Bahasa arab di Indonesia adalah menjadi bahasa asing yang di berbagai lembaga pendidikan terutama pendidikan Islam sebagai bahasa asing yang harus di kuasai dengan berbagai dinamikanya. Bahasa arab di lembaga pendidikan pesanteren adalah bahasa yang akrab karean di jadikan sebagai bahasa sehari-hari di lingkungan dalam bergaul. Bahasa arab di pelajari dengan berbagai tujuan sesuai dengan tujuan lembaga pendidika tersebut, adakalanya bahasa arab di pelajari untuk menguasai ilmu bahasanya dan adakalanya juga untuk mengauasai bahasanya sebagai alat komunikasi.
Di indonesia secara umum lembaga pendidika yang di dalamya di pelajari bahasa arab terdiri dari dua jenis, yaitu lembaga pendidikan pesanteren dengan sistem mukim (siswa tinggal dalam satu komplek dengan guru) dan non pesanteren yaitu tidak berasrama.
26
1. Pendidikan pondok pesanteren mempunyai dua corak yaitu pendidikan pondok pesanteren salafiyah dan modren. Pendidikan salafiyah pesanteren mewaibkan siswa-siswa nya mempelajari bahasa arab dengan tujuan untuk menguasai ilmu bahasa arab yang terdiri dari ilmu-ilmu berkaitan dengan ilmu bahasa arab, yaitu nahwu, shorof, balagoh dan lain sebagainya. Dalam lingkungan pesanteren yang menganut pembelejaran untuk menguasai ilmu bahasa mampunyai kelemahan dalam menggunakan bahasa sebagai bahasa sehari-hari karena merasa kesulitan dengan pengetahuan terhadap ilmu bahasanya. Dalam keadaan model ini kebanyakan siswa tidak mempunyai kecakapan dalam berbicara yang keluar secara spontan.
2. Pendidikan pondok pesanterean dengan sistem modren, yaitu pembelajaran bahasa arab dengan tujuan mengauasai kemampuan komunikatif.
Kemampuan ini lebih kepada pembelajaran bahasa arab untuk digunakan dalam percakapan sehari-hari di lingkungan pesanteren dan bahkan di luar pesanteren. Pola pengajaran yang di rancang biasanya adalah penguasaan bahasa arab dengan konsep kemahiran yaitu denga npenguatan pengauasaan mufrodat dan kalam. Pembelajaran model ini tetunya akan menjadikan siswa mampu bercakap akan tetapi kurang dalam memahami buku-buku bahasa arab klasik (kitab kuning).
3. Pendidikan bahasa arab terintegrasi. Model pembelajaran ini adalah model yang menjadi solusi dari dua model di atas, dengan keinginan bahwa pemebelajaran bahasa yang lebih terbuka dan tidak dikotomi hanya pada satu bagian saja yaitu ilmu bahasa atau bahasa. Konsep ini melaksanakan pembelajaran bahasa arab dengan tujuan menjadikan siswa mampu menguasai ilmu bahasa kebutuhan memahami buku-buku klasik (kitab kuning) juga mampu berkomunikasi menggunakan bahasa arab dengan baik. Model pembelajaran bahasa arab ini adalah akibat dari keresahan sistem pembelajaran yang dikotomis fokus pada satu bagian saja, fokus pada ilmu bahasa arab atau fokus pada bahasa arab kebutuhan komunikasi. Untuk melaksanakan model ini sebaiknya harus ada perencenaan materi penguasaan berdasarkan tingkat usia dan kamampuan. Konsepnya mungkin
27
saja pada tahap awal untuk penguasaan bahasa sebagai alat komunikasi dan selanjutnya masuk pada tahap penguasaan ilmu bahasanya. Dan tidak akan mungkin berjalan secara bersamaan karena bahasa seharusnya otomatis di ucapkan. Kendala yang terjadi jika mendahulukan ilmu bahasa di banding bahasa akan menyebabkan kesulitan pada peserta didik, akantetapi jika mendahulukan bahasa kemudian ilmu bahasa maka akan menjadikan ilmu bahasa memperbaiki pengetahuan siswa tentang bahasa arab yang sudah ada.
Pembelajaran bahasa arab di Indonesia di lihat dari perkembangannya mengalami kemajuan karena bahasa arab sudah tidak lagi di pelajari di lingkungan pondok pesanterean saja akantetapi sudah menjadi komoditi pada tingkat universitas Islam Negeri dengan kehadiran Ma’had Al-Jamiah yang menjadikan bahasa arab sebagai bahasa sehari-hari. Dengan keadaan ini akan mengembalikan ruh pembelajaran bahasa arab dan menjadikan bahasa arab sebagai bahasa yang akan di pelajari banyak orang. Bahasa arab bukan lagi bahasa yang gunakan oleh para kiyai an ustad atau pemuka agama Islam saja, akantetepi semua kalangan masyarakat islam butuh terhadapanya.
Dengan berkembangnya pembelajaran bahasa arab seharusnya kepada pengajar bahasa arab juga turut serta mengembangkan pembelajaran bahasa arab yang mengikuti kebutuhan. Banyak kelemahan-kelemahan pada pembelajaran bahasa arab masa lalu yang berakibat pada perubahan persepsi masayarakat terhadap bahasa arab, dimana bahasa arab di anggap bahasa yang sulit karena pembelajaran terlalu monoton dan fokus mengandalkan kekuatan memori (menghafal).
Pembelajaran yang terus menerus mengadalkan ingatan menjadikan banyak para siswa ketakutan dan tidak dalam keadaan menikmati pembelajaran. Maka dari itu sebaiknyalah di kembangkan proses pembelajaran yang mengikuti keinginan bahasa itu untuk di komunikasikan dan keadaan generasi yang sekarang ini lebih pada aplikasinya bahasa.
Bahasa arab di ajarkan dengan rancangan yang harus sangat menarik dengan tujuan:
28
1. Menghilangkan trauma pembelajaran masa lalu melahirkan persepsi yang tidak baik, bahasa arab bahasa yang susah dan untuk digunakan seacar terbatas.
2. Bahasa arab bahasa yang sulit karena membacanya saja belum pandai akibat bahasa di jadikan materi yang kaku harus dapat di baca terlbih dahulu, tidak alamiah dengan konsep pemerolehan tanpa kemampuan membaca seseorang bisa saja mampu berkomunikasi.
3. Bahasa arab bahasa yang tidak banyak manfaat dalam dunia global dengan sebab keterlambatan masuk dalam pengembangan di ranah dunia kerja.
Kemudian tidak melibatkan unsur-unsur teknologi sehingga perspsi kuno tetap sebagai bahan yang utuh di pikiran.
Kondisi-kondisi inilah yang kemudian harus mendapat solusi dari berbagai kalangan dalam rangka untuk menjadikan bahasa arab sebagai bahasa yang muah di pelajari sebagai sifat dasar dari bahasa itu sendiri yaitu bahasa untuk di komunikasikan. Bahasa arab juga sama keinginannya dengan bahasa yang ada di dunia sebagai alat komunikatif tidak hanya untuk mempelajari buku-buku klasik.
Jauh dari itu bahasa arab juga untuk kebutuhan pergaulan international. Bahasa jika ingin berkembang seperti bahasa asing lainnya harus merubah bahwa bahasa arab adalah komoditi bisnis yang dapat memberikan kehidupan pada masyarakat tidak hanya mejadi guru bahasa arab saja, akantetapi masuk pada kebutuhan bisnis international dan ekonomi. Dengan begitu bahasa arab akan sama posisinya dengan bahasa asing lainnya seperti bahasa inggris.