• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Teori

4. Bahan Ajar

a. Pengertian Bahan Ajar

Bahan ajar merupakan buku teks yang digunakan dalam pembelajaran sebagai media yang bertujuan untuk memberikan pemahaman materi kepada siswa. Bahan ajar tentu berisi materi-materi

yang disusun secara sistematis dan runtut sesuai dengan instrumen perangkat pembelajaran berupa silabus yang dapat digunakan oleh siswa dalam proses pembelajaran di lingkungan yang nyaman. Bahan ajar harus memiliki informasi yang utuh dari kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dalam proses pembelajaran. Diharapkan dari adanya bahan ajar ini dilengkapi dengan ilustrasi dan tugas atau latihan serta aktivitas yang dapat dilakukan siswa untuk memperkuat pemahaman terhadap materi dan kompetensi yang dipelajari (Qondias, Winarta, & Siswanto, 2019).

Bahan ajar yang baik harus memuat empat hal, di antaranya: (1) Harus memuat sumber materi ajar yang relevan. Materi ajar yang dicantumkan harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan kompetensi yang diharapkan bisa dikuasai oleh siswa. Oleh karena itu, bahan ajar harus memuat materi yang lengkap supaya siswa bisa memahami konsep dalam materi yang dipelajari. (2) Menjadi referensi buku untuk mata pelajaran tertentu. Dalam hal ini, bahan ajar harus berisi informasi yang lengkap dan terpercaya sehingga bisa dijadikan buku pedoman bagi buku-buku yang lainnya. (3) Disusun secara sistematis dan sederhana. Proses penyusunan bahan ajar harus disesuaikan dengan perangkat pembelajaran yang digunakan sehingga susunannya menjadi sistematis dan mudah dipahami oleh siswa atau pembaca. (4) Disertai petunjuk pembelajaran.

Hal ini berfungsi untuk menuntun pembaca atau siswa supaya dengan mudah bisa mencapai kompetensi yang diharapkan oleh penulis atau guru dalam menguasai materi pembelajaran yang disampaikan (Akbar, 2017).

Bahan ajar yang berfungsi sebagai sumber belajar siswa dalam memperoleh informasi terkait materi yang dipelajari memiliki berbagai jenis. Menurut Wibowo (2018), bahan ajar digolongkan ke dalam 6 jenis, di antaranya:

1. Handout

Handout berisi bahan tertulis yang disiapkan guru dalam menunjang pembelajaran dan berfungsi sebagai media dalam memperkaya pengetahuan siswa. Handout biasanya disusun dengan mengambil beberapa materi dari sumber-sumber yang memiliki relevansi dengan materi yang diajarkan. Handout disusun berdasarkan kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa, sehingga materi yang di dalamnya harus bisa dipahami siswa.

2. Buku

Buku merupakan media pembelajaran yang berisi bahasa tertulis yang di dalamnya terdapat berbagai ilmu pengetahuan yang diperoleh dari sebuah kajian-kajian, penelitian, pengalaman, atau imajinasi seseorang.

3. Modul

Modul merupakan sebuah media pembelajaran dengan bentuk tulisan yang memiliki tujuan supaya pembaca atau siswa dalam belajar secara mandiri tanpa adanya bimbingan dari seorang guru.

Oleh karena itu, modul minimal berisi komponen dasar sebuah

materi yang diharapkan bisa dipahami siswa secara mandiri (self instruction).

4. Radio

Radio merupakan media yang berisi suara yang dimanfaatkan sebagai bahan ajar dalam mempelajari materi tertentu. Radio sangat cocok digunakan oleh pembelajaran yang diberikan oleh siswa dengan kemampuan auditori, sehingga siswa dapat dengan mudah memahami materi pembelajaran.

5. Video atau Film

Video atau film merupakan media pembelajaran yang berbentuk audiovisual yang dapat menampilkan materi yang dipelajari dalam bentuk penayangan video. Oleh karena itu, secara bersamaan siswa dapat menguasai satu atau lebih kompetensi yang diharapkan hanya dengan melihat dan mendengar.

6. Multimedia Interaktif

Multimedia interaktif merupakan media pembelajaran yang berbentuk kombinasi antara audio, teks, animasi, dan video yang bisa dikendalikan dengan perintah pengguna. Bahan ajar ini dapat memudahkan pengguna yaitu siswa dalam memperdalam pemahaman materi yang dipelajari.

Berdasarkan jenis-jenis bahan ajar tersebut, peneliti mengembangkan modul pada penelitian ini karena penggunaan modul akan memungkinkan siswa dapat belajar secara mandiri (self instruction)

sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Penggunaan bahan ajar modul dirasa tepat dalam proses pembelajaran individu, sehingga tanpa didampingi oleh guru, siswa dapat memahami materi pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang diharapkan. Akan tetapi, peneliti menggunakan modul dalam bentuk e-modul karena akan lebih efektif dan dapat dengan mudah diterima oleh siswa generasi Z saat ini yang sebagian besar dalam hidupnya bergantung pada teknologi. Dalam e-modul yang dikembangkan, peneliti juga menambahkan multimedia yang menarik sehingga siswa tidak bosan dalam belajar.

b. Prinsip Bahan Ajar

Bahan ajar harus memiliki prinsip dalam pengembangannya.

Menurut prinsip tersebut yaitu:

1. Prinsip Relevansi

Prinsip relevansi berarti bahan ajar harus memiliki keterkaitan terhadap materi yang diajarkan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang sudah ada dalam instrumen perangkat pembelajaran.

2. Prinsip Konsisten

Prinsip konsisten berarti bahan ajar yang digunakan harus disesuaikan dengan kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, dan indikator yang sudah disusun guru sehingga tidak terjadi perbedaan antara bahan ajar dengan instrumen dalam silabus.

3. Prinsip Kecakupan

Prinsip kecakapan berarti materi yang diajarkan harus cukup memadahi bagi siswa dalam menguasai materi dan kompetensi yang diharapkan oleh guru.

Sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut buku ajar tentu harus berpedoman kepada perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru, sehingga proses pembelajaran dapat terintegrasikan. Berdasarkan prinsip tersebut bahan ajar yang harus dibuat juga harus dipahami oleh siswa berdasarkan kecakupan yang ada dengan disesuaikan pada kompetensi dasar dan indikator yang ingin dicapai oleh siswa dalam pembelajaran di kelas.

c. Prosedur Pengembangan

Prosedur pengembangan bahan ajar terlebih dahulu dilakukan dengan sebuah riset dengan langkah yang diuraikan seperti ditulis oleh Akbar (2017) dalam bukunya, yaitu:

1. Identifikasi masalah pembelajaran yang terjadi.

Identifikasi masalah pembelajaran dapat dilakukan melalui review bahan ajar yang digunakan oleh siswa dan guru dalam pembelajaran untuk melihat apakah bahan ajar yang digunakan sudah relevan sesuai dengan prinsipnya. Selain itu, bisa juga dilakukan observasi kepada guru terkait dengan bahan ajar yang digunakan dalam menyampaikan materi pembelejaran dikelas.

2. Analisis kurikulum.

Analisis kurikulum dilakukan dengan menganalisis kebutuhan bahan ajar dengan indikator ketercapaian yang diharapkan oleh guru, kompetensi dasar, dan perumusan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai oleh siswa.

3. Menyusun draft bahan ajar berdasarkan teoritik.

Penyusunan bahan ajar disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Selain itu, bahan ajar juga harus disesuaikan dengan konteks materi yang disampaikan supaya siswa dapat memahami materi dengan mudah dan mandiri. Setelah dilakukan penyusunan, kemudian dilakukan validasi oleh ahli untuk mengetahui kesesuaian teori yang disampaikan dalam bahan ajar dengan kesesuaian bentuk, topik materi, isi, dan lainnya.

4. Revisi draft bahan ajar.

Adanya revisi dari hasil validasi ahli diharapkan bahan ajar dapat dipergunakan dalam proses pembelajaran di kelas dan sebagai media pembelajaran untuk siswa supaya bisa lebih mudah memahami materi serta belajar mandiri.

Dokumen terkait