BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Analisis Kebutuhan
Wawancara dilakukan di lima sekolah di Kabupaten Klaten dan satu sekolah di Kabupaten Sukoharjo, yaitu SMA Negeri 1 Klaten, SMA Negeri 3 Klaten, SMA Negeri 1 Jogonalan, SMA Negeri 1 Karangnongko, SMA Muhammadiyah 1 Klaten, dan SMA Negeri 1 Weru Sukoharjo. Wawancara ini berkaitan dengan topik pelaksanaan pembelajaran, penggunaan IT dalam pembelajaran, media dan model pembelajaran, materi pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran yang mungkin terdapat permasalahan atau kendala di sekolah. Hasil wawancara analisis kebutuhan tercantum pada tabel 4.1. berikut:
Tabel 4.1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan
Pertanyaan
Jawaban SMA N 1
Klaten
SMA N 1 Kr. nongko
SMA N 3 Klaten
SMA N 1 Weru
SMA N 1 Jogonalan
SMA
Muhammadiyah 1 Klaten Pengalaman Mengajar Biologi
Sejak tahun berapa
Bapak/Ibu guru
20 tahun 5 tahun 14 tahun 20 tahun 10 tahun 26 tahun
49 banyak yang tidak aktif.
Sejauh ini siswa menikmati walaupun ada kendala sinyal dan siswa hanya menyimak.
50 dengan ppt bersuara lagi sehingga sulit menjelaskan materi yang abstrak.
Selama daring sulit memantau siswa dan banyak siswa yang menyimak.
Mengikuti. Mengikuti. Mengikuti dengan baik. lebih jauh dan
Masih kurang berpartisipasi.
Sudah berpatisipasi walaupun harus dikejar-kejar dan yang aktif hanya siswa tertentu saja.
Semua berpartisipasi walaupun pada awal ada beberapa siswa yang tidak aktif.
51 biologi di kelas
X, XI, dan XII? jarak jauh atau daring seperti
Ketika ada kuis quizizz.
Ketika ada ilustrasi dan video-video.
Penggunaan IT dalam Pembelajaran Pada proses
52
ini siswa sudah memiliki
Saat ini masih belum ada.
Harus belajar dari 0 terlebih dahulu. yang berada di pegunungan.
Sampai saat ini belum ada.
Semua guru belum bisa mengikuti perkembangan dengan IT.
53 jika dilihat dari indikator
Tercapai tetapi kan terkadang tidak sesuai yang guru harapkan.
Tercapai, walaupun tidak sempurna seperti mengajar di kelas.
Signal saat ini. Keluhan sinyal.
Jelas signal kalau untuk siswa.
Signal, materi yang harus membuka video di youtube
Banyak keluhan (jenuh, malas) kendala HP &
sinyal, 20% anak Pondok Pesantren sehingga tidak punya HP.
54
Media dan Model Pembelajaran Selama
Discovery Discovery Discovery, Inquiry Ilustrasi dengan gambar-gambar yang siswa bisa membayangkan atau diminta untuk observasi secara
Sedikit saja siswa yang termotivasi belajar, karena PJJ siswa merasa bebas berbeda jika luring.
Iya, siswa menjadi lebih paham karena materi yang abstrak dapat terdefinisi dengan baik.
55
pada saat awal sekolah saja. ini. Hanya saja
Media
Lebih ke media pembelajaran, karena anak-anak biar tidak bosen. Lebih untuk daring tidak menggunakan kuota banyak. Yang terpenting tidak dari youtube karena banyak anak mengeluh tentang itu. Untuk model discovery sudah ilustrasi yang dapat menggambarkan sesuai dalam materi-materi.
56
Lebih ke media pembelajaran,
Saya rasa kalau hanya materi saja akan bosan.
Media
pembelajaran yang tidak hanya PPT karena siswa cepat bosan. Kemudian media-media yang bisa membuat siswa interaktif dan sekolah di sini memang ada keterbatasan tidak seperti di kota. Sehingga
Belum, karena pihak sekolah sendiri membatasi saat ini untuk tidak memberikan materi
57 yang seperti apa dan bagaimana jika video saja disuruh membatasi. untuk PJJ saat ini.
Beberapa siswa saja yang menerima saya rasa masing kurang efektif.
58 XII yang dirasa cukup sulit dipahami bagi para siswa ? tahun ke tahun memang pada
Iya sulit, karena itu butuh pegangan nilai ulangan harian dan nilai-nilai lainnya.
59 ketika di kelas.
Discovery
Discovery. Discovery dan PJBL kalau untuk materi yang sulit.
Discovery.
Menurut Bapak/Ibu guru perangkat pembelajaran apa yang perlu dikembangkan saat ini tidak ada LKS, buku dari mana saja
Media dan karena siswa jenuh apabila dikasih sumber yang banyak atau tidak ringkas.
Media
pembelajaran yang interaktif.
60
jarak jauh atau daring saat ini?
yang menarik
Soal essay dan pilihan ganda melalui Google Form.
Soal essay melalui Google Form.
Apakah model evaluasi seperti ini terasa mudah bagi para siswa dalam
mengukur
Mudah saya rasa untuk saat ini.
Mudah. Quizizz bisa mengukur ketepatan waktu kognitif siswa.
Mudah. Mudah. Mudah.
61 Biologi di kelas IPA memiliki lain pasti ada kelas yang
Hamper sama untuk rata-rata.
Berbeda untuk kelas regular dan non-reguler. dari cara siswa menanggapi
Belum ada. Tidak ada kendala selama ini.
Berdasarkan hasil wawancara kepada guru biologi di enam SMA tersebut hampir semua memiliki kendala yang sama, namun upaya yang dilakukan berbeda-beda tergantung kemampuan sekolah dan guru. Salah satu upaya yang dilakukan sekolah yaitu, memberikan layanan yang lebih untuk membantu siswa dalam mempermudah mempelajari materi dengan menggunakan Learning Management System (LMS) EduPrint yang dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Klaten. Akan tetapi dalam pengupayaan ini tergantung kepada siswa, banyak siswa yang kurang aktif saat pembelajaran jarak jauh. Hanya aktif pada saat awal saja dan ada juga yang hanya menyimak materi saja tanpa adanya kontribusi.
Permasalahan di sekolah ini tentu menjadi catatan, terlebih dalam menjalankan kurikulum 2013 yang menitikberatkan kepada siswa supaya dapat meningkatkan sikap belajar mandiri dan responsif terhadap pembelajaran mungkin sulit untuk diimplementasikan.
Kendala dari siswa mungkin menjadi alasan mengapa implementasi kurikulum 2013 ini sulit untuk dilakukan. Kurangnya pantauan kepada siswa menjadi kendala paling banyak yang dialami oleh guru. Guru tidak bisa memantau apakah siswa sudah mempelajari materi atau belum, karena pembelajarannya yang hanya melalui room chat menggunakan WhatsApp, Google Classroom, Google Suites, dan Telegram. Namun jika guru memberikan media pembelajaran yang menarik seperti diberikan video, ilustrasi, animasi, dan quizizz siswa tertarik dalam belajar sehingga tingkat partisipasi siswa meningkat.
Akan tetapi, guru tidak selamanya menggunakan video dan ilustrasi dalam
memberikan materi, dikarenakan penggunaan IT yang masih banyak yang perlu belajar dan akses sinyal yang menjadi kendala utama dalam belajar PJJ.
Langkah yang juga dilakukan guru untuk meningkatkan partisipasi siswa yaitu dengan menerapkan model pembelajaran yang berbeda-beda. Model pembelajaran Discovery Learning paling sering digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi, dengan harapan siswa dapat lebih aktif, inovatif, dan mandiri dalam menemukan sebuah konsep dan dapat menyimpulkan sebuah penemuannya. Melalui model pembelajaran tersebut guru biasanya mengemas materi dengan menggunakan ppt bersuara, video praktikum, dan video yang ada di YouTube dikirimkan ke siswa melalui room chat yang digunakan. Dengan media pembelajaran tersebut guru juga menginginkan adanya pengembangan media pembelajaran yang dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa. Di sisi lain siswa sudah difasilitasi oleh sekolah dengan dipinjamkan buku paket, namun ada sekolah yang dalam meminjamkan buku paket tidak per siswa, sehingga ada beberapa siswa yang tidak memiliki buku paket untuk mempelajari materi biologi secara mandiri.
Kurangnya pemerataan sarana belajar tersebut juga menjadikan kendala dalam PJJ. Terlebih jika materi yang dihadapi cukup sulit untuk dipahami oleh siswa seperti materi Klasifikasi, Animalia, dan Virus pada kelas X, Sistem Imun dan Sistem Saraf pada kelas XI, dan Metabolisme Sel pada kelas XII. Materi yang kontekstual dan kompleks tersebut susah dipahami oleh siswa karena materi yang cukup abstrak dan siswa perlu adanya konsentrasi serta pemahaman lebih pada materi tersebut terkendala dengan adanya buku bacaan yang dimiliki
atau dipinjamkan. Oleh karena itu, dalam memberikan evaluasi melalui kuis dan/atau penilaian harian hanya dengan mennggunakan soal-soal di buku yang dimiliki/dipinjamkan dan melalui Google Form yang sekiranya mudah dikerjakan olah siswa.
Setelah dilakukannya wawancara kepada guru di sekolah, dapat disimpulkan bahwa guru menginginkan adanya inovasi media pembelajaran yang dapat menunjang kebutuhan siswa dan meningkatkan kemandirian belajar siswa terlebih dalam materi-materi yang dirasa sulit untuk dipahami. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Susilana & Riyana, 2009), bahwa media pembelajaran salah satunya berupa ilustrasi atau animasi sehingga siswa secara interaktif dapat mempelajari materi sendiri melalui media pembelajaran tersebut. Melihat dari harapan dan kendala yang dialami oleh siswa dan guru tersebut, peneliti mengembangkan media pembelajaran e-modul interaktif berbasis web pada materi metabolisme kelas XII SMA yang di dalamnya memuat materi, ilustrasi, video, suara, kuis, dan evaluasi. Hal ini tentu untuk menunjang kemampuan belajar yang dimiliki oleh setiap siswa baik auditori, visual, maupun kinestetik supaya dapat meningkatkan kemandirian belajar melalui pemahaman materi dengan lebih baik.