• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahasa Jurnalistik di Website Dinas Kominfo

Dalam dokumen Pembentukan Citra Positif Pemerintah Pro (Halaman 133-144)

Bagan 3. Alur Penulisan Berita

4.2.3 Teknik Penulisan Berita di Website Dinas Kominfo Jawa Timur

4.2.3.3 Bahasa Jurnalistik di Website Dinas Kominfo

Barus (2010), menyebutkan bahwa ciri khusus dari bahasa jurnalistik adalah adanya penghematan kata dan kalimat. Produk jurnalistik harus dituangkan dalam kalimat yang efisien dan efektif. Sehingga pembaca ataupun audience tidak merasa bingung ketika mereka sedang mencerna informasi yang mereka inginkan. Berita-berita yang terdapat dalam website Dinas Kominfo Jatim, juga memperhatikan bahasa jurnalistik. Untuk memberikan penjelasan tentang bahasa jurnalistik di website Dinas Kominfo, penulis menyertakan salah satu contoh berita yang ada dipublikasikan di website Dinas Kominfo.

134

Gambar 45. Contoh Berita yang Diupload di website Dinas Kominfo Jawa Timur

Sumber: Website Dinas Kominfo Jawa Timur (kominfo.jatimprov.go.id)

Kusumaningrat & Kusumaningrat (2007), menyebutkan bahwa dalam penulisan berita, tulisan tidak boleh terlalu umum dan harus spesifik. Berdasarkan cuplikan berita di atas, informasi disampaikan secara spesifik. Pada paragraf pertama, penulis berita menyampaikan terdapat 14 tim bola voli indoor putra-putri yang berebut piala Kapolrestabes Surabaya. Pada paragraf tersebut juga terdapat informasi tentang waktu pelaksanaan kejuaraan. Waktu pelaksanaan disampaikan secara tepat dan spesifik. Pada paragraf kedua, penulis berita menyebutkan nama- nama tim bola voli yang mengikuti kejuaraan.

Kusumaningrat & Kusumaningrat (2007) juga menyebutkan bahwa penulisan berita seharusnya menggunakan kalimat aktif daripada kalimat pasif. Cuplikan berita di atas terdiri dari 7 paragraf pendek. Dari 7 paragraf yang terdiri

135 dari 8 kalimat tersebut, sebanyak 7 kalimat menggunakan kalimat aktif sedangkan sisanya menggunakan kalimat pasif.

Untuk memberikan kekuatan dalam pernyataan, penulis berita juga menambahkan kutipan langsung dari narasumber. Tindakan ini merupakan salah satu implementasi dari tips penulisan berita dari Kusumaningrat & Kusumaningrat (2007), yaitu gunakan kutipan narasumber. Dalam menuliskan kutipan narasumber, penulis berita juga tidak lupa untuk menyertakan identitas narasumber. Hal ini sesuai dengan tips penulisan berita yang diberikan oleh Kusumaningrat & Kusumaningrat (2007), yaitu menyebutkan identitas orang yang ada dalam berita.

Selain tips-tips yang telah disebutkan, Kusumaningrat & Kusumaningrat (2007), juga memberikan tips-tips dasar seperti memperhatikan ketentuan- ketentuan tatabahasa dan pedoman penulisan ejaan baru Bahasa Indonesia. Penulis berita harus mengetahui kapan penggunaan tanda baca titik, koma, petik, titik dua, tanda seru, ataupun tanda tanya. Selain itu, penulis berita juga harus mengetahui kapan menggunakan huruf besar di awal kalimat, penggunaan kata depan dan kata awalan.

Cuplikan berita di atas, dapat dikatakan telah menerapkan ketentuan tatabahasa dan penulisan ejaan baru Bahasa Indonesia. Penulis berita menempatkan tanda baca sesuai pada tempatnya. Misalnya penggunaan kurung buka dan kurung tutup untuk mengapit tambahan penjelasan atau keterangan. Penulis menggunakan tanda kurung untuk mengapit singkatan dari Kejuaran Cabang – ditulis (Kejurcab) oleh penulis berita – pada paragraf pertama.

136 4.2.4 Proses Pemberitaan

Burns (2006), menyebutkan tahap-tahap dalam penyajian berita. Tahapan- tahapan tersebut antara lain finding news, choosing news, gathering news, evaluating news source, constructing news, editing the news, yang diakhiri dengan publikasi berita.

Secara umum, proses pemberitaan di website Dinas Kominfo menyerupai proses yang disebutkan oleh Burns (2006). Di bawah ini adalah alur pemberitaan di website Dinas Kominfo.

Proses pemberitaan dimulai dengan pembagian topik kepada wartawan di forum perencanaan. Forum perencanaan biasanya dilaksanakan pada hari Rabu, atau biasanya disebut dengan istilah Reboan. Pada forum tersebut akan didiskusikan topik-topik apa yang akan dibahas dan dituangkan dalam bentuk berita. Pembagian tugas liputan tidak hanya dilakukan melalui forum Reboan, tetapi juga dapat diberikan langsung oleh redaktur pelaksana. Misalnya apabila

Bagan 5. Alur Pemberitaan di Website Dinas Kominfo

137 ada kegiatan yang dilaksanakan gubernur atau wakil gubernur, redaktur pelaksana akan menunjuk langsung wartawan untuk meliput kegiatan tersebut.

Wartawan yang telah mengetahui plotting peliputan, akan melakukan liputan sesuai dengan penunjukan dari redaktur pelaksana. Pada saat peliputan, wartawan akan menghimpun informasi-informasi dan data pendukung sebagai bahan pembuatan berita. Penghimpunan berita dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain wawancara narasumber, mencari sumber data lain berupa dokumen, mencatat informasi-informasi penting yang disampaikan pada saat kegiatan berlangsung. Dalam penghimpunan berita tersebut, wartawan harus mengumpulkan juga identitas narasumber, data spesifik yang dibutuhkan.

Berdasarkan informasi yang telah dihimpun, pekerjaan wartawan berlanjut pada penulisan berita. Penulisan berita harus dimulai dengan penentuan angle terlebih dahulu. Apabila angle telah ditentukan, dilanjutkan dengan menulis lead berita. Lead berita berisi informasi-informasi penting sesuai dengan angle berita. Penulisan berita berakhir apabila wartawan telah menentukan judul dan merasa yakin bahwa berita telah berisi informasi spesifik dan faktual, wartawan mengirimkan beritanya kepada editor. Editor akan mengecek berita yang telah ditulis wartawan. Jika terdapat kekurangan atau kejanggalan informasi yang tidak dapat dimengerti, editor akan melakukan konfirmasi terhadap wartawan. Setelah berita telah layak untuk dipublikasi, editor mengirimkannya kepada uploader untuk diupload atau menguploadnya sendiri ke website.

138 4.2.5 Pembentukan Citra melalui Berita di Website Dinas Kominfo

Kurt dan Gladys Engel Lang dalam Bryant dan Thompson (2002), menulis “The mass media force attention to certain issues. They build up public images of political figures. They are constantly presenting objects suggesting what individuals in the mass should think about, know about, have feelings about” (Media massa menekankan perhatian pada beberapa isu tertentu. Mereka membangun citra publik dari figur-figur politik. Mereka menampilkan objek- objek secara teratur untuk menyarankan bagaimana seharusnya massa memikirkan, mengetahui, dan merasakan seorang individu).

Paragraf di atas menunjukkan bahwa citra suatu objek dapat dibentuk melalui media massa. Dengan konten-konten yang disajikan ditambah dengan kekuatan yang dimiliki media massa, citra suatu objek dapat dengan mudah berubah. Berita sebagai salah satu produk media massa memiliki kemampuan untuk mengubah citra suatu objek.

Pembentukan citra positif Pemerintah Daerah Jawa Timur di website Dinas Kominfo Jawa Timur dilakukan melalui penyajian berita yang berisi kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah Jawa Timur. Berita tersebut ditulis dengan pola tertentu sehingga dapat menonjolkan nilai positif Pemerintah Daerah Jawa Timur. Dimulai dengan penulisan judul berita, lead, body, dan tail berita.

Judul berita yang ada di website Dinas Kominfo Jawa Timur harus menggunakan kalimat singkat, padat, jelas, tetapi memiliki nilai positif. Judul berita pada berita yang ditampilkan di website Dinas Kominfo Jatim biasanya

139 menyertakan nama lembaga pemerintahan yang menjadi subjek pemberitaan. Misalnya pada judul berita “Koarmatim Peluncuran Buku Panduan Keamanan Laut Perwira.” Judul berita tersebut menjelaskan tentang Komando Armada RI di Kawasan Timur yang meluncurkan buku panduan keamanan laut untuk perwira. Dalam berita tersebut, subjek pemberitaan yang adalah Koarmatim ditampilkan dalam judul. Berita yang disampaikan dapat dikatakan merupakan salah satu bentuk prestasi yang diraih oleh Koarmatim, oleh karena itu, subjek pemberitaan diletekkan dalam judul. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa subjek (Koarmatim) telah memperoleh prestasi penting. Penyebutan subjek pemberitaan di judul berita terlihat di 11 judul berita dari 14 judul berita yang diamati.

Selain pemilihan kata pada judul berita, citra positif melalui penulisan berita dapat dilihat melalui penulisan lead berita. Lead berita memuat informasi penting dari kegiatan yang diliput. Informasi penting tersebut merupakan informasi yang dapat menonjolkan citra positif Pemerintah Daerah Jawa Timur. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap 14 judul berita di website Dinas Kominfo Jatim, sebanyak 10 judul berita diawali dengan lead yang berisi komponen what. Dengan kata lain, pada 10 judul berita, lead berita diawali dengan menyebutkan peristiwa atau isu yang sedang dibahas. Apabila komponen what telah disisipkan ke dalam berita, maka komponen when, where, why, who, ataupun how juga akan disisipkan ke dalam lead berita. Tetapi berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap 14 judul berita, penulis hanya menemukan satu judul berita yang memuat komponen why di dalam lead berita yang terdapat di website Dinas Kominfo Jatim, yaitu pada berita yang berjudul “Berpulang,

140 Pembina FPTI Jatim.” Pada berita tersebut, komponen why menjelaskan penyebab meninggalnya Pembina FPTI Jatim.

Menurut Sumadiria (2011), lead berita berisi rangkuman inti dari keseluruhan isi berita, yaitu informasi yang terdapat dalam rumus 5W+1H. Lead berita biasanya terletak di paragraf satu dan dua. Oleh karena itu, informasi 5W+1H biasanya terletak di dua paragraf teratas. Tetapi berdasarkan pengamatan, lead pada berita yang ditampilkan di website Dinas Kominfo Jatim hanya mengandung empat komponen saja, yaitu what, where, when, dan who. Lead berita di website Dinas Kominfo Jatim jarang mengandung komponen how dan why.

Pembentukan citra positif juga dilakukan melalui penulisan body dan tail berita. Dalam penulisan body dan tail berita, berita yang ditampilkan biasanya mengandung kutipan dari ujaran atau pendapat yang telah disampaikan oleh narasumber. Kutipan-kutipan tersebut biasanya disusun dalam satu pola. Berdasarkan pengamatan yang dilaksanakan, kutipan pada berita ditulis secara berselang-seling. Yaitu dengan cara mengombinasikan kutipan tidak langsung dan kutipan langsung. Misalnya pada berita berjudul “AP1 Juanda: Selama Lebaran, Arus Penumpang di Bandara Turun.” Pada berita tersebut, kutipan dimulai pada paragraf ke 2, kutipan yang digunakan adalah kutipan langsung. Kutipan langsung diikuti dengan nama narasumber yang memberikan pernyataan. Selanjutnya pada paragraf ketiga, berisi deskripsi yang menjelaskan pengurangan frekuensi penerbangan. Pada paragraf keempat, terdapat kutipan tidak langsung yang disampaikan oleh narasumber berisi tentang penyebab turunnya penumpang di Bandara Juanda. Pada paragraf kelima, menggunakan kutipan tidak langsung

141 yang berisi tentang pengaruh penurunan penumpang terhadap kinerja keuangan. Selanjutnya, pada paragraf keenam, kutipan yang digunakan yaitu kutipan langsung yang masih disampaikan oleh narasumber yang sama. Setelah itu, pada paragraf ketujuh, kutipan yang digunakan adalah kutipan tidak langsung berisi perbandingan pergerakan pesawat tahun 2014 dengan tahun 2013. Diikuti dengan kutipan langsung, dan diakhiri dengan penggunaan kutipan tidak langsung di paragraf terakhir.

Selain melalui teknik penulisan berita (judul, lead, body, dan tail berita), pembentukan citra positif dapat dilakukan melalui dokumentasi foto yang disertakan dalam berita. Dokumentasi yang dapat mendukung pembentukan citra positif antara lain dokumentasi foto yang menggambarkan suatu prosesi seperti pemberian sambutan, prosesi penyerahan hadiah, penyematan lencana. Selain itu, dokumentasi foto juga dapat berupta dokumentasi foto yang menggambarkan keramahan pimpinan kepada masyarakatnya, interaksi langsung pemimpin dengan masyarakat. Contoh-contoh dokumentasi foto yang telah disebutkan merupakan contoh dokumentasi yang sering tampil di website Dinas Kominfo Jatim.

Berita di bawah ini merupakan salah satu contoh bentuk berita yang dapat membentuk citra positif pemerintah Jawa Timur.

142 Pembentukan citra positif dapat dilihat melalui salah satu berita yang berjudul “Lebaran 2014, Gubernur Berangkatkan 4.604 Pemudik”. Di dalam judul berita di atas, terdapat subjek yang melakukan pemberangkatan 4.604 pemudik, yaitu Gubernur Jawa Timur. Subjek disebutkan dalam judul untuk memberikan kesan positif, khusunya pada subjek yang diberitakan. Angle yang digunakan adalah banyaknya pemudik yang diberangkatkan gubernur, maka dalam disebutkanjumlah pemudik, yaitu sebanyak 4.604. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang cukup fantastis. Peletakan jumlah pemudik di judul bertujuan untuk memberikan efek luar biasa sehingga bisa menimbulkan kekaguman pada benak pembaca. Keluarbiasaan judul tersebut kemudian dilanjutkan dengan adanya informasi yang terdapat di lead berita, yaitu mengenai jumlah pemberangkatan 4.467 pemudik di hari kedua oleh Gus Ipul.

Gambar 46. Cuplikan Berita di Website Dinas Kominfo

143 Berita diawali dengan menyebutkan komponen who (Gubernur Jawa Timur, Soekarwo) dalam lead berita. Selanjutnya, diikuti dengan komponen what, yaitu pemberangkatan perdana 83 bus atau 4.604 pemudik gratis ke sejumlah daerah. Selanjutnya pada lead berita yang terletak di paragraf kedua, dilengkapi dengan informasi tentang waktu pelaksanaan pemberangkatan bus mudik gratis. Citra positif semakin tampak ketika terdapat kutipan pesan-pesan yang disampaikan Soekarwo kepada pemudik, seperti pesan agar pengemudi bus berhati-hati dan tidak mengebut di jalan.

Pada paragraf ke 3, terdapat tanggapan gubernur tentang jumlah bus yang mengangkut pemudik. Tanggapan tersebut berisi tentang jumlah yang kurang dan masih belum memenuhi kebutuhan masyarakat. Secara tidak langsung ini merupakan cara yang dilakukan untuk menunjukkan perhatian gubernur terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya kalimat tersebut, masyarakat akan semakin menilai positif tindakan yang dilakukan oleh Gubernur Jatim. Hal tersebut juga akan berdampak positif pada citra yang dihasilkan.

Pada body dan tail berita, diwarnai dengan kutipan-kutipan dari pesan- pesan yang terdapat dalam sambutan yang disampaikan Gubernur Jatim sebelum pemberangkatan dilaksanakan. Kutipan ditulis dalam dua cara, langsung dan tidak

Gambar 47. Cuplikan Berita di Website Dinas

Kominfo

Sumber: Website Dinas Kominfo Jatim (kominfo.jatimprov.go.id)

144 langsung. Penulisan juga disusun secara berselang-seling. Hal ini dilakukan untuk memberikan dinamika pada tulisan agar tidak monoton.

Pembentukan citra positif tidak hanya dilakukan dengan pemilihan kata dalam penulisan berita, tetapi juga disajikan dalam bentuk foto. Dalam foto di atas, digambarkan gubernur yang sedang bersalaman dengan para pemudik. Dari foto tersebut, makna yang akan ditimbulkan adalah keramahan gubernur kepada masyarakatnya.

Dalam dokumen Pembentukan Citra Positif Pemerintah Pro (Halaman 133-144)

Dokumen terkait