaskan tanggung jawab mereka dalam melindungi hak pasien.
5. Kebijakan dan prosedur mengarahkan dan mendukung hak pasien dan keluarga dalam pelayanan rumah sakit.
Standar HPK.1.1.
Pelayanan dilaksanakan dengan penuh perha an dan menghorma nilai-nilai pribadi dan kepercayaan pasien.
Standar HPK.1.1.1.
Rumah sakit mempunyai proses untuk berespon terhadap permintaan pasien dan keluarganya untuk pelayanan rohani atau sejenisnya berkenaan dengan agama dan kepercayaan pasien.
Maksud dan Tujuan HPK.I.1 dan HPK.1.1.1
Se ap pasien memiliki nilai-nilai dan kepercayaan masing-masing dan membawanya kedalam proses pelayanan. Beberapa nilai-nilai dan kepercayaan yang ada pada pasien sering bersumber dari budaya dan agama. Terdapat pula nilai-nilai dan kepercayaan yang sumbernya dari pasien sendiri. Semua pasien didorong untuk mengekspresikan kepercayaan mereka dengan tetap menghargai kepercayaan pihak lain. Oleh karena itu keteguhan memegang nilai dan kepercayaan dapat mempengaruhi bentuknya pola pelayanan dan cara pasien merespon. Sehingga se ap prak si pelayanan kesehatan harus berusaha memahami asuhan dan pelayanan yang diberikan dalam konteks nilai-nilai dan kepercayaan pasien.
Bila pasien atau keluarganya ingin bicara dengan seseorang berkenaan dengan kebutuhan keagamaan atau spiritualnya, rumah sakit memiliki prosedur untuk melayani hal permintaan tersebut. Proses tersebut dapat dilaksanakan melalui staf bidang kerohanian, dari sumber lokal atau sumber rujukan keluarga. Proses merespon dapat lebih rumit, misalnya, rumah sakit atau negara dak mengakui sumber agama atau kepercayaan tertentu yang justru diminta.
Elemen Penilaian HPK.1.1.
Terdapat proses untuk mengiden fi kasi dan menghorma nilai-nilai dan kepercayaan
1.
pasien dan bila mungkin, juga keluarganya (lihat juga PPK.3.1, EP 1 dan PP.7, EP 1) . Staf mempraktekan proses tersebut dan memberikan pelayanan yang menghorma 2.
nilai-nilai dan kepercayaan pasien. Elemen Penilaian HPK 1.1.1.
Rumah sakit mempunyai proses untuk merespon permintaan yang bersifat ru n maupun 1.
kompleks yang berkenaan dengan agama atau dukungan spiritual.
Rumah sakit merespon permintaan untuk keperluan dukungan agama dan spiritual 2.
pasien.
Standar HPK.1.2.
Pelayanan menghorma kebutuhan privasi pasien.
sakit dan disimpan dalam fi le kepegawaian atau dalam fi le kredensial yang terpisah bagi
se ap anggota staf medis.
Semua kredensial (antara lain pendidikan, surat izin, registrasi) diverifi kasi dengan
3.
sumber yang mengeluarkan kredensial sebelum individu tersebut mulai memberikan pelayanan kepada pasien.
Semua kredensial dalam fi le (antara lain pendidikan, surat izin , registrasi) terkini dan
4.
terupdate sesuai persyaratan.
Pada penugasan awal, dibuat pengumuman tentang ketentuan kualifi kasi terkini dari
5.
seseorang untuk memberikan pelayanan asuhan pasien. Elemen Penilaian KPS 9.1.
Ada yang diuraikan dalam kebijakan untuk mereview fi le kredensial se ap staf medis
1.
secara berkala yang seragam sekurang-kurangnya se ap ga tahun sekali.
Ada petugas-petugas tertentu yang ditugaskan membuat keputusan resmi dalam rangka 2.
memperbaharui izin bagi se ap anggota staf medis untuk melanjutkan pemberian pelayanan asuhan medis di rumah sakit.
Keputusan tentang pembaharuan tersebut didokementasikan dalam fi le kredensial dari
3.
anggota staf medis tersebut. STAF MEDIS
Penetapan Kewenangan Klinis Standar KPS 10
•
Rumah sakit mempunyai tujuan yang terstandar, prosedur berbasis buk untuk memberi wewenang kepada semua anggota staf medis untuk menerima pasien dan memberikan
pelayanan klinis lainnya konsisten/sesuai dengan kualifi kasi.
Maksud dan Tujuan KPS 10 •
Penentuan kompetensi klinis terkini dan membuat keputusan tentang staf medis tertentu akan diberi izin untuk memberikan pelayanan klinis apa saja, disebut “privileging”, dalam penentuan yang paling kri s bagi rumah sakit untuk menjaga keselamatan pasien dan lebih lanjut dalam menjaga kualitas pelayanan klinis.
Keputusan tentang pemberian kewenangan tersebut dibuat sebagai berikut :
Rumah sakit memilih proses yang distandardisir untuk mengidenfi kasi pelayanan
1.
klinis bagi se ap individu. Pada penugasan awal di rumah sakit, kredensial yang
diiden fi kasikan pada KPS 9 akan menjadi dasar utama untuk menentukan kewenangan/
privilege. Bila tersedia, surat-surat/berkas dari tempat praktek/kerja sebelumnya, dari sejawat seprofesi, penghargaan dan sumber informasi lainnya juga diper mbangkan.
Rumah sakit perlu melakukan segala upaya untuk mem-verifi kasi informasi yang esensial, sekalipun bila pendidikan dilakukan diluar negeri dan di masa jauh sebelumnya. Website
yang aman, konfi rmasi melalui telepon dari berbagai sumber terdokumentasi, konfi rmasi
tertulis, dan pihak ke ga, seper ditetapkan kantor resmi pemerintah atau non pemerintah dapat digunakan.
Kepatuhan terhadap standar mengharuskan verifi kasi atas krendensial individu harus
berasal dari sumber utama. Untuk maksud memenuhi persyaratan ini secara bertahap,
verifi kasi sumber utama diperlukan untuk prak si baru dimulai empat bulan sebelum
survei awal akreditasi. Semua prak si lainnya harus mempunyai verifi kasi dari sumber
utama pada saat survei akreditasi rumah sakit ga tahunan.
Ini dicapai selama periode ga tahun, berdasarkan suatu rencana yang memberikan prioritas
pada verifi kasi kredensial bagi prak si ak f yang melaksanakan pelayanan berisiko nggi.
Catatan : Persyaratan ini ditujukan hanya untuk verifi kasi kredensial. Semua prak si medis
memiliki kredensial yang dikumpulkan dan direview dan memiliki kewenangan tertentu. Tidak ada tahapan untuk proses ini.
Bila verifi kasi dak dimungkinkan, seper hilangnya catatan karena bencana, maka hal ini
didokumentasikan.
Rumah sakit mengumpulkan dan memelihara se ap fi le kredensial masing-masing prak si.
Proses tersebut berlaku untuk semua jenis dan ngkatan staf (karyawan tetap, tenaga honor, tenaga kontrak dan tenaga tamu).
Rumah sakit mereview fi le se ap staf medis pada awal penugasan dan kemudian sekurang-
kurangnya se ap ga tahun untuk memas kan bahwa staf medis mendapat izin yang
terbaru, dak ada kompromi pelanggaran disiplin dengan agen pemberi izin dan ser fi kat,
memiliki dokumentasi yang cukup untuk memperoleh kewenangan baru atau diperluas di
rumah sakit, dan secara fi sik maupun mental mampu melakukan asuhan dan pengobatan
pasien tanpa supervisi. Kebijakan rumah sakit mengiden fi kasi individu atau mekanisme
pertanggungjawaban terhadap review ini, se ap kriteria digunakan untuk membuat keputusan, dan bagaimana keputusan akan didokumentasikan.
Elemen Penilaian KPS 9 •
Mereka yang memperoleh izin berdasarkan peraturan perundangan dan dari rumah 1.
sakit untuk melakukan asuhan pasien tanpa supervisi diiden fi kasi.
Kredensial yang diperlukan (antara lain : pendidikan, surat izin, registrasi) sesuai 2.
peraturan dan kebijakan rumah sakit bagi se ap anggota staf medis dicopy oleh rumah
Maksud dan Tujuan HPK.1.2.
Privasi pasien pen ng, khususnya pada waktu wawancara klinis, pemeriksaan, prosedur / ndakan, pengobatan, dan transportasi. Pasien mungkin menghendaki privasi dari staf lain, dari pasien yang lain, bahkan dari keluarganya. Mungkin mereka juga dak bersedia difoto, direkam atau berpar sipasi dalam wawancara survei akreditasi. Meskipun ada beberapa cara pendekatan yang umum dalam menyediakan privasi bagi semua pasien, se ap individu pasien dapat mempunyai harapan privasi tambahan atau yang berbeda dan kebutuhan berkenaan dengan situasi, harapan dan kebutuhan ini dapat berubah dari waktu ke waktu. Jadi, ke ka staf memberikan pelayanan kepada pasien, mereka perlu menanyakan kebutuhan dan harapan pasien terhadap privasi dalam kaitan dengan asuhan atau pelayanan. Komunikasi antara staf dan pasien membangun kepercayaan dan komunikasi terbuka dan dak perlu didokumentasi.
Elemen Penilaian HPK.1.2.
Staf mengiden fikasi harapan dan kebutuhan privasi selama pelayanan dan
1.
pengobatan.
Keinginan pasien untuk privasi dihorma pada se ap wawancara klinis, pemeriksaan, 2.
prosedur/pengobatan dan transportasi. Standar HPK.1.3.
Rumah sakit mengambil langkah untuk melindungi barang milik pasien dari pencurian atau kehilangan.
Maksud dan Tujuan HPK.1.3.
Rumah sakit mengkomunikasikan tanggung jawabnya, bila ada, terhadap barang-barang milik pasien kepada pasien dan keluarganya. Ke ka rumah sakit mengambil tanggung jawab untuk beberapa atau semua barang milik pribadi pasien yang dibawa ke rumah sakit, ada proses mencatat nilai barang tersebut dan memas kan barang tersebut dak akan hilang atau dicuri. Proses ini berlaku bagi barang milik pasien emergensi, pasien bedah rawat sehari, pasien rawat inap dan pasien yang dak mampu mengamankan barang miliknya dan mereka yang dak mampu membuat keputusan mengenai barang pribadinya.
Elemen Penilaian HPK.1.3.
Rumah sakit telah menentukan ngkat tanggung jawabnya terhadap barang milik 1.
pasien.
Pasien memperoleh informasi tentang tanggung jawab rumah sakit dalam melindungi 2.
barang milik pribadi.
Barang milik pasien dilindungi apabila rumah sakit mengambil alih tanggung jawab atau 3.
Standar HPK.1.4.
Pasien dilindungi dari kekerasan fi sik.
Maksud dan Tujuan HPK.1.4.
Rumah sakit bertanggung jawab melindungi pasien dari kekerasan fi sik oleh pengunjung,
pasien lain dan staf rumah sakit. Tanggung jawab ini terutama bagi bayi, anak-anak, lanjut usia dan lainnya yang dak mampu melindungi dirinya atau memberi tanda untuk minta bantuan. Rumah sakit berupaya mencegah kekerasan melalui prosedur inves gasi
pada se ap orang yang dak memiliki iden fi kasi, monitoring lokasi yang terpencil atau
terisolasi di rumah sakit dan secara cepat bereaksi terhadap mereka yang berada dalam bahaya kekerasan.
Elemen Penilaian HPK.1.4.
Rumah sakit mempunyai proses untuk melindungi pasien dari kekerasan fi sik.
1.
Bayi, anak-anak, lanjut usia dan lainnya yang kurang / dak mampu melindungi dirinya 2.
sendiri menjadi perha an dalam proses ini. lndividu yang dak memiliki iden tas diperiksa. 3.
Lokasi terpencil atau terisolasi di monitor. 4.
Standar HPK.1.5.
Anak-anak, individu yang cacat, lanjut usia dan lainnya yang berisiko mendapatkan perlindungan yang layak.
Maksud dan Tujuan HPK.1.5.
Rumah sakit mengiden fi kasi kelompok pasien yang lemah dan yang berisiko dan
menetapkan proses untuk melindungi hak dari kelompok pasien tersebut. Kelompok pasien yang lemah dan tanggung jawab rumah sakit dapat tercantum dalam undang-undang atau peraturan. Staf rumah sakit memahami tanggung jawabnya dalam proses ini. Sekurang- kurangnya anak-anak, pasien yang cacat, lanjut usia dan populasi pasien lain yang berisiko juga dilindungi. Pasien koma dan mereka dengan gangguan mental atau emosional, bila
ada di rumah sakit juga dilindungi. Selain dari kekerasan fi sik, perlindungan diperluas
juga untuk masalah keamanan yang lain, seper perlindungan dari penyiksaan, kelalaian asuhan, dak dilaksanakannya pelayanan, atau bantuan dalam kejadian kebakaran.
Elemen Penilaian HPK.1.5.
Rumah sakit mengiden fi kasi kelompok yang berisiko (lihat juga PP.3.1 s/d PP.3.9).
1.
Anak-anak, individu yang cacat, lanjut usia dan kelompok lain di iden fi kasi rumah
2.
sakit untuk dilindungi (lihat juga PP.3.8).
Staf memahami tanggung jawab mereka dalam proses perlindungan. 3.
Ada kebijakan tentang evaluasi, konseling, dan ndak lanjut terhadap staf yang terpapar 5.
penyakit infeksius, yang dikoordinasikan dengan program pencegahan dan pengendalian infeksi. (lihat juga PPI.5, EP 2)